Tuesday, April 26, 2005

Being a victim of our job

Once I have read an article saying that we should not love our company, but our job. Firstly, I think this is too good to be true. When I worked for Schlumberger, I spent most likely 20 hours a day to do my job; the rest 4 hours was the sleeping time. I dedicated (most of) myself to my job. I really liked my job. I liked the challenges and the opportunity of doing things that seems unreachable, but I could finally did it successfully. At the end, it felt like an addict, but an 'enjoyable' one.

My accomplishments made me happy and drove me to strive for the next one. Though, I do believe it was not me alone, God with me and I had all the support from people who loves me. This feeling of being blessed and having repeated successes motivated me much stronger than the demotivator sides.
One day, I hit the point when the company disappointed me badly for the same ol' reason. I couldn’t bear it. I felt as being betrayed, but for them, I've been paid, so no debt - it was paid off. No obligation to make me happy or what so called.

So, I asked myself, has the amount of the money can buy my life?
The answer was no ...
and still NO.

Thursday, April 14, 2005

Ada Band Ari Lasso di Balikpapan

Hari Rabu kemarin, tepatnya tanggal 13 April 2005, Ada Band dan Ari Lasso mengguncang Balikpapan!
Hujan rintik2 pada waktu gw ninggalin kantor, sempat membuat harap2 cemas konsernya dibatalin kalau hujannya makin deras.
Syukurlah, gak lama kemudian hujannya berhenti, dan pas gw nyampe udah banyak banget warga Bpn yang siap sedia menonton konser...."walau hujan menghadang" ...

Assyiik, benar2 assyiik...
Tontonannya assyiik, temen2 nonton barengnya assyiik2, dan assyiiik juga dah lama gak nonton band manggung terbuka gini (ha??). Kita bisa nyanyi kenceng2 - gak peduli tetangga - dan kalau2 syairnya salah, cepet2 dibenerin ngikutin suara tetangga :-)
Thanks to yanti, hesti, may, lilis, novi, jenny dan 3 cowok slb yang gokil2, yang bikin malam itu jadi assyiik. Tentunya, gak lupa dengan Donny Ada Band dan Ari Lasso dong ;-)

Lagu2 yang dinyanyiin temanya, CINTA CINTA dan CINTA.
tema ini kayaknya yang paling banyak mengilhami para pencipta lagu deh, tapi malam itu kebanyakan yang dinyayiin cinta yang sedih2, yang berbeda lah, yang tak mungkin bersatu lah, yang setengah hati lah, yang putus lah...

Walaupun gitu, yang ada hanyalah orang2 yang bernyanyi kenceng2, bukan nangis kenceng2.
itulah hebatnya kebersamaan.
Enjoy Aja!

Monday, April 11, 2005

Welcome sunshine

I lift my head up at the beginning of this week. It's a rainy Monday morning and I have to try not to sob.

It was quiet a weekend! I have been thingking to write some journals about it, but have no time to start writing until this incident happened.

My college, who are"not a friend", asked me why I didn't come to the fun run the day before. I answered simply because of the rain. Then he replied me quickly with such synical sound that I doubted is exist in English,
"Quelle raison! Il y avait beacoup d' enfant"
[= what a reason! there were many children]

I was not in the mood of arguing, so I added my comments,
"It was rainning almost all morning. Though it has stopped at noon but it started rain again about 1 hr before the gathering time. And I was NOT in the mood of running in the muddy, as simple as that. If other children and their parents ran in the rain yesterday, it was simply not me and not mine."

He locked his face but continue saying some words that are really bad responses to my own response.

This scene really made me think, and for sometime it was really bothering me. I feel just as somebody intervere with the borderline that I would like nobody to enter.

Is it my problem if I don't like to run in muddy?
I was just not in the mood.
Is it a problem not to be in the mood when others expect you to be in the same mood as theirs?
Maybe it's a kind of exaggerating, but I don't like his comment of spoil and comparing me with his children. I could give 1001 answers to argue with that. And thank God it's Monday morning, just a perfect time to lost my argument spirit.

Then, I called my always-be-best friend and he simply answer,
"just don't think about it, don't even be annoyed by his comment, you have a freedom to control what you want to think and what you don't want!"

Damn, cool answer.... welcome sunshine in my heart.

Sunday, April 10, 2005

When I’m questioning God

It is 4 months to be 30 years old.
Many countries I have spent a bit of my life,
many places I have put my feet on,
those to thank God for my being at His globe.

