Friday, June 02, 2006

Bb (baca: b mol)

Gak jelas berhubungan apa enggak cerita2 di bawah ini.

cerita 1:
kemaren pas mau bikin blog tentang catatan perjalanan, maunya sih nama blognya duakakiku, tapi ditolak sama blogger karna udah ada yg punya blog dg nama itu. Yg punya namanya bibin dan dari cerita2 di blog nya, dia seneng juga jalan2 & moto2.
salam kenal 'bin.

cerita 2:
pagi ini pas bikin kopi, gw mendengar berita gembira putrinya MasBayu-Cyndha sudah lahir tadi pagi jam 03.30, namanya Bydhari Fardhannisa. selesai makan siang di Pasundan, gw bareng May dan Mia njengukkin mereka di RS Pertamina. pas ngomongin namanya, ibunya bilang panggilannya bibit.
selamat datang 'bit.

cerita 3:
nah, sebelum berangkat makan siang di cerita 2, gw bilang ke May dan Mia kalau beberapa hari belakangan ini beberapa orang yg dengan nama berunsur b (bondan, bib, budi) menjadi ramai dibicarakan, hahaha.... what a coincidence of b.


b for bravo
b for brave
b for blessings
b for bidadari cantik MasBayu-Cyndha

Lagi, lagi

Lagi, lagi mikir hal yg sama
Lagi, lagi ngebayangin hal yg sama
Lagi, lagi nge-pengen-in hal yg sama
Lagi, lagi terjadi bencana yg sama
Lagi, lagi terpuruk di pemikiran yg sama
Lagi, lagi hanya bisa berbuat yg sama

Sudahlah De... masih banyak yg bisa dikerjain selain mikirin
"coba kalau aku jadi dokter"

hahaha, lagi, lagi tertawa... itulah yg aku suka dari dirimu De...

Thursday, June 01, 2006

KeduaKakiKu

Tanggal 18 May y.l gw nulis email ini,

kutipan email dimulai...
Hallo mbak Ambar, kenalkan nama saya Artha, saya "kenal" mbak Ambar awalnya dari milis indobackpacker yg membawa saya ke blognya Ambar. Saya mau bilang aja kalau saya salut, mbak Ambar sangat menyempatkan diri untuk menulis dan merekam perjalanan2nya dalam bentuk tulisan dan gambar2 sangat menawan.
Sebenarnya hobby kita lumayan sama... hehehe, jalan2 & fotografi, cuman saya belum mendisiplinkan diri untuk menulis weblog. Setelah melihat2 tulisannya Mbak tentang perjalanan2 yg saya sendiri sebenarnya udah pernah kesana, melalui jalur yg sama, moto2 dg obyek yg sama, udah pernah nulis di jurnal kecil saya(buku yg kecil2 tiap kali perjalanan saya beli, tapi biasanya jadi lecek/basah/gak jelasbentuknya), sayangnya, belum saya tuliskan seperti mbak Ambar tuliskan dengan gambar2 yg menawan.
Mbak memberi inspirasi saya untuk tidak saja menuliskan perasaan2 saya tapi juga mendokumentasikan dengan baik perjalanan2 tersebut....
at least saya mau mulai...hehehe...
kutipan email selesai....

dan siang ini menemukan blognya mai yg baru :-) salut may dah mulai online duluan! may tuh tandingannya edna dalam hal bisa berbagi dengan gw dari mulai jalan2 ngeteng, hotel berbintang-bintang sampai hotel nyaman tanpa bintang sangking jendelanya tertutup satin...

dan beberapa petualangan online membaca jurnal2 perjalanan lainnya. Sampai2 di salah satu milis sempat didiskusikan lonely planet tentang Indonesia suatu saat mungkin bisa dituliskan sama anak bangsa... *surat sahabat di transtv mau dibukukan gitu*
emang sih travelling masih menjadi kebutuhan luxury buat mayoritas kita, tapi tidak dengan menulis... hayo Artha mulai tulis :-) apalagi ntar lagi internet masuk desa (sabar ya dek, pasti kakak bantu nanti)... *salut buat telkom, belum terlalu terlambat Pak!*

mari kita terus menulis, tentang perjalanan2 kita... tentu dengan cara kita sendiri dan rasa kita... hihihi... sekali lagi, saya belum pasang target, at least saya mau mulai.... hehehe... kenalan dengan keduakakiku

