| Festival Sinema Perancis (FSP) berlangsung selama weekend kemaren di Balikpapan. Awalnya gw gak tertarik nonton setelah membaca sinopsis film2 yang bakal tayang di Bpn, yg menurut gw warna2nya gak cerah. Namun berhubung gw pengen sekalian melatih audio-visual french gw, gw memutuskan untuk nonton aja dan mana tahu bisa merubah pendapat gw... lagian kan dapet tiket gratisan kog...*hehehe.* |
Nah, di hari Minggunya, berhubung dah ngerencanain nonton, gw tetep nonton walaupun yang lainnya ternyata batal. Malam itu filmnya berjudul Illumination. Kebetulan gw ketemu guru bhs perancis gw, katanya film ini bagus, mungkin secara teknis yah, tapi menurut gw filmnya 'blue' banget. Suasananya terlalu melo, ceritanya sendu banget... mana warna warni masa mudanya, apa memang se-sendu itu kah masa muda saat ini ...
Satu hal yang sangat gw nikmatin dari dua film di atas yah kerinduan gw untuk bisa dengar bahasa Perancis di luar kantor. Gw kangen banget cafe2 di St.Michel dimana gw bisa ngobrol ngalor ngidul dengan a perfect stranger, orang2 Perancis yg 'orang biasa' bukan rekan sekerja gw.
Yah, mungkin film2 yg diputar di Bpn gak terlalu menarik, tapi gw juga bertanya2 tentang apresiasi seni gw yg menurut gw sendiri patut dipertanyakan....
gw gak bisa mengapresiasi puisi - kecuali kalo dibacakan/dinyanyikan
gw gak tertarik lihat lukisan abstrak
gw gak suka sesuatu yg disebut indah tapi gak ada keteraturan
gw lebih suka photography murni dibandingkan photo olahan desain grafis
dan masih panjang listnya...
atau, sebenarnya gw sendiri yg membuat aturan2 gak perlu (?)
seni itu bebas dan gw 'harusnya' memberikan kebebasan kepada diri gw sendiri untuk mengapresiasinya tanpa membuat batas2 'yg gw suka yg begini'
gw mau belajar membebaskan diri gw dan membiarkan imajinasi seni gw berkembang bebas... tanpa aturan, mesti ada alasan seni itu disebut 'art' dan bukan 'science'.