Many happiness have filled my heart with unspoken cheers,
many sadness have shaken my heart and forced me to search a shoulder to cry on,
many loves being shared with my love ones, with whom I just acquaintance and even with a totally stranger.

My life past away along with my successes, disappointments, unshared opinions, and unconditional loves that has a constant flow in the river of “I love myself” spirit.

Since He made me, He never regrets, then why should I?
I thank God for making me, looking after me and loving me with His unconditional love and filled me with abundance love (that I waste it sometime).

I thank Mom for her never-ending love, and to you Bang.

We just had a long conversation. You’re always the light of my life, my shoulder to cry on, my spirit booster… though at times when I’m questioning God.

I do apologize for many stupid questions I asked you, for my stubborn minds, for me not being able to remember million times you showed how much you love me and only me.

Forgive me when saying words that hurt you much. I regret it every minute I have said that. It is strange how love turns to hate just in seconds. If anything I could do to turn back the time, I want you not to hear any word that I said that make you sad, none of them.

I just want you to hear my loving statement, my praise and my attention to you and only you. Sometimes I failed. My frozen-heart made a barrier and difficult to be melted. I have past the oceans not to be stupid enough to realize that you’re the best for me. And I would like you to get the return. Get the best of myself.

I do beg you, for these 11.5 years we’re together,
to remember the good times we’ve shared and still do,
when we’re laughing at each other,
when we’re smiling in distance in the middle of our friends’ crowd,
when we’re saying “I love you” with unspoken words,
when no words can even express our feelings.

Things get so easy when you’re around. No algebra formula, no rough season, no tough moment,... everything seems patience enough and my life has been a pleasure journey.

When I'm questioning God...
I do believe He sent you, an angel to this “constantly-need-to-be-renewed” girl.
And for that, I thank Him for having you.

For my question, His possible answers would be: Yes, No and Wait...
and all I know is everything has its (His) own time.

Friday, April 08, 2005

Men sana in corpore sano

gw bingung antara mau jogging atau mau aerobik
sebenernya gw suka dua2nya .... cuman, gak tahu yah kenapa akhir2 ini gw tuh lebih tertarik untuk tidak olahraga... hihihi, evil!!!

yah, berhubung gw gak bawa celana panjang, demi menjaga diskusi diantara jogger tidak berkepanjangan karna lihat bulu kaki gue...weuiii, sara nih ... jadi gw putuskan untuk aerobik saja, toh rencananya besok Minggu gw mau ikutan fun run dengan Ann Marie dan rekan2nya di Trait d'Union, kalau jadi lho...

gw aerobik dulu yah... men sana in corpore sano...

P.S ini posting pertama gw lho di blogspot, sebelumnya gw nulis di blogdrive, tapi berhubung ada dua temen gw yg ngasih tahu kalo enakan pake blogger, jadi deh gw ganti. dipermaklum dong, gw kan beginner, masih banyak denger2 tetangga... hehehe...

Thursday, April 07, 2005

Meetingssss

"berapa meeting yang diperlukan untuk membahas topik yang harus dikerjakan? misalnya saja untuk membuat suatu proyek?"

"hmm... satu kali saja cukup, yah kalau meetingnya well organised dan orang2nya mengerti dan melakukan action dari MOM yang dibuat.
ada agenda meetingnya --> lengkap dengan jam dan pembicaranya.
ada MOM meeting sebelumnya --> kalau topiknya sama dan action done dari MOM di-rekapitulasi
ada tujuan dari meeting yang akan diadakan"

"nah, gening ngerti.... nah, kenapa atuh gak di-apply!"

"yah, namanya juga meeting bareng orang perancis... he eh, perancis betulan, bukan peranakan ciamis. jadi, meeting tuh harus diulang lagi, semua ngomong, semua ngutarain pendapat sampai2 ujung2nya susah dibuat konsensi karena tiap2 orang punya pendapatnya masing2 dan cara berpikirnya rumet betul... et tahu-tahu ada yang mutusin 'oke meeting selesai', dah bubar gitu aja"

"lho... kog gitu, jadi tiap2 orang ngerti apa yg kudu dikerjain selanjutnya?"

"kayaknya enggak tuh, tunggu aja 2-3 minggu lagi, bakal ada meeting yang sama, dengan orang2 yg notabene sama plus 1-2 orang baru, dan meeting nya diulang lagi from the start, persis seperti meeting pertama dengan alasan yah ada 1-2 orang baru itu yg harus ngerti juga dong topik yg didiskusikan"

"lho... basi dong kalo gitu!"

