Thursday, November 01, 2007

Sultan Yogya

nonton wawancara versi lengkap andy dengan sultan. ademmmmm

Wednesday, September 12, 2007

Akhirnya

Minggu ini pertama kalinya gw ke Balikpapan dalam tahun ini... hmm, cukup lama ya :-)
dan gw nikmatin banget hi-speed internet hotel bluesky nih, buktinya blogspot bisa cepet banget, sesuatu yg akhir2 ini gak bisa gw lakukan di Jakarta :=(

Sambil browsing gw denger PM Jepang, Abe, PM yg pernah ngomong,"Wanita hanyalah alat untuk melahirkan anak" itu mengundurkan diri...
apa artinya?
- bursa Jepang langsung drop
- gimana yah pembukaan jsx besok?
- terus kabar EPA dengan Indonesia gimana yah

huahahaha... kejauhan neng, akhirnya bisa online aja udah seneng....

Thursday, August 09, 2007

Gempa! Gempa!

Tuuh kan terjadi jg gempa yg pernah gw bayangin bisa saja terjadi saat gw di apartemen. Kemarin siang baru aja gw "menikmati" senangnya Jakarta saat kota ini lebih sepi dari biasanya. Kesenangan itu tidak bisa bertahan walau satu hari saja. Tengah malam terjadi gempa, dan gw di lantai 15!

Sebenarnya lebih tepat gw bilang kalo awalnya gw gak ngeh ada gempa. Kira2 lewat tengah malam mesin cuci gw tepat at the last cycle yaitu spinning untuk proses pengeringan terakhir. Pas gw berasa ada yg goyang, gw sempat berpikir "ah gak biasanya masa iya sih mesin cuci menggetarkan segitunya. apa rusak yah?"... sempet ga enak juga kalau2 mengganggu tetangga tengah malam dengan getaran tersebut. Seraya menuju mesin cuci gw berasa agak limbung (kelelengan gitu) lalu terlintaslah, "ah gw mungkin kecapean aja hari ini pan pilkada di bawah terik matahari lalu disambung jalan2 lagi naek busway ke BlokM demi nostalgia SMA. Gw jg teringat cerita nyokap gw tentang gejala vertigo yg tahun lalu sempat dialaminya. Gw lantas berpegangan meja dan sepersekian detik secara instan timbul pikiran "wah ini gempa", tapi gw tepis pikiran itu "ah gw lagi nonton TV dan gak ada peringatan BMG - duuuh, kog gw masih ngarep diperingatin yah?!" ternyata kadar kesadaran gw menurun nih kayaknya.

Ternyata kepusingan sesaat yg gw rasa itu beneran efek gempa. Gw bener2 yakin setelah melongok ke podium bawah mendengar ada keributan dari luar jendela. Rupanya orang2 sudah turun hanya dengan pakaian tidurnya. Lalu gw berpikir, "jadi mesti goyang tadi tuh gempa bukan gw vertigo... horeee (lho?!)". Bergegas gw matiin gas dan saklar pusat, ngambil jaket, HP dan dompet, lalu menuju tangga darurat - saat ini goncangan itu dah gak ada. Di tangga darurat gw bergabung dengan para ayah dan ibu2 yg turun dengan pakaian tidurnya seraya kebanyakan diantaranya menggendong anaknya. Barulah gw sadar 100% kalau perasaan getaran tadi mesti gempa. Dasar!

Begitu gw sampai bawah sudah banyak orang berkumpul dan gw jadi tahu kalau memang ada genpa di Indramayu, dan efeknya meluas bahkan sampai Yogya dan Bengkulu (bisa ketebak kan di ring of fire). Seru juga sih di bawah terjadi perkenalan2. Ada cerita2 dari mereka yg mengalami gempa di Yogya, ada yg dengan semangat berbagi cerita detik2 menjelang gempa, ada yg katanya TVnya goyang (wah the fact bahwa TV gw stay still boleh juga yak, nah lho!!). Ada jg yg ketiduran dan kebangun gara2 denger ribut2, mau marah eh ternyata gempa. Sayangnya lokal TV tidak segera memberikan berita agak lebih lengkap dengan cepat, malahan CNN nun jauh di sana menyiarkan berita tersebut dengan coverage hampir 1 jam... beauty of globalization but a stomach cramp for local coverage :-(

Pagi ini gw jadinya kurang tidur tapi selamat2 aja. Thanks God, lagi2 ada kesempatan menikmati hidup. Inilah gempa kedua yg gw alamin saat di high rise building setelah yg pertama di Sentra Mulia Lt.18 beberapa tahun yl, dan hampir pasti bakal bukan yg terakhir. Yg gw inget pasti waktu gw di Lampung dan terjadi gempa, walau katanya lukisan2 sang empunya rumah berjatuhan toh gw tetep tidur dan selamat jg, bukan takabur tapi kepasrahan saja bahwa yah beginilah resiko hidup di tempat yg gak stabil. Terkadang menyenangkan (lho kapan? tadi siang), tapi lebih seringnya sih unpredictable. God bless Indonesia.

