Tuesday, April 21, 2009

Auk ah Gelap

Hari ini diperingati sebagai hari ulang tahun R.A Kartini. Peringatan ulang tahunnya yg hampir selalu dirayakan kebanyakan perempuan perkotaan di Indonesia namun sebaliknya di luar perkotaan. Ini bisa dimaklumi sebab mereka tidak mengerti apa itu perjuangan gadis kecil itu di era penjajahan, sebab sekarang pun toh mereka tidak bisa mengenyam pendidikan.
Dalam acara peringatan hari Kartini tahun lalu, gw diingatkan kembali akan surat2 yg pernah dituliskan Kartini yg kemudian dibukukan. Saat itu bukanlah surat Kartini yg dibacakan, melainkan surat yg dibuat oleh petinggi kantor gw sebagai balasan dari surat2 Kartini ! Beliau bahkan menuliskannya dalam bahasa Perancis, yg kemudian diterjemahkan olehnya dalam bahasa Indonesia dan dikoreksi oleh "guru bahasa"nya... hehehe, segitunya boss gw itu, perhatiannya sama art emang rada kelebihan bobot.

Pada perayaan yg sama itulah kembali gw mendengarkan satu quote yg sangat populer. Pernah gw tuliskan di blog ini tentang quote ini, isinya "If it doesn't kill you, it will only make you stronger". Ya, kata2 itulah yg menampik niat gw untuk menerima tawaran yg masuk saat itu, dengan semangat, "ah mau pesta 40 tahun masa sich keluar, sayang banget ga ikutan pesta", secara emang gw akui gw suka suasana pesat ... (suasana pesta beneran bukan pesta buat2an).

Sayang sekali, pada perayaan Kartini tahun ini yg akan dirayakan besok di kantor gw, tadi siang tiba2 gw ilfil banget. Tiap2 divisi diminta menyuguhkan persembahan dalam bentuk "manggung" bisa puisi, pidato etc. Divisi tentunya berembuk dulu. Sayangnya saat rembukan itu, gw ga bisa hadir karena harus follow up bank waktu itu, tapi gw titip usul. Secara gw ga ikutan, tentunya gw punya semangat utk "ikut aja deh, terserah apa aja toh gw seneng".

Kemarin saat berpapasan dg ibu koordinator, beliau langsung ngingetin soal latihan bareng sore, tentu gw njawab "iya... iya..." Begitu balik ke kantor gw, ada email pagi2 deskripsi scenario drama tersebut. Alamaaak, kaget gw, seorang perempuan yg justru sangat merendahkan perempuan lainnya malahan "terpilih" sebagai supermom??? haaaaH! Sadarkah perempuan itu bahwa walau ia merasa "lebih", itu tidak membuat dia bisa membuat perempuan lain kehilangan haknya atas suaminya. Itu sama saja dengan "menjajah" perempuan yg sangat bergantung ekonomi pada suaminya itu untuk bertahan saat cinta itu sudah berpaling. Hmmm, menyedihkan, kenapa perempuan lain yg hadir saat rembukan itu "menetapkan" ia memegang peran sebagai supermom... please deh!

Saat gw menyatakan keberatan gw dg koordinator, beliau pun mengerti posisi gw dan menyatakan tidak keberatan dengan pilihan gw. Beliau sendiri sebenarnya weekend kemarin terganggu dengan "hal sepele" ini. Gw aja ga ambil pusing mau manggung apa, gw pikir fun fun aja lah, makanya gw baru ngecek emailnya tadi. Bukan membesar2kan masalah, "toh hanya drama", tapi justru penghormatan gw juga kepada para pejuang perempuan lainnya dimana pun berada. Penghormatan atas mereka yg tidak pernah memperjuangkan gender, melainkan memperjuangkan pendidikan, bukan hanya untuk dirinya tapi untuk lebih banyak orang. Tapi, ternyata lingkungan gw begitu menyepelekan esensi perayaan tersebut (atau sebenarnya gw mempersulit... hmmm). Tapi untuk merubah drama tidak mungkin karena itu sudah disetujui yg lainnya.

Dan lagi2 di gedung ini gw lihat tanpa surprise, lagi2 lingkungan gw membuktikan, betapa mudahnya memakai topeng berpura2 demi "keuntungan pribadi". Mereka tahu perempuan itu telah melukai hati "beberapa" perempuan karena berhubungan dengan istri orang lain, mereka tahu perempuan itu telah "menelantarkan" anaknya di rumah demi holiday terselubung dengan pria lain atas nama tugas. Mereka tahu bahwa itu tidak sesuai dengan "esensi perempuan maju akibat pendidikan", yg seharusnya membuat dunia menjadi lebih berarti. Sebelumnya gw ga terlalu peduli, tapi saat perempuan2 lain di kelompok tsb "mengapprove"nya memegang peran "supermom", rasanya kepura2an ini too much. Mereka yg gw tahu siang dan (malam) bergosip membicarakan hubungan "tidak bisa dibilang gelap" perempuan ini, tapi menutup hati dan telinga membiarkannya menyandang gelar tersebut, "toh cuma drama". Tapi gw gak bisa . Gw harus mengambil posisi dimana value gw gak bisa dipermainkan begitu saja sekedar untuk "hadiah" misalnya.

Itulah kepura2an hebat yg terlalu sering gw lihat di sekeliling gw. Ini bukan office politic, karena itu lain lagi ceritanya dan gw sendiri sudah terlanjur terlibat di dalamnya (secara toh gw masih kerja di company itu, kalo ga mau terlibat office politic ya di rumah aja), namun tidak sehebat kasus ini *menurut gw*. Dalam office politic, kita bisa lihat adanya kubu2 memihak pihak2 terntentu. Nah, yg ini politik apa namanya? Saat orang "mengaku" merasa benci perbuatan perempuan tersebut, "mengaku" terganggu dengan kelakuannya, "mengaku" tidak bisa berbuat apa2 bahkan "mengaku" kalau menegur pun tidak bisa. Selalu membicarakannya di saat makan siang, mengutuki perbuatannya, bahkan lewat jalur belakang bahkan ikut campur mengurusi rumah tangganya dengan menelpon pasangan masing2. Tapi apa yg dilakukan saat di hadapan perempuan itu?.... jangankan menegur, senyum itu pasti dan *pura2 wajar*, bahkan yg terakhir ini menganugerahinya supermom... mungkin bahasa inggris di jaman edan ini supermom adalah suckmom... Entahlah, besok mesti walk out.

Katanya sebenarnya hal tersebut sudah lumrah lah jaman sekarang, "2 dari 3 laki2 selingkuh" katanya, nah berarti ada perempuannya dong dg asumsi ga semuanya selingkuh karena hombreng. Gw juga punya teman yg selingkuh, tapi mereka tidak pura2 demi image. Yang gw hormatin adalah mereka yg "menghormati" cinta yg timbul dari kedekatan tapi "menghormati" cinta itu sehingga tidak menodai cinta lain yg sudah membuahkan anak, sampai misalnya saja waktu menghampiri dan mereka boleh bersatu. Tapi kepura2an ini adalah lateral movement dari kepura2an dalam banyak hal di gedung ini. Mereka pura2 senyum, padahal dalam hati ndongkol, wajar... mereka pura2 senyum, padahal mau marah, wajar... mereka pura2 senyum, padahal demi karir, wajar.... mereka pura2 senyum, demi popularitas, wajar... sayangnya, komunitas image ini sangat dominan dalam gedung ini, hingga mana yg tulus pun membutuhkan pengalaman yg sama dan kepekaan. Tidak pernah terpikirkan oleh gw untuk menginginkan suatu jabatan dengan mendiskreditkan orang lain, tapi tetap bisa senyum bercanda dan makan siang bersama... padahal di belakang orang tersebut baru saja ia "merebut" suatu jabatan miliknya... hahaha, di sini itu wajar.

Monday, April 20, 2009

Saturday, April 18, 2009

Tentang Bapak 1 & 2

Hari ini bapa ulang tahun, sementara bapa satu lagi sudah terkubur. Sudah cukup air matamenangisi yg perlu ditangisin, intinya, gw cukup sedih ga bisa hadir di pemakaman, tapi demi hormat gw, memang lebih baik begini.

Gw punya mixed feeling dg bokap gw. Gw memiliki semua sifat positif Bapa dalam bekerja. Keras kepala-"never give up"-pasti bisa, gigih, ulet, pintar ngomong, selalu belajar dan tidak takut tidak populer. Hari ini, spesial buat kami, setelah sekian tahun bokap ga gereja, Paskah kemarin beliau gereja. Beliau menjauhkan dirinya dari Tuhan karena kekecewaannya kalau imannya "berbuat baik tidak membuatnya sukses materi karena di depan matanya teman2 yg berbuat tidak baik malahan sukses"... itulah yg merubah dia sejak saat itu dan seperti orang bilang kalau terkadang kalau terlalu sama malahan akan sulit, ya benar itu yg ada di antara kami. Materi yg dicarinya itu katanya untuk menyekolahkan kami semua sampai S1, sesederhana itulah cita2nya dulu.

