Akhir tahun 2000 gw lewati bersama pasangan berbahagia yg adalah teman dekat gw, John & Monique. Sungguh waktu yg sangat berarti walau sempat beberapa hari pertama gw mengeluhkan matahari yg hanya bisa gw liat tidak kurang dari setengah jam dan dingin yg sampai -23F. Tapi semangat John untuk mengabadikan momen2 tersebut dengan Patrick yg ternyata sangat kuat di usianya yg baru beberapa bulan, membuat kami selalu berjalan2 di luar rumah bahkan selama beberapa hari menginap di northpole demi melihat aurora.
Gw tidak punya firasat apa2 kalau itu akan menjadi pertemuan terakhir gw dengan Monique, karena di bulan February Monique dipanggil pulang, dan foto itu menjadi bahagian dari foto2 terakhir kami. Saat menjelang akhir tahun 2006 ini, dan menyaksikan bencana dan kecelakaan yg akhir2 ini rasa2nya sangat sering terjadi, hati ini mengingatkan betapa hidup gw ini benar2 priceless.
Sampai saat ini ada beberapa peristiwa yg masih lekat di otak gw tentang kesempatan hidup yg diberikan ke gw. Kecelakaan mobil di purwakarta dimana mobil yg gw tumpangin adalah yg paling ringsek, membuktikan bahwa hanya Tuhan yg mungkin memberikan kembali hidup itu ke gw. Masih teringat pandangan gw saat mobil meluncur ke jurang dan dalam hitungan detik saja ada mobil yg menabrak mobil kami kembali sehingga mobil entah bagaimana berputar dan mundur sehingga jurang pun terhindari. Juga saat helicopter yg membawa gw dan rombongan kembali dari rig di Gulf of Mexico terbawa badai selama 5 menit. Saat itu yg terlihat di mata gw hanya awan putih tanpa menyadari bahwa perjalanan selama 5 menit itu membawa kami seakan telah menempuh 30 menit perjalanan. Gw masih ingat sang pilot yg awalnya tenang menjadi agak panik saat hubungan telekomunikasi terputus dan gw hanya bisa menyebut namaNya. Terasa begitu tiba2 kami keluar dari awan dan cuaca di depan kami menjadi sangat tenang, namun saat gw menoleh ke belakang terlihat lah gulungan awan hitam. Tanpa disadari kami baru saja keluar dari gelombang awan pembawa badai. Tidak ada kata lain selain mensyukuri keajaiban tersebut. Begitu juga saat evakuasi rig setelah ada blow out alarm yg membuat gw kembali disadarkan betapa hidup hanya sekedar menjalankan tugas saja, kapan berakhir adalah bukan urusan gw. Peristiwa2 remarkable dalam hidup gw tersebut menjadi milestone di kala gw merenungi hidup gw yang salah satunya yah menjelang akhir tahun ini.
Di awal tahun 2006 gw mendapatkan rhema bahwa “everything happen for a reason”. Beberapa peristiwa penting dalam hidup gw di tahun ini menyangkut diri gw, keluarga gw dan juga orang2 di sekeliling gw, memang gw akuin happen for a reason, though some of those reasons still not yet clear but I learn (still do) to just accept. Gw belajar mengingatkan bahwa hidup gw ini bukanlah sekedar gw di dalamya tapi juga orang2 yg mencintai gw. Bulan demi bulan berlalu dengan beberapa ups and downs yg gw yakini berakhir dengan manis. Banyak perjalanan yg gw lakukan di tahun ini, dalam dan luar negri. Bisa melakukan hobi gw, bisa berbagi dengan banyak orang, bisa tetap mencintai dan dicintai, terutama bisa belajar mencintai hidup gw secara lebih dan lebih lagi... karena,
apartemen mahal... money can buy
vacation mahal... money can buy
kamera mahal... money can buy
but my life... it's so priceless and indeed,
it's something money can't buy
goodbye 2006!
Gw tidak punya firasat apa2 kalau itu akan menjadi pertemuan terakhir gw dengan Monique, karena di bulan February Monique dipanggil pulang, dan foto itu menjadi bahagian dari foto2 terakhir kami. Saat menjelang akhir tahun 2006 ini, dan menyaksikan bencana dan kecelakaan yg akhir2 ini rasa2nya sangat sering terjadi, hati ini mengingatkan betapa hidup gw ini benar2 priceless. Sampai saat ini ada beberapa peristiwa yg masih lekat di otak gw tentang kesempatan hidup yg diberikan ke gw. Kecelakaan mobil di purwakarta dimana mobil yg gw tumpangin adalah yg paling ringsek, membuktikan bahwa hanya Tuhan yg mungkin memberikan kembali hidup itu ke gw. Masih teringat pandangan gw saat mobil meluncur ke jurang dan dalam hitungan detik saja ada mobil yg menabrak mobil kami kembali sehingga mobil entah bagaimana berputar dan mundur sehingga jurang pun terhindari. Juga saat helicopter yg membawa gw dan rombongan kembali dari rig di Gulf of Mexico terbawa badai selama 5 menit. Saat itu yg terlihat di mata gw hanya awan putih tanpa menyadari bahwa perjalanan selama 5 menit itu membawa kami seakan telah menempuh 30 menit perjalanan. Gw masih ingat sang pilot yg awalnya tenang menjadi agak panik saat hubungan telekomunikasi terputus dan gw hanya bisa menyebut namaNya. Terasa begitu tiba2 kami keluar dari awan dan cuaca di depan kami menjadi sangat tenang, namun saat gw menoleh ke belakang terlihat lah gulungan awan hitam. Tanpa disadari kami baru saja keluar dari gelombang awan pembawa badai. Tidak ada kata lain selain mensyukuri keajaiban tersebut. Begitu juga saat evakuasi rig setelah ada blow out alarm yg membuat gw kembali disadarkan betapa hidup hanya sekedar menjalankan tugas saja, kapan berakhir adalah bukan urusan gw. Peristiwa2 remarkable dalam hidup gw tersebut menjadi milestone di kala gw merenungi hidup gw yang salah satunya yah menjelang akhir tahun ini.
Di awal tahun 2006 gw mendapatkan rhema bahwa “everything happen for a reason”. Beberapa peristiwa penting dalam hidup gw di tahun ini menyangkut diri gw, keluarga gw dan juga orang2 di sekeliling gw, memang gw akuin happen for a reason, though some of those reasons still not yet clear but I learn (still do) to just accept. Gw belajar mengingatkan bahwa hidup gw ini bukanlah sekedar gw di dalamya tapi juga orang2 yg mencintai gw. Bulan demi bulan berlalu dengan beberapa ups and downs yg gw yakini berakhir dengan manis. Banyak perjalanan yg gw lakukan di tahun ini, dalam dan luar negri. Bisa melakukan hobi gw, bisa berbagi dengan banyak orang, bisa tetap mencintai dan dicintai, terutama bisa belajar mencintai hidup gw secara lebih dan lebih lagi... karena,
apartemen mahal... money can buy
vacation mahal... money can buy
kamera mahal... money can buy
but my life... it's so priceless and indeed,
it's something money can't buy
goodbye 2006!