Wednesday, August 08, 2007

Election Day

Hari ini gw menikmati menggunakan hak untuk memilih sendiri gubernur untuk kota gw tercinta ini. Sayangnya kenikmatan tersebut gw gunakan bukan untuk memilih seseorang yg gw yakini betul akan membawa perubahan secara lebih baik, tapi ya memang memilih a better one than the worst...

Lho, maksudnya? iya, seperti juga dalam hidup "ga bisa ndapetin yg baik mulu", "ga bisa selalu ndapetin yg kita mau", jadi dalam beberapa kasus ya memang harus memilih yg terbaik dari skenario terburuk... duh, sedihnya...

Tapi yah gw gunakan hak gw sebagai warga ibukota tersebut semata2 dengan maksud kalau saja pilihan gw menjadi gubernur terpilih nantinya, gw akan punya hak untuk menuntutnya menggenapi janji2nya... toh, gw sendiri juga berusaha memenuhi kewajiban gw kog Pak. Gw gak golput dengan alasan tersebut, kalau gw golput gw gak akan punya hak menuntut janji2 tersebut. Walau sering janji tinggal janji, tapi gw tetep gunakan hak gw... hayo, penuhi yo janji2nya.

Dan setelah selesai pilkada, gw jalan2 dengan busway .. duh menyenangkannya kota Jakarta saat sepi begini. Memang sih gak terlalu sepi tapi pas lah, ada kedinamisan tapi tanpa macet! What a wonderful election day.

Saturday, August 04, 2007

bourne

ya ampun, apa bakal di remake lagi deh novel Ludlum by someone else tentang Borne :-)
taunya ntar abis Bourne ultimate, ada Bourne super ultimate, Bourne xxx

wuih emangnya die hard, udah tua pun Bruce Willis teteeep aja die hard... hehehe - udah gak semenarik dulu ah waktu BW masih muda (maksudnya?)

Wednesday, August 01, 2007

late news doesn't hurt

Sejak hr minggu gw pengen posting tentang indonesian idol tapi blogger kog susah banget yah gw buka. Selamat ya Rini, menurut gw yah lo pantas lah menang kontes nyanyi, keep up that victory for your best.

Rasanya 'ngepas' banget deh pas nonton result shownya Indonesian Idol eh ada lagunya Odie Agam yg sesuai tema puisi gw yg 'penuh dengan saduran' yg gw tulis beberapa hari yl, tapi kalo yg ini sich kalo didengerin, terus dibayangin yg nyanyi dua orang yg lagi kasmaran bisa terasa deh arti bahasa cintanya :-)

pas denger lagunya... duh, so out to date deh, tapi dinyanyiin Harvey-Vina jadi enak banget deh didenger, kaya'nya subyektif banget deh pendapat gw tentang Harvey (emang!), tapi buat gw rasanya liquid banget deh mereka kemaren itu...
rindunya hatiku
ingin ku bertemu
dengan dambaan hatiku

kita pun berjanji
berjumpa malam ini
daku tak sabar lagi menanti

tapi bila kita bertatapan
seolah ucapan seakan
kini tak perlu lagi

kita bicara dalam bahasa cinta
tanpa suara tanpa sepatah kata
pelukan asmara mengungkapkan semua
tanpa suara tanpa kata kata

*lyrics song 'Bahasa Cinta' cipt.Odie Agam*

ini nih karaoke-annya versi penyanyi aslinya VinaPanduwinata - BroeryMarantika ... enjoy

Friday, July 27, 2007

Launching MBA

Hr ini gw sudah memutuskan sesuatu yg baru dalam hidup gw. Mulai besok gw akan memulai perjalanan adventurir yg baru. Memang tujuan konkrit di depan masih belum terlalu jelas, tapi yg pasti (semoga) ke arah yg lebih baik.

God, I beg your blessing, your encouragement as usual, your present, and wish me luck and specially willingness to learn (hard) and...
banyak banget permintaannya yak :-)

kala hati bicara

saat ada cinta
cukup berpandangan mata
tak perlu ucap kata
karna hati bicara

saat cinta mulai tertelan
tak cukup berbicara pelan
perlu ucap keras dan menyakitkan
karna hati tak lagi ada peran

dimana cinta saat diputuskannya mengakhiri hidup
dimana cinta saat tak ada lagi semangat untuk hidup
tak mungkin cinta dapat dicari dalam hidup
tanpa memaknai dan menikmati hidup

Thursday, July 26, 2007

who says I can't?

the rain can't stop me
the heat can't stop me
who can stop me? ME.

kata2 tersebut adalah banner iklan TV suatu produk asuransi. dalam iklan singkat tersebut digambarkan seorang wanita yg terus berlari walau menembus hujan dan panas sampai ia sendiri memutuskan untuk berhenti - bukan hujan dan panas yg membuatnya berhenti.

mungkin maksudnya iklan tersebut tidak berhubungan dengan dua insiden DBD (demam bunuh diri), namun saat gw denger membuat gw ingin menuliskannya and wishing that it never happenned that suicide or attempted suicide to anyone.

yup, only me can stop me, then why should stop at the wrong time and wrong way?
life offers more than just coping with problem.