Wednesday, May 31, 2006

Make It Happen

If better is possible, good is not enough.
Success is my right.
Luar Biasa.
Bangkit.
Tegar.
Miskin vs Kaya Mental.
Apa yg ada di belakang, apa yg harus dihadapi di depan, tidak lebih bermakna daripada apa yg ada saat ini.
Bekerja sesuai dengan kapasitas sebagai tanggung jawab untuk diri sendiri.
Bangkitlah Indonesiaku.
Make It Happen.
Di atas adalah kutipan kata2nya Andrie Wongso @ PT.Total Indonesia, Balikpapan 31.5.06

Selain minta petunjuk Tuhan, minta petunjuk mama, pengalaman hidup, sharing dengan keluarga dan teman2, beberapa media berikut ini terutama sejak gw di Balikpapan, menjadi bagian cukup penting yg memberi inspirasi2 baru membuat hidup gw menjadi lebih hidup: milis resonansi , milis panekuksanur, majalah femina, tabloid aura, berita2 nusantara setiap pagi di radio SmartFM (pol dengan suara serak2 basahnya Nadya), program2 berita di radio, di televisi, koran kompas, beberapa buku2 autobiografi dan self-learning, jalan2 ke kampung terpencil, pantai, gunung, juga kota2, SD13, dan masih banyak tempat2 inspirational lainnya - hehehe -

terima kasih buannnyyyaaakkkkk.... untuk semua orang dibalik media2 tersebut maupun semua orang yg sudah pernah ngobrol bareng, bersenda gurau, berolahraga bersama, bermain musik juga bernyanyi bersama, motret bersama, makan bareng, nonton bareng, ahhhh semuanya deh...

siapa sih yg gak mau untuk terlahir di keluarga yg dimau, mengerjakan apa yg dimau, mendapatkan apa yg dimau, hidup seperti yg dimau ... hihihi, but surely it won't be this fun.

Treasure whatever it takes, it can't be stopped at any (unmeasured)-second

- carpe diem - make it happen - 2006

Monday, May 29, 2006

Mereka

Saat gw denger tentang gempa pagi itu lewat sms ibunya Mia, ada rasa tak percaya. Tapi itu mengukuhkan pertanyaan dan rasa yg ada pagi itu, saat gw ngerasa gelapnya gak biasa. Gw nelpon dan berbincang bincang sejenak dengan ibu yg sangat bijak, mama. Gw utarakan rasa sedih. Gw pertanyakan kenapa gelap di luar sana, saat harusnya secercah sinar sudah ada di ujung ufuk. Mungkin hanya rasa saja, katanya. Mungkin hanya yah, rasa biru yg sedang menyelimuti lubuk hati gw yg terdalam.

Berat rasa meninggalkan tempat tidur pagi itu. Menunggu dan menunggu, sang mentari keluar dari persembunyiannya di balik awan. Tak ditunjukkannya kepalanya, hanya sinar nya di balik awan mengisi relung di antara pegunungan indah di pulau Lombok. Bahkan Puncak Rinjani pun tak sudi memperlihatkan dirinya. Persis seperti mimpi itu. Tapi, laut tak apa-apa. Oo, iya benar kata mama, mungkin hanya rasa saja.

Hati tak tenang, berenang menjadi pilihan. Bahkan untuk snorkeling pun gw takut. Rasa yg sangat jarang gw rasakan. Ah, mungkin faktor usia - uuh, berlebihan rasanya - dan benar, bagai degup jantung terkeras mendengar ada gempa di Yogya. Itu pun gw tahu saat di laut.

Rasa panas menyerang. Oo, mentari memang terik. Ternyata bukan itu. Gelombang kuat karna mau hujan. Oo, bukan itu. Saat turun dari perahu, rasa sangat tenang. Tapi, gelombang seakan mencengkram kuat, sampai2 cadik perahu pun menjadi tujuan. Gw lihat ikan setrip kuning dan ungu mencoba menghibur, tapi tak bisa. Dengan sisa tenaga, gw minta sang pelaut untuk mengangkat naik. Nggak mau gw bertaruh dengan alam. Bukan saat yg tepat. Tolong, kembalikan gw ke darat.

Gelombang tenang walau hujan mengguyur. Terima kasih Tuhan. Tapi hati tetap tak tenang. Daratan. Satu demi satu kabar teman2 di Yogya berdatangan via sms yg telah penuh sinyal. Satuan menjadi puluhan lalu ratusan dan hari ini telah menjadi ribuan.

Mereka tidak buta tapi tak bisa melihat.
Mereka tidak bisu tapi tak bisa berkata.
Mereka kehausan, kelaparan, dan mendadak papa, butuh makan.

