Saturday, June 25, 2005

Pohon Kayu Putih itu

Kira2 tiga minggu yg lalu, ada empat orang anak SD nebeng gw. Mereka baru pulang sekolah dari SD tempat gw mengajar bhs Inggris setiap hari Sabtu. Salah seorang diantaranya turun tidak begitu jauh dari sekolah, sedangkan tiga lainnya sempat terlibat ngobrol dg gw. Mereka satu persatu bercerita tanpa gw tanya, tentang dimana mereka tinggal, tentang orangtua mereka dan tentang permainan mereka sepulang sekolah.

"mau turun dimana ?"
"di depan hotel airport, Bu, dekat pohon kayu putih"
"pohon kayu putih yg mana"
"lho, ibu gak tahu yah, nanti deh saya tunjukkin. Kalau pulang sekolah, saya senang sekali manjat pohon itu. Pemandangannya bagus Bu, bisa lihat laut"
...

Hmmmm.... agak malu juga gw, menurut anak kecil, seorang ibu guru atau orang dewasa harus tahu semua kali yah... dan sekarang, gw emang dah jadi tahu banyak. Pohon Kayu Putih

Akhirnya gw tahu bagaimana rupa pohon kayu putih dari kejauhan. Kalau saja saat itu tidak mendadak turun hujan, gw pasti sudah mendekat untuk melihat lebih jelas rupa pohon itu. Gw lihat dua pohon besar, cukup rindang dan terlihat kokoh dari jalan setapak tempat gw menurunkan mereka bertiga. Mereka berlari2 dengan riangnya setelah tak lupa mengucapkan terima kasih.

Cerita tentang pohon kayu putih itu terus lekang di hati gw, setiap kali gw melewati tempat itu, gw selalu teringat cerita tentang mereka bermain di pohon itu.

Betapa kagetnya gw tadi pagi. Kedua pohon kayu putih itu sudah tidak ada dan di sisi jalan di depan hotel itu sudah terpasang bedeng biru menandakan adanya pembangunan di daerah itu. Ada banyak anak SD yang sedang menonton dari sela2 bedeng yg terbuka. Rupanya saat itu alat2 berat sedang meratakan tanah.

Pohon2 kayu putih itu tinggal kenangan.
Gw berharap semoga saja para kapitalisme pembangunan itu tidak ikut merobohkan rumah2 mereka. Tak terbayangkan kalau mereka harus tergusur dan tak tahu harus tinggal dimana. Salah seorang di antara anak itu bercerita kalau ibunya harus bekerja banting tulang dan hanya pohon kayu putih itulah tempatnya bercerita tentang hari2nya di sekolah. Bahkan pemandangan laut pun sudah tidak bisa menemaninya lagi. Semoga masih ada pohon2 lain yang bisa menjadi teman mereka.

Semoga.