Tuesday, July 04, 2006

Adu Penalti di Ujian Akhir Nasional ?

Apa persamaan eksekusi adu penalti pada pertandingan sepakbola dengan ujian akhir nasional?

Dua2nya punya aturan main.
Dua2nya membutuhkan keahlian.
Dua2nya membutuhkan courage (baca: readiness to face).
Dua2nya membutuhkan mental.
Dua2nya menentukan kemenangan.
Dan pada saat eksekusi itu tidak berhasil, dua2nya "kalah" !

Hilang sudah keahlian yg sebelumnya ditempa dan dimiliki.
Hilang sudah aturan main yg selama ini dimengerti.
Hilang sudah courage (baca: readiness to face) untuk menang.
Hilang sudah mental yg dipersiapkan.
Hilang sudah semua yg ada di belakang.
Hilang sudah kemenangan itu !

Kontroversi ujian nasional sebagai penentu kelulusan, pada kenyataannya memang mengundang protes sebelum dilaksanakan. Suaranya memang tidak secara terus menerus dan berulang2 di media2 sebagaimana halnya dengan protes ketidaklulusannya akhir2 ini. Walau sebenarnya, menurut Kompas (20/6), siswa yang tidak lulus kurang dari 10% dari keseluruhan yang mengikuti ujian. Itu juga berarti, yang lulus lebih dari 90% dan dengan nilai rata2 yg lebih baik dibandingkan dengan ujian tahun sebelumnya.

Apakah mereka yg gagal melakukan eksekusi itu, yg katanya sebagian notabene anak2 "pintar" dan pemain2 "kelas dunia"*) menyepelekan adu penalti itu dan merasa pasti lulus?

Lain halnya dengan peraturan eksekusi adu penalti pada pertandingan sepakbola yg cukup jelas, ternyata aturan main unas tidaklah jelas. Ini “mengutip” banyak pihak yg merasa baru tahu setelah ujian, bahwa ujian ini (lagi2 ternyata) merupakan penentu kelulusan. *Katakan tidak setuju sebelum terlambat. Jangan No Action Talk Only*

Di pertandingan quarters-final piala dunia 2006 antara England vs Portugal - pertandingan pertama yg gw tonton dengan full, ke-fair-an wasit asal Argentina juga dipertanyakan. Sama halnya dengan kontroversi bahwa sebagian soal2 unas itu "cocok" dengan soal2 Bimbel, ini juga mengundang pertanyaan. Sekedar kesamaan kurikulum yg jadi acuan atau? Bagaimana dengan mereka yg menyontek? Bagaimana dengan kecurangan2 pemain yg tidak terlihat wasit? Misalnya, ada yg menendang sebelum peluit dibunyikan, disengajakah untuk mengecoh kiper? Bagaimana dengan berita salah kertas ujian?

Setelah menonton dan menyaksikan dua perhelatan akbar yg mendapat porsi cukup banyak di televisi2 nasional, terlepas dari kontroversi maupun kecurangan2 yg adalah sah2 aja untuk dipertanyakan, pendapat gw adalah: dua2nya adalah pertandingan. Ada yg menang dan ada yg kalah. Maka, bersiaplah!

Penting untuk tahu medan laga. Faktor apa yg menentukan kemenangan. Siapa sang wasit. Siapkan mental dengan mengetahui aturan mainnya, mencari tahu keahlian2 apa yg diperlukan yg terkadang tidak tertulis. Tak kalah penting dan terkadang menjadi faktor kunci, siapkan mental-bagaimana yg dibutuhkan, tahu dan sadar 100% untuk mempersiapkan diri bahwa eksekusi itu akan menjadi penentu kemenangan!

Kemenangan dalam adu penalti pada pertandingan sepakbola menyangkut bermilyard2 uang taruhan, gengsi sang pemain, gengsi sang pelatih, gengsi negara dan pol dengan gengsi para pendukung fanatiknya di seluruh dunia. Masih dengan analogi yg sama, kemenangan "adu penalti" dalam unas juga menyangkut masa depan sang eksekutor. Jadi, lakukanlah dengan bertanggung jawab!

Courtesy of fifaworldcup.

*) Setelah nonton England vs. Portugal yg dimenangkan 3-1 oleh Portugal melalui adu penalti, Sabtu 1 Juli 2006.

* Penulis adalah seseorang yg pernah mempersiapkan eksekusi "adu penalti" di UMPTN 1993, ujian komprehensif untuk kelulusan Teknik Kimia - keduanya serupa tapi tak sama dengan unas. Dan saat ini mempersiapkan untuk banyak lagi adu-penalti2 lainnya yg menunggu hari ini, besok dan seterusnya.

Sunday, July 02, 2006

Kunci Jawaban

Tanggal 1 Juli identik dengan harinya Polisi. Menurut pengakuan mantan Kapolda Metro Jaya, Pak Firman Gani, rasio jumlah polisi dengan penduduk di DKI Jakarta 1:700 dengan angka kejahatan 120-200 kasus per harinya!

Apa ini kunci jawaban pertanyaan tentang keberadaan polisi pada saat dibutuhkan?

Jadi, kalau lagi ada masalah dan (dengan sangat) mengharapan pertolongan polisi dengan segera, tetapi nihil alias tidak kunjung datang, artinya dia sedang menangani salah seorang di antara 699 orang lainnya.