Masalahku Masalahmu Masalah Kita

Tuhan,
aku tak mau masalah ini membelengguku
membuatku meragukan keputusanMu
tapi sungguh, aku tak bisa mengerti
mungkin juga tak akan bisa kumengerti

Tuhan,
aku merasa bersalah telah mengeluh
walau ku tahu itu tak akan menyelesaikan masalahku
bersyukur, beryukur, dan selalu bersyukur
buat hari ini yg telah ditambahkan kepadaku

Gempa di Samudra Hindia menimbulkan masalah baru
aku terbangun dan luluh lantah sudah egoku
bahwa hanya ada satu kasih, yaitu kasihMu
yg bisa menyelesaikan masalahku, masalahmu
ya, masalah kita

Tuhan,
sekarang aku berani berkata
"ya, aku mengerti, semuanya milikMu, diri ini, waktu ini, hidup ini.
terima kasihku untuk ada saat ini"

Wednesday, May 24, 2006

The Concert is Through

Courtersy of Maysari Hendrawati

Quizás, Quizás, Quizás
[written by Osvaldo Farrés, Cuba, 1947]
Siempre que te pregunto
Que, cuándo, cómo y dónde
Tú siempre me respondes
Quizás, quizás, quizás
Y así pasan los días
Y yo, desesperando
Y tú, tú contestando
Quizás, quizás, quizás
Estás perdiendo el tiempo
Pensando, pensando
Por lo que más tú quieras
¿Hasta cuándo? ¿Hasta cuándo?

Yogyakarta
[written by Katon Bagaskara, Kla Project]
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

-felli bilang:
performance kereeennnn, keren abits....ampun, pake suara 1-nya mia, cengkok-nya jesselin, manisnya suara artha .. plus adi dengan suara pance pondaaghnya, ketokannya butar2, kicrik-kicriknya anton, warna sensualnya yogi, gemulai petikan firdaus, nafas musiknya pak hotma, dan hembusan harmoniknya pak idroos semuanya jadi tatanan musik yang rapi dan betul2 enak didengar busss-bussss mantappp

-kiting bilang:
emang fun kalo semua dibikin enak... bravo ReGeCoustik

-anton bilang:
sayang.... permintaan "more..more" dari penonton belom terpuaskan... =P next time (kalo ada)... kalo bisa sebelum diminta nambah, kita tambahin sendiri... hehe.. pede.. emang enak kalo semua dibikin fun...

-jc bilang:
walopun tadinya sempet ragu (gara2 pengalaman panggung gw kurang), ternyata pada bilang keren banget....

-mas hotma bilang:
Vocal group rege heibat !
Kata istri gw, solid banget, kompak ...mm hebat memang kalau mengerjakan sesuatu dengan saling bahu membahu

-comittee bilang:
Pada konser kali ini lahir group akustik generasi baru (baguslah buat gantiin mas Dicky Band) yaitu Group Baju Putih DKS ..... suit suit suit .......mudah mudahan personelnya nggak menhilang satu persatu ke Petronas, Shell, BP ataupun Qatar Petroleum......

terima kasih untuk kenangan manis di balikpapan
- Viva VG RG -

Being sensitive or being emphaty

Susah yah berteman. Mungkin selama ini dia memang memposisikan dirinya hanya sebagai seorang kolega, bukan seorang teman. Sms-an tadi malam semakin jelas mengenai jurang di antara kami.

Memang benar (bego deh gw - pan udah tahu) jg cari teman sejati di korporat.
Gw tau people does change. So do I.

Orang pintar bilang, manusia harus keluar dari comfort zone-nya untuk bisa berubah. Tapi dimana comfort zone gw?
berada di kemapanan, gw gelisah dan merasa gak worth-it.
berada di kemiskinan, gw menggeliat for a better life.
gw sampai pada pemikiran kalau comfort zone gw masih gw cari.

Seorang teman mengingatkan gw tentang ini. Katanya, gw harus siap untuk selalu gelisah (dalam arti positif). Tapi tidak usah khawatir, secara dia kenal gw, dia bilang Tuhan tuh memberikan energi yg "cukup besar" buat gw untuk itu, dan mungkin pencaharian gw itu hanya akan berakhir sampai kehidupan ini sesungguhnya berakhir. Saat gw denger ini pertama kali gw sedih.

Gak lama dia terus nambahin, nah dalam pencaharian itulah gw HARUS di posisi bersyukur, bersyukur dan tak lelah bersyukur. Buat hari ini, buat nafas yg diberikan, buat mata yg dicelikkan, buat telinga yg dibukakan dan buat teman sejati yg hanya sejauh doa dan yg selama ini selalu ada di sisi gw.... tapi, sisanya que sera sera... what happens will be will be... masih banyak uncovered talents, unconditional love, unreachable peaks yg menunggu gw di luar sana.

