Sunday, December 31, 2006

There's something money can't buy

Akhir tahun 2000 gw lewati bersama pasangan berbahagia yg adalah teman dekat gw, John & Monique. Sungguh waktu yg sangat berarti walau sempat beberapa hari pertama gw mengeluhkan matahari yg hanya bisa gw liat tidak kurang dari setengah jam dan dingin yg sampai -23F. Tapi semangat John untuk mengabadikan momen2 tersebut dengan Patrick yg ternyata sangat kuat di usianya yg baru beberapa bulan, membuat kami selalu berjalan2 di luar rumah bahkan selama beberapa hari menginap di northpole demi melihat aurora.

Gw tidak punya firasat apa2 kalau itu akan menjadi pertemuan terakhir gw dengan Monique, karena di bulan February Monique dipanggil pulang, dan foto itu menjadi bahagian dari foto2 terakhir kami. Saat menjelang akhir tahun 2006 ini, dan menyaksikan bencana dan kecelakaan yg akhir2 ini rasa2nya sangat sering terjadi, hati ini mengingatkan betapa hidup gw ini benar2 priceless.

Sampai saat ini ada beberapa peristiwa yg masih lekat di otak gw tentang kesempatan hidup yg diberikan ke gw. Kecelakaan mobil di purwakarta dimana mobil yg gw tumpangin adalah yg paling ringsek, membuktikan bahwa hanya Tuhan yg mungkin memberikan kembali hidup itu ke gw. Masih teringat pandangan gw saat mobil meluncur ke jurang dan dalam hitungan detik saja ada mobil yg menabrak mobil kami kembali sehingga mobil entah bagaimana berputar dan mundur sehingga jurang pun terhindari. Juga saat helicopter yg membawa gw dan rombongan kembali dari rig di Gulf of Mexico terbawa badai selama 5 menit. Saat itu yg terlihat di mata gw hanya awan putih tanpa menyadari bahwa perjalanan selama 5 menit itu membawa kami seakan telah menempuh 30 menit perjalanan. Gw masih ingat sang pilot yg awalnya tenang menjadi agak panik saat hubungan telekomunikasi terputus dan gw hanya bisa menyebut namaNya. Terasa begitu tiba2 kami keluar dari awan dan cuaca di depan kami menjadi sangat tenang, namun saat gw menoleh ke belakang terlihat lah gulungan awan hitam. Tanpa disadari kami baru saja keluar dari gelombang awan pembawa badai. Tidak ada kata lain selain mensyukuri keajaiban tersebut. Begitu juga saat evakuasi rig setelah ada blow out alarm yg membuat gw kembali disadarkan betapa hidup hanya sekedar menjalankan tugas saja, kapan berakhir adalah bukan urusan gw. Peristiwa2 remarkable dalam hidup gw tersebut menjadi milestone di kala gw merenungi hidup gw yang salah satunya yah menjelang akhir tahun ini.

Di awal tahun 2006 gw mendapatkan rhema bahwa “everything happen for a reason”. Beberapa peristiwa penting dalam hidup gw di tahun ini menyangkut diri gw, keluarga gw dan juga orang2 di sekeliling gw, memang gw akuin happen for a reason, though some of those reasons still not yet clear but I learn (still do) to just accept. Gw belajar mengingatkan bahwa hidup gw ini bukanlah sekedar gw di dalamya tapi juga orang2 yg mencintai gw. Bulan demi bulan berlalu dengan beberapa ups and downs yg gw yakini berakhir dengan manis. Banyak perjalanan yg gw lakukan di tahun ini, dalam dan luar negri. Bisa melakukan hobi gw, bisa berbagi dengan banyak orang, bisa tetap mencintai dan dicintai, terutama bisa belajar mencintai hidup gw secara lebih dan lebih lagi... karena,

apartemen mahal... money can buy
vacation mahal... money can buy
kamera mahal... money can buy

but my life... it's so priceless and indeed,
it's something money can't buy
goodbye 2006!

Monday, December 25, 2006

Natal

Natal adalah perenungan akan kelahiran.
Bukan hanya kelahiran Yesus pribadi.
Namun juga kelahiran kembali suatu niat yg indah untuk melayani dan mengasihi lebih sungguh. Lebih lagi melayani dan mengasihi sesama, seperti yg selalu diajarkan olehNya.

mau kah kau jadi roti yg terpecah bagiKu?
mau kah kau jadi anggur yg tercurah bagiKu?
mau kah kau jadi saksi membritakan firmanKu: melayani, mengasihi lebih sungguh...

Walau ku sering gagal, tapi aku mau belajar terus melayani dan mengasihi lebih sungguh.
Bukan hanya karna ku mau ataupun merasa mampu, tapi lebih karna itu firmanNya.
Ku mencoba untuk jangan sampai pernah artifisial, dan terutama mencoba memberikan lebih kepada mereka yg sering terabaikan.
Semoga lilin tersebut tetap menyala dan dilahirkan kembali saat hati ini merayakannya.

Have yourselves a very merry christmas, with fun and Christ' love.

Thursday, December 21, 2006

me series (3)

I have answered you during lunch time, this also becomes the song of the day, "Yes, I have found it and enjoy it to the last, my greatest love of all. This is why I try to look no more. Then you asked where the ambition is, damn sure I know that it is still there."

I decided long ago,
Never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity


Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me

The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

* chorus of song title "Greatest Love of All", sang by Whitney Houston.

Monday, December 11, 2006

Sepenggal cerita yg telah lalu


Hari jumat kemarin gw menghadiri sebuah pertemuan penting setelah 20 tahun berlalu sejak lulus SMP, yaitu reuni informal anak2 SMP Lamaholot. Banyak cerita yg kami saling share. Banyak kejadian2 penting yg terlewat dan saling kami ceritakan. Wajah kami tidak banyak berubah, terus terang dari 15 yg hadir, kami dapat saling mengenali satu dengan yg lain walaupun beberapa baru bertemu kembali setelah hampir 20 tahun tidak bertemu. Satu yg kami yakini dalam pertemuan tersebut, ternyata sifat2 dasar yg kami kenal dahulu ternyata tidak berubah. Sepenggal cerita yg telah lalu, telah menjadi bagian dari hidup yg tidak dapat dipisahkan begitu saja. Terimakasih temans.