Huuh, poni tuh kadang nyebelin deh, kepanjangan salah eh kependekan juga salah. Kalau dipotongnya kepanjangan ntar jadi sering2 deh ke salon, sementara kalo dipotong kependekan pan rese' juga... uuh, gak salah deh temen gw bilang berponi itu merepotkan selain ukurannya aja kadang ngebingungin, kadang juga poni bisa mbikin jerawat ... tapi dasarnya suka ngeyel, gw tetep suka berponi...
Sejak kecil gw udah (sering) berponi, modelnya bisa "poni selamat datang", "poni dalem", "poni polem" ataupun "poni mei-mei"...
Semuanya sebenarnya sama = poni, yaitu bagian rambut yg menutupi dahi, bisa setengah menutup tapi bisa juga menutupi secara keseluruhan.
Poni selamat datang: gak tahu mulainya kapan, nama poni ini diberikan oleh tante gw yg waktu gw kecil kebagian tugas motongin poni gw dan saudara2 cewek gw supaya gak kepanjangan dan menganggu penglihatan. poni ini ciri khasnya adalah rambut dipotong rata yg panjangannya sampai kira2 batas alis, jadi poni ini yg menutupi dahi keseluruhan. penyisirannya biasanya dibuat maju ke depan semua gitu. waktu kecil dulu, gw sering berponi begini digabung dengan berkepang dua.
Poni dalem: poni ini suka juga disebut poni kecil, alasannya karna ada poni besarnya yg juga disebut poni utama. penamaan ini pertama gw denger dari tukang salon. hairstylist (nama kerennya orang yg ngguntingin rambut di salon) biasanya membentuk poni ini dengan menarik rambut ke depan lalu dengan gunting kecil dia akan memotong2 secara acak.. ces,ces,ces biasanya gitu kedengarannya.
Poni polem: ini specialnya poni yg panjangnya tanggung (kira2 sebatas hidung) yg waktu lagi trend2nya dulu, kalau mau menarik perhatian orang suka dikibas2in gitu. ada juga yg menyamakannya seukuran panjang rambutnya, biasanya baru disebut polem kalau panjang rambut (dan poninya) sebatas dagu lah, a.k.a model bob yg berponi. kalo dah panjang banget mah gak disebut polem lagi deh.
Poni meimei: model poni ini yg suka banget nangkring di dahi teman2 etnis tionghoa. sebenarnya poni ini adalah tipe poni selamat datang tapi secara rambut mereka biasanya tipis2/jatuh (atau sekarang bisa disiati oleh rambut tebal tapi di-rebonding) poni ini bisa kelihatan manis membingkai dahi.
Itulah keempat jenis poni yg udah pernah gw cobain. Mungkin suatu saat gw mau mencoba tipe lainnya... heh.
Saat ini gw sedang berjuang dengan poni selamat datang gw yg menurut gw dipotongnya kependekan, dan kata (seseorang) gw jadi gak keliatan dewasa kalo berponi... yuuuks...
Mengutip A-Mild: jadi tua itu pasti, jadi dewasa kan pilihan.
Kayaknya gak ada deh hubungan antara dewasa dan berponi.... hehehe... gw akan memilih jadi dewasa dan tetap berponi. hidup poni.
Sejak kecil gw udah (sering) berponi, modelnya bisa "poni selamat datang", "poni dalem", "poni polem" ataupun "poni mei-mei"...
Semuanya sebenarnya sama = poni, yaitu bagian rambut yg menutupi dahi, bisa setengah menutup tapi bisa juga menutupi secara keseluruhan.
Poni selamat datang: gak tahu mulainya kapan, nama poni ini diberikan oleh tante gw yg waktu gw kecil kebagian tugas motongin poni gw dan saudara2 cewek gw supaya gak kepanjangan dan menganggu penglihatan. poni ini ciri khasnya adalah rambut dipotong rata yg panjangannya sampai kira2 batas alis, jadi poni ini yg menutupi dahi keseluruhan. penyisirannya biasanya dibuat maju ke depan semua gitu. waktu kecil dulu, gw sering berponi begini digabung dengan berkepang dua.
Poni dalem: poni ini suka juga disebut poni kecil, alasannya karna ada poni besarnya yg juga disebut poni utama. penamaan ini pertama gw denger dari tukang salon. hairstylist (nama kerennya orang yg ngguntingin rambut di salon) biasanya membentuk poni ini dengan menarik rambut ke depan lalu dengan gunting kecil dia akan memotong2 secara acak.. ces,ces,ces biasanya gitu kedengarannya.
Poni polem: ini specialnya poni yg panjangnya tanggung (kira2 sebatas hidung) yg waktu lagi trend2nya dulu, kalau mau menarik perhatian orang suka dikibas2in gitu. ada juga yg menyamakannya seukuran panjang rambutnya, biasanya baru disebut polem kalau panjang rambut (dan poninya) sebatas dagu lah, a.k.a model bob yg berponi. kalo dah panjang banget mah gak disebut polem lagi deh.
Poni meimei: model poni ini yg suka banget nangkring di dahi teman2 etnis tionghoa. sebenarnya poni ini adalah tipe poni selamat datang tapi secara rambut mereka biasanya tipis2/jatuh (atau sekarang bisa disiati oleh rambut tebal tapi di-rebonding) poni ini bisa kelihatan manis membingkai dahi.
Itulah keempat jenis poni yg udah pernah gw cobain. Mungkin suatu saat gw mau mencoba tipe lainnya... heh.
Saat ini gw sedang berjuang dengan poni selamat datang gw yg menurut gw dipotongnya kependekan, dan kata (seseorang) gw jadi gak keliatan dewasa kalo berponi... yuuuks...
Mengutip A-Mild: jadi tua itu pasti, jadi dewasa kan pilihan.
Kayaknya gak ada deh hubungan antara dewasa dan berponi.... hehehe... gw akan memilih jadi dewasa dan tetap berponi. hidup poni.