Sesungguhnya gw ngerasa capek saat gw bilang ke diri gw bahwa pencaharian itu akan segera "berakhir", tapi nyatanya memang belum berakhir. Capek, Tuhan. Sudahlah, gw mau jadi ordinary people aja dengan pemikiran2 yg biasa dan jadi anak baik2. Gak usah mempertanyakan hidup dan kehidupan, just be it. Tapi baru aja bertekad begitu tadi malam, eh tadi pagi dah dibilangin kalo: don't be sensitive, just emphaty!

Semoga-nya KlaProject jadi sering banget (secara gak sadar) gw nyanyi'in sejak audisi heboh grup rege ... ndalem banget euy artinya ... hehehe...

Merenungkanmu kini, menggugah haruku
berbagai kenangan berganti
masa yang t'lah lalu
sebenarnya ku ingin
menggali hasrat untuk kembali

Melukiskanmu lagi
di dalam benakku
perlahan terbayang pasti
garis wajahmu
kehangatan cinta kasih
dapat kubaca jelas di situ

Adakah waktu mendewasakan kita
kuharap masih ada hati bicara


semoga

Gw tahu kita pernah berteman saat gw ngerasa kehilangan, terima kasih pernah menjadi teman gw, sungguh gw gak menyesali walaupun itu sempat membuat gw ngerasa sakit tapi itulah salah satu bagian pembelajaran hidup ... itulah arti hidup itu sendiri, merasakan segala rasa - mengutip kalimat yg akhir2 ini kog sering gw dengar yah - yah, itulah hidup - c'est la vie - that's life

- try not to give up, this is yet the end -

Friday, May 19, 2006

Poni

Huuh, poni tuh kadang nyebelin deh, kepanjangan salah eh kependekan juga salah. Kalau dipotongnya kepanjangan ntar jadi sering2 deh ke salon, sementara kalo dipotong kependekan pan rese' juga... uuh, gak salah deh temen gw bilang berponi itu merepotkan selain ukurannya aja kadang ngebingungin, kadang juga poni bisa mbikin jerawat ... tapi dasarnya suka ngeyel, gw tetep suka berponi...

Sejak kecil gw udah (sering) berponi, modelnya bisa "poni selamat datang", "poni dalem", "poni polem" ataupun "poni mei-mei"...

Semuanya sebenarnya sama = poni, yaitu bagian rambut yg menutupi dahi, bisa setengah menutup tapi bisa juga menutupi secara keseluruhan.

Poni selamat datang: gak tahu mulainya kapan, nama poni ini diberikan oleh tante gw yg waktu gw kecil kebagian tugas motongin poni gw dan saudara2 cewek gw supaya gak kepanjangan dan menganggu penglihatan. poni ini ciri khasnya adalah rambut dipotong rata yg panjangannya sampai kira2 batas alis, jadi poni ini yg menutupi dahi keseluruhan. penyisirannya biasanya dibuat maju ke depan semua gitu. waktu kecil dulu, gw sering berponi begini digabung dengan berkepang dua.

Poni dalem: poni ini suka juga disebut poni kecil, alasannya karna ada poni besarnya yg juga disebut poni utama. penamaan ini pertama gw denger dari tukang salon. hairstylist (nama kerennya orang yg ngguntingin rambut di salon) biasanya membentuk poni ini dengan menarik rambut ke depan lalu dengan gunting kecil dia akan memotong2 secara acak.. ces,ces,ces biasanya gitu kedengarannya.

Poni polem: ini specialnya poni yg panjangnya tanggung (kira2 sebatas hidung) yg waktu lagi trend2nya dulu, kalau mau menarik perhatian orang suka dikibas2in gitu. ada juga yg menyamakannya seukuran panjang rambutnya, biasanya baru disebut polem kalau panjang rambut (dan poninya) sebatas dagu lah, a.k.a model bob yg berponi. kalo dah panjang banget mah gak disebut polem lagi deh.

Poni meimei: model poni ini yg suka banget nangkring di dahi teman2 etnis tionghoa. sebenarnya poni ini adalah tipe poni selamat datang tapi secara rambut mereka biasanya tipis2/jatuh (atau sekarang bisa disiati oleh rambut tebal tapi di-rebonding) poni ini bisa kelihatan manis membingkai dahi.

