Yang paling berasa adalah sering ke Jepang! Ada cerita panjang soal Jepang, dan itu melibatkan haru biru, "agak dramatis" kalo buat yg belum pernah mendengarkan ceritanya, "seperti sinetron" buat yg tidak kenal gw sejak kecil. Tapi, buat yg mengenal gw sejak kecil, artinya kedua orang tua dan saudara2 kandung gw khususnya, perjalanan hidup gw itu ajaib, akhirnya ke Jepang juga seberapa pun menolak ke Jepang. Haha
Cerita yang sama juga dipahami dan dimengerti oleh beberapa teman kecil gw, khususnya BFF yang dari SMA yang benar2 paham "arti Jepang" dalam hidup gw, bref. Tapi, bener2 gw gak bisa menolak lagi sekarang. Pembuktian demi pembuktian sudah dibukakanNya. Titik.
Menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia, tentu memori cerita Ompung tentang Jepang, juga memori masa kecil yg sangat menginginkan jadi dokter dan gagal (gara2 Jepang hehe), dan suasana di proyek yg selalu ada saja yg mengingatkan bahwa sebagian besar bangsaku belum memerdekakan dirinya. Bagaimana mungkin merasakan kemerdekaan kalau mereka sendiri belum bisa memerdekakan dirinya. Itu terus yg gw selalu mempertanyakan diri gw, betulkah aku sudah merdeka? Jawabannya, ya dan tidak. Ya kalau persoalan hidup, tapi tidak kalau persoalan hidup sehari2. Adapun tidak, karena gw belum memerdekakan diri dari tanggung jawab, selaluuuu merasa tanggung jawab, itu yg suka merangkeng gw.
Dalam kemerdekaan ada tanggung jawab, yaitu mempertahankannya!
Great talents comes great responsibility, freedom gift comes freedom choice: continued to have a freedom or surrender (or "personally" dead) !
17.8.2012 - Merdeka!!!