Kami terlalu sama. Gw mewarisi otak "serba bisa" nya Bapa ditambah lagi dengan pendidikan yg diberikannya, makin tambah point gw di matanya, tapi justru makin berubah dia makin sulit buat gw menerimanya. Gw mau tetap setia ama Yesus, apa pun yg terjadi walau karir taruhannya. Bapa pun demikian, tapi begitu mentok, ternyata dia kecewa. Padahal sudah tertulis demikian Pak.

Peristiwa terakhir ini membuatnya sadar, dunia sudah meninggalkannya saat dia "gagal". Orang2 yg dulu "membuai"nya dengan hormat telah memperdayanya dengan memanfaatkan kebaikan hatinya. Mereka yg licik tahu bagaimana memperdaya dia. Gw melihat di depan mata, ditegur pun tidak ditanggapinya lagi, sekarang terbuka semua yg gw dan keluarga omong. Beliau tersadar dari tidur lelap, dan terima kasih Tuhan kalau Paskah kemarin beliau pergi ke gereja, kado Paskah terbesar buat gw.

Di hari ulang tahunnya ini, spesial pesan sudah gw tuliskan. Peluk cium untuknya dan doa&janji sudah terucapkan. Gw sangat hormati Bapa. Sulit sebelumnya buat gw "memperingatin" Bapa karena posisi gw sebagai anak perempuan, itulah kenapa gw benci sistim patrenal walau sekarang gw bisa menerimanya dg sedikit taktik.

Sejak Bang Parlin meninggal karena bapa-mama tidak bisa membayar kelas RS yg lebih tinggi untuknya, satu2nya abang gw meninggal karena terlambat ditanganin dokter. Itu membuat gw pengen nyembuhin orang2 sakit yg tak berdaya secara ekonomi, ya itulah cita2 gw... lengkap gambaran gw dengan cita2 punya suami berseragam ala AMD dulu.... katro dan jadul banget deh, tapi sejak gw 5 tahun sampai gw SMA yg namanya itu cita2 tidak bergerak sedikit pun, sampai akhirnya harus gw "khianati" saat mengisi form UMPTN untuk teknik. Di malam pengisian form tersebut gw bergumul berat antara mengejar cita2 gw atau mengejar cita2 bokap dulu yaitu semua anak2nya nyampe gelar S1. Malam itu berkhir dg nazar bahwa gw relakan cita2 gw dan buat dulu adek2 sekolah & lulus S1, baru setelahnya gw kejar cita2 gw. Saat itu gw yakin banget dengan Tuhan, itu tahun 1993, saat gw menjelang usia 18 tahun.

Tahun ini adek gw yg terakhir sudah lulus, betapa senang dan meluap hati gw saat adek gw itu diwisuda jadi dokter, hanya keluarga gw yg tahu yg seenar2nya cita2 gw. Apa pun yg udah gw lalui di hutan Sumatra, di helicopter Gulf of Mexico, dihina orang, ditinggalkan sahabat, dikhianati dan didekati saat butuh dan lain lain, itu semua lenyap saat adek gw lulus. Semuanya untukmu, Pak.

Saat itu gw berpikir, oke sekarang gw siap mengejar cita2 gw... gubraks, langsung ada masalah keluarga yg harus gw take care lagi, teruuuusss hehehe.... ga cukup di situ sayang... Tapi bedanya sekarang gw sudah dewasa, sudah 33 tahun, sudah sangat mengerti beban hidup keluarga saat ini dan sudah mengerti arti hidup yg sebenarnya yaitu untuk melayani. Gw tahu bukan mudah buat Bapa merelakan semua harta yg sudah dikumpulkan seumur hidup untuk diwariskan ke anak2nya... tapi, warisan terbesar yg gw dapat dari mereka sebenar2nya adalah pengenalan akan Tuhan. Walau kadang gw masih nakal, tapi gw tahu pasti kalau gw kenal Tuhan gw, dan gw tahu betapa kuatNya Dia dan kekuatanNya itulah kekuatan gw. Toh, dibuktikanNya terus... apa lagi?

Jadi, bukan kebetulan kalau di ulang tahun Bapa hari ini, bank nelpon kalau pengajuan KPR disetujui jadinya kita bisa pindah ke rumah baru Pak. Bukan kebetulan dalam minggu sejak Paskah kemarin sampai minggu ulang tahun Bapa ini, gw jelas akan pindah ke company (lagi2) impian Bapa untuk gw. Pertama kali Bapa ngomong di malam tahun baru 2008 tentang impian Bapa ini, gw ga tertarik sama perusahaan ini, tapi ternyata mereka tertarik sama gw dan terus memantau perkembangan gw. Dosen2 pun seakan2 berkonspirasi sehingga saat tawaran pekerjaan begitu sesuai "cita2 gw" membuat gw berkata tidak pun akan membuat gw tidak punya dignity ke diri gw. Akhirnya, gw memang bisa mengejar cita2 gw menjadi dokter, untuk perusahaan yg tak berdaya secara ekonomi, persis dengan cita2 gw dulu. Gw mau dan siap dan yakin gw bisa. Walau mengandalkan gw sendiri ga akan bisa, tapi gw yakin out there masih ada orang2 yg "sudah ditentukan" untuk kami bisa bekerja sama, satu demi satu dipertemukanNya dg gw akhir2 ini dan sebagian adalah org dari masa lalu yg kenal berat beban yg gw tanggung. Bukan kebetulan pastinya. Sindiran dari mediocre tentang berapa lama lilin itu menyala, gw senyum dan berkeyakinan, kalau sejak usia 18 tahun gw hanya "pasrah" sama maunya Tuhan, sampai hari ini lilin itu tetap menyala. Lagi2, gw terlalu percaya Tuhan gw, ada di Kejadian 12:1-3 tentang janji Abraham, itulah yg senantiasa gw klaim.

Terimakasih Tuhan untuk Bapa, dari beliau lah gw belajar hidup. Beliau yg sudah pergi dari Aceh ke Papua untuk mencari penghidupan, beliau yg gigih memperjuangkan nasib orang2 baik di kantornya, saat ini berulang tahun di ujung hilangnya semua hartanya. Gw yakin percaya Tuhan tetap ada Janji di balik semua ini. Gw dah pasrah dan Bapa tetap memiliki kami anak2nya, walau dunia ninggalin dia. Kalau Bapa direndahin mereka, gw lah yg pertama gak akan rela, bukan karena gagah tapi karena gw takut Tuhan, sampai kapan pun gw akan bela Bapa.

Semoga kado rumah dan pekerjaan baru gw itu bisa menghibur Bapa. Amang, unang be sai marsak ho, nunga jadi sude sianakkon muna, tu Debata ma ta pasahat sudena, Imana do na umboto sudena, tu Imana ma ta pasahat tangiang ta, Imana ma na manuntun hami sasudena, pomparanmi. Doa dan janjiku untuk terus bela Bapa supaya pemulihan itu cepat dan terus bela Bapa dan selama aku ada tidak ada yg bisa ngerendahin Bapa, aku minta kekuatan Tuhan Yesus untuk bisa memenuhi janjiku ini. Bagian Bapa adalah jaga kesehatan ya.

Soal bapa yg kedua, sudah terlambat dia melihat gw bahagia. Dia sedih semuanya harus berakhir begini, tapi gw dan anaknya merelakan semuanya demi orang lebih banyak. Terimakasih untuk doa dan restumu, sayang terlalu cepat kau pergi, tapi aku juga ga rela engkau menderita karena tua. Selamat kembali pulang padaNya, kami berbahagia disini 'pa karena kami saling memiliki, itu saja yg penting buat kami saat ini.

God bless us all. Gw yakin banyak pelajaran penting dari kedua bapa gw ini yg Engkau pengen gw lewatin. Semuanya penting, baik itu membuat gw sedih, buat gw jatuh, buat gw kecewa... sampai hari ini pun "let Thy's will be done".

Love you both, guys.

Thursday, April 16, 2009

"Perfect Submission"

adalah tema kotbah d kebaktian kamis malam tadi. Paskah selalu menjadi momen, peringatan karya besar buat gw & kebanyakan umat Kristen. Tadu saat baru saja kotbah dimulai dengan kalimat pembukaan yg mengingatkan bahwa masa2 ini adalah masih dalam masa Paskah, tiba2 gw diingatkan kalau Paskah tahun ini spesial buat gw. Bukan karena banyaknya masalah secara bersamaan yg gw hadapi akhir2 ini, bukan karena beberapa momen2 penting yg terjadi dalam hidup gw saat ini, tapi entah apa sebabnya tiba2 gw teringat kalau saat ini gw merayakan Paskah gw berumur 33 tahun. Gw langsung nyambung dan teringat kalau di usia gw saat ini lah Yesus menjalani "vie de la rosa" yg berujung disalibkan. Di usia yg sama ini, gw merasakan the lowest point of my life, is it coincidence? I don't think so.