Thursday, July 12, 2007

you know who

hahaha... akhirnya gw ngerti juga kapan tuh Yanti selintas pernah ngomong "you-know-who" dilanjutkan dengan penjelasin kalo istilah itu dari film Harry Potter, tapi tetep aja waktu itu gw ga dong. Akhirnya baru tadi malam lah semuanya menjadi agak jelas tentang,
siapa itu Harry Potter
gimana ceritanya
apa kira2nya yg disukai anak2 (oops !)
souvenir apa aja yg mungkin dijual
yup, tadi malam for the first time gw nonton film Harry Potter dan
thanks to you-know-who yg bisa bikin gw bisa2nya nonton film sekuel yg film-1-2-3-nya ga gw tonton, tapi mbela2in nonton yg ke-4, premier lagi :-))

Wednesday, July 11, 2007

life, oh life

I'm afraid of the dark,
'specially when I'm in a park
and there's no-one else around,
oh, I get the shivers

I don't want to see a ghost,
it's a sight that I fear most
I'd rather have a piece of toast,
watch the evening news

Life, oh life, oh life, oh life, doo, doo doo doo...
Life, oh life, oh life, oh life, doo, doo doo doo life...

I'm a superstitious girl,
I'm the worst in the world
never walk under ladders,
I keep a rabbit's tail

I'll take you up on a dare, anytime, anywhere
name the place, I'll be there, bungee jumping, I don't care!

So after all is said and done
I know I'm not the only one
life indeed can be fun, if you really want to

Sometimes living out your dreams,
ain't as easy as it seems
you wanna fly around the world,
in a beautiful balloon

*lyrics from song "Life" by Desree

Monday, July 09, 2007

enough is enough

Baru sempat mbaca kolom parodi nya Samuel di kompas hari minggu kemarin, malahan "terkesima" dengan kutipan tulisan tentang Tukul di majalah Weekender (hidup penyambung lidah... hehehe). Sebenarnya gw udah sering denger kutipan yg mirip2 lah artinya dengan jawabannya Tukul berikut, tapi gw bener2 ndalem dengan kalimatnya yg terakhir. Ini kutipan lengkapnya:
Begini bunyi wawancaranya:
"You have been poor and now you're rich, so what's the meaning of money?"
Tukul menjawab,
"Good question. After I have known what it's like to have money, it turns out that it's nothing special. It's actually a test to have a lot of money. We have to learn to control ourselves with it, to stop us doing things that will be our detriment. Whether we are rich or poor, sugar still tastes sweet."
Kompas minggu, 8 Juli 2007 -hal.19

Nah, itu komentarnya Tukul yg baru kaya :-)
dan bukan kebetulan juga dong abis baca kompas, gw ngebaca email seliweran tentang Warren Buffet, eh di penghujung email tersebut ada advice beliau untuk young people. Nah, kalo yg ini dari yg beneran udah kaya buangetttt:
Stay away from credit cards and invest in yourself, and Remember:
A. Money doesn't create man but it is the man who created money.
B. Live your life as simple as you are.
C. Don't do what others say, just listen them, but do what you feel good.
D. Don't go on brand name ; just wear those things in which you feel comfortable.
E. Don't waste your money on unnecessary things; just spend on them who really in need rather.
F. After all it's your life then why give chance to others to rule our life.
Damn, men tak sobek2, I agree with you guys, and will keep these two reflections of the day,
"Whether we are rich or poor, sugar still tastes sweet - Tukul Arwana";
and "After all it's your life then why give chance to others to rule our life - Warren Buffet."

di persimpangan

Satu hal yg selalu didengung2kan orang2 bijak ke gw,
Tulislah kebaikan di batu karena walau ombak menghantam batu, tulisan kebaikan itu tetap ada dan kau akan terus mengenang kebaikan orang tersebut.
Namun jika kau harus menuliskan kejahatan, tulislah di pasir sehingga saat ombak menyapu pasir, tulisan tersebut akan hilang dan kau pun akan melupakan kejahatan orang tersebut.
Saat ini gw di persimpangan untuk menentukan cara melihat dan melupakan rasa sebel sama orang yg gw anggap melakukan backstabbing ke gw berulang kali. Emosi sesaat seakan membuat gw ingin menuliskan dg cara lain saat ini. Gw pengen menulis kejahatan2 tersebut di sebuah batu sehingga pada saat gw dijahatin (lagi lagi lagi) gw akan bisa lihat batu itu dan mendapatkan kekuatan:

Bahwa ini bukan pertama kali orang itu melakukan hal ini.
Bahwa ini bukan pertama kali orang itu melakukan hal ini.
Bahwa ini bukan pertama kali orang itu melakukan hal ini.
Bahwa ini adalah ”hal biasa”

Orang tersebut toh akan tetap melenggang seperti biasa, berbicara seperti biasa, bahkan ngobrol dan tersenyum manis seakan ”pengkhianatan” itu tidak pernah ada, atau sebenarnya menunggu saat untuk melakukannya kembali?
duh, pikiran gw jahat banget yak

Sekali lagi, tetep aja pendapatnya Babang, "Sudahlah, kerja yg maksimal bukan buat manusia... ihiks... dan tambahnya "toh jawabannya sudah diberikan dalam kotbah kemarin 8/7/7"... hayo, hayo baca lagi catatan kotbahnya... hehehe
Ef.6:10-20 (menjadi kuatlah di dalam Tuhan karena perjalanan kita panjang dan musuh kita jahat)
Luk 17:7 (tuluslah – berilah tanpa mengharap – itu akan membuatmu tidak pernah lelah menunggu balas)
Yoh 5: 19, 30 (bergantunglah pada sumber kekuatan yaitu Tuhan yg hanya sejauh doa)
Mazmur 45:8 (minta urapan Tuhan)
I Tes 5:16 (bersukacitalah senantiasa)

Oke deh, hayo ini hal biasa dan gw sudah melewatinya berulang kali... belajar terus untuk forgiven AND forgotten, ca yo God bless!

