Friday, September 23, 2005

Sahabat kecilku, Nadya

nyam... nyam, enak euy kue ulang tahunnya Nadya.

Selamat ulang tahun Nadya sayang, semoga jadi anak yg baik, disayang Tuhan dan menyayangi sesama. Amin.

Waktu berlalu dengan cepat. Setahun yg lalu, gw nemenin Threes menunggu kelahiran Nadya. Handy (papanya Nadya) saat itu sedang training di luar kota, dan gw menjadi teman siaga *siap, antar, jaga* buat mereka.

Hari-hari penantian bersama Threes berlalu penuh ketawa ketiwi. Gw bersyukur banget, serasa ada "mama". Saat gw pulang kerja, biasanya Threes udah siapin makan malam. Dan pagi2 pas gw mandi, dia nyiapin sarapan. Sarapan favorit kita berdua saat itu: roti + nutella + cream-cheese.... nyam nyam.

Threes bilang gak begitu bisa masak, tapi berhubung tinggal hanya berdua Handy dan tanpa pembantu, dia belajar masak. Hasilnya top banget, gw dijamu dengan rendang, ikan rica-rica, ayam goreng, bahkan rawon. Di malam hari, sementara Thress nyetrika, gw main bola-bola dan kita ngobrol ngalor ngidul, kadang juga ngomentarin film2 di TV Perancis yg gw sendiri gak sepenuhnya ngerti.

Suatu malam, Threes bilang perutnya sakit. Anehnya, lho kok gw yg jadi rada panik. Kita langsung konsultasi via telpon ke Bandung. Bang bilang, "kalo mules aja tapi nggak ada bercak, istirahat aja. Tapi, begitu ada bercak, langsung ke rumah sakit yah, artinya udah mulai pembukaan".

Tadinya mau telpon dokter di Paris, tapi berhubung Threes juga percaya sama Bang, jadi kita pegang aja pesannya. Threes juga bilang, kalau RS juga gak mau terima kalau menurut mereka belum waktunya, biasanya berhubung keterbatasan kamar. Nah, daripada kita udah maksain ke RS malam2 - saat itu udah lumayan dingin walaupun belum masuk musim dingin - terus disuruh pulang juga, kita mutusin untuk lihat perkembangan sampai besok pagi.

Suatu keputusan yg cukup berani dan menegangkan.
Gw rada2 tegang dan agak susah tidur, sementara gw lihat Threes tidur degan lelapnya. Gw langung berpikir "rupanya begini resah dan deg2annya suami2 yg lagi siaga".
Syukurlah, malam itu pun berlalu dengan tenang dan tidak terjadi hal2 yg tidak diinginkan.

Besok paginya, seperti biasa kita sarapan bersama. Threes terlihat biasa2 aja, hanya gw lihat sedikit agak pucat. Gw pesen ama Threes untuk istirahat dan tidak keluar rumah dulu. Satu koper udah siap, nomor2 telpon penting udah di dekat pesawat telpon. Ada firasat gw kalau hari itu mendekati saat2 kelahiran.

Kring kringg... telpon di meja kantor gw berbunyi sekitar jam10-an. Ternyata itu berita kalau Threes sedang menuju ke RS. Teman2 yg ada di Paris saat itu membantu mengantarkan ke RS. Gw dipesenin untuk tetap aja kerja, dan nanti sore aja kalau mau ke RS. Handy sudah dikabarin dan segera balik ke Paris.

Nadya pun terlahir ke dunia. Paris, 22 September 2004.

Malam itu, bersama Nur - istrinya Bubung-, gw ke RS di tengah hembusan angin yg cukup dingin. Namun saat melihat Nadya, bayi mungil, buah cinta kasih kedua orangtuanya, ada gejolak hati serasa melihat harapan kehidupan baru. Perasaan ini membekas di hati gw dan sekarang benar2 bisa gw ingat kembali.

What a wonderful life, happy birthday Nadya!

Thursday, September 22, 2005

Seorang adik dan teman2 kakaknya

Gw terkikik2 baca milis anak2 sanur pagi ini.