Banyak hal yg terjadi dalam hidup gw, baik berkat maupun cobaan yg kalau gw itung satu2 benar adanya kalau jauh lebih banyak berkat yg gw terima. Dalam setiap cobaan baik saat kekurangan ataupun kelebihan materi, saat dipuja puji maupun menerima hinaan, cacian bahkan direndahkan sekali pun (terutama soal penampilan... hehehe), selalu ada berkat yg membuat gw tersenyum dan menghapus sedih maupun air mata dan hancur hati sebelumnya. Bahkan buat gw yg sudah beberapa kali berada di situasi life-death situation, bisa tetap hidup pun bukan sekedar destiny yg sudah dituliskan, melainkan berkat yg tak ternilai buat gw. Dengan tetap hiduplah gw bisa menerima lebih banyak lagi berkat2Nya. Itulah yg membuat gw dah pasrah dan ga mau terlalu ngoyo buat banyak hal, apalagi menghamba untuk manusia apalagi uang. Hidup ini udah diatur, seperti butterfly. Kupu2 tidak pernah bertanya kenapa mesti menjadi ulat dulu, tidak mempersoalkan kenapa harus ngumpet dulu dalam kepompong, bahkan tidak bisa menyesal kalau "masa cantiknya" relatif singkat. Itu karena semuanya sudah ditentukan, ya begitulah hidup gw saat ini, sudah diatur dan ditentukan sesuai kehendakNya.

Perfect submission, ya itulah teladan Yesus saat doa di taman Getsemani, gw mesti ingat itu dan jangan lupa.... jangan lupaaaa, yaaah, Yesus juga punya rasa takut, rasa gentar, bahkan nawar, "Ya Bapa, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaku... but not my will but thy will be done". Sebelum memulai doaNya di taman Getsemani, Dia juga berkata kepada ketiga murid yg menyertaiNya berdoa, "Aku sedih..." Sebagai manusia biasa di usia 33 tahun, kalau di usia 33 tahun, gw bisa sangat merasakan bagaimana kalau misalnya gw tahu kalau gw akan disalibkan, gw mesti akan merasakan sedih dan ketakutan luar biasa, bahkan lebih dari seperti Yesus, mesti gw akan menangis histeris dan tidak bisa terima nasib, dan akan berdoa hal yg sama memohon Tuhan ambil cawan ini dari padaku.

Alkitab maupun buku sejarah mencatat bahwa hukuman yg paling hina di masa itu adalah disalibkan. Salib adalah tempat yg sangat lonely, orang yang disalib dipisahkan dari langit dan bumi, dipisahkan dari teman, sahabat, saudara2 yg dicintai bahkan ibuNya sendiri. Ya, salib lambang kesendirian. Dan sejarah mencatat kalau Yesus tetap mau disalibkan, Ia mau taat. Ya, Ia yg mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seperti manusia, mesti dalam kemanusiaanNya yg seumur gw saat ini, Ia dapat dipastikan merasakan sakit dan terluka luar biasa, bahkan Alkitab mencatatkan bahwa Ia berkata, "Eloi, Eloi, lama sabatani".

Renungan hari ini mengulang2 kata taat... Yesus taat hingga merelakan kemuliaanNya, hingga terluka, hingga dipisahkan secara hina di kayu salib, hingga wafat tergantung, ya itulah perfect submission. Dia menyerahkan diriNya taat pada "Thy's Will"... untuk apa Dia lakukan itu? ... untuk kita manusia, supaya genap apa yg tertulis,
-- Dia mati supaya hubungan manusia dg Allah reconcile,
-- supaya anakNya dihargai,
-- supaya melihat salib kita diingatkan akan bilur2Nya yg menyembuhkan, dan
-- supaya kita menerima hidup yg kekal.

Disadarkan akan hal itu, gw menjadi malu dan merasa sedih saat sering (bukan sekedar kadang) membuat perhitungan dengan Tuhan. Bahkan dengan alasan banyak kerjaan pun bisa buat gw ga kebaktian. Malu gw. Semoga saat gw di low point ini dan mau gw tuliskan refleksi malam ini supaya gw harus mau untuk mencoba terus taat. Karena di usia yg sama dg gw saat ini, Dia Yesus harus mengalami hal2 mengerikan tersebut, disalibkan. Dia yg sudah merelakan kemuliaanNya bahkan harus mati digantung, betapa hinanya. Dan Dia taat melalui itu untuk gw.

Jadi, ingatlah itu Artha, saat ini di usia yg sama dg Yesus boleh lo masih bisa senyum memikul salib walau ujungnya lo nereakin "Eloi, Eloi, lama sabatani", teladani Dia, "let Thy's will be done"... untuk apa? ... supaya genaplah apa yg tertulis. Period.

Tuhan, beri aku iman cukup untuk mengerti "Your Perfect Submission".

with no offense to Pemilu 2009

with no offense to anyone, gw punya keprihatinan yg sama dg mereka yg menyayangkan bangsa yg kembali terpecah2 ini. Di tengah2 suara serak2 marah editorial media Indonesia, dulu gw pernah mempertanyakan "What is Indonesia?"... jawaban gw saat ini, "Indonesia adalah suatu bangsa yg boleh ada saat ini hanya karena nostalgia masa lalu", ya itulah jawaban kemanusiaan gw, kalo jawaban terkait kepercayaan gw lain lagi dan ga usah dibahas di milis bebas gini.



with no offense to our community, gw kindly atau sweetly reminds everyone deh, menyatukan pendapat kelompok yg cuman "karena pernah satu kelas", "karena satu rahim ibu" adalah bukan hal mudah, tiap2 orang punya HAM untuk berpendapat, nah apalagi menyatukan pendapat 200 juta manusia, jadi baiklah kita cool down... gw aja bingung kog bisa2 nya DPT berantakan, bisa2nya satu partai melonjak ratusan persen... hahhh?? ngaciiiir....



memilih adalah indeed personal choice, some vote for money / political orientation / t-shirt / coffee / dang-dut and many more, ada yg memilih supaya bisa buat surat tanah coba. I vote for what I believe. Very enjoyable experience baca2 profil 38 partai supaya ngerti "partai apaan", sampai gw di kesimpulan partainya ga seru ideologinya banyakan ga jelas, "ngeri ngga"... *disuarakan seperti partai yg sering iklan itu lho... hahaha*



kalau ada yg memilih diving, biarlah dia diving, kalau dia melakukannya bertanggung jawab, kelak dia akan jadi penyelamat terumbu kerang, atau dia bisa ngobrol ngalor ngidul dengan bule lalu menambah bule2 datang ke Indonesia dan secara ga sadar membawa orang2 bule datang dan diving di Indonesia yg memang sangat cantik di bawah laut sana... moga2 diving bukan untuk nyabutin terumbu karang tentunya... sayang ya gw ga boleh diving lagi, kangen pulau we.



Sayang memang kalau rakyat kita mudah dibodoh2i tapi itu bukan karena mereka bodoh melainkan karena mereka tidak punya kesempatan... survey tahun 2007, kurang dari 10% rakyat Indonesia lulus S1, jadi kita nih masuk grup elite lho... jangan cap mereka bodoh, mereka tidak diberi kesempatan, mari beri kesempatan di lingkungan terkecil, keluarga kita



*buat nanang: jangan terlalu percaya angka2 di koran... cross check terus, dan update terus yaaaa, soal utang negara memang ga bisa dihindari... wong, banyak DAU parkir di SBI... hahaha, tapi dari sisi penting untuk dimengerti... Indonesia TIDAK PERNAH default lho bayar bunga obligasi negara, TIDAK PERNAH, apa pun yg terjadi. Bravo for that.



*jumlah DPR yg korupsi dan melakukan hal2 keji adalah kecil secara persentase, sayangnya yg kecil itu sesuai hukum20/80, 20% itulah yg menguasai gedung tersebut...*prihatin*



buat gw, adalah kembali ke laptop... kembali ngitung dimana ada energi tambahan buat masa depan anak dan cucu teman2 gw chentil tercinta dan buat bangsa yg gw cintain karena nostalgia masa lalu yaitu karena gw dilahirkan (tanpa memilih) di bangsa ini... dan gw dah pergi ke banyak negara, dan di usia yg bisa memilih untuk tinggal dimana pun, toh tetap memilihi di Indonesia.



-- energi kita pakai saat ini bukan warisan kakek nenek kita, tapi hutang kepada anak cucu kita, gunakan dengan bertanggung jawab.

-- indonesia adalah paru2 dunia... sebagaimana paru2, apa jadinya kalau paru2nya rusak... hehehe



Pemilu berantakan? ...sudah tertulis demikian... gw bertanggung jawab atas pilihan gw dan yg penting gw bertanggug jawab buat kerjaan gw dan gw yakin teman2 seperjuangan pun demikian.... yuk, kita kembali berkarya dan tetap optimis, yuk ya yuuuuks...