Itulah keempat jenis poni yg udah pernah gw cobain. Mungkin suatu saat gw mau mencoba tipe lainnya... heh.

Saat ini gw sedang berjuang dengan poni selamat datang gw yg menurut gw dipotongnya kependekan, dan kata (seseorang) gw jadi gak keliatan dewasa kalo berponi... yuuuks...

Mengutip A-Mild: jadi tua itu pasti, jadi dewasa kan pilihan.
Kayaknya gak ada deh hubungan antara dewasa dan berponi.... hehehe... gw akan memilih jadi dewasa dan tetap berponi. hidup poni.

Tuesday, May 16, 2006

Konser-konser Penting

Gw nyebutnya konser2 penting, karna nonton konser2 inilah salah satu yg membuat gw "kerasan" di balikpapan, salah satu wisata kota ... hehehe...

Thanks buat panitia konser kerispatih yg menyediakan hiburan sekaligus promosi penting. Thanks juga buat Mia yg udah menjadi partner nonton yg asyik.

Hanya sayangnya, di konser kerispatih terjadi lempar2an botol aqua yg gak sepenting pesan moralnnya: No drugs, health Yes.

C.i.n.t.a

Cerita Indah Namun Tiada Arti.

Itulah "arti" cinta versi anak SD di jaman gw. Susunan kata yg dibuat dengan memanjangkan huruf2 pembentuk kata cinta. Kalimat itulah yg dituliskan temen SD gw di "buku kenang-kenangan" SD di "kolom" Kata Kenangan atau pun Kata Mutiara (yg bedanya sampai saat ini gw rasa sangat tipis atau sekalian gak jelas) .

Tema cinta dibahas habis2an dalam film "Jomblo" yg tadi malam gw tonton bersama Agaba (anak gaul balikpapan) yg udah nongkrongin Gelora Theater sejak 4 th yl maupun Agaba baru. Ceritanya disadur dari novel berjudul sama dan (sebenernya) gak 100% cerita tentang kehidupan jomblo. Ada juga fase pseudojomblo - duh, definisi gak penting - maksudnya fase sesudah jomblo2 itu gak jomblo, walaupun di film itu tetep ditonjolkan sisi kejombloannya.

Menurut gw film ini cukup menonjolkan aktualitas, gak munafik, agak blak2an (yg mungkin gak akan disukai oleh kalangan tertentu), kuat di skenario maupun visualisasi (salut untuk Hanung juga) dan pemilihan pemain yg gw rasa pas.
- ini pendapat awam seorang Artha -

Kenapa gw bilang aktualitas, antara lain:
ada playboy dan tentunya versi yg cakep dong pemainnya.
ada cinta segitiga - ada TTM dong.
ada TTMD (teman tapi mesra di telpon doang).
ada ganja.
ada safe sex lengkap dengan one-night-stand nya.
ada gatotkaca :( - maksudnya ada ilusi2 gak penting.
ada kata2 standard dalam puisi2 jatuh cinta: roses are red, violets are blue dstnya.
ada deskripsi jatuh cinta pertama kali (dengan apik memakai animasi komputer lengkap dengan Ctrl+A untuk semua pilihan... hahaha...)
ada trouble maker amatiran versi pelajar/mahasiswa.
ada juga pilihan hidup religius.
dan sebagainya

Yg agak mengganggu buat gw sih:
- kenapa adegan si Bimo nggaruk2 pampers lolos sensor sementara katanya adegan ciuman dilarang (tanya kenapa?)
- pemainnya ngerokok mulu - walaupun ini aktualitas dan realitas pria gundah deh (ssssst!) tapi standard banget gak seh
- walau ada ide2 kreatif seperti bayang2 gatot kaca yg cukup kocak, tapi kok adegan berantemnya meni di tangga, terus pake kehujanan lagi, yg lain nape?

Eniwei, film ini cukup menghibur, filmnya secara keseluruhan membuat cinta menjadi penuh makna.

Setelah nonton film itu yg gw ingat malahan scene di sinetron berjudul Cinta yg diperankan oleh Desy Ratnasari. Dalam scene yg gw maksud, yg juga jadi scene untuk iklan sinetron itu, Desy mengatakan kata "Cinta" dengan gak serius, rada nge-nyek dan menghela nafas.
Buat yg nyimak atau mratiin sinetron itu akan ngerti kenapa Desy "ngomongnya" begitu. Pengucapan itu menjadi penuh makna karna dalam sinetron itu sendiri diceritakan situasi dan kondisi background kenapa dia ngomongnya begitu.

ah, Cinta...