Sedangkan kalau distop polisi dan kena tilang (yg katanya "lagi apes" padahal udah jelas2 tahu kalo mo nyetir kudu punya sim), artinya sedang menjadi satu orang yg kena perhatiannya polisi, sedangkan diantara 699 orang lainnya bisa saja sedang mempertanyakan "duh, dimana sih polisi saat saya membutuhkannya?"

Atau, masih ada jawaban2 lainnya yg bisa dibenarkan... pan pertanyaannya bukan pilihan ganda atau benar/salah :-)

Hmm, kayaknya gak bisa deh nunggu polisi ada di tempat mulu, saingannya berat. Mendingan lakukan sesuatu supaya gak butuh polisi, yah kalo emang lagi apes memang udah digariskan begitu. hihihi.

Nah, pake helm kan untuk keslamatan sendiri yah, nah misalnya gini terus ada apa2 (misalnya), apa masih nyariin polisi? atau didaerahnya "kapak merah" yah jangan dong pake hp.

Peace yo' bantu polisi!

Thursday, June 29, 2006

Kalo gak penting

buat apa basa basi itu?
buat apa kata2 di belakang?
buat apa cemoohan terhadap "what-so-called management"?
buat apa keluh kesah selama ini?

for the sake of NOTHING?

saat ini gw lagi sebel sama orang yg senengnya mengeluh, tapi pada saat ada kesempatan untuk mengungkapkan keluhannya di tempat yg benar dan baik malah terdiam atau memilih diam untuk ???

mahalkah harga sebuah keterusterangan?
gengsi kah?
beraninya memang cuman di belakang saja?
opportunis hard-core?
hipokrit?

kalo semua itu gak penting, diam saja, baik di depan maupun di belakang - tidak juga menertawakan orang lain yg menganggapnya penting. Toh kalo di belakang mereka, itu juga jadi penting kok.

kalo semua itu penting, DO SOMETHING - that will makes me put (some) RESPECT on you.

! kalo gak penting, DIAM !

*after TOIP presentation*

Wednesday, June 28, 2006

HTML for dumMe

Keingintahuan gw kali ini bermula dari ketidakberhasilan gw ng-upload foto diblog keduakakiku. Penasaran pastinya, apalagi ada yg nyeletuk "kog blognya gak ada gambarnya", "pasang shoutbox dong, mbak", "dihias dong blognya, kak" dan beberapa komen2 lainnya sebagai efek dari sebuah jurnal yg di-online-kan. Jawabannya adalah: gw masih dummy banget nih urusan ginian. *ihiks*

Dunia maya yg bisa dipelajari dengan mau belajar ilmu komputer ini memang bukan expertise gw. *nananananana, lame excuse* Walau gw sering menggunakannya, memanfaatkannya tapi tidak (atau belum?) ada ketertarikan berarti untuk mendalaminya. Yang gw tahu adalah membaca berita online, ng-email, ngeblog dan hal2 lain seputaran menggunakan internet yg memang masih seputaran "halaman depan", bahkan buat para programmer not even the frontyard!

'pan semua ada keahliannya masing2' itulah dalih gw selama ini dan memang, gw rasa gak akan pernah cukup untuk mempelajari semua hal yg terkadang masuk ke neuron2 kecil gw yg memang suka iseng membawa gw ke pertanyaan2 yg gw gak puas kalo belum dapet jawabannya.

Nah, termasuk hal satu ini. Gara2 gak bisa ng-upload foto itu, gw nanya ke Yanti yg memang lebih advance untuk hal ini. Dia ngusulin, "Udah ganti aja ‘Tha templatenya, mana tahu jadi bisa". *okeh deh*

Sebenarnya hari Sabtu kemaren Yanti udah ngsih alamat sitenya, waktu kita nge-browsing gratis di cafe Excelso balikpapan centre. Tapi gw salah ketik, http://blogger-template.blogspot.com yg membawa gw ke site yg berbeda. Gw nanya lagi ke Yanti, dia bilangin lagi dengan sabar (makasih yah), "alamatnya 'Tha: ha te te pe blogger strip template dot blogspot dot com" - Alamat seharusnya: http://blogger-templates.blogspot.com/. Eh, gak cukup sampai di situ, gw nambah nanya, "eh Yan, há te te pe itu apa yah artinya?"

Yaaaaaa ampun, after all gitu loh! Again, ini berarti lepas dari keingintahuan gw selama ini.

Singkat cerita, "thanks to her and Blogger templates", gw ganti template blog gw itu dan jadi bisa deh ngupload foto (duh, jangan diketawain yah the dummy Me). Hal yg sebenarnya kaya’nya gak susah deh (STOP!) - mungkin juga masalahnya bukan di template. *sight*

Tapi, ternyata pertanyaan itu gak stop disitu aja. Pagi ini, adalah Mas Gabi yg selama ini berusaha meng-upgrade ilmu komputer gw yg menerangkan dengan sabar arti http, hubungannya dengan CSS, termasuk teknologi2 apa yg lebih baru. Gw emang approve pendapat Mas Gabi yg punya komen, "aku insomnia 'Tha karna waktu 24 jam itu gak cukup buat belajar" - wow -

Eniwei, walaupun katanya HTML ini udah agak2 teknologi oldies tapi buat gw sih masih lumayan lah ngerti2 dikit (at least biar gak buta2 amat). Gw dapet tutorial yg lumayan menarik, bahasanya mudah. Makasih yah Mas Gabi dan Mas Nur Hasyim. Your brilliant helps this dumMe. Tutorial ini buat gw sih menarik, mana tahu buat kalian juga, HTML for dumMe (PS. bukan judul asli tutorialnya).