Di email beberapa hari yg lalu, ada yg mosting butuh rekomendasi dokter kulit di Jakarta untuk urusan jerawat membandel. Jawabannya beragam. Ada yg merekomendasikan berdasarkan pengalaman pribadi, ada yg merekomendasikan diri sendiri bahkan bapak mertua, de el el deh *top abeess* lah search-enginenya sanur *my 2 thumbs up*

Satu diantara email itu, ada yg merekomendasikan seorang dokter, initialnya dr. E, SPKK, dokter kenalan bapak mertuanya (yg dokter juga). Rekomendasi pun dilengkapi dengan informasi feedback dari pasien2 dokter E ini yg katanya muda dan ganteng.

Ternyata, ada udang dibalik batu. Selain merekomendasikan profesi dokter E yg katanya cukup paten dalam hal jerawat, dia juga merekomendasikan dokternya himself... hihihi, cekikikan udah dimulai.

Selanjutnya bisa ditebak, dimulailah babak baru lalu lintas email menghangat dengan puja puji, how smart he is, how ganteng he is dan how good his voice is - sounds to be a nice men ... tentunya ada balasan yg bernada "hmm, kayaknya bisa gw comblangin deh" *inilah efeknya milis lintas angkatan dan lintas benua*

Diskusi jadi berlanjut ke arah... *if he is that good, why there is no woman yet) in his life*. Gw sih gak trace siapa yg mulai mempertanyakan hal ini. *dasar nih, cewek2, kalo urusan cowok dalam email, kreatiffff banget! gak yg jomblo, gak yg ibu2 muda (buat temennya kali), atau pun ibu2 yg punya anak gadis kaleee... *

dan gayung pun bersambut,
email itu dibales, "... dr E itu adik gw. Dia emang ganteng, cerdas, simpatik, de el el (yg bagus2), lulusan terbaik S1 di... dan S2 di... nah, berhubung dia kelamaan sekolah, jadi aja belum ada yg serius.... "

Gubrakkk! makin gw terkikik2.... huahahahaha...
gw bayangin kakaknya pasti udah ngakak duluan liat email2 sebelumnya tentang adiknya.

No.hp nya udah di tangan anak2 Sanur nih.
Pasti dia bakalan terima sms2 nyasar yg tiba2 butuh dokter spesialis kulit dan kelamin. Habis, dari email2 promosinya yg diteguhkan banyak orang itu sih kayaknya asik lah anaknya (lho, gw belum kenal kok ada rasa kagum yah... toeng toeng)

Gw jadi iseng juga pengen checking him out... yah, mana tahu bisa nyomblangin... butuh alasan nih, sapa yah yg bisa gw ajak konsultasi jerawat... hihihi ...

Another episode in Kepiting Tambora

Tadi malam gw makan malam bersama pejantan2 tangguh (ngakunya..., buktinya kena flu kepiting juga :-) - baca: gatel2 -

Jadi, lain pergi ng-gym, gw malah menikmati kekejaman hasil pembunuhan massal kepiting. Katanya, berhubung lagi masa terang bulan (alias purnama), banyak kepiting bertelur. Ini pelajaran baru nih buat gw.

Dan gara2 kepiting, gw juga jadi tau situs ayo jajan.com, lumayan lah buat referensi tempat2 makan baru.

And I really enjoyed our dinner last night, the conversation, all smiles, all laughing, all! Thanks guys.

Waiting for the next episode ....
kangen deh ketemu kalian lagi beberapa tahun mendatang,
saat anak2 kalian sudah pada gadis ***hihihi***
saat gw bisa liat hasil didikan kalian

Kepiting Tambora:
Jl. Jend. Sudirman Balikpapan - dari arah balikpapan center, gak jauh dari pom bensin stall kuda - kalo dari arah sepinggan, sesudah volvo baru puter balik - tlp. 0542-7020633.

Wednesday, September 21, 2005

"Thank you for trusting me"

Gw barusan dapet telp dari temen gw yg curhat ttg persoalan pribadinya.
Teman: Hallo Artha ...
Artha: Hallo, siapa nih yah ?
Teman: Ya ampun, lu dah lupa suara gw ...
Artha: Maaf, bu ...
Teman: Gini loh, 'Ta, gw mau lanjutin babak baru cerita ttg gw.
Artha: Go head, girl!