Wednesday, April 15, 2009

Indah Pada Waktunya

Terkadang gw lebai deh kalo dah lagi melo, dan salah satu obat mujarab buat gw menguatkan diri gw sendiri adalah dg mengklaim janji Tuhan dg cara yg paling gw suka yaitu menyanyikannya. Jadi, pagi ini saat gw renungkan kembali dan selama 5 hari terakhir ini gw hanya mau ketemu ring 1 gw... satu gw tahu pasti, mereka tidak pernah ninggalin gw di saat2 susah seperti saat ini.



Gw mau klaim janji Tuhan, gw mau tuliskan ini buat jadi satu milestone lagi dalam perjalanan hidup gw... dan seperti milestone lainnya yg sudah tersusun, semakin lama semakin terlatih lutut gw untuk melompat dan meraih janji2Nya... namun, saat muncul rasa gak paham dan pengen tahu "why", "why", langsung gw ditegur, diingatkan suara renyah Julita Manik dari speaker berkata,"terkadang dalam hidup ini kita mengalami yg tidak kita inginkan" ... rasanya pas banget lagu ciptaan Julita Manik ini dalam saat teduh saat ini, gw dengar berulang2 dalam tiga versi termasuk versi penyanyi favorit gw Dewi Guna...



Ada waktu ‘tuk berduka

Ada waktu ‘tuk bersuka

Ada waktu ‘tuk berdiam

Ada waktu ‘tuk berkata



Namun diatas segalanya

Ku tau Allahku bekerja

Mendatangkan kebaikan

Bagi yang mengasihiNya



Di saat yang kualami tak sperti yang kuingini

Di saat tiada jawaban, "mengapa harus terjadi?



Namun diatas segalanya

Ku tahu Allahku bekerja

Mendatangkan kebaikan

Bagi yang mengasihiNya



Mungkin tak kupahami

Apa yang kini aku alami

Namun ku tahu pasti

Kasih Allahku takkan berhenti

Kan kusrahkan semua

Pergumulanku padaMu Yesus

Kar’na ku tahu pasti

Semuanya kan jadi indah pada waktunya




Entah, walau semua yg terjadi menunjukkan Engkau Tuhan tidak meninggalkan gw, bahkan menjawab doa2 gw lebih dari yg gw harapkan, namun teteeeeppp aja di saat yg gw rasakan sebagai titik terendah dalam hidup gw ini dan tiap2 gw curhat akhir2 ini sama Tuhan, gw mesti selalu, selalu menangis... pagi ini semakin gw ulang nyanyi lagu ini gw merasa semakin gw dikuatkan. Gw mau nyatakan dalam reflection kali ini, seperti dalam lagu ini, "Mungkin tak kupahami apa yang kini aku alami, namun ku tahu pasti kasih Allahku takkan berhenti"



Rabu minggu lalu, komentar seorang ibu yg gw kagumi, "itulah Artha, what make you are different, cause you are a war survivor and have been through lots of thing with such responsibilities at your age"... I bet so bu, but inside me I stubbornly keep asking "why me?", her answer: "don't even care to find out from me or other people, I myself have gone thru 25years (?) difficult time until now I don't even care for people questioning me because they have not gone thru the life that I live in. You care too much 'bout others, they don't have yet that privilege to understand, so still strong Artha".



Thanks bu, sometime, though I have a mixed feeling 'bout you, though I sometimes "afraid" of you, but indeed, in my difficult times recently, you are always there and always have time for me, though I don't know why... (see... always why). Bahkan saat gw ajak makan sate padang di emperan pun rasanya gw ngajak enteng aja, I shouldn't ask that to you (how dare I am !). I don't mind to work with you though, but by now you know it for sure that is not what I want. Thank you bu, as simple as that.



I wish that I could be as strong as you one day at your age, just like I ever said, but I keep choose to faith in Jesus. I do envy and like your strength & can accept well your "weaknesses" hehehe... As other strong women whom I envy, you have shown me inner strength that can not be manipulated and indeed is not something develop overnight. I know that revenge will never be a good exit, but as I ever promised you that starting this year, I will do a good revenge but will keep the same Artha who like to say the truth than being a hypocrite, importantly is trust no one but Him. You did not comment when I said so, by experience I read your mind that I have your green light. All I can say for now, "thank you".



Satu lagi yg gw tahu pasti, gw harus kuat buat keluarga gw, yah inilah salib yg harus gw pikul. Dalam hidup gw, inilah masa terendah yg pernah gw alami tapi harus gw akui jujur kalau apa yg terjadi tahun 2008 dan menjelang masuk 2009 ini, sebenarnya gw dah "disiapin" untuk apa yg gw alami saat ini. Gw bersyukur dan ya gw harus akui itu secara jujur kalau gw udah disiapkan Tuhan *sebenarnya* untuk melewati apa yg gw harus lewati ini. Dan gw akuin juga kalau dalam 5 hari ini, Dia membuktikannya, iya kan... ca yo, smile... no more tears please...



Terimakasih Tuhan, gw yakin gw akan bisa lewatin ini. Engkau sudah tebus lunas semua di kayu salib dulu, dan apa pun itu gw pasti mampu mengatasinya... saat ini hanyalah saatnya gw kembali menguatkan lutut gw untuk bisa "habang mansai timbo... um timbo... um timbo..."

Tuesday, April 14, 2009

Carpe Diem

*akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi...
akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita...*
(lagunya Chrisye...)

saat ini gw sedang berduka dengan kepergian ayah dari orang yg sangat gw cintai...
saat ini gw sedang berduka dengan kepergian barang2 kesayangan gw cintai...
tapi gw tidak mau berduka lebih lama, karena gw rela melepas mereka.

gw rela melepas amang pulang ke rumah, terlepas dari ketuaan yg sangat membatasinya dan inang pun terlepas dari kewajiban menjagai amang siang dan malam walau itu dilakukannya dengan tulus cinta.
gw rela melepas barang2 itu karena gw tahu, ada orang2 yg sangat gw cintai yg membutuhkan tempat tinggal yg layak *menurut gw* no matter what others may think.. they really deserved it, and I am here just as a blessing hands...

terlalu banyak untuk gw katakan saat ini, gw tidak mau melewatkan itu semua hanya mampir saja di kepala gw dan gw mau menuliskannya sebelum hari itu tiba...

easter... perayaan tentang kemenangan

tentang bapa itu... how a trust can break

tentang ibu itu... how a trust equal a shadow

banyak. terlalu banyak. terlalu sibuk pikiran ini menikmati hidup saat ini.

ternyata... betul apa yg disebut "hukum dunia", dibutuhkan pressure dan waktu yg tidak sebentar yg menempa karbon menjadi berlian, otherwise it is "just a carbon black"

Yesus pernah berkata, "Eloi, eloi, lama sabatani..." Bukan maksud walaupun gw mau sama dg Dia, tapi gw juga terakhir ini meneriakkan hal itu, keberatan-sedih-marah-hancur-kecewa semua nyampur jadi satu. Tapi gw mau belajar dari Dia yg kupercaya, "Jadilah padaku menurut kehendakMu", sampai nantinya gw tersenyum kalau meninggalkan dunia ini dan bisa berkata "Sudah selesai".

Wednesday, April 01, 2009

Getting close to Mulan

When I first saw this movie, deep down my heart somehow I felt as it was made for me...

Now it is what has been happening in my family...

The soundtrack represents the feeling I have now inside so well and I don't even know how to cry.



Look at me,

I will never pass

for a perfect bride or a perfect daughter.

Can it be I'm no meant to play this part?

Now I see, if I were truly to be myself,

I would break my family's heart.



Who is that girl I see,

Staring straight back at me?

Why is my reflection

Someone I don’t know?



Somehow I cannot hide

Who I am though I’ve tried.

When will my reflection show

Who I am inside?


(sang by Christina Aguilera for Mulan)

masih seputar pilih memilih

kenapa gw suka indonesia...
kita banyak pendapat, banyak pemikiran, banyak keselnya ama ini negara, banyak ragamnya, banyak suku dan banyak bahasa dan banyak lain2 deh.... tapi kalo keluar Indonesia kudu pake paspor yg depannya burung Garuda (ada yg ijo, ada yg biru dan ad juga yg coklat)...
sampe2 teman2 gw yg anaknya lahir d Perancis pun bela2in tuh anak punya itu passport supaya bisa bolak balik indo ga urus visa katanya...
ada juga yg nangis2 minta passport ijo kayak ida iasha, dan *bule2 yg mo gaji dollar tapi pengeluaran rupiah* juga maunya di HRD passportnya ijo...
udah ah, pokoknya nyatu aja tumplek2 orang2 indo yg berpendidikan dan punya banyak pemikiran ini kalo k luar negri pake passport yg garudaan itu, kalo ga pan dia mesti apply dulu (atau lotere lah) untuk passport negara lain.
itulah indonesia, rakyatnya sebenarnya bisa "diatur" kalo ga ada pilihan lain....
tapi kalo ada pilihan yg lain dan lebih baik buat pribadinya, tentunya dia milih passport lain dong... *manusiawi*

setlah panjang pembukaannya di atas,
Sistim demokrasi di Indonesia yg emang rada ngejlimet karena "kompromi" dan senengnya "gado2" atau "ga bisa tegas" entahlah, tapi yg nonjol adalah kita ga niru satu negara tertentu. Kalaupun ada kesamaan namuni kalo dicermati beda aja (wong keputusan MK aja bisa ga dijalankan malah usulnya ganti UUD supaya keputusan batal demi hukum... dimana? ya di Indonesia). Adopt sana sini dg background ceritana mau belajar dari negara2 lain yg katanya dah demokrasi duluaE. Wmang yg keliatan kasat mata gampangnya sistem senat dengan rakyat vote langsung (US) tapi presiden langsung (Perancis).