Tuesday, June 27, 2006

Ngemsi

Berita kepindahan gw ke Jakarta ditanggapi dengan berbeda2, salah satunya ada yg bilang "yaah, nanti kita susah dong cari mc (master of ceremony)"

Gubrak! emang sih, gw bisa banget ngomong depan umum *narciss mode on* tapi yah gak usah hiperbolik gitu dong - toh sebenarnnya gw gak ngemsi di setiap acara, walaupun emang banyak :-)

Courtesy of Arief Nur-Budiman and Pujo Rahmanto


Apalagi nih tadi pagi, ditelpon panitia acara "Nonton Bareng World Cup 2006" untuk ngemsi sekaligus komentator ... katanya sih permintaan penonton gara2 kesuksesan gw ngemsi di acara "Mahakam Football Competition 2003" yl - padahal jelas2 acaranya beda, gak ngomentarin pertandingan sepakbola!

hahaha... gw langsung terbahak2, bisa2 dikomentarin kayak mbak Titik di SCTV*... hahaha...
*peace, Mbak!*

Monday, June 26, 2006

Nyanyian di Kala Hujan

Begitu memasuki Balikpapan, cuaca buruk (mengutip kata2nya pramugari) menyambut pesawat kami dan itu cukup membuatnya berguncang2 beberapa kali. Takut? ada sih tapi tidak berlebihan.

Begitu mendarat, ada bus yg menyambut kedatangan kami. Hal yg tidak biasa buat maskapai penerbangan yg biasa gw pakai. Itu karna hujan.

Begitu di antrian taxi, petugasnya langsung memberitahukan jalanan banjir dimana2, jadi ada daerah2 yg tidak bisa dilewati. Untungnya tidak termasuk ke arah jl.Minyak. Begitu kami duduk di taxi, pak supir langsung bercerita tentang hujan yg turun sejak tengah malam dan belum berhenti sampai pagi ini. Huuh, hujan yg merepotkan.
Coutersy of NN @ Balikpapan

Begitu nyalain hp, ada sms dari seorang teman yg bilang jalan depan rumahnya banjir sehingga tadi pagi dia harus nebeng. Dasar hujan!

Begitu sampai kantor dan menghirup bau tanah yg segar, disambut pemandangan pohon pinus dari jendela kantor gw ditambah suasana kantor yg sepi. Horreyyy, senangnya hari hujan.



Begitu mendengar ada anak kecil yg larut* karena banjir di daerah DAM (foto di atas), hati terenyuh juga.

Bukankah hujan sering dinanti2?
Mengutip kata2 PDAM Balikpapan, katanya kalau hujan tidak turun maka danau penampungan air menjadi kering dan selanjutnya bisa ditebak, Balikpapan susah air!

Blame it on the rain (rain)
Whatever you do don't put the blame on you
Blame it on the rain (rain) yeah
You can blame it on the rain
Ooh, ooh, I can't, I can't, I can't, I can't stand the rain
(a.k.a Milli Vanilli)

larut = hanyut - walaupun dalam bahasa Indonesia juga mempunyai arti yg sama, kata larut lah yg biasanya dipakai di Balikpapan untuk mengatakan orang hanyut di air, baik di sungai, di laut maupun dalam genangan banjir (sumber: Ririn, born in Balikpapan).

update hari ini, Selasa 27/6/2006:
*yg larut sudah 3 orang!
*ada pengumuman PDAM Balikpapan di SmartFM bahwa selama lima hari ke depan warga Balikpapan akan kesulitan air bersih karena pipa penyaluran PDAM terputus di km10. Diharapkan, pipa tersebut dapat diperbaiki dalam waktu yah lima hari itu.

update hari ini, Minggu 1/7/2006:
*lima hari sudah berlalu. Berbeda dg yg diungkapkan bapak PDAM hr Selasa yl, air di rumah tetap lancaar, syukurlah! Moga2 yg di tempat lain juga gitu yah.

Thursday, June 22, 2006

Motret

Mencoba atau mempelajari hal baru? Itu adalah satu hal yg paling konsisten gw lakukan selama 30 tahun ini, hehehe.

Sejak 2003 gw tergabung dalam Total Photography Club (alias TPC), tepatnya sejak gw ikutan seminar TPC tentang basic photography di tahun yg sama. Nah, waktu itu gw merasa udah bisa lah motret dengan standard yg menurut gw udah cukup bagus. Maksud gw motret gak muluk2, cenderung sangat simple, yaitu mau mengabadikan pemandangan atau suatu kejadian/peristiwa di sekitar gw.

Beberapa fotografer menekankan arti “making a picture”, selain dengan suguhan model (pemandangan alam, manusia, dll), sang fotografer juga menggunakan beberapa teknik2 fotografi untuk membuat foto itu jadi lebih bermakna. Mereka memberikan contoh misalnya untuk menekankan arti satu obyek, maka obyek lainnya yg ada dibuat blur. Konsep itu menarik, making a picture.