Artha dan temannya terlibat pembicaraan seru ...

Sambil ngedengerin, gw baca2 email (ini yg jadi kebiasaan gw kalo ditelp - tapi gw tetep serius ngedengerin - *hidup multitasking*) sampai dia selesai, lalu gw ikut bicara.
Teman: Thanks for listening yah 'Ta.
Artha: Anytime, you know all my numbers.

Whuaaaaaa... ada hal yg sepersekian detik menghantam gw - "thanks for listening" - walaupun dalam sepersekian detik lainnya gw bisa njawab, "Anytime, you know all my numbers", kayanya ini otomatis dan gak lewat jalur normal untuk mikir *ihik*

Terkadang, di akhir curhat kita suka bilang, "thanks for listening" ke temen curhat kita. Tapi jarang kita yg dicurhatin bilang "thank you for trusting me your story"

That's really wake me up today. That piece of story people has been telling me could be a precious piece of their life - a lifetime experience - a lifetime ever-happenned story.

So, teruntuk temans, rekans sekerja, handai tolans, adik2 sayang yang selama ini suka curhat ama gw, gw mau bilang (lagi, lagi, lagi) : "Thank you for trusting me"

Thank you for being here with me
I wanna thank you for be by my side
You know I love you
I need you to thank you
*gak tahu nyambung apa gak ama storinya, tapi keinget aja lagu 'Thank You' nya Commodore

Tuesday, September 20, 2005

33 tahun - Seksi dan percaya diri

gw tertegun liat sampul femina edisi ulang tahun yg terbit senin kemarin. gimana enggak, baru aja di'ledek' tentang seksi... padahal gw kan emang lagi rajin fitness supaya seksi :-)

penting gak sih seksi?
atau kelihatan seksi?
atau kelihatannya seksi?

ada yg bilang seksi itu kurus, ada juga yg lebih memilih semok (= seksi montok). Sophia Latjuba dan Nadya Hutagalung (batak Yan ;) selalu dicap wanita seksi. yang menarik, di debat tentang kecantikan di situs sponsornya sabun Dove, katanya seksi itu mind-definition... ah masa?
'sexy by society' atau 'sexy by definition'... repoooot deh

buat gw seksi itu,
saat gw jalan dengan percaya dirinya melalui kerumunan orang, pake baju yg pas (bukan berarti pas di badan), wajah sumringah dari 'dalam' (biasanya hanya gara2 baru terima kabar gembira atau salam sayang) ditambah dengan senyum dan wajah yg lagi mulus (kira2 semingguan setelah 'dapet' lah), lalu orang2 itu ngeliatin gw.
langsung deh, ada aura seksi yg keluar dari dalam diri gw yang menggerakkan seluruh hati dan pikiran gw dan membuat jalan gw serasa model.... hihihi....

jadi, masih penting gak pengen seksi.... *masih* (lho?!)

gak pa pa lah, masih ada 3 tahun untuk mewujudkan slogan femina itu :-))

Monday, September 19, 2005

Why I pick up golf back after all?

waktu Yanti nanya, apa sih asyiknya golf 'kan cuman mukul-mukul bola aja, Ta'
hihihi... coba tanya Tiger Woods, Yan!

nyang gw tahu kenapa gw akhirnya balik main golf lagi,
satu... itu salah satu resolusi 30 gw
dua... gw pengen belajar mengalahkan diri sendiri - ada hubungannya gak sih ... lho?!
tiga... gak boleh main tenis excessively lagi... ihik
empat... tinggal bawa stick, any driving range will do
lima... for old memories sake
and the list goes on.

selama bulan agustus gw gak ada nulis di blog deh.
di bulan sakral itu banyak peristiwa2 penting yg worth to be written in my all-times friend, my diary.
terkadang malah ada rasa kangen nulis di diary gw sambil ngeliatan teddy bears kembar gw.
ditambah lagi ada maenan baru gw, Nokia3230. enak juga buat curhat, nulis unek2, dll...berhubung memorinya yg di-upgrade sampe 128MB, thanks yah Bang.

moga2 suatu saat nanti Yanti main golf juga... walaupun cuman mukul2 bola doang :-)