Thursday, April 16, 2009

with no offense to Pemilu 2009

with no offense to anyone, gw punya keprihatinan yg sama dg mereka yg menyayangkan bangsa yg kembali terpecah2 ini. Di tengah2 suara serak2 marah editorial media Indonesia, dulu gw pernah mempertanyakan "What is Indonesia?"... jawaban gw saat ini, "Indonesia adalah suatu bangsa yg boleh ada saat ini hanya karena nostalgia masa lalu", ya itulah jawaban kemanusiaan gw, kalo jawaban terkait kepercayaan gw lain lagi dan ga usah dibahas di milis bebas gini.



with no offense to our community, gw kindly atau sweetly reminds everyone deh, menyatukan pendapat kelompok yg cuman "karena pernah satu kelas", "karena satu rahim ibu" adalah bukan hal mudah, tiap2 orang punya HAM untuk berpendapat, nah apalagi menyatukan pendapat 200 juta manusia, jadi baiklah kita cool down... gw aja bingung kog bisa2 nya DPT berantakan, bisa2nya satu partai melonjak ratusan persen... hahhh?? ngaciiiir....



memilih adalah indeed personal choice, some vote for money / political orientation / t-shirt / coffee / dang-dut and many more, ada yg memilih supaya bisa buat surat tanah coba. I vote for what I believe. Very enjoyable experience baca2 profil 38 partai supaya ngerti "partai apaan", sampai gw di kesimpulan partainya ga seru ideologinya banyakan ga jelas, "ngeri ngga"... *disuarakan seperti partai yg sering iklan itu lho... hahaha*



kalau ada yg memilih diving, biarlah dia diving, kalau dia melakukannya bertanggung jawab, kelak dia akan jadi penyelamat terumbu kerang, atau dia bisa ngobrol ngalor ngidul dengan bule lalu menambah bule2 datang ke Indonesia dan secara ga sadar membawa orang2 bule datang dan diving di Indonesia yg memang sangat cantik di bawah laut sana... moga2 diving bukan untuk nyabutin terumbu karang tentunya... sayang ya gw ga boleh diving lagi, kangen pulau we.



Sayang memang kalau rakyat kita mudah dibodoh2i tapi itu bukan karena mereka bodoh melainkan karena mereka tidak punya kesempatan... survey tahun 2007, kurang dari 10% rakyat Indonesia lulus S1, jadi kita nih masuk grup elite lho... jangan cap mereka bodoh, mereka tidak diberi kesempatan, mari beri kesempatan di lingkungan terkecil, keluarga kita



*buat nanang: jangan terlalu percaya angka2 di koran... cross check terus, dan update terus yaaaa, soal utang negara memang ga bisa dihindari... wong, banyak DAU parkir di SBI... hahaha, tapi dari sisi penting untuk dimengerti... Indonesia TIDAK PERNAH default lho bayar bunga obligasi negara, TIDAK PERNAH, apa pun yg terjadi. Bravo for that.



*jumlah DPR yg korupsi dan melakukan hal2 keji adalah kecil secara persentase, sayangnya yg kecil itu sesuai hukum20/80, 20% itulah yg menguasai gedung tersebut...*prihatin*



buat gw, adalah kembali ke laptop... kembali ngitung dimana ada energi tambahan buat masa depan anak dan cucu teman2 gw chentil tercinta dan buat bangsa yg gw cintain karena nostalgia masa lalu yaitu karena gw dilahirkan (tanpa memilih) di bangsa ini... dan gw dah pergi ke banyak negara, dan di usia yg bisa memilih untuk tinggal dimana pun, toh tetap memilihi di Indonesia.



-- energi kita pakai saat ini bukan warisan kakek nenek kita, tapi hutang kepada anak cucu kita, gunakan dengan bertanggung jawab.

-- indonesia adalah paru2 dunia... sebagaimana paru2, apa jadinya kalau paru2nya rusak... hehehe



Pemilu berantakan? ...sudah tertulis demikian... gw bertanggung jawab atas pilihan gw dan yg penting gw bertanggug jawab buat kerjaan gw dan gw yakin teman2 seperjuangan pun demikian.... yuk, kita kembali berkarya dan tetap optimis, yuk ya yuuuuks...