Selama ini gw memang masih “taking picture”, alias motret. Setelah mengikuti seminar tersebut, gw jadi tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut dan dengan semangat mau belajar, ikutlah gw ke club ini.

Tiga tahun berlalu. Gw melihat ada perubahan dalam foto2 yg gw ambil. Sekarang, at least gw berusaha untuk tidak lagi ngasal motret, walaupun ada pengecualian ya kalau obyeknya bagus tapi gak ada waktu untuk ‘ngeker’nya atau nyeting2.

Pembelajaran ini rasanya sih belum selesai, gw liat banyak foto2 bagus yg mbuatnya susah, tapi ada juga foto2 bagus dari obyek yg biasa2 aja tapi bisa menyampaikan isi benak sang fotografer ke orang lain yg liat foto itu – nah, polnya itu deh yg gw mau, gw mau foto2 gw bisa menyampaikan isi benak gw ke orang lain yg melihat foto itu – let’s see in the future apa masih ini tujuan fotografi gw.



Foto ini gw ambil di pantai Kuta Lombok. Secara pantainya panjang dan gw mau ngedapetin horizonnya dengan peralatan terbatas, gw motretnya tiga kali (maklum, kamera poket!). Tapi sayangnya di foto itu masih ada batas jelas antar foto 1, 2, dan 3. Katanya yg expert, ini bisa diatasi dengan digital imaging. Weleh weleh, ... tuuuu kan, gimana bisa berhenti mencoba hal baru? Gw mau coba belajar digital imaging aaahhh

Monday, June 12, 2006

Berpesta dalam bencana

Euforia piala dunia diakui dapat membuat sebagian masyarakat larut dalam suasana pesta dunia tersebut. Bencana gempa di Yogya maupun telah dimulainya “langganan” penyakit deman berdarah pun menjadi berita sampingan di media2.

Foto ini gw ambil sebelum memasuki stadion Senayan tempat pelaksanaan pertandingan Persija-Persipura th.2005 yl. Para pendukung Persija rela "menyabung" nyawa dengan duduk di atas bus demi membela kesebelasan tercinta. Yah, demikianlah kalau euforia merasuki raga, terkadang pikiran jernih pun terpengaruhi.

Ada tulisan di Tempo yg mengajak mereka yg tidak menyukai pesta tersebut untuk dapat menerimanya dengan lapang dada dan berlaku santai. Dihimbau untuk tidak mengganggu apalagi menentang mereka yg sedang berpesta. Ada juga seliwerin email yg bertajuk peraturan piala dunia, yang isinya adalah petunjuk berperilaku bagi istri, sahabat dan pacar yg cukup lengkap dengan tindakan2 apa yg harus dilakukan ataupun apa yg tabu dilakukan selama periode satu bulan ke depan ini terhadap para penggemar nonton bola.

Yah, dunia memang begini, asal jangan kebablasan lah santainya toh suasana masih berkabung (belum 40hari-an). Boleh untuk menjadi hiburan sesaat (para pengungsi pun mengakuinya), namun jg berlebihan apalagi sampai membawa bencana baru hanya gara2 keasyikan berpesta.

Sebagai selingan diantara euforia itu, silahkan dibaca artikel berikut yg juga merupakan petunjuk berperilaku jika bumi berpesta seiring irama yg sulit ditebak manusia. Pergerakannya seiring irama waltz yg tiap tiga ketukan, atau 8 beat atau 16beat? Hanya Tuhan yg tahu, namun kita bisa menggunakan ilmu pengetahuan untuk tidak meratapi musibah hanya karna ketidaktahuan.

Senin 12/6/2006 pukul 06:43 WIB gempa tektonik dengan kekuatan 5.9 skala richter dengan episentrum 530km laut barat daya Lampung *petunjuk alam untuk jangan terlena dalam pesta*

Buat mereka yg berpesta, jg sampai mabuk dan lupa pulang ke rumah. Kalau ada panggilan pulang ke rumah sebelum pesta selesai, segeralah pulang.

Thursday, June 08, 2006

Obrolan Pagi Ini

Tadi pagi bincang2 ama kolega kantor tentang pilihan karir yg sekarang ini lagi jadi topik in. Mas yg udah berpengalaman lebih dari 10 tahun di eksplorasi oil dan gas itu sharing kalau dia pernah membaca sebuah tulisan tentang hubungan antara pengalaman seseorang bekerja dengan tujuannya bekerja. Tanpa mengeneralisasi makna dari kata tulisan itu, katanya:

usia bekerja 0-5 thn: tujuannya masih mencari jati diri.
usia bekerja 5-10 thn: value of money menjadi tujuan.
usia bekerja 10-15 thn: FREEDOM --> freedom to express, freedom to make a decision, freedom to (etc in personal means).
di atas 15 thn: tujuannya mencari alternative lain.

Hmmmm, sepertinya pernyataan tersebut mendekati kebenaran deh bahwa age and experience do matter.

Sunday, June 04, 2006

You've Got A Friend

When you're down and troubled
And you need some loving care
And nothing, nothing is going right
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest night

You just call out my name
And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I'll be there
You've got a friend

If the sky above you
Grows dark and full of clouds
And that old north wind begins to blow
Keep your head together
And call my name out loud
Soon you'll hear me knocking at your door

Ain't it good to know that you've got a friend
When people can be so cold
They'll hurt you, and desert you
And take your soul if you let them
Oh, but don't you let them
(Lyrics and Music by Carole King)

Mendapat peneguhan saat dengerin lagu ini di SmartFM tadi siang dalam perjalanan menuju kantor, gw menuliskan lagu ini di blog ini sebagai satu milestone dalam hidup gw.

