Monday, June 29, 2009

Akhirnya Nangis Juga

Setelah beberapa bulan ini gw terkadang ingin sekali menangis secara 'normal', maksud gw menangis dengan keluar air mata. Banyak peristiwa yg seakan beruntun yg membuat gw lebih menyukai kesendirian, bahkan keberadaan babang pun terkadang membuat gw jadi merasa bersalah krn tidak mampu mengusir rasa ingin tenang dan istirahat.

Kemarin seperti biasa gw gereja bersama teman baik gw dan mendengarkan kotbah yg sebelumnya menurut gw sangat biasa, mengenai 'be a master of our life'. Waktu pengkotbah bilang kalau ada masalah cukup menangis, tapi percaya ada maksud Tuhan dan minta Dia memimpin kita melalui pelajaran menjadi master ini. Langsung gw berbisik ke temen gw, "Vis, sekarang nangis pun gw gak bisa, gak keluar air mata".

Saat kotbah selesai, sebelum doa pendeta mengajak umat merenung sambil mengingatkan halus menyadari penyertaan dan ajaran Tuhan dalam menghadapi masalah dalam hidup. Gw yg tetap percaya Tuhan ada dalam setiap masalah gw, sesaat berguman "Tuhan, kenapa mesti begini 'terus' dan gw gak merasa memenangi ujian2Nya, tapi kog sekarang saat gw sangat2 sedih pun kog gw gak bisa nangis?"

Dalam perbincangan dg Tuhan itulah, gw menyadari betapa hancurnya hati gw dan ternyata saat itulah air mata mulai mengalir sedemikian dan membuat gw terisak dan keluarlah air mata memenuhi rongga di antara mata dan kaca mata gw. Syal yg gw pakai pun berubah fungsi menjadi selampe sesaat.

Akhirnya gw merasa tenang, karena akhirnya gw bisa nangis normal lagi.
Terimakasih Tuhan.

Monday, June 22, 2009

Life is indeed not fair

Hari sabtu gw dating makan siang dengan dua dokter cantik teman2 SMA gw. Udah lama gw pengen makan siang ama mereka tapi jadwal di antara kami susah match, sore mereka praktek sementara sabtu biasanya gw (dulu) kuliah atau sekarang golfing.

Kami ngobrol ngalor ngidul, saling ngupdate, cerita soal diet dan gigi, dan update teman2 lainnya. Sekian jam berlalu ditemani makanan dan minum di sebuah kafe yg lumayan nyaman.



Saat kami berpisah, salah seorang di antara mrk bilang, "what a life, you could have been a doctor like us. We've been known each others for eras, and we know well how much you wanted it."



I said, "hey, I once regret it, but not anymore. I'm moving on. Life indeed is not fair, but I trust God. Look at me now, not bad than a doctor rite and surrounded by you all. Plus, I got very nice bonus, not one but two, God has showed me how to help two of His man become doctors. This even more than an answer to my prayer. Please don't feel sorry for me. I made it this far only by and for His will."



Still the answer, "Lo emang kuat banget 'tha. Good luck 'tha, as you said life isn't fair. Look at those who still gone shopping in spite of economy crisis."



Final answer as I have to go, "Dearest, please stop doing such comment, nobody - not even God - ever promised that our life would be just fair. Bukan kuat gw, but we just have to accept it, our part is just don't do anymore damages to whom feels not as lucky as us. You guys are doctor, be a good one. Not only for me, but also for others."



Cupika cupiki and bye. Yuks, kita stop doing such. Be blessed at anytime, dear. It's true that I once regret it, but I know that my life now surrounded by trusted experts and love. Only God who is able to let me know you both and thanks to Him.



If my life was fair,
I know for sure that I could have lost this excitement of staying alive.

Wednesday, June 10, 2009

Seruuuu

Malam ini gw memutuskan nonton siaran langsung deklarasi pemilu damai dibandingkan tadinya mau makan di luar. Tiap2 pasangan kandidat menyuguhkan 'pertunjukkan kesenian' dan orasinya. Favorit gw dari pertunjukkan yg disajikan adalah:

-- monolog Butet
kreatif menggelitik, sarat 'kritik', disampaikan dg ringan walaupun penuh konten

-- gerak tari dinamis dg irama musik nusantara.
tidak mewakili satu propinsi tertentu, memakai pakaian yg tidak perlu disewa/beli melambangkan kesederhanaan, namun koreografer sulit.

-- orasi JK - Pak Wiranto... JK yg selalu memakai KAMI dan Pak Wiranto yg tanpa nada menggurui, tanpa kilas jumawa, melainkan mengutip apa yg menjadi 'ajakan' umum, seperti bangsa besar adalah bangsa yg menghormati pahlawan, yg ingin hari esok yg lebih baik (bukan yg sama) dan hari esok yg lebih baik. Justru yg umum itulah yg terasa lebih sejuk dibandingkan orasi yg terdengar sebelum2nya. Orasi Ibu Mega terasa emosi 'ndalem', orasi Pak SBY penuh dg janji namun ajakan 'kosong' - wong jabat tangan aja enggak kog apalagi silahturahim.


Duh!


Walau apa yg pernah ditandatangani terkadang dilupakan, dengan amat sangat, jangan berdamai di depan tv saja, dan jangan bosan damai.Terutama ajaklah tim kampanye atau siapa pun yg mendukung untuk damai. Asal jangan 'damai aja lah Pak' sambil menyodorkan uang - seperti saat melanggar peraturan lalu lintas (oops).

Walau kata 'damai' dekat kekerabatannya dengan 'perang', dalam hal ini adalah perang suara rakyat. Jadi, agaklah aneh kalau pemilu yg satu sisi adalah pesta rakyat, di lain sisi adalah 'perang' jendral - mengutip kata2 media. Deklarasi damai yg diselenggarakan KPU ini, buat gw, adalah bukti bahwa betul adanya pemilu adalah peperangan.

Jangan bosan damai Pak, Bu.
Seruu juga 'perang' nya tadi dalam deklarasi damai... hehehe

Friday, May 22, 2009

Kemana kita berjalan?

Barusan selesai penampilan capres terakhir dalam acara dialog dg kadin. Pilihan gw utk best part dari penampilan capres di acara masing2 dg KADIN yg selesai hr ini,

SBY...
becandanya 'keterlaluan' sensitif - surga vs.neraka, mendingan lah daripada becandain rakyat.
JK...
pertanyaannya 'keterlaluan' pribadi - sepatu, tas buatan siapa bu?, mendingan lah bisa membuktikan perkataan dan perbuatan sama (urusan sepatu at least).
MG...
jawabannya 'keterlaluan' tinggi konteksnya - semua pertanyaan sulit atau agak sulit atau gampang2 sulit, mendingan lah perubahan penampilan publik banding imagenya sebelum tadi.

Saatnya sudah sangat mendesak buat gw untuk belajar memakai bahasa Indonesia dengan lebih tepat lebih baik, daripada nanti kalo ditanya njawabnya,

"I dont understand Pak, kebanyakan sepatu & baju saya sich jamin buatan indonesia, tapi tas kipling still my choice, olahraga apalagi sekarang dominan stick golf yg notabene buatan luar negri, laptop teman sehari2 gw mereknya apple dari USA, yaahh... gimana dong?"
'Whatever! I dont understand deh' Pak, I cinta Indonesia tapi masih warga negara dunia juga, boleh dong, ibu dah bantu njelasin kan tadi 'gampang-gampang sulit' buat ganti secara total jadi mesti kita lihat nanti yaaaaa"

Jadi bukan bahasa Indonesia saya yg terlalu jelek... hehehe. Lagian di Jakarta kan 'I don't understand' dan 'whatever' dah masuk bahasa sehari2 lho, nah jakarta di indonesia kan... (excuse, excuse, excuse...oops, hayo bahasanya belajar lagi ya).

Gw jadi ingat Pak Tatang dosen pembimbing penelitian dulu, beliau mengajar selalu menggunakan istilah2 teknik kimia yg diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia... Saatnya nih kembali ke kampus bahasa Indonesia supaya kata ibu 'yes', kata bapak 'satu kata satu perbuatan'.




