Hmmm, kejadian hari ini mengingatkan gw akan satu pertanyaan yg pernah gw dengar di kalangan orang Perancis di kantor,
(polytechniciens adalah sebutan untuk lulusan salah satu universitas terkemuka di Perancis yg notabene sangat kompetitif – jadi bisa ketebak duong segiumana orang2 lulusannya sudah melalui competitive benchmark :-).
Beberapa orang mencoba menjawab, namun tidak ada satu pun jawaban yg dinyatakan benar oleh si penanya.
Setelah semua menyerah, akhirnya dia menjawab,
Kalo gw pikir2 hal tersebut bisa membantu gw mengerti beberapa orang di lingkungan gw selama ini. Terkadang gw merasa dikelilingi orang2 pintar yg beneran pintar, tapi kog jadi hostile atau neurotik saat menghadapi masalah. Mereka boleh jadi pintar dan sering berhasil melalui competitive benchmark, tapi at the time of trouble, ternyata banyak di antaranya yg tidak bisa mengangkat dagunya kembali dan "just be a human". Mereka butuh orang lain untuk membantu meletakkan mereka kembali di relnya, sebenarnya siapa sih yg gak perlu yah (?)
Hayo... hayo, cheer up. To be honest, I can not handle crystal at work place. It's a wild world out there. Hanging tough.
"Apa persamaan polytechniciens dengan kereta api?"
(polytechniciens adalah sebutan untuk lulusan salah satu universitas terkemuka di Perancis yg notabene sangat kompetitif – jadi bisa ketebak duong segiumana orang2 lulusannya sudah melalui competitive benchmark :-).
Beberapa orang mencoba menjawab, namun tidak ada satu pun jawaban yg dinyatakan benar oleh si penanya.
Setelah semua menyerah, akhirnya dia menjawab,
"Pada saat kereta api derail (keluar dari rel-nya) dia tidak bisa kembali sendiri ke relnya, melainkan membutuhkan bantuan alat lain untuk meletakkannya kembali, barulah ia bisa melanjutkan perjalanannya. Demikian juga dengan polytechnician."
Kalo gw pikir2 hal tersebut bisa membantu gw mengerti beberapa orang di lingkungan gw selama ini. Terkadang gw merasa dikelilingi orang2 pintar yg beneran pintar, tapi kog jadi hostile atau neurotik saat menghadapi masalah. Mereka boleh jadi pintar dan sering berhasil melalui competitive benchmark, tapi at the time of trouble, ternyata banyak di antaranya yg tidak bisa mengangkat dagunya kembali dan "just be a human". Mereka butuh orang lain untuk membantu meletakkan mereka kembali di relnya, sebenarnya siapa sih yg gak perlu yah (?)
Hayo... hayo, cheer up. To be honest, I can not handle crystal at work place. It's a wild world out there. Hanging tough.