Sunday, July 08, 2007

right here right now

Time, sometimes the time just slips away
And you're left with yesterday
Left with the memories
I, I'll always think of you and smile
And be happy for the time
I had you with me
Though we go our separate ways
I won't forget so don't forget
The memories we made

Please remember, please remember
I was there for you
And you were there for me
Please remember, our time together
The time was yours and mine
And we were wild and free
Please remember, please remember me

Goodbye, there's just no sadder word to say
And it's sad to walk away
With just the memories
Who's to know what might have been
We'll leave behind a life and time
We'll never know again

Please remember, please remember
I was there for you
And you were there for me
And remember, please remember me

lyrics from song "please remember" sang by LeeAnnRimes

Thursday, June 28, 2007

teman


kata orang kalo kita lama gak melakukan satu aktivitas tapi gak ada rasa rindu yg berarti, itu sebenarnya kita gak terlalu suka melakukan aktivitas itu. toh kalau kita benar2 suka kita akan rindu melakukannya. kalo itu benar, berarti gw gak benar2 rindu nih nulis di blog, artinya... hehehe
itulah akibatnya kalo sukanya banyak... lagi lagi... padahal waktunya tetep aja 24 jam, artinya...

udah ah, kepanjangan pendahuluannya,
artinya, kalo gw bener2 have passion, ya PASSION untuk menulis blog, mesti gw akan melakukannya sesering mungkin, tapi toh kenyataannya, terkadang waktu menulis blog gw ganti dengan ngedit foto, ngegym, ngobrol di cafe, diskusi yg penting dan gak penting.. de el el de el el

nulis di blog beda dengan teman
terkadang gw mengorbankan menulis di blog demi mendengarkan curhatan teman gw yg sebenarnya sudah berulang kali gw dengar, karena memang gw punya passion tentang pertemanan, itulah sebabnya gw lebih mentingin dengerin curhatan teman2 gw sekali pun gw capek kayak tadi... hehehe, big hug. Sebenarnya tadi tuh gw gak ngomongin soal pertemanan tapi secara ada telpon dari seorang teman di tengah2 pembicaraan tadi, jadinya kita ngobrolin masalah ini. Menulis di blog katanya bisa jadi therapy juga, jadinya gw nulis deh refleksi ini, supaya gak lupa besok2 dan supaya gw bener2 gak sedih lagi..., jangan bilangnya gak sedih lagi tapi setiap ngomongin bikin gw jadi sedih... apaan tuh? hehehe

Apa sih arti pertemanan?

There are many things that catch your eyes, but only few that catch your heart. Pursue those - NN

Gw gak tahu dan gak bisa ingat kapan gw mendapatkan kartu bertuliskan kalimat tersebut, tapi yg jelas udah lama banget. Dan itu (ternyata) berbekas sekali dalam hidup gw, lebih tepatnya terefleksikan dalam hidup gw, salah satu passion itu adalah pertemanan.

Really, gw nerima apa pun yg terjadi dengan teman gw, sekali pun dia berubah atau membuat keputusan bodoh. Tapi hubungan pertemanan bukan hubungan agape, bukan hubungan yg needs no return seperti dengan Tuhan atau ibu. kalo ada yg bilang gitu, sorry, itu bullshit.

Pertemanan adalah seutas tali yg selalu kita pegang dua arah. Tadi Nina bilang pertemanan adalah ship that never sink. Buat beberapa yg mengenal gw, determinasi gw tentang pertemanan agak aneh, sebab gw benar2 membedakan teman dengan kenalan.
jika orang yg gw gak kenal nyebrang mau ketabrak mobil,
paling gw berusaha teriak mengingatkan.
jika ia adalah seorang kenalan,
gw akan meneriakkan namanya.
jika ia adalah seorang teman,
gw berusaha menubrukkan badan gw dan menyelamatkan kami.
dan jika ia cinta agape dalam hidup gw,
gw janji akan berdiri di depannya dan berusaha menyetop mobil tersebut berapa pun harganya.

seorang teman bertanya, REALLY?? my answer is always, "try me, if you're my real friend"

Pertemanan yg gw tahu adalah teman yg menerima gw apa adanya dan demikian juga gw, pertemanan yg bukan berarti harus selalu sepaham, pertemanan yg saling mengisi dan menguatkan, pertemanan yg tidak "aji mumpung", pertemanan yg tak lekang oleh jarak dan waktu, dan yg penting adalah saat kita pegang tali itu kita tidak melepaskannya. Begitu pegangan terasa lemah, yg ada adalah saat saling menguatkan dan bukan menjauh apalagi melepaskannya, karena kita teman, dan itu cukup untuk saling mengingatkan untuk "eratkan peganganmu".