Buat sekedar tontonan, gw menunggu debat capres dg tidak sabar. Gutlak deh, kutahu yg kumau sudah (*)

(*) Jangan salah ngerti lho 'mbak Tina, di daerah seputar Kaltim-Kalsel, kata 'sudah' dalam percakapan sehari2 sering diletakkan di belakang memang (kata 'memang' juga).

Wednesday, May 20, 2009

Terlalu Sibuk











"Dengan masuknya para (purnawirawan-red) jenderal itu dalam tim sukses ketiga capres, pilpres mendatang dipastikan akan penuh intrik, adu strategi dan bahkan cara-cara intelijen."

*mungkin* terlalu sibuk adu strategi buat ndukung mantan bos2 mereka a.k.a mereka yg sekarang purnawirawan, dan bisa jadi terlalu sibuk jadi tim sukses 'siluman' atau siluman jadi tim sukses *entahlah*, yg jelas pagi ini satu (lagi) pesawat TNI-AU, kali ini berjenis Hercules, jatuh di Madiun dengan 98 penumpang + 13 kru + 3 rumah warga... sampai tulisan ini sudah 57 korban tewas.

Masih terekam peristiwa jatuhnya pesawat TNI juga di hanggar Nurtanio, dan waktu itu kerugian pesawat yg ada di hanggar saat itu dan tentunya juga nyawa para calon jenderal tersbt.

Hu uh, gemes deh, panglima tertinggi Angkatan Udara lagi dimana dan lagi ngapain ya saat ini 4jam setelah kejadian ? -- atur intrik dan strategi untuk memilukan rakyat kah ? --
Ini nyawa bung, bukan cuma kedukaan korps militer tapi juga adanya korban sipil yg tak berdaya ... *miris* ... dan turut berduka untuk keluarga yg ditinggalkan.

Kalau pesawat itu nabrak Monas, *yakin* langsung tuh para pilpres tampil di TV dengan kata2 paling peduli, tapi ini kan cuman sawah dan rumah2 yg bukan aset strategis *cuma aset rakyat biasa*


------------------------------------------------------------------------------------------------
Perang Para Jenderal di Pilpres 2009
Metro Hari Ini / Election Update / Selasa, 19 Mei 2009 18:44 WIB
------------------------------------------------------------------------------------------------
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilihan Presiden 8 Juli mendatang dipastikan akan berlangsung sengit. Bayangkan, kekuatan tiga jenderal akan saling berhadap-hadapan, yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto dan Prabowo Subianto. Signal pertarungan itu sudah tampak sangat jelas dalam komposisi tim sukses ketiga jenderal yang direkrut dari para jenderal purnawirawan.

Meski beberapa survei lebih mengungguli SBY-Boediono (SBY Berbudi) dalam pilpres mendatang, SBY tidak begitu saja meyakininya. Demikian pula cawapres JK-Win,Wiranto dan Prabowo dari kubu Mega-Pro.

Sebagai seorang jenderal, SBY tampaknya memahami bahwa pilpres mendatang sesungguhnya merupakan pertarungan antara sesama jenderal yang tidak boleh dianggap remeh. Jenderal berpengalaman, Wiranto dan si cerdik nan kaya, Prabowo. Demikian pula Wiranto dan Prabowo menilai kekuatan satu sama lain dan SBY.

Adu kekuatan dan strategi tiga jenderal itu sudah tampak jauh sebelum pilpres digelar dan terkristalisasi dalam pembentukan tim sukses masing-masing. SBY tidak tanggung-tanggung menggaet jenderal yang baru pensiun dan masih memiliki jaringan kuat dalam tubuh TNI dan Polri aktif, yakni mantan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan mantan Kepala Polri Sutanto. SBY juga menempatkan mantan Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI Letnan Jenderal Purnawirawan Suyono, Letjen Purnawirawan Agus Widjoyo, Mayor Jenderal Purnawirawan Abikusno dan Mayjen Purnawirawan Sardan Marbun.

Pasangan JK-Win juga tidak mau kalah dengan gertakan SBY. Sejumlah jenderal pun direkrut menjadi tim sukses, seperti mantan KSAD Jenderal Purnawirawan Subagyo H.S., Jenderal Fahrul Rodji, Letjen Purnawirawan Suady Marasabesy, Laksda Abu Hartono, Marsdya Basri Sidehabi, Letjen Ari Mardjono dan Letjen Soemarsono.

Sementara Prabowo lebih merangkul mantan orang-orang dekatnya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), seperti Muchdi Pr dan Kivlan Zen. Mereka akan menyatukan kekuatan dengan barisan Mayjen Purnawirawan Theo Syafe`i sebagai ketua tim. Selain ketiga mayor jenderal purnawirawan itu, juga terdapat nama Letjen Purnawirawan Haryoto P.S., Farid Zaenudin, Yogi Supardi dan Mayjen Purnawirawan Glenny Kairupan.

Para jenderal purnawirawan itu menyebar ke tim-tim kecil masing-masing capres-cawapres, demi merebut kursi nomor satu di republik ini. Dengan masuknya para jenderal itu dalam tim sukses ketiga capres, pilpres mendatang dipastikan akan penuh intrik, adu strategi dan bahkan cara-cara intelijen.(DSY)

*Pictures and text from MetroTVnews.com*


Monday, May 18, 2009

Pilihlah Aku Jadi Presidenmu

aya aya wae... postingan guyon kayak gini ada dimana2, tapi yg nggabungin jadi satu ya ada di sini ini Primbonnya Guskar

Tiga kata penting

"I love you... three words yg sangat disukai wanita,
membuat hati berbunga2,
memberi semangat...."



Kalimat di atas bagian dari jawaban Dewi Sandra di acara Just Alvin waktu ditanya soal lagu barunya "Kapan lagi bilang I Love you?" Gw setuju banget, wi! Tiga kata itu juga masuk dalam my favorite phrases.

Sayangnya, (menurut gw) DS menyanyikan dg somehow terlalu sedih. Yah mungkin itulah pengalaman hidup dia akhir2 ini. Seorang wanita yg tegar dan punya potensi baik yg banyak. Ketidaksukaannya dg handphone sama dg gw, cause we want to enjoy the moment! That's our excuse for world who (sometimes) don't understand how you are busy with it while we're chatting... hehehe. Hope all the best to go thru her problem, keep the spirit up. I agreed that you're a good fighter.


Tapi untuk urusan dinyanyiin, gw lebih seneng tiga kata ini yg dinyanyiin Tiga Diva, yg notabene satu lagunya isinya tiga kata doang dan juga A Lotta Love (*). Some say childish, but menarik.


I love you God, You made my life become so simple

I love you Mom, you fill up my life with serenity with your "almost" agape love

I love you BC, you make my days (most of it !)



Thinking about three of you at same time,

yes, I love that three words too,

make me feel good ...

make me blushingly smiling ...

and give a very special power inside me to my life ...

blessed child, a star power, a lotus power ...

I am the way I am now because You love me.

Y'all irreplaceable to me,

and I love to love you.


(*)I… I, I, I, I… Need A Lotta Love

You… You, You, You, You… Need A Lotta Love

We… We, We, We, We…

Everybody Needs… A Lotta Love

La La La La La La La

Monday, May 11, 2009

Lagi lagi Flu

still you better watch out....................................................


may not safe from R4N1 flu: Hedon Minister
Source: The Post :)


----- Forwarded by Fatma-Ully ARTHA/.../Corp on 11/05/2009 04:34 PM -----
Year XI/0103, Monday, May 11, 2009 (ii)
SOCIAL & POLITIC AFFAIRS
...
Indonesia still safe from H1N1 flu: Health Minister
Source: The Jakarta Post

Health Minister Siti Fadilah Supari said no cases of the H1N1 strain of flu had yet been reported in the country, though the government has taken anticipatory measures.
"Around 100 hospitals have been alerted and prepared for swine flu treatments," Supari told tempointeraktif.com. She added the H1N1 flu was not as dangerous as avian flu. "With swine flu, only two deaths have been reported in every 100 people infected, whereas with avian flu, the mortality rate is 80 percent," she said. Supari, however, continue to urge the public to remain on guard and advised those who had recently fallen ill with the flu or coughs to wear a face mask and contact the nearest healthcare center. (*)
...