Topik yg tidak pernah basi - difilmkan, dibuat puisi, dijadikan kata kenangan/mutiara, dll - namun penuh makna dalam untuk dijalani - dan - bukan cerita indah namun tiada arti seperti yg ada dalam pikiran kebanyakan anak SD di th.80-an.

Friday, May 12, 2006

Keajaiban Pelangi

(ini kutipan email ke temen gw), kutipan dimulai ...

lagi pusing banget euy,
inget kan waktu gw bilang "kayak" punya 2 kepribadian... ke2nya lagi konflik nih.
moga2 gak sampai terhanyut dan jadi saling melemahkan.*tidaaaaaaaaakkkkkkk*

gw jadi ingat satu kartu dari kakak gw yg di Irian, salah satu pick-me up card when sad,
it says:
never be content with someone else's definition of you.
instead, define yourself
by your own beliefs,
your own truths,
your own understandings of who you are
and how you came to be
and never be content until you are happy with the unique person you are


kadang gw pikir gw udah happy dengan segala keunikan gw.
hanya, pada saat keunikan itu konflik dengan keunikan orang lain yg juga harus gw hormatin, gw jadi gak happy lagi, kenapa gw gak bisa begitu saja?
haruskah gw mengubah keunikan gw?
menyesuaikan diri dengan society supaya bisa socially-correct walaupun gw gak happy?

... kutipan selesai

gw mau menjadi salah satu warna pelangi yg saling unik tapi saat bersatu dengan warna lainnya membentuk satu komposisi yg indah... gw namainnya keajaiban pelangi...

*artha - yg lagi suka baca buku laskar pelangi*

Thursday, May 11, 2006

Denial Hurts

... kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya
mungkin semua 'tak kan seperti ini
dirimu dan dirinya kini ada di hatiku
membawa aku dalam kehancuran...
(kutipan lagu "maafkan aku" - ungu)

tuh kan udah dibilangin, tetep aja nakal sih
sekarang kena getahnya lo

pertama kali dia cerita ada yg "lain"
gw langsung di-share cerita2nya
gw bilang "udahin lah, jangan main api"

when things went smooth
gw gak di-share lagi
gw maklum, kan lagi "main api"

setelah sekarang jadi rada berantakan
gw diajak nyanyi lagu "ungu"

dasar!

Friday, May 05, 2006

Ini Bukan Puisi

Ini bukan puisi sehingga gw harus menuliskannya dengan baik dan benar
Mungkin juga karna gw belum bisa menulis dengan baik dan benar
Bahkan puisi pun terkadang tidak dituliskan dengan baik dan benar

Ini curahan hati gw yg terdalam setelah merasa sangat disakiti
Mungkin gw gak bisa berteriak dan menangis di depan orang
Bahkan teriakan dan tangisan pun tidak bisa menyelesaikan masalah

Ini juga bukan cemoohan untuk mereka yg membuat hati gw sakit begini
Mungkin gw juga gak bisa melelehkan hati yg telah mengeras itu
Bahkan orang lain pun telah berhenti berusaha untuk melelehkannya

Ini permohonan ijin untuk bisa mengerti kalian
Mungkin waktu tidak di pihak kita untuk bisa menjelaskan arti "pengertian"
Bahkan kemarin pun masih banyak hal baru yg gw temukan dalam diri kalian

Ini ungkapan rasa yg ada di hati dan pertanyaan untuk diri gw
Mungkin gw gak sadar di hari jumat @7:08 PM masih di kantor
Bahkan mungkin hari minggu malam nanti gw akan sempatkan untuk dry-run

Ini apa namanya?
Mungkin cinta mati sama pekerjaan gw?
Bahkan lebih parah lagi, karna gak ada kerjaan lain ?

Ini yg mama pernah bilang, "kerja gak boleh tanggung2, yg sabar..."
Mungkin itu sebabnya
Bahkan harus demikian sabar walau saat hati disakiti

Itu kan perasaan mu saja nak... mungkin hati itu telah leleh sebenarnya ...
wwwhhhhoooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

mother, how are you today?
here is a note from your daughter
with me everything is ok
oo, mother how are you today?

Thursday, April 20, 2006

be good



i have lots pictures as this,
but no worries, each one of you always in my mind.

be good, one day we'll meet again


- pantai losari, 2006 -

Wednesday, April 19, 2006

Kangen.Kangen.Kangen

sama Puput yg nemenin gw satu bulan menanam sawah dan menimba di desa muara bungo

sama Ratri yg nemenin gw melewati masa2 sulit di balikpapan saat kesal, marah dan sedih bercampur menjadi satu

aku tak bisa disana
kita tak bisa bersama
aku bisa mengenangmu
jejak langkahmu dalam hidupku
itu membuatku menjadi aku

Gak tahu dua hari ini gw kangen banget sama kalian ...