US jumlah partainya lebih sedikit dan ini sudah mengakar banget, pindah partai itu dalam beberapa kasus ekstrim adalah taboo, tapi bisa aja tuh, contoh nyata Hillary couples yg tadinya beda partai. Bahkan perdebatan beda partai ini ibaratnya di Indonesia itu ibarat perdebatan beda suku atau beda agama.... serius lho gw karena gw lihat langsung waktu gw tinggal di sono.buat pasangan aja masalah neda partai itu bisa kayak diabetes alias ga bisa saling nikah.

Sistim *tawar-menawar keputusan di senat yg akhirnya menentukan keputusan executive* baik di Indo, USA, maupun Perancis, Italia... dlll, semuanya sami mawon. Alias ada "take and give", ada "tawar menawar", ada "politik dagang sapi", ada "money politic" dan all good, bad and ugly di Indonesia semuanya ada di sana.
Kenapa kelihatannya ga ada.... ya karena mainnya dah halus... maklum ratusan tahun bow untuk contoh america, perancis, inggris, italia... ratusan tahun... gak comparable at all dengan kita... tapi, belajar dari pengalaman kita, alih2 kita ambil jalan short cut secara ati2, eh malah kita *ngulang kesalahan yg sama seperti awal2 mereka jadi negara demokrasi dulu...* yah, ratusan tahun lagi deh kalo gitu lihat politik cantik...cpd

kalo nonton film2 holywood, contoh gampang dan enak ditonton secara Michael Douglasnya gagah dan Anette Benning cakep, judulnya "American President" atau perdebatan "politik halus" ada di AirForceOne atau pun filmnya TomHanks yg dia jadi penasihat presiden, film JFK (demokrat), dll... dll....
semuanya kalo dipratiin bener2, garisnya sama --> politik = permainan kepentingan, dan demokrasi = kepentingan ditentukan oleh pilihan mereka yg mau memilih (bukan harus).

yg ga bisa dipilih cuma lahir dan mati, lain dari itu... "memilih itu pilihan"

Saturday, March 28, 2009

testimonial

Thanks God for lessons of life that You allowed me to have it this young. I trusted that Your will must happen, so I accept that I follow my destiny today on my future.

God, I thank You
for the tear drops ... it shows that I am normal
for the laughs... it shows that I have voice
for the pain... it shows that I have a feeling
for the promise... it shows me the destiny of my journey
and am ready to follow my destiny with You hold my hand and never let it go, it is, because I know You so well... yeah, more than I know myself. 'cause You're perfect and I'm still working on my imperfectness to become a better me.

(dinyanyiin:
karena ku tahu, yang kupercaya
dan aku yakin, kan kuasaNya
Dia menjaga, yang kutaruhkan
hingga akhirnya kelak... )

Oh God, I thank You for Your smiles on me... they make me smile.

Thursday, March 26, 2009

nyepi

gubrakkksss.... nyepi ini benar2 membuat gw harus menyepi.
benar2 seperti geledek di siang bolong alias sangat mengagetkan berita yg gw terima. saat ini gw merasakan apa yg Maia Estianty pernah rasakan, ingin menangis tapi tak keluar air mata.

semua persoalan lain sepertinya jadi lebih gampang.
rasa bibir terasa sangat kelu.

Benar umat Hindu menyatakan hari ini adalah hari nyepi, karena setelah rasa kaget itu dan setelah hebohnya yg berkecamuk dalam hati gw, di ujungnya yg tersisa adalah rasa nyepiiiiiiii,

bahkan air mata pun tak keluar.

Friday, March 13, 2009

Ga' mau jadi caleg


-- khusus edisi caleg,
buat yg sukses jadi legislator nantinya, gw gak akan bilang "sukses selalu" tapi "ajak2 gw & keluarga beusaaaar gw ikutan sukses dong..." artinya kudu siap2 aja nyuksesin jutaan orang ya... hehehe

-- ada komen teman gw soal para caleg kampanye tanpa tau "job description legislator", itu bisa dilihat dari baliho maupun "kampanye gratis" via TV dll. Gw mbaca emailnya senyum2 aja mau bilang kalo mereka tahu banget kog jobdes-nya, yaitu "dg modal minim visi, minim edukasi, dan minim akhlak, namun ingin maksimum mendapatkan hak yg pasti2: gaji maksimum dari bbrp pos, THR maks dr bbrp kumpeni, tunjangan tidur yg maks pas rapat, rumah maks buat dikontrakin, mobil2 maks mewah maks dg harga diskon yg maks pula, jalan2 gratis pun dimaksimumkan ke byk negara... etc etc -
d kompas minggu2 ini ada ulasan deh soal "target" caleg ini yg memilukan memang... walau yah gak semua, tapi banyak.

-- ada capres yg mantan ketua MPR/DPR (catetttt, posisi tertinggi yg mengemban suara rakyat yg memilih yg notabene bisa mecat executive), pembuat UU eh mau jadi pelaksana UU, ntar kalo jadi presiden alih2 ngajarin MPR/DPR secara merasa yg paling tahu kan pernah duduk d kursi tertinggi... begitu ada pers langsung on mikenya. baru2 ini liat d tv beliau ditanya apa program kerjanya jawabannya "liat nanti lah, kalau kepilih jadi presiden". Whattttt *quaw quaq*...

-- ada juga satu figur yg notabene mantan menteri... eh setelah gagal terpilih jadi gubernur daerah A, jadi calon gubernur daerah B... apa doi frustasi karirnya mentok kali ya, abis menteri kan harusnya jadi presiden kek tapi ntah tuh ga jadi capres, yah jadinya rajin2 ganti KTP di daerah2 supaya jd "anak daerah" dan bisa menjual pengalaman jadi menteri buat mimpin daerah... halal kan? halal..... kayaknya pengen eksis banget deh, apa haus kekuasaan sich sebenarnya... ga perlu jawaban.

-- wong jelas2 ada KPK (ga perfect, tapi ada), ada penangkapan koruptor (ga semua, tapi ada), ada UU korupsi (ga sempurna, tapi ada), ada kode etik MPR/DPR (ada badan pengawas lagi !) ... eh di atas semua akal sehat soal fakta & keberadaan Tuhan, eh eh ehe MASIH BERANI (catet: BERANI) terima duit korupsi secara terang2an dan ketangkep tangan pula... duh, kalah itu nyali matador - berani mati banget... napa nyalinya ga dipake bela mempertahankan pulau Sipadan ya... *binun*
sorry agak ekspresif, soalnya pas barengan gw nonton berita korupsi anggota DPR, di saat yg sama di handphone gw ada SMS teman gw yg dokter yg didatengin seorang ibu hamil pendarahan hebat & suaminya yg nyembah2 ke teman gw minta istrinya dioperasi supaya selamat & sumpah rela "memborohkan" dirinya karena mrk ga punya uang tapi belom ngurus kartu miskin karena ngurus kartu miskin di daerahnya pun butuh uang .... (operasi = uang sangat besar alias uang kerja seumur hidup buat mrk)... memilukan sungguh.

-- itulah, bukannya mau ngomel2 soal dagelan politik yg sdg berlangsung, tapi yah gw lebih memilih sektor real aja deh...
jadi tukang engineer yg jelas2 berkontribusi langsung ke produksi gas nasional yg bisa kontribusi langsung k APBN.... qeqeqe..