Kenali Gejala Flu Babi
Sumber : SCTV (televisi)


Untuk beberapa hari ini, di beberapa siaran televisi ataupun di berbagai surat kabar di Indonesia memuat berita tentang penyakit yang dikenal dengan flu babi atau swine flu. Meski belum sampai ke Indonesia, namun kita harus mewaspadai virus swine flu atau flu babi yang telah merenggut puluhan nyawa di Meksiko.


Untuk itu, kita mesti mengetahui gejala-gejalanya yaitu Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia, yakni :
- Demam secara tiba-tiba
- Batuk.
- Nyeri otot
- Sakit tenggorokan
- Kelelahan yang berlebih
- Muntah-muntah
- Diare



Namun penyakit ini tidak terdapat pada daerah tropis. Sebab penyakit ini hanya terdapat pada Negara atau daerah yang memiliki 4 musim atau subtropics. Hanya saja kita perlu mewaspadai. Sebab penyakit ini bersifat zoonosis dan juga dapat menular antar manusia.
...

Friday, May 08, 2009

Why, oh why?

AA bikin kasus (lagi), tapi kali ini bukan kasus AA yg berceramah tapi AA yg bercengkrama!
Satu lagi bedanya sama AA di kasus sebelumnya, AA yg satu ini dari dulunya emang dah dah terlanjur dikenal gak "bersih2" amat. Yang menarik di balik riuhnya analisa soal motif di balik penangkapan AA, yg akhir2 ini terlanjur menjadi terkenal sebagai "anti-koruptor", ternyata menimbulkan efek langsung ke gw (hah?), yg antara lain jdai mau2nya meluangkan waktu untuk menulis posting ini.

Efek euforia AA ternyata sama sama dg AA sebelumnya, yaitu berakibat langsung & mengena langsung ke komunitas istri. Satu saja contoh langsung dan nyata yg gw saksikan hari minggu yl dan itu sempat menyiratkan rasa "tak percaya tapi nyata". Fenomena tersebut adalah berdatangannya istri2 menjemput suami2nya yg bermain golf di turnamen resmi perminyakan indonesia yg rutin diselenggarakan setahun sekali. Selesai turnamen dilanjutkan dengan makan siang bersama sekaligus pengumuman pemenang & lucky draw. Tapi siang itu tidak terlalu banyak yg ikutan makan siangnya, atau makan siang terburu2, mereka mohon ijin ga bisa ikutan makan siang bersama atau lebih lama di acara yg diselenggarakan panitia itu dg alasan "sudah dijemput keluarga". Di clubhouse terlihat istri2 yg menjemput suami2nya main golf tentu terlihat sambil bergosip *Oops bukan ngossip, ngobrol*... halah ...

Pemandangan yang tidak biasa. Secara ini acara resmi tahunan diadakan komunitas perminyakan ini, yang walaupun tahun ini jauh dari hadiah2 menarik tapi tetap menyenangkan sebagai ajang reuni. Kapan lagi ketemuan mereka di suasana santai sambil menikmati pujian diselingi tentunya keluhan2 dan evaluasi (tetep) permainan selama 5 jam sebelumnya. Pukulan2 mantap atau hancur saat bermain sebelumnya, dan tentunya soal caddy yg turut membantu keberhasilan atau pun sebaliknya malah bikin gak pede. Namun, penting dicatat, gak pernah dalam acara golf ada caci maki antar pemain yang benar2 golfer - for the love of the game, not business - ungkapan rasa keki biasanya lebih ke diri sendiri yg 'banyak lakukan salah pukul' atau pun 'ah, belum beruntung aja'. Kebanyakan tersenyum gembira, menyalami yg menang, memuji yg longest drive, terdengar tantangan untuk uji keberuntungan lagi di turnamen berikutnya, dan janji untuk bermain lebih baik. Tapi, tidak siang itu. Walau tetap ada keceriaan itu, tapi agak sepi karena banyak yang sudah pulang.

Gw sangat memaklumi tindakan istri2 teman2 itu. Sangat2 dapat dimaklumi kalau di tengah ramainya perbincangan tentang olahraga yg satu ini. Gw sangat setuju dg mereka yg tetap mengijinkan suaminya bermain, sebab "efek bahaya"nya justru bukan saat main golf, tapi memang (terbukti) sesudahnya... hahaha. Boleh dong gw bilang kalau fenomena tersebut adalah bagian dari efeknya Rani, hehehe, kenal Rani Juliani? O,o,siapa dia? Orang terkenal kah yg saudaranya "j"uiliani New York yg terkenal pasca 9-11 kah? Siapa pun yg menonton siaran televisi nasional dalam minggu ini, walau sebelumnya tidak pernah mengenalnya tapi mesti pernah mendengar nama ini yg jelas2 dihubungakan dg AA yg terkenal itu. Perempuan muda yg saat ini menjadi buah bibir nasional.Ada yg memujinya cantik, putih, tapi tidak sedikit yg mencibir. Lagi2 terbukti, lebih sulit buat perempuan untuk mempercayai perempuan lain, lho apa hubungannya yah, ntar deh posting terpisah kapan2.
Selain efek AA yg berasa langsung di atas, dalam euforia ini ada juga teman2 yg nanya langsung ama gw, "Kenapa sih pada suka main golf? Apa enaknya main golf 'tha, perasaan olahraga lo makin tua bolanya makin kecil aja..." Tentu seperti biasanya jawaban gw bisa muncul apa aja tergantung penanya & sikon saat ditanya. Namun semua jawaban bermuara ke satu inti, "Gw suka aja, *continue in whisper voice* so as to me, y'll have the equal right not to agree whatsoever."

Bayangkan! Saat pagi hari jam weker berbunyi tanda saatnya bangun. Setelah melakukan hal2 rutin, dengan spirit "hari ini gw akan mukul lebih baik", gw meluncur di jalan tol dengan jendela terbuka dan menjadi saksi menit2 bergantinya gelap menjadi terang. Terkadang kabut menutupi gunung, tapi lebih seringan enggak. Kurang dari satu jam, gw tiba di tempat tujuan yg disambut senyum teman2 dan memperbincangkan udara yg bagus, segar, mataharinya enak, wah cerahnya gunung, dll. Sepanjang mata memandang pun, hijau pepohonan, warna2 tanaman kacang, terkadang bunga terompet ataupun ada sesekali bunga matahari, air mancur yg gemericik dan juga air meluncur di bebatuan sungai2 di tengah2 padang. Udara pagi yg terhirup pun masih dibubuhi aroma kabut pagi dan menarik nafas dalam menjadi sangat menyenangkan untuk mengisi paru2 dengan udara baru yg jauh berbeda dari hari2 sebelumnya. Hati pun menjadi gembira apa pun masalah yg dialami di hari2 sebelumnya. Itulah suasana pagi yg gw sangat2 nikmatin di saat2 gw bermain golf pada akhir pekan. A true re-treat for my eyes, my lungs and my soul.

Inbox email gw dalam minggu ini menerima banyak email yg bertemakan golf. Ada aja yg meluangkan waktu menulis banyak hal ttg golf, pro-kontra, sejarah, dll. Ada yg mengingatkan kalau "golf effect" yg terungkit oleh kasus AA bukan semata2 terjadi di golf. Ada satu postingan yg menarik gw karena bawa2 fakta sejarah *gak penting banget* yg gw posting di bawah ini - versi ini gw edit sedikit layoutnya tanpa mengubah esensi dari isi email yg beredar di milis teman2 antar pemukul bola kecil di lapangan sangat luas itu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------quote------------------------------
Here are some questions taken from questionnaires in 1923.
Who was: (1.) President of the largest steel company?
2. President of the largest gas company?
3. President of the New York stock Exchange?
4. Greatest wheat speculator?
5. President of the Bank of International Settlement?
6. Great Bear of Wall Street?

These men were considered some of the world's most successful of their days.
That is now, 86 years later, history books owe us the meaning of being successful written in man history if we know: What ultimately became of them?