Tuesday, April 18, 2006

adalah suatu waktu

email teman2 lama ring a bell in my heart....

gw teringat
kala dimana gw bercanda bebas dengan alam,
menikmati senyuman anak2 kecil dan alunan gitar alam,
bersatu dengan gemericiknya air, hamparan sawah,
merambah gunung, menapaki lembah, menyusuri pantai, sungai dan rawa
bersama dengan dia dan mimpi2 kami ...

gw punya mimpi, dia pun punya mimpi
gw punya ambisi, dia pun punya ambisi
masa muda kami lalui dengan ambisi2 dan impian2 kami yg sama... saat itu.

memandang alam dari atas bukit
sejauh pandang kulepaskan
sungai tampak berliku
sawah hijau membentang
bagai permadani di kaki langit
gunung menjulang, berpayung awan
oh, indah pemandangan

ternyata sang waktu menginginkan lain.
layaknya mendengar petir di siang bolong, berita itu mengagetkan.
gw dibawa ke suatu kondisi yg gw gak bisa tolak saat itu,
harus menerima untuk membunuh dan mengubur beberapa bagian dari mimpi2 yg sudah terekam kuat dan menjadi bagian hidup gw saat itu.

itu yg harus gw jalani dan itulah hidup, bukan satu episode film yg bisa dipotong/dihilangkan saat editing. bohong kalau gw bilang gw gak kecewa.

thanks God, kekecewaan itu sedikit demi sedikit terobati walau kadang, luka yg gw anggap sudah kering itu ternyata bisa (kembali) basah ...

gw telah meminta maaf kepada orang2 yg menjadi saksi betapa kuatnya ambisi gw untuk mewujudkan mimpi2 itu, namun mereka pun tak bisa melawan takdir.
mereka terus meyakinkan kalau keputusan yg gw ambil itu tepat. mungkin bukan buat gw - yah tepatnya memang bukan buat gw -
mereka tetap mendukung, mendoakan, dan membantu gw untuk menyatakan mimpi itu dalam pengertian2 baru.

mereka setia sampai gw kembali berdiri dan tegar,
menyusun puzzle satu demi satu untuk mencoba menyusun mimpi2 yg sama dengan pengertian2 yg baru dan cara yg berbeda.
lalu gw bertemu dengan seseorang yg tulus iklas melewati hari2 bersama dan
mencoba merajut mimpi yg belum terselesaikan.

gw punya mimpi, dia pun punya mimpi
gw punya ambisi, dia pun punya ambisi
(kembali) masa muda kami lalui dengan ambisi2 dan impian2 kami yg sama... saat itu.

ternyata (kembali) sang waktu menginginkan lain
harapan dapat mengejar mimpi2 itu menjadi samar2 ...
gw menemukan diri gw melakukan penyangkalan terhadap mimpi2 itu dan ragu harus bagaimana melangkah

tak ada lagi denting gitar dan tak ada lagi ayunan langkah di pematang sawah,
namun ada janji untuk mengatasi segala masalah,
ada doa untuk menguatkan dan minta petunjukNya.

walau mimpi itu, ambisi itu, saat ini semua samar-samar....
tapi, semuanya begitu nyata buat gw ...
you really have touched the point that I have been trying to avoid for years...

Thursday, February 23, 2006

Maybe I was wrong

It is 38 days since my last update on this blog. Though writing a diary (or even to call it "scrapbook" sounds better for me) is still my habite, but not writing a weblog. In my scrap, sometimes there is only one word but its memory would stays years unforgotten. However, it was indeed not my intention to write all my feelings in this blog. Some things I would rather to keep it just for the "circle of trust".

For last two months, my mood is just like riding a roller-coaster, some days are just so frightening but some are so (highly) exciting. I had sometimes to control my mood so that not over rule myself and that, sometimes are not easy. Thanks to my love ones that I could say today that was over.

Last night I read what I've written in my diary on 21st April 1998,

"Promise me that you'll never give up, no matter how hopeless!!"

It might be just a phrase for some people, but not for me. I feel so fortunate that I had it written for once. I realised that I would've known that I might need some encouragement from the past. So then I would keep continue writing my diary, for better or worse :-)

I wrote it in Duri messhall, when my roomate from China and I saw the movie of Titanic. It was the message from Jack to Rose before they've seperated in the Titanic and never met each other since then (could be just a scenario).