-- komentar anggota high excellency DPR yg bilang ke CEO Pertamina, *anda pikir siapa anda, kog "berani2nya" ngirim surat langsung ke DPR*... gubrakkksss ampun Pak kaget gw, apa DPR masih - Dewan Perwakilan Rakyat - artinya wakil rakyat, alias "dipercayakan (kasarnya disuruh) rakyat utk mewakili dia, & CEO Pertamina termasuk rakyat bukan yah, dah ga boleh ya rakyatnya "ngomong" ama perwakilannya...
terkadang ya Pak, kalo ga ngomong langsung bisa2 artinya berbeda, tapi kalo ngomong langsung tapi dihina2 gitu sih jadinya siapa ngewakilin siapa sih sekarang... padahal nerima CEO oil company lain yg notabene gak bisa bahasa Indonesia, anggota dewan yg terhormat ngomongnya baik2 aja tuh... *hmmmm, otak kecil gw bingung*

-- o ya, gw ketemu & ngobrol dg Pak Sas di acara peluncuran buku Sintong Panjaitan kemarin malam...
Duh, kog gw tetep salut ya sama yg namanya jenderal, usia nyaris 70 tapi tegap2 bo... terus figur yg spesial kayak Pak SP, dg pro dan kontra personafikasinya, terlintas mo nanya ke mereka deh gimana sich caranya utk ga ditembak padahal nawarin pemikiran yg "berbeda" dari khalayak umum... hayo, pake susuk ya *pisss*. Dan gw tetep promosi teman2 gw buat baca buku SP deh, bakal terbelalak dan kadang jadi ngakak... hehehe, gini toh negara gw... plus apalagi kalo ditambah baca buku2 yg beredar awal2 reformasi dulu....
*hmmm, teringat buku yg bertanya "what is Indonesia? - apa sich Indonesia, apakah sebuah negara yg tercatat di PBB yg adalah kumpulan orang2 yg masih ada dan mau terus ada, atau mau tercerai berai?)

Di acara itu, diskusi energi dg Pak Sas sangat menarik (senyumnya jg tetap manis lho), dan challengenya "cuci otak" masih ditembakkan... sampe2 keasyikan dan gw kelaperan deh akibat ga makan malam. Untung gw enjoy the night, jadi lapernya lupa karena keasikan mencerna yg didengar, walaupun ga terlalu terkaget-kaget tapi tetep ada "battle of mind"... hehehe

-- banyak sich yg mau gw share tapi udah dulu ah ...
ntar pada bosen jg mbacanya... (jangan heran komen gw banyak yah, wong jobdes gw di kantor termasuk baca koran kog....*serius*).

Friday, March 06, 2009

Kampanye Hidup Berarti

Di tengah2 berita2 ataupun ulasan2 politik negri ini, ada satu kampanye paling menarik yg gw saksikan sore ini. Kampanye ini cukup membuat gw membatalkan Rp350rb untuk nonton Laura Fygi sore ini, dan cukup untuk "nonton yg besok aja" jadi ga perlu keluar uang 2x.

Adalah kampanye seorang remaja *polos* (yah kalo dibilang polos dalam artian gak tahu sih bukan, tapi celotehan yg polos, tingkah lalku yg sebenarnya masih sangat sangat remaja), dialah Sheila Marcia.

Gw nonton liputan keluarnya Sheila dari hotel prodeo dimana dia melewatkan malam2 di balik jeruji sampai wawancaranya di rumah kontrakan sederhana yg pastinya jauh dari gemerlap malam yg selalu dilewatinya dulu.

Liputan kira2 20 menit itu penuh tawa, tangis, liputan bahagia orang2 di sekelilingnya, dan bagaimana cahaya mata Sheila memancarkan binar2 yg gw bilang sungguh anak2, yg bahagia saat diberikan mainan kesayangannya. Binar2 yg sempat redup setahun lalu saat beritanya benar2 diekspos media sedemikian. Cita2 yg membawanya ke obat2an yg sempatdianggapnya telah membunuh masa depannya. Ternyata dia salah. Setahun hilang kebebasan, dg derai2 air mata, hati yg hancur, perasaan tercabik2... ternyata Sheila yg jatuh, bangkit lagi dan kembali memperlihatkan lewat binar2 yg gw lihat tadi, ya Sheila masih remaja, masih senang bermain, senang bercanda dan butuh kasih sayang. Dia salah, dipikirnya tidak ada orang yg cinta dia lagi setelah apa yg diperbuatnya demi dirinya, tapi ternyata Tuhan, keluarga dan teman2 dekatnya tidak meninggalkannya.

Tuhan-keluarga-teman, they'are all left... ya memang demikianlah dunia,
itulah kampanye Sheila tadi, kampanye
untuk tidak berteman dg obat2 terlarang...
untuk kembali jalani hidup dengan Tuhan...
untuk menghargai hidup dg kebebasan yg bertanggung jawab...
untuk melakukan hal2 yg menyenangkan hati Tuhan (what a world she lived in last 1 year made she says phrase like this? bless you Sheila, pray for you)...

Selamat menikmati hidup de... dan stay out from drugs, God with you. Doa untuk Sheila untuk tetap kuat, jatuh biasanya tidak sekali dan sukses tidak ditentukan seberapa kita tenar dan berkibar kencang, tapi bagaimana kita bisa bangkit kembali.

Terimakasih untuk kampanyemu yg mesti berarti buat keluargamu, buat sekelilingmu dan juga buat generasi muda Indonesia... harusnya bukan cuman masuknya Sheila ke bui yg dibesar2kan, tapi juga keluarnya, sama seperti Slank yg memutuskan untuk mengabdi bagi sesama penderita, karena mereka pernah di sana.

Say NO to drug! God bless young gen of this country!

The Summit

Ini postingan aslinya dituliskan utk seorang junior di kantor gw yg very talented & posses good personality traits. Memang gw blm pernah kerja bareng yg "lama" dg dia, tp gw bisa rasakan "rasa" itu & *biasanya* ga salah, biar waktu yg buktikan.

Hi Nad, sebagai sesama self-fulfilling driven, komen gw ini ga nggurui ya, cuma gw kebetulan lahir duluan aja :)

Don't worry about you, as a high achiever, there's always "what next", there's always another humps to climb till arrive @TheSummit (one defines summit as s/he wishes).

Jangan anti dg ambisius, kita butuh ambisi sbg fuel. Kata itu memang sering dikonotasikan negatif, itu krn adanya unsur mematikan yg tersirat. Ada org2 ambisius mematikan orang lain karena mrk tdk mau berbagi fuel tsb dg yg butuh, bahkan ada yg tega "mengambil" ambisi itu dari org lain yg menyebabkan mrk mati kehabisan fuel. Selain itu, bisa juga mematikan diri sendiri karena tidak ada lagi satu pun yg mau berbagi fuel setelah "belajar dari pengalaman sebelumnya. Kalaupun berhasil sampai @TheSummit, biasanya org2 ini sendirian.

As for me, setelah belajar dr lihat pengalaman org lain, baik yg ada di dekat gw atau pun autobiografi org terkenal, gw mau climb to TheSummit tapi gw ga mau sendirian nanti di puncak. Gw mau berbagi pemandangan yg indah dg mereka yg gw cintai, sayangi & kasihi, dg mrk yg berbagi fuel yg me-recharge gw saat memerlukannya utk climb every "small" tanjakan. Terkadang energi sangat terkuras krn harus turun dulu atau harus muter cari jalan, atau harus nebang pohon (duh! lebai deh), but when fuel is available say goodbye to "no idea" &
believing it'll pay off when we'll see sunrise, singing & dancing @TheSummit.

'bout love? comes my favorite quote: "if it doesn't kill you, it will only make you stronger" (F.Nietzsche)*hahaha

Selamat nikmati proses belajar dewasa & gutluk
f/Artha *yg msh terus belajar*

Sunday, March 01, 2009

Zona norak tapi eksis

Gak sabar rasanya saat tangan gw mbuka blog buat nulisin sesuatu ttg acara yg gw lagi tonton ini, yaitu acara satu tahun zona 80... masih ada!!!!!!

Kedengarannya norak memang, tapi siapa pun yg eksis dalam era itu, suka ga suka harusnya akuin kalo era itu ya memang era yg boleh dibilang sekarang itu norak.
Siapa pun yg dengerin radio mesti kenal ida arimurti di acara prambors tiap pagi.
Sys NS dengan lawakan yg seringannya ga lucu dg kemeja jambon yg kancingnya selalu dibuka yg atas (kayak seksi aja).
Obbie mesakh dg lagu yg memeras kalbu dg lirihan nia daniaty, ratih ... (adiknya endang s taurina), dkk nya
Amang Rinto Harahap selain suaranya yg khas, beliau bahkan jadi ikon, "badan rambo, hati rinto"
Om Chrisye yg lagu2nya menemani hari2 SMP gw... dari mulai jatuh cinta sampe patah hati hehehe...
Yopie latul yg barusan sama Arie Wibowo nyanyi lagu "Nona Manis" yg ternyata (ternyata lho!) gw masih hafal liriknya... hahaha.
Ada juga ikang fawzi yg susah ngeliatnya tanpa celana kulit hitam ketat dan rantai rantai berjejeran, di aliran yg sama ada juga mbak atiek CB dg kacamata besar, kaos putih dan jeans ... kerrenn banget buat anak remaja kayak gw waktu itu - siapa yg ga niru gaya panggung dia.
Christine panjaitan yg waktu itu main organ juga di gereja gw, yg jadi idola ibu2 batak sebagai menantu harapan. itu sich harapan gak muluk2, wong memang cantik, baik, jago nyanyi, main musik ... pas deh kalo doi juga jago masak.
Oddie agam yg waktu itu lebih dikenal sbg pencipata lagu2 nya Vinam yg ujung2nya nikah sama Chintami, terus kita2 bilang "hoki banget dia dapetin Chintami" ... hahaha.
Achmad albar dg rambutnya yg khas dan saat bersanding dg rini s.bono yg hidungnya muancung banget dianggap sebagai pasangan yg cuocok.

