Thursday, July 09, 2009

Roger Who? Roger Crawford?

Who is he?

Dia adalah seorang penulis buku terkenal.

Dia adalah seorang pemain tennis professional.

Dia terlahir tdk sempurna secara fisik.

Dia tidak memiliki tangan yg sempurna dan hanya dengan satu kaki.
Lihatlah foto2nya.

Hari ini gw mendengar suatu berita bahagia yg membuat gw ingin menuliskannya di blog ini. Gw menemukan lagi2 bukti betapa kecacatan bukanlah sesuatu yg terlihat secara fisik dan bukanlah sesuatu yg "DIBERI" Tuhan sehingga seseorang bisa menyalahkanNya, atau pun menyalahkan orangtua bahkan orang yg ada di sekelilingnya.



Iya, gw cacat. Ada cacat fisik yg tidak dapat dilihat kasat mata, namun sama seperti Roger, gw pun tidak pernah menganggap diri cacat. Secara fisik dah gw lawan karena gw yakin gw gak cacat. Gw telah capai banyak puncak gunung (bahkan sampai 3500m - ref.Kinabalu), telah banyak menyaksikan langsung keindahan bawah laut lewat menyelam (lupa terdalam tepatnya brp, >20m), telah ikutan banyak turnamen volley, basket, tennis meja, maraton sejak SD,SMP, SMA, bahkan turnamen golf akhir2 ini. Bahkan untuk basket, tennis meja dan golf, turnamen yg gw ikutin bukan sembarang turnamen. Gw juga pemegang juara go-cart putri Schlumberger di Paris (hahaha.... gelo gak) yg piala nya sampai saat ini bertengger manis di buffet rumah bonyok.



Gw menuliskan ini untuk mengingatkan bahwa "You are not alone" (Michael Joseph Jackson, oh I miss your voice live - yoo hoo, I will not make a tribute since Brooke Shield had done it very beautifully for The Legend, who used to be one of my teen idol). Tulisan ini tidaklah dimaksudkan sebagai unjuk gigi atau pameran orang cacat, kami tidak membutuhkan wall of fame, atau pun holocaust monument telah berjuang dan berhasil dalam hidup. Tapi, apa yg gw dengar hari ini, adalah seorang yg dilahirkan dengan kecacatan yg sama dengannya menemui dia dan marah krn Roger tdk merasakan kesusahan yg dirasakannya. Orang tersebut tidak tahu sebelumnya bahwa Roger tidak pernah "cacat". Betul, dia dilahirkan tidaklah sempurna, namun kedua orang tua yg sangat sangat mengasihinya tidak pernah menganggapnya cacat. Dia disekolahkan di sejolah normal dan mendapatkan perlakuan sangat wajar dari lingkungan terdekatnya dan selalu mendapatkan pengajaran yg positif. Gw bisa membayangkan bullies di sekolah umum yg mestinya once or more Roger pasti juga mengalami perlakuan "kurang adil" atau dilecehkan karena keadaannya.



Tentu sangat2 berbeda dg orang cacat fisik spt dia di Indonesia yg bukannya malah didahulukan malahan dipinggirkan, di US tersedia more than "just a parking spot" untuk mereka yg cacat. Bahkan yg menyedihkan, anak2 kurang dididik di Indonesia ini telah menaruhkan pikiran cacat ke keponakan gw hanya karena dia memiliki rambut yg "kribo" panjang. Di sekolah menurut ceritanya sering mendapatkan ejekan, di jalan pun sering gw menyaksikan kalau pulang berenang dimana dia tidak nyaman untuk menguncirnya selalu ada seorang anak lain yg memberi komentar negatif. "Biar kribo, asal asli buatan Tuhan gw dan gratis", itulah yg gw ajarkan ke dia, dan gw tidak mau putus asa memberinya pengertian bahwa ada orang yg mengeluarkan uang berjuta2 hanya untuk bisa mendapatkan rambut ikal... semoga pengajaran gw yg kelihatannya saat ini lumayan berhasil akan terus berhasil, sehingga jg suatu saat nanti dia membonding rambut karena malu, tapi kalau untuk mode yah silahkan aja (tantenya aja mau... bahkan mamanya dulu adalah ratu salon yg tidak pernah ketinggalan satu mode rambut apa pun).



Melihat perlakuan yg selalu mengistimewakan orang cacat di Indonesia, gw selalu bersyukur kalau kekurangan fisik gw bukanlah sesuatu yg "kelihatan" kasat mata, mungkin orang akan berpikiran lain saat melihat gw. Saat ini pun cacat gw tidak banyak org tah karena cacat yg gw miliki secara fisik ada dibungkus kulit, tulang, dan pemikiran yg sampai saat ini gw bisa bilang 100% sehat. Gw tahu memilikinya sejak umur remaja, tapi gw tidak pernah mau menganggap itu ada dan hanya Mama lah yg benar2 tahu itu, bahkan gw gak yakin bokap tahu. Namun tidak bisa gw hindari sekarang kalau semakin banyak orang yg tahu, minimum dokter2 perusahaan sudah tahu dan mereka mulai membatasi kegiatan fisik gw, tapi mereka tidak bisa membatasi kegiatan otak gw hehehe.



Ada juga anak seorang konglomerat yg kalau makan siang selalu hitung sampai koma bahkan kalau bisa dibayarin... alasan keduanya walau dibahasakan berbeda tapi, maaf ya bukan maksud apa2, kalo memang katanya seneng main golf, kalo memang ngaku anak konglomerat dan gak butuh gaji dari perusahaan yg katanya nipu dia... kog gaya & tingkah keduanya kayak takut kehilangan gaji ya bos.... hahaha, bawa tuh gaji... ukuran yg dipakaikan untukmu akan dipakaikanNya.... gila aja, untung gw gak jadi sama persis kayak gerombolan orang di sana, yg walaupun gaji jut-jut-an tapi rela berbuat curang demi sekian jut lainnya,
what a shame? I can stand up and proudly walk out that door now cause my life never allowed me to be like that. It is the reason why I have no peace in mind seeing those unfortunate colleagues who can only see, who has no choice but work for life. My heart always with you, and you can keep my words dear. God (either through me one day or through others) will lift you guys even higher and higher than me, just passionately wait that happen into reality.



It is true once and even sometimes now I envy who become a doctor, I envy (close to jealous) who become a olimpiade winner. One of my song, "Give me one moment in time..." by Whitney Houston, still valid... this is my long-live request as I know I have given chances to be the winner and keep begging God to give me more and more time... to some of them proven lately that I heard they said that I am a looser... God please, I beg you again, Give me that "one moment in time" to prove to them that I can be someone to their definition. I know that I dont have to do it hard, cause even if it may not happen I would not feel anything less of myself, because I am already someone to me and to You. Special thanks for that, from us.



So, what next in the table?

Minister of Energy (or whatever it will be called in the future) .... OR .... a professional golfer in at minimum regional level, but... it's up to you God, but as I am a naughty daughter You have as always, I am sure You love me so.... I beg in between those option, plissss....