Maybe I was wrong in the past two months, but today I recall myself and the feeling I had when I wrote it.

I will not giving up, not for this time and hopefully not for once.

Monday, January 16, 2006

Hadapi Dengan Senyuman

Rentetan kejadian tak menyenangkan di awal tahun ini (beberapa) sungguh unexpected buat gw. Masalah besar di awal tahun ini membuat gw harus mengingatkan diri gw bahwa semuanya adalah bagian dari yg harus gw jalani. “Pemberi masalah” bukanlah “orang lain”. Mereka sangat mengasihi gw, adalah rasa kasih itu pasti juga jadi pertimbangan mereka. Namun saat sekembalinya gw ke Bpn dan dihadapkan ke masalah lain lagi, gw agak “limbung”. Perasaan kesal, marah, tidak berdaya, dan kecewa membuat gw bingung selama beberapa hari. Gw memikirkan bagaimana cara untuk tetap bersyukur dan bisa tersenyum tulus. Yah walaupun gw manusia biasa yg bisa kecewa, tapi gw juga mau belajar untuk tidak membuatnya menjadi suatu excuse dan penyangkalan diri.

Weekend kemaren gw nyiapin perayaan Natal kantor dengan beberapa anak2 yg kalau diitung2 secara umur lebih muda dari gw sekitar 7 tahunan (aja). Sungguh, suatu pengalaman yg menyegarkan. Gw penuh dengan aura kemudaan yg sangat gw perlukan saat ini. Gw kembali teringat sosok gw yg selalu ceria seakan tanpa beban di kala gw "lebih" muda. Pembelajaran hidup beberapa tahun ini membawa kematangan dan kedewasaan dalam menyikapi beberapa hal, namun sayangnya juga mengikis rasa ‘enteng’ dan rasa cuek dalam diri gw. Bukan gw tidak punya masalah, banyak. Tapi gw bisa tersenyum dan bisa berbagi waktu dan senyuman dengan orang2 yg menjadi tidak mampu tersenyum karna kondisi ataupun keadaan yg tidak memungkinkan. Bahkan Ella, seorang teman yg mengenal gw sejak SMA pernah “mengkritik” bagaimana mungkin gw bisa tersenyum saat kondisi sulit dan teman2 lainnya pun sulit untuk bisa tersenyum. Senyuman dan rasa pantang menyerah gw itu yg menularkan rasa semangat dan masalah pun dapat kami hadapi dengan baik.

Bukan hanya sekali saja senyuman itu membuktikan kemanjurannya. Banyak keputusan penting yg sudah gw ambil dalam hidup gw saat lebih muda dan membuat gw menjadi gw sekarang ini. Seiring waktu berlalu, masalah demi masalah pun terlewatkan dengan baik dan gw bisa tersenyum melihat betapa “kuatnya” semua itu bisa gw hadapi. Sekarang kalau orang lain mengambil keputusan atas diri gw, gw harus mau belajar untuk melihat dari kaca mata mereka.

Adakah ini bagian dari suara Tuhan yg membuat gw menuliskan “Everything Happened for a reason” di malam tahun baru 2006 lalu? Saatnya untuk berdiam diri, mengentengkan pikiran, tersenyum dan meyakini hari demi hari berlalu tanpa Dia melepas tanganNya. God knows all. Makanya gw nyindir diri gw banget, “Baru masalah segini aja, kog gak bisa cuek”.

Seorang teman ngimel gw dan bilang, “Ya mudah2an awal yang gak bagus pertanda bahwa tahun ini akan banyak hal yang bermanfaat buat elo…moga2 elo udah gak sedih lagi ya… “
Wissseee bangetttt!!! “Gw udah gak sedih lagi, fren. It’s over. No regrets whatsoever.”

Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan ringan jiwa
Semua akan baik baik saja

(“Hadapi dengan senyuman” sang by Dewa)

Thursday, January 05, 2006

Welcome 2006

With spirit of CRISTWASLOVE*) and "Everything Happenned for a Reason" I have opened the new year 0f 2006 as part of a new chapter in my life.

tahun baru bagiku
bukan hanya berarti resolusi baru
atau keinginan untuk menjadi baru
namun aku mau menjadi manusia baru
yg selalu bersyukur dengan diberinya waktu
dan kesempatan mengisi hari2 di tahun yg baru
terima kasih Tuhanku

*) a stunning story written by a mother who has felt that her christmas was just a repetition of routine series of life, until she witnessed a miracle in her boy's school drama titled "ChristmasLove".