Here are the answers now, 85 years later:
1. The president of the largest steel company. Charles Schwab, died a pauper.
2. The president of the largest gas company, Edward Hopson, went insane.
3. The president of the e NYSE, Richard Whitney, was released from prison to die at home.
4. The greatest wheat speculator, Arthur Cooger, died abroad, penniless.
5. The president of the Bank of International Settlement, shot himself.
6 The Great Bear of Wall Street, Cosabee Livermore, also committed suicide

Some golfers found the questions are too complicated (yet the answers!). They asked question of what they know best, that is: "In that same year, 1923, the men considered the most successful golfer in that year, was Gene Sarazen, a PGA Champion and the winner of the most important golf tournament, the US Open. What became of him?"

Do take long breath 3 times to prepare for the answer!
**1x…... **
**2x…... **
**3x....... **


Here is the answer that history writes:
Gene Sarazen: played golf until he was 92 and died in 1999 at the age of 95. He was financially secure at the time of his death.

Source: taken from emails chain among golfers
---------------------------------------------------unquote------------------

Some agreed to conclude that the moral of above findings:
*u** work, (i) play golf.

In a golf competition, a golfer is not allowed to seek advise from your his/her pairing about which stick s/he should use to hit next. As this is not a friendly game, be confident, please do check the reality before taking our advise. Of course, please don't seek for us while you do the history checking, coz we're busy in the course playing golf.
For the love of the game, instead.

Tuesday, May 05, 2009

iQuotes Library

After had been listening to unexpected news last night, I pull out some of playlist in my iQuote's Library (the "i" has nothing to do with Apple Inc), look for a magic dose of vitamin that usually strengthen my trained muscles to face life. I pray to beg God to give me peace and serenity to face this foresee problem by believing that "There is nothing that He and I can't solve together." My preferred quotes together with The Bible verses have been allowed me to enjoy my endurance capacity to overcome problems that God allows me to experience in life.

In My Recently Added, added an opinion of a foreigner on Indonesian's Leaders as quoted by Kol. Pitut Soeharto, an ex-intelligent of special-force in recent television’s interview regarding president election (2009): “... Rakyatnya aja dikibuli, apalagi orang lain." Oh well, though it hurts deeply inside for me as being betrayed, but I will end up a fool as to deny that. I witness its correctness, so I couldn't agree more.

Top Most Played quote that I recalled during our conversation: "Everything happens for a reason." Though you’re part of my decision, but definitely not the only one. And I’ve been through failures cause of wrong decisions I made in life. As Fergie sings it nicely, “This is time to be a big girl now and big girls don't cry.” Though I may hate you a bit, but definitely you’re not alone, and it won’t long. You guys bring me this far at when everyone else sees me wrongly cause of his or her limited eyes. Though reality hurts when I kept asking “why now?” but I won’t keep you stay only to be someone else. That now I’ve decided not to move backward for my own dignity. I know that it's personal, myself and I, but I've got to get a move on with my life. I have to believe that it must happen for a reason. I’ve been thinking quite long when the thought strikes me that so do my name happen for a reason!

Myself named after a sacred lotus in Sanskrit language i.e. "Padma”, that cited in Hindu literature as the symbol of the ability to raise above, for although it has its roots in the mud of ponds and lakes, it raises its flower in immaculate beauty above the surface of the water. It has been well defined by Buddha’s in his devoted quotes, "Lotus flower does not grow in the highlands but in the muck of the swamp. Water surrounds the lotus flower, but does not wet its petals." The pond represents the world with all its characteristics. Lotus flower demonstrates how to show our best to the world and bring light out of darkness. It is also a good symbol of purity and of persistence against difficulty because it has its feet in the mud but has pure white petals raised about the surface of the water.

Like a lotus flower, my parents hoped that I would live in the way it demonstrates, that is the art of living the life without getting touched by the dirty world. My two other names also happen to be a perfect match and complement the idea. In Batak language, Ully means good/beauty and Artha means possessions. My destiny has been written in my full name, is to live as a Padma, a sacred lotus - the symbol of the ability to raise - for I am "Ully Artha" - a good/beauty possession - to my parents and family and to the world where I belong.

I believe my parents happened giving my name for a reason. They had a vision that I will be "a lotus flower." Mom was a biology teacher and she perfectly understood this concept. Chinese poets also often use lotus flowers to inspire people to continue striving through difficulties and to show their best part to the outside world, no matter how bad the circumstances may be. Since most ponds in Indonesia are muddy and also the water is dirty to from bottom to surface, so I deliberately translate Buddha’s quote into my context, "Dirty water surrounds me, but does not wet my inner beliefs".

As I’m riding a cart in the middle of life’s roller coaster, lotus conveys the message of detachment. Just like it can't grow further above water, so I can't escape from the world I live in. For although I have my feet in the mud of world - the source of dirty water - but I have the ability to raise in immaculate beauty above the surface of the world I live in.

In addition, come Le Petit Prince quote from My Top Rated, "On n'e voit bien q'avec le coeur et l'essentiel est invisible pour les yeux.” We can only see well with the heart, the essentials are invisible to the eyes. I have to keep my heart, my petals, in the state of correctness and out of the troubled water, only by doing so that I would have the ability to see clearly the essentials that can’t be seen by the eyes. No regrets because I realize very much that I’m different from them. As My Top Most Played, "A great deal of pressure and time are needed to transform carbon to become a 'exclusive and highly valued' diamond. So as without them, it would just an 'abundantly presence and cheap' material." It's my mission in life: be present in rare but highly valued - just like a diamond :))

Thanks God for lessons of life that You allowed me to have in my young age. I trusted that Your will, not mine, must happen. So be it, I accept Your bet and I thank You,
for the tear drops... it shows that I am normal,
for the laughs... it shows that I have voice,
for the pain... it shows that I have a feeling,
for the promise... it shows the destiny of my journey,
and am ready to follow my destiny with You hold my hand, and never let it go. I trust You cause I know You so well. Even sometimes I feel that I know You more than myself. It’s easy cause You’re perfect, and I'm working on my imperfectness to become a better me.

At the end my reflections of today, I whisper my all-time Spider man's mantra “with great power comes great responsibility.” At last, as we always cheer in matches, “Go-go-go, fight-fight-fight, win-win-win”, I would say that I have ‘No Regrets’ that everything happens for a reason to God’s will. My part is just to live like a butterfly that is to live my life according to my destiny, with the spirit of ‘Serviam: I Serve’. Fear not and forget not that I’m also fully granted for ‘Carpe Diem: to enjoy life at the fullest', as it always meant to be by Him to seize my day.

“After you, God.”

Thursday, April 30, 2009

What do I want?

"The great question which I have not been able to answer, despite my thirty years of research into the feminine soul, is
What does a woman want"

-- Sigmund Freud, who originated psychoanalysis ! (1856-1939) --

Wednesday, April 22, 2009

oMiGod

Terasa isak dalam hati gw mendengar pengakuan tersebut. Pengakuan yang Sangat Mengecewakan. Masih jelas teringat saat issue "bubar" hubungan RI 1-2: "Pers lah yang bertanggung jawab", ketika di awal tahun terjadi "hilangnya" premium: "Pertamina lah yang bertanggung jawab". Jadi, harusnya gw jangan heran kalau kembali terucap format tersebut, jawaban atas kekacauan penyelenggaraan pemilu: "KPU lah yang bertanggung jawab".
Jangan heran kalau pemenang pemilu ini sesungguhnya adalah golput 40%, dan janganlah heran kalau rakyat menjadi marah dan malah menampik kembali lemparan tanggung jawab tersebut, sebab kami memilih pemimpin untuk memimpin kami. Sebagai shareholder yg mengangkat CEO, telah kami serahkan amanah tersebut, permasalahan penyelenggaraan public service obligation, pemerintah lah yg bertanggung jawab.
Sang Jenderal bertanya, "dimana sikap ksatria yg ditanamkan selama di akademi?"
Ternyata di catatan recordnya, saat terjadi pemilihan prajurit untuk maju ke garis depan, ia masih terlalu sibuk membuat strategi2 tanpa menyiapkan senapannya, ia terlalu sibuk menggambar siapa teman dan siapa lawan, ia terlalu sibuk menganalisa dan mencari sebab2 kesalahan kekalahan perang sebelumnya... akhirnya sang ksatria pun tidak pernah berada di garis depan.
Sang Jenderal menjadi sangat kecewa karena ia tidak mempunyai pilihan lain, prajurit2 terbaiknya gugur di garis depan, lalu dengan terpaksa disodorkannya prajurit yg tidak pernah merasakan getirnya memikul tanggung jawab untuk memutuskan antara bunuh teman atau bunuh negara. Tak sanggup dia memutuskan untuk menarik pelatuk pistol atau tidak, waktu pun diulur2, dan bila saat itu tiba, format di atas menjadi "Aku harus membunuhmu, Tuhan lah yg bertanggung jawab". OMiGod.

