Tuesday, April 05, 2005

Buka mata dengan kompas - bukan iklan

Dita nulis lagi di kompas.

dia cerita tentang Ibu Astini yang dihukum tembak mati akibat pembunuhan.

dia cerita tentang Ibu A yang menceritakan pengalaman membunuhnya dan kenapa ia membunuh, dan membunuh dan membunuh lagi.dia cerita juga tentang pengalamannya sekamar dengan Ibu A tanpa rasa takut, gentar ataupun enggan, toh ternyata si Ibu tidak ada kesan pembunuh - dengan kacamata dan pandangan getir khas ibu2 dengan banyak beban - buatnya Ibu A bukan lah sosok yang harus ditakuti. - gw setuju dengan melihat photo beliau di koran.

dia cerita kalau sebelum grasi permohonan tembak matinya tidak dikabulkan oleh Ibu Megawati, ibu A sering bercerita2 dan mereka pun sering meluangkan waktu bersama2. namun setelah grasinya ditolak, ibu A menjadi lebih banyak mengaji dan kurang bersosialisasi.

dia cerita tentang penyusunan pleidoi untuk ibu A dan penolakan ibu A untuk naik banding.

dan dia juga cerita bahwa buat ibu A dipenjara dan dihukum mati adalah suatu pengorbanan (baca: PENGORBANAN) untuk anak2nya...(red - anak2nya mendapatkan bantuan hidup dan sekolah gratis dari donatur setelah ibu A masuk penjara).ada hal menarik yang berulang2 kali buat gw tersentuh dari tulisan2 Dita, apalagi kalau bukan tentang kemiskinan.

ibu A 'terpaksa' membunuh karena bosan ditagih hutang oleh orang2 yg dibunuhnya.
ibu A 'terpaksa' berhutang (lagi, dan lagi, dan lagi) apalagi kalau bukan untuk biaya hidupnya dan anak2nya
seperti yang Dita bilang, memang 'keterpaksaan' untuk membunuh ini bukan suatu pembenaran dari pembunuhan itu sendiri namun dari tulisannya dia menyodorkan satu perspektif.... (khas Dita)

ibu A membunuh karena hidup. bahkan dipenjara dan dihukum mati pun diterimanya sebagai suatu pengorbanan hidup. untuk anak2nya.hidup yang susah, yang seakan dicuekin oleh masyarakat di sekelilinyanya, yg juga susah, membuat suatu kekuatan tersembunyi yang membahayakan.

dan pemerintah tidak sanggup menolong.apa yang tertulis di pasal 33 & 34 jadi tulisan hitam di atas putih suatu undang2 yang menjadi keharusan pembentukan suatu negara yang diakui.

seperti Dita bilang, kalau saja sekolah gratis, kalau saja kesehatan itu gratis, kalau saja masyarakat miskin jadi perhatian pemerintah, mungkin kasus ibu A tidak ada.orang tidak akan membunuh untuk hidup saja selain tentunya para kriminal yang memang haus darah.

kalau saja,
bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya adalah milik negara dan digunakan sebesar2nya untuk kepentingan rakyat
SEBESAR-BESARNYA

kalau saja,
fakir miskin dan anak2 terlantar adalah milik negara
memang MILIK, sayang tuannya memperlakukannya seperti mobil bekas yang sudah tinggal besi rongsokan di halaman rumahnya

kalau saja...