Friday, March 30, 2007

Selamat jalan Om!

Masa jatuh cinta adalah masa yg spesial. Gw rasa banyak orang setuju dengan pendapat di atas. Di masa spesial itu lah awal gw mengenal Chrisye lewat lagu2nya. Di lagu Chrisye yg terakhir ada lirik "lupakan aku, kupunya cinta lain yg tak bisa kutinggalkan", mungkin cinta itulah yg mengajakmu pulang pagi tadi. Selamat jalan om, walau kami akui adalah tak mungkin untuk melupakanmu.

Aura cinta dan kesendirian begitu lekat setiap dia menyanyi, walau di balik itu, ada keluarga yg hangat selalu setia menemaninya dan di masa sakitnya, Yanti istrinya terlihat begitu sabar dan "kuat". Seakan tahu bahwa waktu yg tersisa tidak lagi banyak, Yanti menuturkan di femina edisi minggu ini (bukan kebetulan bukan?), "Namun, jauh di lubuk hati saya ingin menemani Chris setiap saat, dengan cinta dan kesetiaan"... wow ibu, doamu menyertai kepergiannya.

Beberapa lagu Chrisye meninggalkan kenangan yg tak mungkin gw lupakan.

Gw masih ingat hari2 pulang sekolah bersama dengan beberapa teman, kami berlatih dan mengarang koreografi tari. Saat itu diantara banyak lagu yang menjadi pilihan, kami memilih lagu chrisye "hip-hip hura" sebagai lagu pengiring. Saat itu semuanya seperti biasa saja dan memang tidak mengherankan, karena lagu2nya Chrisye - Hip hip hura, Nona Lisa, Anak Sekolah - memang sedang in-in nya. Namun lirik di dalam lagu itu menjelaskan suatu rasa yg baru2 saja kami rasakan, yaitu rasa menyukai atau pun disukai lawan jenis. Seringkali lirik lagu tersebut menjadi bahan gurauan dan bagian dari pembicaraan kelompok2 anak muda yg saat itu baru mengenal rasa lain selain pertemanan dan persahabatan, misalnya saja "..ingin hatiku mencium pipinya, tapi malu rasanya" ... lho kog lirik lagunya sama dengan yg kami rasakan ya... hihihi...

Lagu Chrisye juga yang menjadi pilihan guru organ gw saat gw harus memainkan electone di konser pertama gw bersama dengan teman2 seperguruan Yamaha Daan Mogot. Berminggu2 suara organ di rumah cuma memainkan lagu "kisah cintaku".

Lagu Lilin2 Kecil juga punya kesan penting buat gw. Saat itu kelas 2SMP, kami mendapatkan tugas untuk bernyanyi dalam koor untuk perpisahan kakak2 kelas. Itulah kali pertama gw mengenal pembagian suara yang "serius". Gak gampang buat gw selain menghapal lirik juga harus menghapal suara duanya. Waktu itu gw bilang kalau gw lebih senang vokal group, tapi ternyata gw senang juga nyanyi dalam koor, dan selalu suara dua.

Gw bertambah umur dan beranjak dewasa, Chrisye pun tetap bernyanyi. Seakan mengikuti tren, lagu2nya banyak mengisi hari2 pernyataan cinta, patah hati, meninggalkan kekasih untuk merantau, dan banyak lagi. Tidak banyak penyanyi lama berkolaborasi dengan penyanyi2 baru, Chrisye termasuk yg melakukannya. Juga mengawinkan pop dengan musik2 tradisional, baik dengan gamelan maupun sindenan Waljinah.

Lagu "untukmu" juga lah yg menjadi lagu pertama gw merasakan bahwa main gamelan itu menyenangkan. Itu saat pertama gw mencoba memainkan saron dan mengarang aransemen untuk acara di kantor.

Aaah banyak lagi lagu yg kau nyanyikan dengan suara yg unik yg menjadi ciri khasmu, bagaimana mungkin kami melupakanmu. Berulang kali televisi menggunakan lagu2 yg pernah kau populerkan sebagai filling sutu peristiwa, misalnya lilin2 kecil, kidung, badai pasti berlalu, dan itu tidak akan berhenti walau kau tak lagi menyaksikannya. Tidak om, kami tak akan mampu melupakanmu, selamat jalan.