Auk ah Gelap (2)

Maaf Kartini, perbuatan2 gw juga ga sempurna, yg terkadang sulit dimengerti dan terdengar sangat ekstrem buat beberapa orang, tapi apalah daya, kami perempuan masih dijajah. Bukan oleh sesuatu yg kelihatan tapi oleh diri kami sendiri. Kesenangan kami, kepuasaan kami lah menjadi salah satu alasan mengapa pendidikan tinggi yg kami miliki, terkadang malah menjebak sebagian dari kami untuk "membodohi" orang lain, yg terkadang adalah kaum kami sendiri. Bagian perjuangan kami perempuan2 yg beruntung bersekolah di masa ini ini bukanlah terhadap kebodohan, bukan juga larangan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi, melainkan perjuangan untuk memelihara hati nurani supaya tidak menjadi kebal terhadap kepura2an dan kemunafikkan yg saat ini dianggap suatu kewajaran. Semakin pintar dituntut untuk semakin bisa "diajak" kerjasama, bahkan untuk melakukan hal yg tidak benar.



Maaf Kartini, kalau saat komentar gw atas perbuatan2 tersebut adalah "auk ah gelap", menantikan kapan terang itu akan datang, atau malah di luar sana sudah terang, tapi di tempat dimana gw berada inilah yg gelap. Entahlah, gw akan terus mengeksplore hal ini dengan merefleksikan kejadian2 yg terjadi di sekeliling gw, menyaring apa yg perlu gw tahu dan memilih jelas dengan siapa gw "bergaul" dan membiarkan pemikiran orang tersebut memasuki ranah berpikir gw, namun tidak yg lain. Tidak dengan mereka yg pintar berpura2 tapi tanpa dasar integritas yg bagus. Tidak dengan mereka yg berpura2 untuk kepentingan pribadi. Tidak dengan mereka yg berpura2 untuk mengambil hak mereka yg tidak berdaya. Tidak.



Maaf Kartini, perempuan Indonesia saat ini memiliki hak yg sebenarnya sudah "lebih" dari perempuan2 Eropa yg dirimu kagumi dulu. Mereka memang lebih dulu bisa mengenyam pendidikan, tapi urusan berpartisipasi politik dalam demokarasi untuk memilih dalam pemilu, kami perempuan Indonesia malahan lebih dulu menikmatinya. Bahkan seorang perempuan Indonesia pernah menjadi presiden. Perempuan Indonesia memimpin gerakan aids dunia, memberikan pengajaran kepada orang2 terhina dan berjuang di tempat2 yg dahulu sangat maskulin.



Maaf Kartini, refleksi ini tidak sempurna dan tidak bisa dibandingkan dengan surat yg kau tulis di tengah2 perjuangan batinmu dulu. Gw juga mengalami perang batin mengenai pendidikan perempuan di negri kita ini, semoga bukan melalui ceramah atau pun nasehat, tapi melalui apa yg gw selalu usahakan memberi kepada mereka yg "ditidakmampukan oleh keadaan", yaitu semangat. Energi itu ada di gw, semangat untuk tidak munafik, semangat untuk tidak cinta status quo dan semangat untuk hidup yg lebih baik. Semangat inilah yg mau gw tularkan selalu, bukan kepada mereka yg bisa menyalahgunakan semangat ini, tapi justru di tempat2 dimana semangat ini nyaris hilang. Semangat itulah yg selama ini mendorong gw untuk menyelesaikan tugas sampai garis finish nanti, semoga Tuhan merestui gw untuk membawa semangat yg positif ini terus terpelihara dan terus bantu mengembalikan gw kapan pun kembali ke rel yg diinginkanNya.
Semangat serviam.

Tuesday, April 21, 2009

Auk ah Gelap

Hari ini diperingati sebagai hari ulang tahun R.A Kartini. Peringatan ulang tahunnya yg hampir selalu dirayakan kebanyakan perempuan perkotaan di Indonesia namun sebaliknya di luar perkotaan. Ini bisa dimaklumi sebab mereka tidak mengerti apa itu perjuangan gadis kecil itu di era penjajahan, sebab sekarang pun toh mereka tidak bisa mengenyam pendidikan.
Dalam acara peringatan hari Kartini tahun lalu, gw diingatkan kembali akan surat2 yg pernah dituliskan Kartini yg kemudian dibukukan. Saat itu bukanlah surat Kartini yg dibacakan, melainkan surat yg dibuat oleh petinggi kantor gw sebagai balasan dari surat2 Kartini ! Beliau bahkan menuliskannya dalam bahasa Perancis, yg kemudian diterjemahkan olehnya dalam bahasa Indonesia dan dikoreksi oleh "guru bahasa"nya... hehehe, segitunya boss gw itu, perhatiannya sama art emang rada kelebihan bobot.

Pada perayaan yg sama itulah kembali gw mendengarkan satu quote yg sangat populer. Pernah gw tuliskan di blog ini tentang quote ini, isinya "If it doesn't kill you, it will only make you stronger". Ya, kata2 itulah yg menampik niat gw untuk menerima tawaran yg masuk saat itu, dengan semangat, "ah mau pesta 40 tahun masa sich keluar, sayang banget ga ikutan pesta", secara emang gw akui gw suka suasana pesat ... (suasana pesta beneran bukan pesta buat2an).

Sayang sekali, pada perayaan Kartini tahun ini yg akan dirayakan besok di kantor gw, tadi siang tiba2 gw ilfil banget. Tiap2 divisi diminta menyuguhkan persembahan dalam bentuk "manggung" bisa puisi, pidato etc. Divisi tentunya berembuk dulu. Sayangnya saat rembukan itu, gw ga bisa hadir karena harus follow up bank waktu itu, tapi gw titip usul. Secara gw ga ikutan, tentunya gw punya semangat utk "ikut aja deh, terserah apa aja toh gw seneng".

Kemarin saat berpapasan dg ibu koordinator, beliau langsung ngingetin soal latihan bareng sore, tentu gw njawab "iya... iya..." Begitu balik ke kantor gw, ada email pagi2 deskripsi scenario drama tersebut. Alamaaak, kaget gw, seorang perempuan yg justru sangat merendahkan perempuan lainnya malahan "terpilih" sebagai supermom??? haaaaH! Sadarkah perempuan itu bahwa walau ia merasa "lebih", itu tidak membuat dia bisa membuat perempuan lain kehilangan haknya atas suaminya. Itu sama saja dengan "menjajah" perempuan yg sangat bergantung ekonomi pada suaminya itu untuk bertahan saat cinta itu sudah berpaling. Hmmm, menyedihkan, kenapa perempuan lain yg hadir saat rembukan itu "menetapkan" ia memegang peran sebagai supermom... please deh!

Saat gw menyatakan keberatan gw dg koordinator, beliau pun mengerti posisi gw dan menyatakan tidak keberatan dengan pilihan gw. Beliau sendiri sebenarnya weekend kemarin terganggu dengan "hal sepele" ini. Gw aja ga ambil pusing mau manggung apa, gw pikir fun fun aja lah, makanya gw baru ngecek emailnya tadi. Bukan membesar2kan masalah, "toh hanya drama", tapi justru penghormatan gw juga kepada para pejuang perempuan lainnya dimana pun berada. Penghormatan atas mereka yg tidak pernah memperjuangkan gender, melainkan memperjuangkan pendidikan, bukan hanya untuk dirinya tapi untuk lebih banyak orang. Tapi, ternyata lingkungan gw begitu menyepelekan esensi perayaan tersebut (atau sebenarnya gw mempersulit... hmmm). Tapi untuk merubah drama tidak mungkin karena itu sudah disetujui yg lainnya.