Yopie latul nginetin soal selekta pop, safari, gita remaja (yg membawa tenar si pembawa acara)
Fariz RM dg barcelona-nya...
Vina dg burung camar...
Sandro tobing yg saat itu masih keren
Farid harja... hehehe, gayanya almarhum itu lho
Ini barusan lagu om broery dinyanyiin... duh om! jadi inget kisah dengan anita sarawak, apa kabarnya anita sekarang ya? tapi paling gak om nyiptain "buah semangka berdaun sirih"

Lagu2nya norak dan saling berbalas2an... telpon rindu ada balesannya
Lagu2nya ada versi cewek maupun cowok,... ceweknya ditampar, eh cowoknya membalas, tau dong lagunya whahaha

Di panggung entertainment
Ada harry de fretes dg lenongnya... gak kepikir sekarang kalo gw n temen2 pernah menang 100rb di acara prambors ngebawain lenong... kebayang ga latihannya ... hehehe, jugalatihan moonwalknya michael jackson...
Gak lupa jojon cs, ria jenaka dan warkop DKI...

Ah, terlalu banyak kenangan, masih banyak penyanyi/pencipta lagu, entertainer masa itu yg belom tertulis tapi satu hal, mereka membuat gw merasa eksis banget di zona itu.
Banyak lagu2 gw ikutin, banyak acara2 radio (o iya, om boy alias Catatan si Boy dg Ongky dan Meriam Bellina yg nyanyi juga tuh), aaggggghhhhhhhh...

Banyak hal2 yg sekarang terasa norak, terasa so jadul, terasa so beda
Apa jadinya kalo jaman itu ada laptop
Apa jadinya kalo jaman itu tv nya banyak kayak sekarang
Yg ada akan banyak band band, eksistensi mereka pun bisa cepat hilang, ke-khas-an suara maupun lagu pun akan hilang.

Walaupun dipaksakan cuman ada satu tv a.k.a TVRI, tapi buktinya ada lagu pop cengeng, ada lagu rock, ada lagu melayu, ada lagu sederhana, ada rock Godbless, ada bosanova, ada rocknroll norak, ada krakatau dg lagu2 semi jazzinya juga hidup, ada lenong yg punya tempat tersendiri, ada slapstiknya jojon, ada guyonan kasino dg tampangnya yg kayak polos

Zona 80? masih ada, lengkap dengan gado2-nya
Sama kayak tulisan ini, gak jelas tapi pengen menuliskan keeksisan mereka yg tetap terekam di ingatan gw.
... norak tapi eksis !!

Saturday, February 07, 2009

Ko' Titu Vih

sudah lama ga nulis di blog ini simply karena lagi males nulis online.
pernah pengen hiding myself, kayaknya tulisan2 gw ini terlalu jujur membuka kulit2 isi pikiran gw.
padahal maksud blog ini bukan untuk curhat tapi untuk menjadi catatan refleksi diri gw sendiri atas apa yg terjadi di sekeliling gw, jadi suatu waktu nanti gw akan bisa balik dan diingatkan atas milestones hidup gw.

tapi hr ini, ada dorongan untuk nulis beberapa peristiwa terlewatkan blog ini.

2008
-- inagurasi penuh memori - banyak hal yg gw pelajari dari pengelaman ini, arti kesetiaan, arti hipokrit, dan arti "the first cut is the deepest", tapi yg gw seneng banget, melalui proses ini terutama buat gw arti mencintai diri gw lebih dari sebelumnya. gw take charge my life back dan happy with its state now. Thank God for such experience.

-- konser KogTituVih - hahaha, ini juga byk pengalaman...
ada yg bilang, "jangan sampai kompetisi gak penting berujung kehilangan teman", tapi versi gw justru:
"kompetisi ini ga penting & ga worth banget, jadi saat yg katanya teman berubah jadi orang lain yg tidak dikenal & perbuatannya jadi aneh2, justru di situlah kita tau siapa yg teman sejati". Friendship is beyond priceless compared to laptop, remember that. It costs us friendship when you turned me that down for such cheap competition.

-- reality hurts when seeing someone I trust can do two opposite things in just second.
if you told me that you would do a bad thing about one person but then I found you with that person so close, you really scared me to hell...
better, don't tell me your plan... or is it you? how bout if you do it to me to? that you only good when you want something from me...
hmmm, reality check and reality hurts sometime but life goes on, no regrets

Gw back to state that I love before.
... when I dicipline to enjoy myself while be blessings to others whose in need
... when I know price of sincere smiles
... when I chose to sort my mind - sometimes being open minded also means that I allow people to enter easily their doctrine
... when I dedicate more time to quote GOD's words, sing Franky song, play with my hobby and spend much time with my best friends.

Thanks God for whatever happenned, I know You're there and want me to see it.

2009 I heard You told me to be a "butterfly" - very thin wing but can fly through the wind and be an "eagle"
songon lali i, habang mansai timbo
maninggalhon sude angka sidangolanki
holan Ho Tuhan, pasabam rohangki
Ndada na so tarbaen Ho Tuhan

Monday, October 13, 2008

About Life

I’m writing this to answer a note from my dear friend who asked me a recipe to stay positive facing a big problem and not knowing which way to choose to overcome it. Hehehe dear, really, it is not because it’s Sunday, but because somehow we have the same feeling of “standing on another crossroad but not convinced which one of life's decision to be taken”. Easy life is once in my wish list, but here I will share with you why it’s not there any more and why now to certain extend people seeing me has “positive capacity in facing negative response” – it’s a phrase my boss recently put in my evaluation.

I had the same wish that my life is easy, even it was against all logic. But now, "just being alive" have taught me that my life is indeed easy and I should never stop hoping for a better life for a one reason, because I have Jesus. It changed how I see life and my view of life. Most important change was I have no fear of my future because He has promised. I thank Him for giving that “gift” when I was quite young (October 1993: now has been past 18 years since then), and for sure it is long before I have close contact with "money".

My life still not "look" easy though and seems like I keep falling. At times I felt that I was falling, I ask God, "Hey You there, if You really love me as been said, then why You "let" me fall? Don’t You, with Your almighty power, can stop that storm so I did not have to scare to death? Why You let me fall in love to this guy and not other for me might now have a happily married life as some lucky others enjoys? with kids! Why I have to work for money that has not meant for me in reality? Why, in addition to the hurdle, why can't I get the money as easy as other who even could spend it in their irresponsible manners? Why am I less than them and how come you could trust them, please explain!

Then, after come to so many why questions and I don’t have enough voice to speak it over loudly, I’m so damn sure that it won’t stop there, and … just now one happened, “Why I have to "let" others win over me, and it is true for the vice-versa, why don’t You make others to "letting" me win?”.

After miraculously saved from a car accident back in 1997, I asked ”Why You saved me from being injured as it was not very logic to happen?” After my car was hit continuously by 12 others cars & busses, only then You sent the last car to rolled my car from a dead-end “jurang” back to the road and lastly hit a power box before it completely stop and end me in a voiceless cry. Even the insurance company appraisal noted a 95% car damage that entitles us to get a new car as a replacement! Against logic to everyone there, no single scratch on me, and neither Abang. The police and people voice kept whispering in my head that we were saved only by miracle. I was on my way back to Cikampek where I have my thesis and about two months to my final university exam. Every time I recall on this, I only believe that I was saved only by the grace.

Crossroads keep coming to my life, are underway and may never stop coming into my life until time You call me home. During those time when I stand unprepared helpless not knowing what to do and how, I always feel sad and deeply hurt! I always (!) then disclose my weakness to them I do care, that is crying. I hate it and keep asking “Where was she in me, a girl who couldn’t cry as once there before?”

My love ones hate my "kecengengan" and hate it to the max. They kept reminding me that "Hey, you had overcame a much bigger problems than this before!" It is true that I’m so determined. I always limit "the audience" of my kecengengan only to a very limited number of people that called – the circle of trust – whom I can trust to see that "kecengengan" inside a strong woman they see appears outside. Improvements to shorten the impact time are on its way, but I realize that I have to work more-than-twice hard as possible compared the opposite effort past ~19 years ago (wow, high school was just a memory!).

Results clearly towards a promising future... now, I’m a big girl hehehe, recent song of my fave, Fergie with title “Big Girls Don't Cry”, become a mantra…

I hope you know, I hope you know

That this has nothing to do with you

It's personal, myself and I

We've got some straightenin' out to do

And I'm gonna miss you like a child misses their blanket

But I’ve got to get a move on with my life

Its time to be a big girl now, and big girls don't cry (forever)

The path that I'm walking,I must go alone

I must take the baby steps until I'm full-grown

Fairytales don't always have a happy ending, do they?

