Wednesday, June 01, 2005

Feminisme all about

Dipicu pengiriman wakil Indonesia di ajang Miss Universe, bikin perbincangan seputar feminisme jadi nge-trend lagi deh.
Di bawah ini penjelasan tentang feminisme dari ibu cantik Ratih Ibrahim, alumni merangkap guru BP sanur (setelah ibu Singgih di jaman gw) sekaligus psikolog terkemuka ...ehem2... yg juga ngurusin idol2 itu lhoo di RCTI...
Penjelasan bu Ratih jadi masukan banget buat gw, jadi gw tulis aja di blog gw ini supaya besok2 gak lupa kalo ada yg nanyain ,"Ta, lo kok aneh sih, dibilang feminis tapi kok masih suka "manfaatin" laki2, dibilang gak feminis tapi kayaknya elo iya deh"

kutipan dimulai

Feminisme adalah sebuah aliran yang pada prinsipnya berjuang menentang ketidak adilan, yang pastinya menyengsarakan kaum marjinal,terpinggir, miskin, etc. dan dalam banyak kasus, terbukti yang paling banyak - inget ya, yang paling banyak - menjadi korbannya adalah perempuan dan anak-anak. jadi lelaki juga bukan tak mungkin menjadi korban. perempuan juga sangat bisa menjadi pelaku ketidakadilan, kekerasan, etc.

Feminism berasal dari kata feminin, yang punya karakteristik nurturing, melindungi, empowerment, dan sodara-sodaranya itulah. jadi, tujuannya adalah mendudukkan setiap orang sebagai manusia yang setara derajatnya. (bahasa gue masih kegedean ga?).

Dan siapakah para feminisitu? bukan melulu perempuan. lelaki juga banyak yang feminis. konteks budaya dunia yang nyaris selalu punya kecenderungan mendudukan lelaki sebagai pusat dan sumber kekuasaaan (inget ya, perempuan jugapunya sifat yang sama sih sebetulnya) disebut budaya patriakis. dan dalam banyak hal dia dianggap sebagai biang kerok terjadi segala ketidak adilan gender inilah.....

Nah, memang pada prakteknya banyak aliran feminis yang cenderung radikal sifatnya,. mengapa? karena mendudukan perempuan dan lelaki sebagai 2 kubu yang berseberangan. karena perempuan tertindas, jadi perempuan harus melawan lelaki dengan segala ekspresinya. termasuk berperilaku sebagai lelaki, menolak lelaki, tidak butuh lelaki,pokoknya semua cuma oleh untuk dan dari perempuan, etc....sampai berbagai sikap serta perilaku yang bisa betulan radikal abis.

Sebetulnya gerakan feminis radikal ini lebih cocok disebut sebagai womenism, yang jaman dulu pernah populer dengan sebutan women's liberation (women's lib).yang kalau dikaji lebih dalam kepada the reason beyond, ternyata malahan menunjukkan keinferioran perempuan terhadap lelaki.

Saya feminis, tapi bukan yang radikal. saya feminis penggembira yang tetap butuh dan demen lelaki, menghargai dan mencintai mereka, sama seperti halnya kepada perempuan, yang mudah-mudahan, bersama siapapun, lelaki perempuan, bahkan banci sekalipun, kita bisabersama-sama membangun dunia menjadi the nice place for everybody.

kutipan selesai

gw gak pernah benci laki2.... abis, butuh sih.... quaw quaw
dan gak pernah mau bersaing ama mereka, jelas2 gw gak kuat ngangkat hammer valve 3" tanpa mereka, tak mungkin lah yauw....

Sekarang gw mengerti bahwa gw juga feminis, tapi bukan yang radikal - feminis demokrat.... hihihi...