Tuesday, May 16, 2006

C.i.n.t.a

Cerita Indah Namun Tiada Arti.

Itulah "arti" cinta versi anak SD di jaman gw. Susunan kata yg dibuat dengan memanjangkan huruf2 pembentuk kata cinta. Kalimat itulah yg dituliskan temen SD gw di "buku kenang-kenangan" SD di "kolom" Kata Kenangan atau pun Kata Mutiara (yg bedanya sampai saat ini gw rasa sangat tipis atau sekalian gak jelas) .

Tema cinta dibahas habis2an dalam film "Jomblo" yg tadi malam gw tonton bersama Agaba (anak gaul balikpapan) yg udah nongkrongin Gelora Theater sejak 4 th yl maupun Agaba baru. Ceritanya disadur dari novel berjudul sama dan (sebenernya) gak 100% cerita tentang kehidupan jomblo. Ada juga fase pseudojomblo - duh, definisi gak penting - maksudnya fase sesudah jomblo2 itu gak jomblo, walaupun di film itu tetep ditonjolkan sisi kejombloannya.

Menurut gw film ini cukup menonjolkan aktualitas, gak munafik, agak blak2an (yg mungkin gak akan disukai oleh kalangan tertentu), kuat di skenario maupun visualisasi (salut untuk Hanung juga) dan pemilihan pemain yg gw rasa pas.
- ini pendapat awam seorang Artha -

Kenapa gw bilang aktualitas, antara lain:
ada playboy dan tentunya versi yg cakep dong pemainnya.
ada cinta segitiga - ada TTM dong.
ada TTMD (teman tapi mesra di telpon doang).
ada ganja.
ada safe sex lengkap dengan one-night-stand nya.
ada gatotkaca :( - maksudnya ada ilusi2 gak penting.
ada kata2 standard dalam puisi2 jatuh cinta: roses are red, violets are blue dstnya.
ada deskripsi jatuh cinta pertama kali (dengan apik memakai animasi komputer lengkap dengan Ctrl+A untuk semua pilihan... hahaha...)
ada trouble maker amatiran versi pelajar/mahasiswa.
ada juga pilihan hidup religius.
dan sebagainya

Yg agak mengganggu buat gw sih:
- kenapa adegan si Bimo nggaruk2 pampers lolos sensor sementara katanya adegan ciuman dilarang (tanya kenapa?)
- pemainnya ngerokok mulu - walaupun ini aktualitas dan realitas pria gundah deh (ssssst!) tapi standard banget gak seh
- walau ada ide2 kreatif seperti bayang2 gatot kaca yg cukup kocak, tapi kok adegan berantemnya meni di tangga, terus pake kehujanan lagi, yg lain nape?

Eniwei, film ini cukup menghibur, filmnya secara keseluruhan membuat cinta menjadi penuh makna.

Setelah nonton film itu yg gw ingat malahan scene di sinetron berjudul Cinta yg diperankan oleh Desy Ratnasari. Dalam scene yg gw maksud, yg juga jadi scene untuk iklan sinetron itu, Desy mengatakan kata "Cinta" dengan gak serius, rada nge-nyek dan menghela nafas.
Buat yg nyimak atau mratiin sinetron itu akan ngerti kenapa Desy "ngomongnya" begitu. Pengucapan itu menjadi penuh makna karna dalam sinetron itu sendiri diceritakan situasi dan kondisi background kenapa dia ngomongnya begitu.

ah, Cinta...

Topik yg tidak pernah basi - difilmkan, dibuat puisi, dijadikan kata kenangan/mutiara, dll - namun penuh makna dalam untuk dijalani - dan - bukan cerita indah namun tiada arti seperti yg ada dalam pikiran kebanyakan anak SD di th.80-an.