"yah emang harus gitu!"

"jadi butuh berapa meeting kalo ada orang baru mulu?"

"entah lah...."

Tuesday, April 05, 2005

Buka mata dengan kompas - bukan iklan

Dita nulis lagi di kompas.

dia cerita tentang Ibu Astini yang dihukum tembak mati akibat pembunuhan.

dia cerita tentang Ibu A yang menceritakan pengalaman membunuhnya dan kenapa ia membunuh, dan membunuh dan membunuh lagi.dia cerita juga tentang pengalamannya sekamar dengan Ibu A tanpa rasa takut, gentar ataupun enggan, toh ternyata si Ibu tidak ada kesan pembunuh - dengan kacamata dan pandangan getir khas ibu2 dengan banyak beban - buatnya Ibu A bukan lah sosok yang harus ditakuti. - gw setuju dengan melihat photo beliau di koran.

dia cerita kalau sebelum grasi permohonan tembak matinya tidak dikabulkan oleh Ibu Megawati, ibu A sering bercerita2 dan mereka pun sering meluangkan waktu bersama2. namun setelah grasinya ditolak, ibu A menjadi lebih banyak mengaji dan kurang bersosialisasi.

dia cerita tentang penyusunan pleidoi untuk ibu A dan penolakan ibu A untuk naik banding.

dan dia juga cerita bahwa buat ibu A dipenjara dan dihukum mati adalah suatu pengorbanan (baca: PENGORBANAN) untuk anak2nya...(red - anak2nya mendapatkan bantuan hidup dan sekolah gratis dari donatur setelah ibu A masuk penjara).ada hal menarik yang berulang2 kali buat gw tersentuh dari tulisan2 Dita, apalagi kalau bukan tentang kemiskinan.

ibu A 'terpaksa' membunuh karena bosan ditagih hutang oleh orang2 yg dibunuhnya.
ibu A 'terpaksa' berhutang (lagi, dan lagi, dan lagi) apalagi kalau bukan untuk biaya hidupnya dan anak2nya
seperti yang Dita bilang, memang 'keterpaksaan' untuk membunuh ini bukan suatu pembenaran dari pembunuhan itu sendiri namun dari tulisannya dia menyodorkan satu perspektif.... (khas Dita)

ibu A membunuh karena hidup. bahkan dipenjara dan dihukum mati pun diterimanya sebagai suatu pengorbanan hidup. untuk anak2nya.hidup yang susah, yang seakan dicuekin oleh masyarakat di sekelilinyanya, yg juga susah, membuat suatu kekuatan tersembunyi yang membahayakan.

dan pemerintah tidak sanggup menolong.apa yang tertulis di pasal 33 & 34 jadi tulisan hitam di atas putih suatu undang2 yang menjadi keharusan pembentukan suatu negara yang diakui.

seperti Dita bilang, kalau saja sekolah gratis, kalau saja kesehatan itu gratis, kalau saja masyarakat miskin jadi perhatian pemerintah, mungkin kasus ibu A tidak ada.orang tidak akan membunuh untuk hidup saja selain tentunya para kriminal yang memang haus darah.

kalau saja,
bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya adalah milik negara dan digunakan sebesar2nya untuk kepentingan rakyat
SEBESAR-BESARNYA

kalau saja,
fakir miskin dan anak2 terlantar adalah milik negara
memang MILIK, sayang tuannya memperlakukannya seperti mobil bekas yang sudah tinggal besi rongsokan di halaman rumahnya

kalau saja...

Sunday, April 03, 2005

Lagi2 kehilangan

Paus meninggal dunia hari ini, 3 April 2005 - 03/04/05 (-: nomor cantik :-)

dan hujan yang turun rinti-rintik terus menerus beberapa hari ini rasanya menjadi bagian dari alam yang turut berdukacita atas kehilangan seorang sosok manusia (bukan nabi, bukan juga malaikat) yang selama hidupnya mengabdikan dirinya untuk manusia.

Gw salut sama karisma Paus Johannes Paulus II dan juga beberapa sosok2 hebat seperti beliau, Mahatma Gandhi, Mother Theresa... mereka adalah orang2 yang mengabdi dan tetap berpegang teguh dengan apa yg dipercaya dan dengan setia, SETIA... melakukan dan melakukan penyangkalan diri.

semoga dia bahagia bersama bapa di surga, selamat jalan Paus.

kata kunci: PERSERVERANCE = continue steadfastly