Friday, May 22, 2009

Kemana kita berjalan?

Barusan selesai penampilan capres terakhir dalam acara dialog dg kadin. Pilihan gw utk best part dari penampilan capres di acara masing2 dg KADIN yg selesai hr ini,

SBY...
becandanya 'keterlaluan' sensitif - surga vs.neraka, mendingan lah daripada becandain rakyat.
JK...
pertanyaannya 'keterlaluan' pribadi - sepatu, tas buatan siapa bu?, mendingan lah bisa membuktikan perkataan dan perbuatan sama (urusan sepatu at least).
MG...
jawabannya 'keterlaluan' tinggi konteksnya - semua pertanyaan sulit atau agak sulit atau gampang2 sulit, mendingan lah perubahan penampilan publik banding imagenya sebelum tadi.

Saatnya sudah sangat mendesak buat gw untuk belajar memakai bahasa Indonesia dengan lebih tepat lebih baik, daripada nanti kalo ditanya njawabnya,

"I dont understand Pak, kebanyakan sepatu & baju saya sich jamin buatan indonesia, tapi tas kipling still my choice, olahraga apalagi sekarang dominan stick golf yg notabene buatan luar negri, laptop teman sehari2 gw mereknya apple dari USA, yaahh... gimana dong?"
'Whatever! I dont understand deh' Pak, I cinta Indonesia tapi masih warga negara dunia juga, boleh dong, ibu dah bantu njelasin kan tadi 'gampang-gampang sulit' buat ganti secara total jadi mesti kita lihat nanti yaaaaa"

Jadi bukan bahasa Indonesia saya yg terlalu jelek... hehehe. Lagian di Jakarta kan 'I don't understand' dan 'whatever' dah masuk bahasa sehari2 lho, nah jakarta di indonesia kan... (excuse, excuse, excuse...oops, hayo bahasanya belajar lagi ya).

Gw jadi ingat Pak Tatang dosen pembimbing penelitian dulu, beliau mengajar selalu menggunakan istilah2 teknik kimia yg diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia... Saatnya nih kembali ke kampus bahasa Indonesia supaya kata ibu 'yes', kata bapak 'satu kata satu perbuatan'.




Buat sekedar tontonan, gw menunggu debat capres dg tidak sabar. Gutlak deh, kutahu yg kumau sudah (*)

(*) Jangan salah ngerti lho 'mbak Tina, di daerah seputar Kaltim-Kalsel, kata 'sudah' dalam percakapan sehari2 sering diletakkan di belakang memang (kata 'memang' juga).