Yah, terkadang teman, gak semuanya alasan2 "mengapa begini mengapa begitu" tentang tingkah laku dan tindak tanduk gw, bisa gw jelaskan secara langsung dan detail. Tentang mengapa kok kayaknya gw menikmati banget (hehehe), ada apa sebenarnya dibalik keputusan2 gw, apa itu mau gw atau gw harus menekan mau gw dan mengikuti suara mayoritas, tentang hal2 apa yg membuat gw tertawa riang, hal2 apa yg membuat gw bisa menerima apa yg diputuskan orang lain buat gw dan juga tentang hal2 apa yg (ternyata) bisa membuat gw sedih banget.

Sama dengan hidup gw yg selalu penuh dengan pertanyaan, mungkin itulah juga mengapa gw tidak selalu bisa menjadi jelas banget. Itulah gw. Bukan pengingkaran, tapi lebih kepada satu refleksi anak manusia untuk mengenal lebih tentang apa yg ada di dalam hatinya lebih penting daripada apa yg kelihatan. Namun satu hal, gw gak mau putus asa mengingatkan diri gw tentang tiga hal ini dan itu juga yg menjadi salah satu pemikiran di awal mengapa gw menamakan blog ini My Reflection.

Look at me
You may think you see
Who I really am
But you'll never know me
Every day,it's as if I play a part
When will my reflection show, who I am inside...
(edited lyrics from song of Reflection - C.Aguilera)

Walaupun sebenernya masiiiihhhhh jauuuuuhhh lebih banyak lagi yg menjadi my reflections, mungkin hanya Tuhan dan roh gw yg tahu benar tentang gw. Saat ini untuk teman2 gw, baca baik2 lyrics lagu ini and voila, you've got a friend!

Friday, June 02, 2006

Bb (baca: b mol)

Gak jelas berhubungan apa enggak cerita2 di bawah ini.

cerita 1:
kemaren pas mau bikin blog tentang catatan perjalanan, maunya sih nama blognya duakakiku, tapi ditolak sama blogger karna udah ada yg punya blog dg nama itu. Yg punya namanya bibin dan dari cerita2 di blog nya, dia seneng juga jalan2 & moto2.
salam kenal 'bin.

cerita 2:
pagi ini pas bikin kopi, gw mendengar berita gembira putrinya MasBayu-Cyndha sudah lahir tadi pagi jam 03.30, namanya Bydhari Fardhannisa. selesai makan siang di Pasundan, gw bareng May dan Mia njengukkin mereka di RS Pertamina. pas ngomongin namanya, ibunya bilang panggilannya bibit.
selamat datang 'bit.

cerita 3:
nah, sebelum berangkat makan siang di cerita 2, gw bilang ke May dan Mia kalau beberapa hari belakangan ini beberapa orang yg dengan nama berunsur b (bondan, bib, budi) menjadi ramai dibicarakan, hahaha.... what a coincidence of b.


b for bravo
b for brave
b for blessings
b for bidadari cantik MasBayu-Cyndha

Lagi, lagi

Lagi, lagi mikir hal yg sama
Lagi, lagi ngebayangin hal yg sama
Lagi, lagi nge-pengen-in hal yg sama
Lagi, lagi terjadi bencana yg sama
Lagi, lagi terpuruk di pemikiran yg sama
Lagi, lagi hanya bisa berbuat yg sama

Sudahlah De... masih banyak yg bisa dikerjain selain mikirin
"coba kalau aku jadi dokter"

hahaha, lagi, lagi tertawa... itulah yg aku suka dari dirimu De...

Thursday, June 01, 2006

KeduaKakiKu

Tanggal 18 May y.l gw nulis email ini,

kutipan email dimulai...
Hallo mbak Ambar, kenalkan nama saya Artha, saya "kenal" mbak Ambar awalnya dari milis indobackpacker yg membawa saya ke blognya Ambar. Saya mau bilang aja kalau saya salut, mbak Ambar sangat menyempatkan diri untuk menulis dan merekam perjalanan2nya dalam bentuk tulisan dan gambar2 sangat menawan.
Sebenarnya hobby kita lumayan sama... hehehe, jalan2 & fotografi, cuman saya belum mendisiplinkan diri untuk menulis weblog. Setelah melihat2 tulisannya Mbak tentang perjalanan2 yg saya sendiri sebenarnya udah pernah kesana, melalui jalur yg sama, moto2 dg obyek yg sama, udah pernah nulis di jurnal kecil saya(buku yg kecil2 tiap kali perjalanan saya beli, tapi biasanya jadi lecek/basah/gak jelasbentuknya), sayangnya, belum saya tuliskan seperti mbak Ambar tuliskan dengan gambar2 yg menawan.
Mbak memberi inspirasi saya untuk tidak saja menuliskan perasaan2 saya tapi juga mendokumentasikan dengan baik perjalanan2 tersebut....
at least saya mau mulai...hehehe...
kutipan email selesai....