Waktu berlalu, real pertemanan mengisi hidup gw. Terus terang yg gw akui sebagai teman memang tidak banyak, kurang dari 10, tapi mereka benar2 TEMAN yg gw bisa datang ke mereka dalam suasana hati yg senang atau pun amburadul, untuk bercerita, dikuatkan, "dirajam" dengan kritikan, dicela2 bahkan nyombong atau pun narsis2an sekali pun. Menangis bersama, bersedih bersama itu beberapa kali gw lewati dengan teman. Walau gw tetep gw, seorang Artha tanpa embel2, yg tak malu menceritakan cela, namun terkadang sok2 misterius katanya, tapi gw mau ada untuk mendengarkan venting teman2 gw, apa pun itu. Cara berpikir yg kadang nyeleneh dan aneh dan gak ada malunya (which is kalo bukan temen gw pasti akan merasa ter-insult walau gw gak bermaksud gitu), katanya bikin pendapat gw jadi Artha banget... hehehe. Ciri2 khas teman2 gw, cara mereka tertawa, raut muka mereka saat sedih, gembira atau pun surprise, kesukaan2 mereka yg terkadang mereka tidak sadari, hal2 kecil yg membuat mereka senang ataupun sedih, semuanya itu terekam dengan baik di memori gw.

Tapi apa gw pernah gagal?
Jawabannya pernah dan gw merasa sangat sedih. Saat pertama bertemu, gw bener2 gak berniat menambah jumlah teman. Teman gw udah cukup "banyak" untuk menjalaninya dengan full hearted. Namun sejalan dengan sharing stories, spent time together terjalinlah hubungan pertemanan itu, dan itu TIDAK berlangsung singkat. Tapi ternyata hubungan pertemanan itu tidak cukup kuat, atau sebenarnya memang tidak pernah ada. Mungkin ada kebutuhannya yg terpenuhi saat gw ada dulu. Mungkin saat itu dia bertopeng (gak kegerahan yah?). Gw gak tahu jawaban yg sesungguhnya karena memang tidak ada penjelasan. Saat ada teman baru apalagi saat jarak memisahkan, menurut gw saat itulah pertemanan diuji. Dan gw saat ini merasa bersyukur dan tidak mau lagi sedih atau sakit hati karena pertemanan itu tidak lagi terjalin karena ibaratnya I'm not invited in her new world. Gw dah bisa nerima sekarang, ya karena gw toh tetap punya mereka yg benar2 teman2 real sebelum dia masuk dalam hidup gw. Namun tidak gw sesali, karena itu memang pembelajaran hidup. Tanpa itu gw gak akan pernah tahu bahwa sebenarnya hubungan ini satu arah. Gw malah bersyukur kalau ini tidak berlangsung dalam hitungan century seperti teman2 yg udah masuk dalam hidup gw jauh sebelum dia.

Dari obrolan tadi dengan teman gw yg juga adalah seorang psikolog, gw mendapat penjelasan akan pembelajaran tersebut. Kalau dia "berubah" hanya karena bertemu komunitas baru dan tidak lagi "dia" yg dulu kita kenal saat menjadi teman kita, dan however dia tidak mau kita ada dalam dunianya yg baru dinikmatinya itu, ya mungkin itulah kualitasnya. Pertemanan lebih kuat dari sekedar itu. Mungkin nanti saat dia dihadapkan dengan dunia baru dan bertemu dengan komunitas baru lagi, dia akan melakukan yg sama, yaitu melupakan teman2 barunya yg sekarang. Jadi, tidak ada gunanya gw sesali. Mungkin pertemanan yg pernah terjalin dengan gw dulu yah karena dia butuh teman saja di dunia yg dulunya baru buatnya dan kebetulan aja ada gw saat itu, kalau ada orang lain mungkin dia tidak akan pernah jadi teman gw.

Berubah, boleh dong, cuman yg bikin gw masih rada surprise-bingung-gak percaya adalah kenyataan kalau dengan teman2 barunya dia malah melakukan hal2 yg dulu diklaimnya tidak disukainya dengan sangat firm. Kalau dia tiba2 suka hal2 yg awalnya diklaimnya tidak disukainya tapi belakangan jadi disukainya, gw pikir cuman berubah pikiran aja. namun saat dia mengingkarinya harusnya gw dah bisa baca tuh. Nah pengingkaran2 itu, dan beberapa evidences lately kog rada membingungkan yah. Artinya, dia dulu pake topeng atau dia lagi make topeng baru lagi sekarang, atau?

Buka dulu topengmu, buka dulu topengmu, agar ku lihat wajahmu, agar ku lihat wajahmu...

Namun satu hal dalam hubungan pertemanan dengan dia itulah gw mengenal seorang teman yg sampai saat ini tetap menjadi teman gw. Itulah salah satu buah manis peninggalannya dan gw berterima kasih untuk itu dan juga untuk pembelajaran ini. Selamat tinggal sedih.