Dan lagi2 di gedung ini gw lihat tanpa surprise, lagi2 lingkungan gw membuktikan, betapa mudahnya memakai topeng berpura2 demi "keuntungan pribadi". Mereka tahu perempuan itu telah melukai hati "beberapa" perempuan karena berhubungan dengan istri orang lain, mereka tahu perempuan itu telah "menelantarkan" anaknya di rumah demi holiday terselubung dengan pria lain atas nama tugas. Mereka tahu bahwa itu tidak sesuai dengan "esensi perempuan maju akibat pendidikan", yg seharusnya membuat dunia menjadi lebih berarti. Sebelumnya gw ga terlalu peduli, tapi saat perempuan2 lain di kelompok tsb "mengapprove"nya memegang peran "supermom", rasanya kepura2an ini too much. Mereka yg gw tahu siang dan (malam) bergosip membicarakan hubungan "tidak bisa dibilang gelap" perempuan ini, tapi menutup hati dan telinga membiarkannya menyandang gelar tersebut, "toh cuma drama". Tapi gw gak bisa . Gw harus mengambil posisi dimana value gw gak bisa dipermainkan begitu saja sekedar untuk "hadiah" misalnya.

Itulah kepura2an hebat yg terlalu sering gw lihat di sekeliling gw. Ini bukan office politic, karena itu lain lagi ceritanya dan gw sendiri sudah terlanjur terlibat di dalamnya (secara toh gw masih kerja di company itu, kalo ga mau terlibat office politic ya di rumah aja), namun tidak sehebat kasus ini *menurut gw*. Dalam office politic, kita bisa lihat adanya kubu2 memihak pihak2 terntentu. Nah, yg ini politik apa namanya? Saat orang "mengaku" merasa benci perbuatan perempuan tersebut, "mengaku" terganggu dengan kelakuannya, "mengaku" tidak bisa berbuat apa2 bahkan "mengaku" kalau menegur pun tidak bisa. Selalu membicarakannya di saat makan siang, mengutuki perbuatannya, bahkan lewat jalur belakang bahkan ikut campur mengurusi rumah tangganya dengan menelpon pasangan masing2. Tapi apa yg dilakukan saat di hadapan perempuan itu?.... jangankan menegur, senyum itu pasti dan *pura2 wajar*, bahkan yg terakhir ini menganugerahinya supermom... mungkin bahasa inggris di jaman edan ini supermom adalah suckmom... Entahlah, besok mesti walk out.

Katanya sebenarnya hal tersebut sudah lumrah lah jaman sekarang, "2 dari 3 laki2 selingkuh" katanya, nah berarti ada perempuannya dong dg asumsi ga semuanya selingkuh karena hombreng. Gw juga punya teman yg selingkuh, tapi mereka tidak pura2 demi image. Yang gw hormatin adalah mereka yg "menghormati" cinta yg timbul dari kedekatan tapi "menghormati" cinta itu sehingga tidak menodai cinta lain yg sudah membuahkan anak, sampai misalnya saja waktu menghampiri dan mereka boleh bersatu. Tapi kepura2an ini adalah lateral movement dari kepura2an dalam banyak hal di gedung ini. Mereka pura2 senyum, padahal dalam hati ndongkol, wajar... mereka pura2 senyum, padahal mau marah, wajar... mereka pura2 senyum, padahal demi karir, wajar.... mereka pura2 senyum, demi popularitas, wajar... sayangnya, komunitas image ini sangat dominan dalam gedung ini, hingga mana yg tulus pun membutuhkan pengalaman yg sama dan kepekaan. Tidak pernah terpikirkan oleh gw untuk menginginkan suatu jabatan dengan mendiskreditkan orang lain, tapi tetap bisa senyum bercanda dan makan siang bersama... padahal di belakang orang tersebut baru saja ia "merebut" suatu jabatan miliknya... hahaha, di sini itu wajar.

Monday, April 20, 2009

Saturday, April 18, 2009

Tentang Bapak 1 & 2

Hari ini bapa ulang tahun, sementara bapa satu lagi sudah terkubur. Sudah cukup air matamenangisi yg perlu ditangisin, intinya, gw cukup sedih ga bisa hadir di pemakaman, tapi demi hormat gw, memang lebih baik begini.

Gw punya mixed feeling dg bokap gw. Gw memiliki semua sifat positif Bapa dalam bekerja. Keras kepala-"never give up"-pasti bisa, gigih, ulet, pintar ngomong, selalu belajar dan tidak takut tidak populer. Hari ini, spesial buat kami, setelah sekian tahun bokap ga gereja, Paskah kemarin beliau gereja. Beliau menjauhkan dirinya dari Tuhan karena kekecewaannya kalau imannya "berbuat baik tidak membuatnya sukses materi karena di depan matanya teman2 yg berbuat tidak baik malahan sukses"... itulah yg merubah dia sejak saat itu dan seperti orang bilang kalau terkadang kalau terlalu sama malahan akan sulit, ya benar itu yg ada di antara kami. Materi yg dicarinya itu katanya untuk menyekolahkan kami semua sampai S1, sesederhana itulah cita2nya dulu.

Kami terlalu sama. Gw mewarisi otak "serba bisa" nya Bapa ditambah lagi dengan pendidikan yg diberikannya, makin tambah point gw di matanya, tapi justru makin berubah dia makin sulit buat gw menerimanya. Gw mau tetap setia ama Yesus, apa pun yg terjadi walau karir taruhannya. Bapa pun demikian, tapi begitu mentok, ternyata dia kecewa. Padahal sudah tertulis demikian Pak.

Peristiwa terakhir ini membuatnya sadar, dunia sudah meninggalkannya saat dia "gagal". Orang2 yg dulu "membuai"nya dengan hormat telah memperdayanya dengan memanfaatkan kebaikan hatinya. Mereka yg licik tahu bagaimana memperdaya dia. Gw melihat di depan mata, ditegur pun tidak ditanggapinya lagi, sekarang terbuka semua yg gw dan keluarga omong. Beliau tersadar dari tidur lelap, dan terima kasih Tuhan kalau Paskah kemarin beliau pergi ke gereja, kado Paskah terbesar buat gw.

Di hari ulang tahunnya ini, spesial pesan sudah gw tuliskan. Peluk cium untuknya dan doa&janji sudah terucapkan. Gw sangat hormati Bapa. Sulit sebelumnya buat gw "memperingatin" Bapa karena posisi gw sebagai anak perempuan, itulah kenapa gw benci sistim patrenal walau sekarang gw bisa menerimanya dg sedikit taktik.

Sejak Bang Parlin meninggal karena bapa-mama tidak bisa membayar kelas RS yg lebih tinggi untuknya, satu2nya abang gw meninggal karena terlambat ditanganin dokter. Itu membuat gw pengen nyembuhin orang2 sakit yg tak berdaya secara ekonomi, ya itulah cita2 gw... lengkap gambaran gw dengan cita2 punya suami berseragam ala AMD dulu.... katro dan jadul banget deh, tapi sejak gw 5 tahun sampai gw SMA yg namanya itu cita2 tidak bergerak sedikit pun, sampai akhirnya harus gw "khianati" saat mengisi form UMPTN untuk teknik. Di malam pengisian form tersebut gw bergumul berat antara mengejar cita2 gw atau mengejar cita2 bokap dulu yaitu semua anak2nya nyampe gelar S1. Malam itu berkhir dg nazar bahwa gw relakan cita2 gw dan buat dulu adek2 sekolah & lulus S1, baru setelahnya gw kejar cita2 gw. Saat itu gw yakin banget dengan Tuhan, itu tahun 1993, saat gw menjelang usia 18 tahun.

Tahun ini adek gw yg terakhir sudah lulus, betapa senang dan meluap hati gw saat adek gw itu diwisuda jadi dokter, hanya keluarga gw yg tahu yg seenar2nya cita2 gw. Apa pun yg udah gw lalui di hutan Sumatra, di helicopter Gulf of Mexico, dihina orang, ditinggalkan sahabat, dikhianati dan didekati saat butuh dan lain lain, itu semua lenyap saat adek gw lulus. Semuanya untukmu, Pak.