dan siang ini menemukan blognya mai yg baru :-) salut may dah mulai online duluan! may tuh tandingannya edna dalam hal bisa berbagi dengan gw dari mulai jalan2 ngeteng, hotel berbintang-bintang sampai hotel nyaman tanpa bintang sangking jendelanya tertutup satin...

dan beberapa petualangan online membaca jurnal2 perjalanan lainnya. Sampai2 di salah satu milis sempat didiskusikan lonely planet tentang Indonesia suatu saat mungkin bisa dituliskan sama anak bangsa... *surat sahabat di transtv mau dibukukan gitu*
emang sih travelling masih menjadi kebutuhan luxury buat mayoritas kita, tapi tidak dengan menulis... hayo Artha mulai tulis :-) apalagi ntar lagi internet masuk desa (sabar ya dek, pasti kakak bantu nanti)... *salut buat telkom, belum terlalu terlambat Pak!*

mari kita terus menulis, tentang perjalanan2 kita... tentu dengan cara kita sendiri dan rasa kita... hihihi... sekali lagi, saya belum pasang target, at least saya mau mulai.... hehehe... kenalan dengan keduakakiku

Wednesday, May 31, 2006

Make It Happen

If better is possible, good is not enough.
Success is my right.
Luar Biasa.
Bangkit.
Tegar.
Miskin vs Kaya Mental.
Apa yg ada di belakang, apa yg harus dihadapi di depan, tidak lebih bermakna daripada apa yg ada saat ini.
Bekerja sesuai dengan kapasitas sebagai tanggung jawab untuk diri sendiri.
Bangkitlah Indonesiaku.
Make It Happen.
Di atas adalah kutipan kata2nya Andrie Wongso @ PT.Total Indonesia, Balikpapan 31.5.06

Selain minta petunjuk Tuhan, minta petunjuk mama, pengalaman hidup, sharing dengan keluarga dan teman2, beberapa media berikut ini terutama sejak gw di Balikpapan, menjadi bagian cukup penting yg memberi inspirasi2 baru membuat hidup gw menjadi lebih hidup: milis resonansi , milis panekuksanur, majalah femina, tabloid aura, berita2 nusantara setiap pagi di radio SmartFM (pol dengan suara serak2 basahnya Nadya), program2 berita di radio, di televisi, koran kompas, beberapa buku2 autobiografi dan self-learning, jalan2 ke kampung terpencil, pantai, gunung, juga kota2, SD13, dan masih banyak tempat2 inspirational lainnya - hehehe -

terima kasih buannnyyyaaakkkkk.... untuk semua orang dibalik media2 tersebut maupun semua orang yg sudah pernah ngobrol bareng, bersenda gurau, berolahraga bersama, bermain musik juga bernyanyi bersama, motret bersama, makan bareng, nonton bareng, ahhhh semuanya deh...

siapa sih yg gak mau untuk terlahir di keluarga yg dimau, mengerjakan apa yg dimau, mendapatkan apa yg dimau, hidup seperti yg dimau ... hihihi, but surely it won't be this fun.

Treasure whatever it takes, it can't be stopped at any (unmeasured)-second

- carpe diem - make it happen - 2006

Monday, May 29, 2006

Mereka

Saat gw denger tentang gempa pagi itu lewat sms ibunya Mia, ada rasa tak percaya. Tapi itu mengukuhkan pertanyaan dan rasa yg ada pagi itu, saat gw ngerasa gelapnya gak biasa. Gw nelpon dan berbincang bincang sejenak dengan ibu yg sangat bijak, mama. Gw utarakan rasa sedih. Gw pertanyakan kenapa gelap di luar sana, saat harusnya secercah sinar sudah ada di ujung ufuk. Mungkin hanya rasa saja, katanya. Mungkin hanya yah, rasa biru yg sedang menyelimuti lubuk hati gw yg terdalam.

Berat rasa meninggalkan tempat tidur pagi itu. Menunggu dan menunggu, sang mentari keluar dari persembunyiannya di balik awan. Tak ditunjukkannya kepalanya, hanya sinar nya di balik awan mengisi relung di antara pegunungan indah di pulau Lombok. Bahkan Puncak Rinjani pun tak sudi memperlihatkan dirinya. Persis seperti mimpi itu. Tapi, laut tak apa-apa. Oo, iya benar kata mama, mungkin hanya rasa saja.

Hati tak tenang, berenang menjadi pilihan. Bahkan untuk snorkeling pun gw takut. Rasa yg sangat jarang gw rasakan. Ah, mungkin faktor usia - uuh, berlebihan rasanya - dan benar, bagai degup jantung terkeras mendengar ada gempa di Yogya. Itu pun gw tahu saat di laut.

Rasa panas menyerang. Oo, mentari memang terik. Ternyata bukan itu. Gelombang kuat karna mau hujan. Oo, bukan itu. Saat turun dari perahu, rasa sangat tenang. Tapi, gelombang seakan mencengkram kuat, sampai2 cadik perahu pun menjadi tujuan. Gw lihat ikan setrip kuning dan ungu mencoba menghibur, tapi tak bisa. Dengan sisa tenaga, gw minta sang pelaut untuk mengangkat naik. Nggak mau gw bertaruh dengan alam. Bukan saat yg tepat. Tolong, kembalikan gw ke darat.