Tuesday, May 29, 2007

Kapan kawin?

Pertanyaan tersebut dalam sebuah iklan rokok yg diperankan oleh Ringgo, dalam kehidupan sehari2 lebih sering ditujukan kepada kaum perempuan. Hal tersebut menimbulkan secara langsung (menurut gw kurang tepat kalau dibilang tidak langsung) pemikiran bahwa kapan seseorang kawin itu merupakan hal penting. Terkadang disertai dengan imbuhan, “jangan sampai kadaluwarsa lho...”

Yah demikianlah budaya “yg dianggap normal” sebagian besar suku2 di Indonesia, sejalan dengan rentetan pertanyaan2 yg sering terdengar sebagai berikut:
<20 tahun – kapan selesai sekolahnya?
>20 tahun – kapan kawin / menikah lah lebih halus
sesudah menikah – kapan punya anak?
sesudah punya anak – kapan mantu?
sesudah punya mantu – kapan momong cucu nih? Kapan nyusul yg lain?
sesudah punya cucu – udah berapa cucunya? Kapan yg lainnya nyusul
dstnya

Jadi sebenarnya, pertanyaan itu sendiri lah yg dalam konteks kehidupan di lingkungan penuh rasa ingin tahu di atas, menjadi penting. Sepertinya kalau pertanyaan tersebut belum terjawab mengakibatkan pertanyaan2 selanjutnya mandeg. Yah mungkin udah di ujung bibir kali yak :-) iya gak?

Menurut pengalaman gw, toh sebenarnya yg nanya juga terkadang sekedar basa basi. Tidak semuanya benar2 sebagai bentuk perhatian personal yg terdalam. Yang menanyakan pun terkadang sekedar kenalan yg belum tentu tahu sisi pribadi kita atau baru mengenal kita dalam waktu yg tidak terlalu cukup untuk saling mengenal dalam artian personal. Bahkan dalam beberapa kasus ekstrem, terkadang jawabannya pun tidak ditunggu lagi. Bila sang penanya merasa mengenal yg ditanya, ia pun sudah siap dengan rentetan nasihat, misalnya ”ingat lho udah kepala 3”, ”ingat lho ada jam biologi”, ”ingat lho kodrat”...

”Ibu/bapa/tante/om/saudara/teman/handai taulan yg saya hormati, kalau ibu/bapa/tante/om/saudara/teman/handai taulan saja di tengah kehidupan pribadi dan kesibukan masing2 mengurus pekerjaan dan rumah tangga ibu/bapa/tante/om/saudara/teman/handai taulan masih sempat2nya memikirkan umur saya, jam biologis saya, kodrat saya, saya cuman mau bilang: apalagi saya. Jadi terima kasih lho untuk perhatiannya.”

Tante gw pernah marah gara2 gw njawab gitu, katanya nge-nyek, kadang emang jalan pikiran gw yg ruwet ini gak kebaca sih ama mereka. Itu tandanya gw udah capek ditanyain mulu. Yah habis, mau dijawab kayak apa pun mesti ujung2nya sama. Kebanyakan memojokkan dengan ”kamu sih mikirin karir”, ”kamu sih terlalu mandiri". Padahal siapa juga yg mikirin karir, dan kalo dibilang mandiri yah menurut gw gak ada salahnya, toh buat yg kenal gw tahu banget kalo gw juga suka laki-laki – tentunya dalam porsi sewajarnya.

Katanya komentar/nasihat itu tanda sayang, terima kasih. Tanda perhatian, lagi2 terima kasih. Intinya, terima kasih buat rasa sayang dan perhatian semuanya. Gw cuman minta rasa sayang dan perhatian yg sama untuk diri gw, bukan untuk lembaga perkawinan itu sendiri. Sama dengan rasa sayang dan perhatian tersebut, boleh dong gw tetep disayang dan diperhatiin apa pun keputusan gw kalau toh membawa kebaikan buat gw. Sampai saat ini belom ada tuh yg bilang gini misalnya ”Ta, udah kamu pikirin masak2 belom untuk tidak menikah....” hahaha....

Keharusan kawin gw lihat membuat beberapa perempuan yg gw kenal menjadi terkurung dalam pola pikir yg sudah terbentuk sedemikian. Kebanyakan memang anak perempuan sejak masa remaja sudah mempunyai cita-cita (kalau bisa dibilang demikian) untuk menikah di usia tertentu. Kalau perempuan menginjak usia limit menurut pandangan masyarakat belom kawin, terus dibilang kadaluwarsa... kasihan deh yg punya pemikiran begitu, gw bilang sih pemikiran itu tuh yg dah kadaluwarsa.