Saat itu gw berpikir, oke sekarang gw siap mengejar cita2 gw... gubraks, langsung ada masalah keluarga yg harus gw take care lagi, teruuuusss hehehe.... ga cukup di situ sayang... Tapi bedanya sekarang gw sudah dewasa, sudah 33 tahun, sudah sangat mengerti beban hidup keluarga saat ini dan sudah mengerti arti hidup yg sebenarnya yaitu untuk melayani. Gw tahu bukan mudah buat Bapa merelakan semua harta yg sudah dikumpulkan seumur hidup untuk diwariskan ke anak2nya... tapi, warisan terbesar yg gw dapat dari mereka sebenar2nya adalah pengenalan akan Tuhan. Walau kadang gw masih nakal, tapi gw tahu pasti kalau gw kenal Tuhan gw, dan gw tahu betapa kuatNya Dia dan kekuatanNya itulah kekuatan gw. Toh, dibuktikanNya terus... apa lagi?

Jadi, bukan kebetulan kalau di ulang tahun Bapa hari ini, bank nelpon kalau pengajuan KPR disetujui jadinya kita bisa pindah ke rumah baru Pak. Bukan kebetulan dalam minggu sejak Paskah kemarin sampai minggu ulang tahun Bapa ini, gw jelas akan pindah ke company (lagi2) impian Bapa untuk gw. Pertama kali Bapa ngomong di malam tahun baru 2008 tentang impian Bapa ini, gw ga tertarik sama perusahaan ini, tapi ternyata mereka tertarik sama gw dan terus memantau perkembangan gw. Dosen2 pun seakan2 berkonspirasi sehingga saat tawaran pekerjaan begitu sesuai "cita2 gw" membuat gw berkata tidak pun akan membuat gw tidak punya dignity ke diri gw. Akhirnya, gw memang bisa mengejar cita2 gw menjadi dokter, untuk perusahaan yg tak berdaya secara ekonomi, persis dengan cita2 gw dulu. Gw mau dan siap dan yakin gw bisa. Walau mengandalkan gw sendiri ga akan bisa, tapi gw yakin out there masih ada orang2 yg "sudah ditentukan" untuk kami bisa bekerja sama, satu demi satu dipertemukanNya dg gw akhir2 ini dan sebagian adalah org dari masa lalu yg kenal berat beban yg gw tanggung. Bukan kebetulan pastinya. Sindiran dari mediocre tentang berapa lama lilin itu menyala, gw senyum dan berkeyakinan, kalau sejak usia 18 tahun gw hanya "pasrah" sama maunya Tuhan, sampai hari ini lilin itu tetap menyala. Lagi2, gw terlalu percaya Tuhan gw, ada di Kejadian 12:1-3 tentang janji Abraham, itulah yg senantiasa gw klaim.

Terimakasih Tuhan untuk Bapa, dari beliau lah gw belajar hidup. Beliau yg sudah pergi dari Aceh ke Papua untuk mencari penghidupan, beliau yg gigih memperjuangkan nasib orang2 baik di kantornya, saat ini berulang tahun di ujung hilangnya semua hartanya. Gw yakin percaya Tuhan tetap ada Janji di balik semua ini. Gw dah pasrah dan Bapa tetap memiliki kami anak2nya, walau dunia ninggalin dia. Kalau Bapa direndahin mereka, gw lah yg pertama gak akan rela, bukan karena gagah tapi karena gw takut Tuhan, sampai kapan pun gw akan bela Bapa.

Semoga kado rumah dan pekerjaan baru gw itu bisa menghibur Bapa. Amang, unang be sai marsak ho, nunga jadi sude sianakkon muna, tu Debata ma ta pasahat sudena, Imana do na umboto sudena, tu Imana ma ta pasahat tangiang ta, Imana ma na manuntun hami sasudena, pomparanmi. Doa dan janjiku untuk terus bela Bapa supaya pemulihan itu cepat dan terus bela Bapa dan selama aku ada tidak ada yg bisa ngerendahin Bapa, aku minta kekuatan Tuhan Yesus untuk bisa memenuhi janjiku ini. Bagian Bapa adalah jaga kesehatan ya.

Soal bapa yg kedua, sudah terlambat dia melihat gw bahagia. Dia sedih semuanya harus berakhir begini, tapi gw dan anaknya merelakan semuanya demi orang lebih banyak. Terimakasih untuk doa dan restumu, sayang terlalu cepat kau pergi, tapi aku juga ga rela engkau menderita karena tua. Selamat kembali pulang padaNya, kami berbahagia disini 'pa karena kami saling memiliki, itu saja yg penting buat kami saat ini.

God bless us all. Gw yakin banyak pelajaran penting dari kedua bapa gw ini yg Engkau pengen gw lewatin. Semuanya penting, baik itu membuat gw sedih, buat gw jatuh, buat gw kecewa... sampai hari ini pun "let Thy's will be done".

Love you both, guys.

Thursday, April 16, 2009

"Perfect Submission"

adalah tema kotbah d kebaktian kamis malam tadi. Paskah selalu menjadi momen, peringatan karya besar buat gw & kebanyakan umat Kristen. Tadu saat baru saja kotbah dimulai dengan kalimat pembukaan yg mengingatkan bahwa masa2 ini adalah masih dalam masa Paskah, tiba2 gw diingatkan kalau Paskah tahun ini spesial buat gw. Bukan karena banyaknya masalah secara bersamaan yg gw hadapi akhir2 ini, bukan karena beberapa momen2 penting yg terjadi dalam hidup gw saat ini, tapi entah apa sebabnya tiba2 gw teringat kalau saat ini gw merayakan Paskah gw berumur 33 tahun. Gw langsung nyambung dan teringat kalau di usia gw saat ini lah Yesus menjalani "vie de la rosa" yg berujung disalibkan. Di usia yg sama ini, gw merasakan the lowest point of my life, is it coincidence? I don't think so.

Banyak hal yg terjadi dalam hidup gw, baik berkat maupun cobaan yg kalau gw itung satu2 benar adanya kalau jauh lebih banyak berkat yg gw terima. Dalam setiap cobaan baik saat kekurangan ataupun kelebihan materi, saat dipuja puji maupun menerima hinaan, cacian bahkan direndahkan sekali pun (terutama soal penampilan... hehehe), selalu ada berkat yg membuat gw tersenyum dan menghapus sedih maupun air mata dan hancur hati sebelumnya. Bahkan buat gw yg sudah beberapa kali berada di situasi life-death situation, bisa tetap hidup pun bukan sekedar destiny yg sudah dituliskan, melainkan berkat yg tak ternilai buat gw. Dengan tetap hiduplah gw bisa menerima lebih banyak lagi berkat2Nya. Itulah yg membuat gw dah pasrah dan ga mau terlalu ngoyo buat banyak hal, apalagi menghamba untuk manusia apalagi uang. Hidup ini udah diatur, seperti butterfly. Kupu2 tidak pernah bertanya kenapa mesti menjadi ulat dulu, tidak mempersoalkan kenapa harus ngumpet dulu dalam kepompong, bahkan tidak bisa menyesal kalau "masa cantiknya" relatif singkat. Itu karena semuanya sudah ditentukan, ya begitulah hidup gw saat ini, sudah diatur dan ditentukan sesuai kehendakNya.

Perfect submission, ya itulah teladan Yesus saat doa di taman Getsemani, gw mesti ingat itu dan jangan lupa.... jangan lupaaaa, yaaah, Yesus juga punya rasa takut, rasa gentar, bahkan nawar, "Ya Bapa, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaku... but not my will but thy will be done". Sebelum memulai doaNya di taman Getsemani, Dia juga berkata kepada ketiga murid yg menyertaiNya berdoa, "Aku sedih..." Sebagai manusia biasa di usia 33 tahun, kalau di usia 33 tahun, gw bisa sangat merasakan bagaimana kalau misalnya gw tahu kalau gw akan disalibkan, gw mesti akan merasakan sedih dan ketakutan luar biasa, bahkan lebih dari seperti Yesus, mesti gw akan menangis histeris dan tidak bisa terima nasib, dan akan berdoa hal yg sama memohon Tuhan ambil cawan ini dari padaku.