Gelombang tenang walau hujan mengguyur. Terima kasih Tuhan. Tapi hati tetap tak tenang. Daratan. Satu demi satu kabar teman2 di Yogya berdatangan via sms yg telah penuh sinyal. Satuan menjadi puluhan lalu ratusan dan hari ini telah menjadi ribuan.

Mereka tidak buta tapi tak bisa melihat.
Mereka tidak bisu tapi tak bisa berkata.
Mereka kehausan, kelaparan, dan mendadak papa, butuh makan.

Masalahku Masalahmu Masalah Kita

Tuhan,
aku tak mau masalah ini membelengguku
membuatku meragukan keputusanMu
tapi sungguh, aku tak bisa mengerti
mungkin juga tak akan bisa kumengerti

Tuhan,
aku merasa bersalah telah mengeluh
walau ku tahu itu tak akan menyelesaikan masalahku
bersyukur, beryukur, dan selalu bersyukur
buat hari ini yg telah ditambahkan kepadaku

Gempa di Samudra Hindia menimbulkan masalah baru
aku terbangun dan luluh lantah sudah egoku
bahwa hanya ada satu kasih, yaitu kasihMu
yg bisa menyelesaikan masalahku, masalahmu
ya, masalah kita

Tuhan,
sekarang aku berani berkata
"ya, aku mengerti, semuanya milikMu, diri ini, waktu ini, hidup ini.
terima kasihku untuk ada saat ini"

Wednesday, May 24, 2006

The Concert is Through

Courtersy of Maysari Hendrawati

Quizás, Quizás, Quizás
[written by Osvaldo Farrés, Cuba, 1947]
Siempre que te pregunto
Que, cuándo, cómo y dónde
Tú siempre me respondes
Quizás, quizás, quizás
Y así pasan los días
Y yo, desesperando
Y tú, tú contestando
Quizás, quizás, quizás
Estás perdiendo el tiempo
Pensando, pensando
Por lo que más tú quieras
¿Hasta cuándo? ¿Hasta cuándo?

Yogyakarta
[written by Katon Bagaskara, Kla Project]
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

-felli bilang:
performance kereeennnn, keren abits....ampun, pake suara 1-nya mia, cengkok-nya jesselin, manisnya suara artha .. plus adi dengan suara pance pondaaghnya, ketokannya butar2, kicrik-kicriknya anton, warna sensualnya yogi, gemulai petikan firdaus, nafas musiknya pak hotma, dan hembusan harmoniknya pak idroos semuanya jadi tatanan musik yang rapi dan betul2 enak didengar busss-bussss mantappp

-kiting bilang:
emang fun kalo semua dibikin enak... bravo ReGeCoustik

-anton bilang:
sayang.... permintaan "more..more" dari penonton belom terpuaskan... =P next time (kalo ada)... kalo bisa sebelum diminta nambah, kita tambahin sendiri... hehe.. pede.. emang enak kalo semua dibikin fun...

-jc bilang:
walopun tadinya sempet ragu (gara2 pengalaman panggung gw kurang), ternyata pada bilang keren banget....

-mas hotma bilang:
Vocal group rege heibat !
Kata istri gw, solid banget, kompak ...mm hebat memang kalau mengerjakan sesuatu dengan saling bahu membahu

-comittee bilang:
Pada konser kali ini lahir group akustik generasi baru (baguslah buat gantiin mas Dicky Band) yaitu Group Baju Putih DKS ..... suit suit suit .......mudah mudahan personelnya nggak menhilang satu persatu ke Petronas, Shell, BP ataupun Qatar Petroleum......

terima kasih untuk kenangan manis di balikpapan
- Viva VG RG -

Being sensitive or being emphaty

Susah yah berteman. Mungkin selama ini dia memang memposisikan dirinya hanya sebagai seorang kolega, bukan seorang teman. Sms-an tadi malam semakin jelas mengenai jurang di antara kami.

Memang benar (bego deh gw - pan udah tahu) jg cari teman sejati di korporat.
Gw tau people does change. So do I.

Orang pintar bilang, manusia harus keluar dari comfort zone-nya untuk bisa berubah. Tapi dimana comfort zone gw?
berada di kemapanan, gw gelisah dan merasa gak worth-it.
berada di kemiskinan, gw menggeliat for a better life.
gw sampai pada pemikiran kalau comfort zone gw masih gw cari.

Seorang teman mengingatkan gw tentang ini. Katanya, gw harus siap untuk selalu gelisah (dalam arti positif). Tapi tidak usah khawatir, secara dia kenal gw, dia bilang Tuhan tuh memberikan energi yg "cukup besar" buat gw untuk itu, dan mungkin pencaharian gw itu hanya akan berakhir sampai kehidupan ini sesungguhnya berakhir. Saat gw denger ini pertama kali gw sedih.

Gak lama dia terus nambahin, nah dalam pencaharian itulah gw HARUS di posisi bersyukur, bersyukur dan tak lelah bersyukur. Buat hari ini, buat nafas yg diberikan, buat mata yg dicelikkan, buat telinga yg dibukakan dan buat teman sejati yg hanya sejauh doa dan yg selama ini selalu ada di sisi gw.... tapi, sisanya que sera sera... what happens will be will be... masih banyak uncovered talents, unconditional love, unreachable peaks yg menunggu gw di luar sana.