Thank God yah at least sampai saat ini gw secara sadar belom mau untuk menjerumuskan diri dalam keharusan tersebut. Kalau ditanya mau kawin, ya masih mau sih... hehehe. Kenapa belum kawin, yah pilihan gw saat ini. Kalau gw kawin, maunya yah dengan semangat ”ibadah” dan ”partner in life” dan bukan karna keharusan. Bukan karena gw mandiri atau pun bukan karena udah terbiasa di lingkungan orang asing, walaupun ada hubungannya. Tapi untuk urusan kawin, menurut gw lebih baik kadaluwarsa umur biologis tapi perkawinan bahagia dengan partner in life daripada kawin demi supaya gak kadaluwarsa. Beberapa di tengah2 perkawinan harus bercerai dan (kebanyakan) orang2 toh tetep menyalahkan pihak perempuan ”terlalu mandiri sih”, ”gak mau ngalah sih”, ”mentingin karir sih”, ”gak bisa memaafkan suami sih”(walaupun jelas2 suaminya nakal)... So, what is the meaning of that big ceremony? Eh, abis itu kawin lagi... mandeg lagi, cerai lagi. Kawin lagi.... duh, kasihan deh ”masih belom tahu yah mbak apa yg dimau?”

Gw setuju dengan ide miss kadaluwarsa yg dipentaskan EKI production weekend lalu di GKJ, tema yg up-to-date, lagi in atau dengan kata lain bisa disebut tema yg tidak kadaluwarsa. Sinopsinya bisa lihat langsung di websitenya aja ya.

Hal2 yg kadaluwarsa selalu identik dengan sudah tidak layak. Makanan basi, minuman kaleng basi, obat basi contohnya adalah hal2 yg sudah tidak layak dikonsumsi. Bisa berhubungan dengan rasa (tentunya yg tidak disengaja basi rasanya tidak enak) ataupun berhubungan dengan berbahaya. Yah, obat kadaluwarsa bisa membahayakan kesehatan yg mengkonsumsinya.

Tapi seperti dikuti juga dalam script cerita, yah yg namanya kadaluwarsa gak selamanya gak enak toh, contohnya wine. Semakin kadaluwarsa, (biasanya) semakin enak. Gw pakai kata biasanya karena bagaimana pun juga kualitas wine yg bagus juga salah satu faktornya masih tergantung kondisi awal anggur yg digunakan. Contoh lainnya youghurt, keju dan beberapa produk fermentasi lainnya yg notabene adalah produk2 dari bahan dasar yg sudah basi. Contohnya yoghurt, untuk menghasilkan yoghurt yg enak, susu yg digunakan pun sedapat mungkin yg fresh, dan sama sekali belum basi. Jadi, kalau kondisi awal baik pemikiran, fisik, rohani-jasmani perempuan itu baik atau gak basi, gak ada masalah dong kalau diperam dulu... lhoooooo

Gw suka banget dengan tari2an dalam teater tersebut, sangat menarik. Gerakan tari dibawakan oleh para penari dengan sangat enak dilihat dan koreografer yg apik, tertata baik dengan pemilihan musik dan penguasaan panggung. yang gw agak kurang nyaman dan senang adalah seringnya asap rokok mengebul (emang sih tuntutan skenario yah, tapi pan GKJ itu harusnya bebas asap rokok bukan?), juga pemakaian percakapan dalam bhs inggris yg kadang terasa maksa (apalagi Fauzi itu lulusan Belanda bukan?). Gw sendiri juga sering make bahasa inggris dan gak ada maksud panggagahan atau apa gitu. Overall untuk pertunjukan EKI yg ketiga gw tonton ini tarian2nya selalu oke punya, two thumbs up, idenya juga ok, baik penari2 dan pemain2nya oke, pemain tamu nya pun tidak mengecewakan lah dalam penjiwaan peran. Yang membuatnya asyik banget ditonton itu yah si Sampek Entay yg berhasil membawa pertunjukan menjadi komedi, kocak tanpa perlu adegan2 slapstik gak perlu. Salut deh untuk Loro Blonyo berdua tuh, asliii lucu dan asyik.

Terkadang pemikiran akan keruwetan, kemandirian dan kesadaran penuh akan hak2 dan kewajiban2 yg gw emban sebagai seorang manusia lah, gw ada seperti gw ada. Maaf, gw memang tidak bisa menyenangkan semua orang. Pemikiran yg kadaluwarsa itulah yg selain sudah tidak layak, juga membahayakan. Yang gw percaya, everything happens for a reason.

Nunggu pementasan EKI berikutnya.

Thursday, May 24, 2007

Singing Queen

After Melinda checked out, one can guess that I vote for Jordin.
She's got the voice... though Melinda is much better.
She's got the look... not as skinny as barbie, but though sometimes got makeup like one :-)
She's got the move.
She is charming. Sometimes looks vulnerable but also strong at the same time. Her young blood show up everytime she got not-too-good remarks from Simon. Overall, she shines... have you noticed how often she smiles?

While watching she sang her winning song, I remember the lyrics below from ABBA 'Dancing Queen',

You are the dancing queen, young and sweet, only seventeen
Dancing queen, feel the beat from the tambourine
You can dance, you can jive, having the time of your life
See that girl, watch that scene, dig in the dancing queen

Seems like most american like her. For me, she is not the one with best voice, but overall (performance after performance) I think she deserve to be an idol, a singing queen. Young and sweet, only seventeen. This is her now.

Congratulations Jordin!

