nyam... nyam, enak euy kue ulang tahunnya Nadya.
Selamat ulang tahun Nadya sayang, semoga jadi anak yg baik, disayang Tuhan dan menyayangi sesama. Amin.
Waktu berlalu dengan cepat. Setahun yg lalu, gw nemenin Threes menunggu kelahiran Nadya. Handy (papanya Nadya) saat itu sedang training di luar kota, dan gw menjadi teman siaga *siap, antar, jaga* buat mereka.
Hari-hari penantian bersama Threes berlalu penuh ketawa ketiwi. Gw bersyukur banget, serasa ada "mama". Saat gw pulang kerja, biasanya Threes udah siapin makan malam. Dan pagi2 pas gw mandi, dia nyiapin sarapan. Sarapan favorit kita berdua saat itu: roti + nutella + cream-cheese.... nyam nyam.
Threes bilang gak begitu bisa masak, tapi berhubung tinggal hanya berdua Handy dan tanpa pembantu, dia belajar masak. Hasilnya top banget, gw dijamu dengan rendang, ikan rica-rica, ayam goreng, bahkan rawon. Di malam hari, sementara Thress nyetrika, gw main bola-bola dan kita ngobrol ngalor ngidul, kadang juga ngomentarin film2 di TV Perancis yg gw sendiri gak sepenuhnya ngerti.
Suatu malam, Threes bilang perutnya sakit. Anehnya, lho kok gw yg jadi rada panik. Kita langsung konsultasi via telpon ke Bandung. Bang bilang, "kalo mules aja tapi nggak ada bercak, istirahat aja. Tapi, begitu ada bercak, langsung ke rumah sakit yah, artinya udah mulai pembukaan".
Tadinya mau telpon dokter di Paris, tapi berhubung Threes juga percaya sama Bang, jadi kita pegang aja pesannya. Threes juga bilang, kalau RS juga gak mau terima kalau menurut mereka belum waktunya, biasanya berhubung keterbatasan kamar. Nah, daripada kita udah maksain ke RS malam2 - saat itu udah lumayan dingin walaupun belum masuk musim dingin - terus disuruh pulang juga, kita mutusin untuk lihat perkembangan sampai besok pagi.
Suatu keputusan yg cukup berani dan menegangkan.
Gw rada2 tegang dan agak susah tidur, sementara gw lihat Threes tidur degan lelapnya. Gw langung berpikir "rupanya begini resah dan deg2annya suami2 yg lagi siaga".
Syukurlah, malam itu pun berlalu dengan tenang dan tidak terjadi hal2 yg tidak diinginkan.
Besok paginya, seperti biasa kita sarapan bersama. Threes terlihat biasa2 aja, hanya gw lihat sedikit agak pucat. Gw pesen ama Threes untuk istirahat dan tidak keluar rumah dulu. Satu koper udah siap, nomor2 telpon penting udah di dekat pesawat telpon. Ada firasat gw kalau hari itu mendekati saat2 kelahiran.
Kring kringg... telpon di meja kantor gw berbunyi sekitar jam10-an. Ternyata itu berita kalau Threes sedang menuju ke RS. Teman2 yg ada di Paris saat itu membantu mengantarkan ke RS. Gw dipesenin untuk tetap aja kerja, dan nanti sore aja kalau mau ke RS. Handy sudah dikabarin dan segera balik ke Paris.
Nadya pun terlahir ke dunia. Paris, 22 September 2004.
Malam itu, bersama Nur - istrinya Bubung-, gw ke RS di tengah hembusan angin yg cukup dingin. Namun saat melihat Nadya, bayi mungil, buah cinta kasih kedua orangtuanya, ada gejolak hati serasa melihat harapan kehidupan baru. Perasaan ini membekas di hati gw dan sekarang benar2 bisa gw ingat kembali.
What a wonderful life, happy birthday Nadya!