Sesungguhnya gw ngerasa capek saat gw bilang ke diri gw bahwa pencaharian itu akan segera "berakhir", tapi nyatanya memang belum berakhir. Capek, Tuhan. Sudahlah, gw mau jadi ordinary people aja dengan pemikiran2 yg biasa dan jadi anak baik2. Gak usah mempertanyakan hidup dan kehidupan, just be it. Tapi baru aja bertekad begitu tadi malam, eh tadi pagi dah dibilangin kalo: don't be sensitive, just emphaty!

Semoga-nya KlaProject jadi sering banget (secara gak sadar) gw nyanyi'in sejak audisi heboh grup rege ... ndalem banget euy artinya ... hehehe...

Merenungkanmu kini, menggugah haruku
berbagai kenangan berganti
masa yang t'lah lalu
sebenarnya ku ingin
menggali hasrat untuk kembali

Melukiskanmu lagi
di dalam benakku
perlahan terbayang pasti
garis wajahmu
kehangatan cinta kasih
dapat kubaca jelas di situ

Adakah waktu mendewasakan kita
kuharap masih ada hati bicara


semoga

Gw tahu kita pernah berteman saat gw ngerasa kehilangan, terima kasih pernah menjadi teman gw, sungguh gw gak menyesali walaupun itu sempat membuat gw ngerasa sakit tapi itulah salah satu bagian pembelajaran hidup ... itulah arti hidup itu sendiri, merasakan segala rasa - mengutip kalimat yg akhir2 ini kog sering gw dengar yah - yah, itulah hidup - c'est la vie - that's life

- try not to give up, this is yet the end -

Friday, May 19, 2006

Poni

Huuh, poni tuh kadang nyebelin deh, kepanjangan salah eh kependekan juga salah. Kalau dipotongnya kepanjangan ntar jadi sering2 deh ke salon, sementara kalo dipotong kependekan pan rese' juga... uuh, gak salah deh temen gw bilang berponi itu merepotkan selain ukurannya aja kadang ngebingungin, kadang juga poni bisa mbikin jerawat ... tapi dasarnya suka ngeyel, gw tetep suka berponi...

Sejak kecil gw udah (sering) berponi, modelnya bisa "poni selamat datang", "poni dalem", "poni polem" ataupun "poni mei-mei"...

Semuanya sebenarnya sama = poni, yaitu bagian rambut yg menutupi dahi, bisa setengah menutup tapi bisa juga menutupi secara keseluruhan.

Poni selamat datang: gak tahu mulainya kapan, nama poni ini diberikan oleh tante gw yg waktu gw kecil kebagian tugas motongin poni gw dan saudara2 cewek gw supaya gak kepanjangan dan menganggu penglihatan. poni ini ciri khasnya adalah rambut dipotong rata yg panjangannya sampai kira2 batas alis, jadi poni ini yg menutupi dahi keseluruhan. penyisirannya biasanya dibuat maju ke depan semua gitu. waktu kecil dulu, gw sering berponi begini digabung dengan berkepang dua.

Poni dalem: poni ini suka juga disebut poni kecil, alasannya karna ada poni besarnya yg juga disebut poni utama. penamaan ini pertama gw denger dari tukang salon. hairstylist (nama kerennya orang yg ngguntingin rambut di salon) biasanya membentuk poni ini dengan menarik rambut ke depan lalu dengan gunting kecil dia akan memotong2 secara acak.. ces,ces,ces biasanya gitu kedengarannya.

Poni polem: ini specialnya poni yg panjangnya tanggung (kira2 sebatas hidung) yg waktu lagi trend2nya dulu, kalau mau menarik perhatian orang suka dikibas2in gitu. ada juga yg menyamakannya seukuran panjang rambutnya, biasanya baru disebut polem kalau panjang rambut (dan poninya) sebatas dagu lah, a.k.a model bob yg berponi. kalo dah panjang banget mah gak disebut polem lagi deh.

Poni meimei: model poni ini yg suka banget nangkring di dahi teman2 etnis tionghoa. sebenarnya poni ini adalah tipe poni selamat datang tapi secara rambut mereka biasanya tipis2/jatuh (atau sekarang bisa disiati oleh rambut tebal tapi di-rebonding) poni ini bisa kelihatan manis membingkai dahi.

Itulah keempat jenis poni yg udah pernah gw cobain. Mungkin suatu saat gw mau mencoba tipe lainnya... heh.

Saat ini gw sedang berjuang dengan poni selamat datang gw yg menurut gw dipotongnya kependekan, dan kata (seseorang) gw jadi gak keliatan dewasa kalo berponi... yuuuks...

Mengutip A-Mild: jadi tua itu pasti, jadi dewasa kan pilihan.
Kayaknya gak ada deh hubungan antara dewasa dan berponi.... hehehe... gw akan memilih jadi dewasa dan tetap berponi. hidup poni.

Tuesday, May 16, 2006

Konser-konser Penting

Gw nyebutnya konser2 penting, karna nonton konser2 inilah salah satu yg membuat gw "kerasan" di balikpapan, salah satu wisata kota ... hehehe...

Thanks buat panitia konser kerispatih yg menyediakan hiburan sekaligus promosi penting. Thanks juga buat Mia yg udah menjadi partner nonton yg asyik.

Hanya sayangnya, di konser kerispatih terjadi lempar2an botol aqua yg gak sepenting pesan moralnnya: No drugs, health Yes.