Monday, May 21, 2007

Di Bawah Laut Cina Selatan

Bukan pertama kali gw berada di bawah laut. Terowongan di bawah Eurostar juga di bawah Laut Utara, tapi tetep aja pas lewat bawah laut gw gak punya foto.... :-)
Artinya, gw belom bisa mengatasi rasa takut berada di bawah laut dengan baik.
Hayo ngaku... hehehe

Sunday, May 13, 2007

F.L.U kills

Gw flu berat tiga hari ini, bete banget. Tadinya sabtu ini gw mau ikutan bantuin acara mbak linda untuk les enfants dans la rue yg jadinya kudu gw batalin, gak mungkin deh jaga anak2 dalan kondisi meler2. Sebenernya gw tuh jarang banget jadi tepar gara2 flu, bukan takabur tapi fakta. Selama 4 tahun yg bisa gw inget di Balikpapan, paling banter bersin 1-2x langsung dopping EsterC 1-2hari biasanya gw langsung fit lagi tanpa harus pusing-demam-hidungmeler2. Tekanan darah rendah gw lah yg sering membuat gw tepar. Fenomena flu berat ini yg kedua sejak gw di Jakarta. Ada yg bilang karna pengaruh pancaroba dan udara Jakarta yg memang sangat terpolusi. Ada yg bilang "lo sibuk banget sih". Ada yg bilang "lo diet sih". Ada juga yg bilang "lo keluar malam mulu yah". Mereka yg bilang2 gitu bukanlah mereka yg nemenin gw nge-gym, bukanlah mereka yg nemenin gw keluar malam2, bukanlah mereka yg nemenin gw ngelembur, jadi segitu perhatiannya... jadi terharu, ihiks. Temen gw juga sudah lengkap listnya dengan "minum air putih, jus apple yg banyak, jangan nonton malem2, jangan nge-gym dulu, mau ditemenin?". Yang ada gw kangen ditemenin nyokap gw yg lagi nikmatin hari2 di pegunungan dengan adek gw... ma, i miss you so much.

Tapi yg tahu yg sebenarnya ya adalah gw. Gw inget banget kalo pertama kali gw bangkis itu saat latihan yoga hr senin yl. Waktu itu yoga dipindah ke ruangan berkarpet. Begitu gerakan plank dan hidung gw gak tercover matras, saat itu sontak mata gw ngeliat kalo karpetnya kotor. Gak lama kemudian gw bangkis yg pertama. Begitu selesai latihan, gw bilang karpetnya kotor. Itulah awalnya penderitaan seminggu ini. Dilanjutkan bangkis bangkis di senin sore, hari selasa mulai deh hidung meler2. Gw pikir ini reaksi biasa terhadap alergi debu gw yg konyol. Dan nakalnya gw tetep ikutan yoga hari rabunya dengan hidung meler, yg ada tuh setiap down facing dog gw kudu ngeluarin itu ingus dari hidung, gross banget gak seeeh. Barulah semuanya terasa di hari kamis, tapi gw jg ada vicon yg mengharuskan gw hadir, padahal pagi itu gw rada deman dan pusing2. Begitu selesai vicon tanpa ba bi bu gw ijin pulang, itu pun udah jam 5 sore. Langsung tidur dengan badan sedikit deman dibantu dengan neozep forte. Tapi tetep aja hari jumat itu badan gw agak pegel2 - kelamaan tidur kali yah - sampai2 gw gak sadar pas kamis malam itu Jakarta diguyur hujan deras dan sambaran petir yg dahsyat (katanya).

Yang menarik itu komentarnya Bang, "Kog jadi malah flu sih setelah disuntik vaksin flu?". Gw juga ngerti kalo divaksin harus dalam kondisi sehat, dan seinget gw pas divaksin kondisi gw sehat. Jadi??
Gw konsultasi ke dokter kantor deh hari jumat sehubungan dengan vaksin yg diberikannya, jawabnya "Ully, kalo kamu jarang flu ya jelas vaksin itu tidak dikenali oleh tubuh kamu. Jadi yah wajar tubuhmu bereaksi. Mungkin kamu capek pikiran juga. Sudah istirahat aja, akan lebih baik minggu depan". Weleh weleh, yaa ampun, tau gitu gw gak mau2nya deh divaksin flu. Memang gw butuh istirahat juga deh, tu dokter juga tau aja gw lagi capek pikiran... hehehe.

This flu really kills my activities this week. Tomorrow there's gonna be a big petroleum association event, hope this misery will end tonight.

Thursday, May 10, 2007

Office's Politics

Makin hari gw makin geli… terpingkal pingkal
Bahkan sampai tertawa menahan perut dengan air mata di pelupuk
Melihat orang menghalalkan segala cara demi dihormati
Melihat teman tak lagi berani mengatakan yang sebenarnya
Melihat itu semua terjadi di depan mata
Mengalami betapa sakitnya ditusuk dari belakang

Tolong aku, tak mau ada rasa mendendam
Tolong jauhkanlah rasa itu

Saat diri ini tak mampu, biarkanlah kata tolong terucap
Saat itu memang menjadi kemauanku, biarlah kuberkata ”aku mau”
Saat memang harus berkata benar, biarkanlah kubenarkan berita itu
dan setiap saat stand for my friend, aku mau tetap seperti aku adanya