And I foresee the dark ahead if I stay

I need to be with myself instead of calamity.

Peace, Serenity

Still, there were times that don’t have that peace and serenity I dream of. Times when I feel just too tired to fight, tired of being different, tired of being me, tired being treated unfair, tired of being obliged to survive. I had times feeling that You, God, do not love me that “much”, do not have “that unconditional love”. I sometimes thought that You might has fulfilled the obligation of “the mission” and have given me enough for me should stop now from asking for more.

But bear with me that I will I never regret for keep ask You for “too” much, and sould not sit back for enough. You were The One who has created me with this perseverance attitude, so I guess, by-You-did-so I may have enough reserve energy no to pass through this, and not to be discouraged to ask for more and more. I believe, if You once “correct” and have created with Your own hands for me to be born in 27th August 1975 in my family, then You would give me that steadfast attitude to “hanging there” patiently for You to hint Your direction according to Your will.

There would always be another crossroad wait for me. There would always be times that I ended up making a wrong decision! Worse enough that sometimes I fell even when I thought of having taken a good decision such a decision that “not put me at the one who benefit the most”. I fell when decided to say "after you” only to find that the guy quickly forget of me who used to bring that far. There were times I shouted “Hay Jesus, “what do You want from me?"

At times I want to give up and about to loose my faith and my last energy to survive, I realize that only then I am able to gain it back and move on. Against all logic, against all people says and experiences, I found that You reached me and lift me from falling too deep (some times, just before “my” basement line!). Okay I cannot lie, it’s proven that at many difficult times in my life, when I feel that I have used up my energy and cannot even convince myself to stand any longer, only then there You carried me through back to the crossroads where it all started. You dropped me in the correct direction, one that I did not take. You let me continue my life's journey in “new” way with a chin up, way that I consciously did not choose to pass through. Your power helps me understand that all the best for me.

I don't fulfill some requirements. I am still using A LOT of my "logic", my young spirit, liberal thinking, my rebellion tendency, my curiosity to “taste” life. Stubborn enough, sometimes I still offer “a preferred answer to my prayer” and begging for the stamp “Approved by The Almighty”, I even bargain with you by saying “Oh God, I know that too much but... please, I beg You that I really want it”, or in other times, “Dear God, I beg you I prefer the other option and really don't want this one...”Pfff, who are you girl, back to reality and put your feet on the ground, plissss…

I find that He doesn't want me to control His will. Though I act goods but He does not count it for "something I ask for". No such rule. I admire a lot some "strong" people especially ones who are able to fulfill such requirements beyond belief. For whom know me for life, I changed a lot but wouldn't dare to say success, neither perfect, neither better than others. I may only accept “enlighten a bit" but far far away from correctness.

God sends hints. It comes through praying, through family or a friend (like you!), through unexpected even like such a line in “Ever After a.k.a Cinderella” movie: "You were born to privilege and with that comes specific obligations" that sounds repeated in “Spiderman” movie: “with great power comes great responsibility”, or through others like a quote from last Kartini's day speech taken from Ibu Mutia Hatta, "if it doesn't kill you, it will only make you stronger" (original: F.Nietzsche)... bottom line, I have to admit that He never leave me alone.

So now dear, I can only pray that you know that you are and will never alone. Life is easy, and may you soon get the gift that I already have that "my life becomes easier not by me or my brain or my personality, not by my family or my networks of KOD (kenal orang dekat), not by money I got or my work or my company, but only by the grace. That's why I am different and special. Honestly, I still find some difficulties for myself to accept this as a full package. I want some but not all, especially still confused if I have to accept all responsibilities attached. **

We just don’t realize that our lives are easy or even deny it just because we're busy of wanting other's people's lives, others that we though having one better than ours. I thank God for chances to learn "how to life", for opportunity to “live the fullest life” and for “never feel bored of my life even when I was alone”. I also thank all people in my life (including you!) who take a part in my journey that contribute of making me love my life to the fullest. Only by the grace that as time goes by He carries and shows us "LIFE 101", and only then our life becomes easier."

Ca yo... I want to see that smile back on you dear!

Sunday, October 12, 2008

BELEPOTAN

Dearest sista,

I told you what had happened to me lately and how it hurt me much. Only after I thought that I passed a “hurricane”, another “storm” hit me right away last Thursday unexpectedly. I stunt and don’t know whom to speak about this but her (you know who).

On Friday, we spent 6 (SIX) hours sharing stories of our lives until past 11PM ! Can't believe how she turned down many calls. Not to make her a hero of the situation, but that conversation of two woman whose many same traits, same star, same "love" object, and experienced many similar childhood events, was like a “quantum-leap” movie as I see myself in 15 years to come in front of me. But I am sure that I could be much better because I am God's daughter! Hahaha

Couple months I was on the crossroads, plus last Thursday I felt that I took a wrong decision. Why He “lets” me fall (ihiks... it doesn’t kill me but make me stronger... ihiks, babak belur... ihiks sakkkiiiittttttttt), but now I see: thankfully this time I don’t have to wait too long, this afternoon He speaks to me through “Abraham’s Promise”.

It was not coincidence that I sent you that sms this afternoon. He chose us, not we chose Him. “Aku mengenalmu sejak di kandungan ibumu” - “Aku mengetahui setiap helai rambutmu yg jatuh” - “Kujaga seperti biji mataku” - ... We’re not perfect sista, may never until maranatha or He call us home - whichever come first.

Sometime we helpless and don't know which way to take or just don’t want to take the “right” way we know. But He knows what best for us.

When you fall, never give up try to stand up again. You may loosing your energy and faith, but as footprints in the sand if we believe, He will carry us. Just Believe sister, God loves you “much more that you think He does”. I know, it is sometimes very difficult but we're never alone. Pray for me too.

BElieve, Love, Eat, Pray, wOrk ‘Till marANatha... (BELEPOTAN)

Gros Bisous, Artha

Saturday, September 27, 2008

Bukan Supersetarr...

Ku bukan superstar kaya dan terkenal
Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi
Ku hanyalah orang yang ingin dicintai
Haa haa haaa… Haa haa haaa…

Kamu bukan super, kamu bukan setar
Kalo digabungin kamu bukan supersetarr..
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi
Ku hanyalah orang yang ingin dicintai
Haa haa haaa… Haa haa haaa

Ya ampunnn lagi2 deh Project Pop bikin gw ketawa2 sendiri di jalanan... kocak abeees...
Di lagu ini ada penyanyi2 yg lagi ngetop akhir2 ini... "ya iyalah, masa ya iya dong..."
Boleh lah dicatet buat souvenir of 2008... hahaha...  ini lirik lagu selengkapnya :

Andai aku Pasha Ungu
semua wanita kan memburuku
Bila aku Ariel Peterpan
kau yakin ngefans karena urang keren

Sexy badannya.. Mulan Jameela
cantiknya dia seperti aku
Giring Nidji sahabat aku
dekat denganku.. dialah aku..

Tapi kenyataan aku bukan siapa-siapa
kuingin engkau mencintaiku apa adanya

Ku bukan superstar kaya dan terkenal
Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi
Ku hanyalah orang yang ingin dicintai

Haa haa haaa… Haa haa haaa…

Andai ku Letto wis pasti aku wong jowo
Tapi kenyataan aku bukan siapa-siapa
kuingin engkau mencintaiku apa adanya

Ku bukan superstar kaya dan terkenal
Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi
Ku hanyalah orang yang ingin dicintai

Kata orang ku mirip Glenn Fredly
suara merdu, wanita jatuh hati
Namun semua itu hanya mimpi bagimu woohoo

Jadi… semua itu hanya mimpi?
Ya iya laah… masya ya iya dong
duren aja dibelah bukan dibedong

Ku bukan superstar kaya dan terkenal
Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi
Ku hanyalah orang yang ingin dicintai

Kamu bukan super, kamu bukan setar
Kalo digabungin kamu bukan supersetarr..
Ku bukan bangsawan, ku bukan priyayi
Ku hanyalah orang yang ingin dicintai
Haa haa haaa… Haa haa haaa…

Kocak-kocak ya liriknya .. huehehehe 
D



Thursday, April 03, 2008

breeze

What am I thinking today? I'm so damn tired. A good book about peaceful spaces about zen living can't take away the stress from my body.
Indeed I'm on leave, but I've got lot things to do and seems that I have to set the pace a little bit slower for others (as I normally trying to do but really! not an easy thing for me)
Yesterday I had a meeting. I ok'd a business meeting during my leave (what a surprise!), but it was worth it. I've been inspired from the meeting. I like the idea. It energized me. Can't wait to get it done.

Hmmm, long way to go.
Sure bumps are waiting along the way forward.
Resistance. "sirik"ance. and worst (hope not!) back stabbers.... but, gal' try to be ready for the worst!
I am trained to think a contingency plan. Some cases it can be very expensive, however I'm convinced that there some cases just are inevitable must have a contingency plan.

i think i will go to the dragonfly party tonight. too tired to think, just enjoy.