Alkitab maupun buku sejarah mencatat bahwa hukuman yg paling hina di masa itu adalah disalibkan. Salib adalah tempat yg sangat lonely, orang yang disalib dipisahkan dari langit dan bumi, dipisahkan dari teman, sahabat, saudara2 yg dicintai bahkan ibuNya sendiri. Ya, salib lambang kesendirian. Dan sejarah mencatat kalau Yesus tetap mau disalibkan, Ia mau taat. Ya, Ia yg mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seperti manusia, mesti dalam kemanusiaanNya yg seumur gw saat ini, Ia dapat dipastikan merasakan sakit dan terluka luar biasa, bahkan Alkitab mencatatkan bahwa Ia berkata, "Eloi, Eloi, lama sabatani".

Renungan hari ini mengulang2 kata taat... Yesus taat hingga merelakan kemuliaanNya, hingga terluka, hingga dipisahkan secara hina di kayu salib, hingga wafat tergantung, ya itulah perfect submission. Dia menyerahkan diriNya taat pada "Thy's Will"... untuk apa Dia lakukan itu? ... untuk kita manusia, supaya genap apa yg tertulis,
-- Dia mati supaya hubungan manusia dg Allah reconcile,
-- supaya anakNya dihargai,
-- supaya melihat salib kita diingatkan akan bilur2Nya yg menyembuhkan, dan
-- supaya kita menerima hidup yg kekal.

Disadarkan akan hal itu, gw menjadi malu dan merasa sedih saat sering (bukan sekedar kadang) membuat perhitungan dengan Tuhan. Bahkan dengan alasan banyak kerjaan pun bisa buat gw ga kebaktian. Malu gw. Semoga saat gw di low point ini dan mau gw tuliskan refleksi malam ini supaya gw harus mau untuk mencoba terus taat. Karena di usia yg sama dg gw saat ini, Dia Yesus harus mengalami hal2 mengerikan tersebut, disalibkan. Dia yg sudah merelakan kemuliaanNya bahkan harus mati digantung, betapa hinanya. Dan Dia taat melalui itu untuk gw.

Jadi, ingatlah itu Artha, saat ini di usia yg sama dg Yesus boleh lo masih bisa senyum memikul salib walau ujungnya lo nereakin "Eloi, Eloi, lama sabatani", teladani Dia, "let Thy's will be done"... untuk apa? ... supaya genaplah apa yg tertulis. Period.

Tuhan, beri aku iman cukup untuk mengerti "Your Perfect Submission".

with no offense to Pemilu 2009

with no offense to anyone, gw punya keprihatinan yg sama dg mereka yg menyayangkan bangsa yg kembali terpecah2 ini. Di tengah2 suara serak2 marah editorial media Indonesia, dulu gw pernah mempertanyakan "What is Indonesia?"... jawaban gw saat ini, "Indonesia adalah suatu bangsa yg boleh ada saat ini hanya karena nostalgia masa lalu", ya itulah jawaban kemanusiaan gw, kalo jawaban terkait kepercayaan gw lain lagi dan ga usah dibahas di milis bebas gini.



with no offense to our community, gw kindly atau sweetly reminds everyone deh, menyatukan pendapat kelompok yg cuman "karena pernah satu kelas", "karena satu rahim ibu" adalah bukan hal mudah, tiap2 orang punya HAM untuk berpendapat, nah apalagi menyatukan pendapat 200 juta manusia, jadi baiklah kita cool down... gw aja bingung kog bisa2 nya DPT berantakan, bisa2nya satu partai melonjak ratusan persen... hahhh?? ngaciiiir....



memilih adalah indeed personal choice, some vote for money / political orientation / t-shirt / coffee / dang-dut and many more, ada yg memilih supaya bisa buat surat tanah coba. I vote for what I believe. Very enjoyable experience baca2 profil 38 partai supaya ngerti "partai apaan", sampai gw di kesimpulan partainya ga seru ideologinya banyakan ga jelas, "ngeri ngga"... *disuarakan seperti partai yg sering iklan itu lho... hahaha*



kalau ada yg memilih diving, biarlah dia diving, kalau dia melakukannya bertanggung jawab, kelak dia akan jadi penyelamat terumbu kerang, atau dia bisa ngobrol ngalor ngidul dengan bule lalu menambah bule2 datang ke Indonesia dan secara ga sadar membawa orang2 bule datang dan diving di Indonesia yg memang sangat cantik di bawah laut sana... moga2 diving bukan untuk nyabutin terumbu karang tentunya... sayang ya gw ga boleh diving lagi, kangen pulau we.



Sayang memang kalau rakyat kita mudah dibodoh2i tapi itu bukan karena mereka bodoh melainkan karena mereka tidak punya kesempatan... survey tahun 2007, kurang dari 10% rakyat Indonesia lulus S1, jadi kita nih masuk grup elite lho... jangan cap mereka bodoh, mereka tidak diberi kesempatan, mari beri kesempatan di lingkungan terkecil, keluarga kita



*buat nanang: jangan terlalu percaya angka2 di koran... cross check terus, dan update terus yaaaa, soal utang negara memang ga bisa dihindari... wong, banyak DAU parkir di SBI... hahaha, tapi dari sisi penting untuk dimengerti... Indonesia TIDAK PERNAH default lho bayar bunga obligasi negara, TIDAK PERNAH, apa pun yg terjadi. Bravo for that.



*jumlah DPR yg korupsi dan melakukan hal2 keji adalah kecil secara persentase, sayangnya yg kecil itu sesuai hukum20/80, 20% itulah yg menguasai gedung tersebut...*prihatin*



buat gw, adalah kembali ke laptop... kembali ngitung dimana ada energi tambahan buat masa depan anak dan cucu teman2 gw chentil tercinta dan buat bangsa yg gw cintain karena nostalgia masa lalu yaitu karena gw dilahirkan (tanpa memilih) di bangsa ini... dan gw dah pergi ke banyak negara, dan di usia yg bisa memilih untuk tinggal dimana pun, toh tetap memilihi di Indonesia.



-- energi kita pakai saat ini bukan warisan kakek nenek kita, tapi hutang kepada anak cucu kita, gunakan dengan bertanggung jawab.

-- indonesia adalah paru2 dunia... sebagaimana paru2, apa jadinya kalau paru2nya rusak... hehehe



Pemilu berantakan? ...sudah tertulis demikian... gw bertanggung jawab atas pilihan gw dan yg penting gw bertanggug jawab buat kerjaan gw dan gw yakin teman2 seperjuangan pun demikian.... yuk, kita kembali berkarya dan tetap optimis, yuk ya yuuuuks...

Wednesday, April 15, 2009

Indah Pada Waktunya

Terkadang gw lebai deh kalo dah lagi melo, dan salah satu obat mujarab buat gw menguatkan diri gw sendiri adalah dg mengklaim janji Tuhan dg cara yg paling gw suka yaitu menyanyikannya. Jadi, pagi ini saat gw renungkan kembali dan selama 5 hari terakhir ini gw hanya mau ketemu ring 1 gw... satu gw tahu pasti, mereka tidak pernah ninggalin gw di saat2 susah seperti saat ini.



Gw mau klaim janji Tuhan, gw mau tuliskan ini buat jadi satu milestone lagi dalam perjalanan hidup gw... dan seperti milestone lainnya yg sudah tersusun, semakin lama semakin terlatih lutut gw untuk melompat dan meraih janji2Nya... namun, saat muncul rasa gak paham dan pengen tahu "why", "why", langsung gw ditegur, diingatkan suara renyah Julita Manik dari speaker berkata,"terkadang dalam hidup ini kita mengalami yg tidak kita inginkan" ... rasanya pas banget lagu ciptaan Julita Manik ini dalam saat teduh saat ini, gw dengar berulang2 dalam tiga versi termasuk versi penyanyi favorit gw Dewi Guna...



Ada waktu ‘tuk berduka

Ada waktu ‘tuk bersuka

Ada waktu ‘tuk berdiam

Ada waktu ‘tuk berkata



Namun diatas segalanya

Ku tau Allahku bekerja

Mendatangkan kebaikan

Bagi yang mengasihiNya



Di saat yang kualami tak sperti yang kuingini

Di saat tiada jawaban, "mengapa harus terjadi?



Namun diatas segalanya

Ku tahu Allahku bekerja

Mendatangkan kebaikan

Bagi yang mengasihiNya



Mungkin tak kupahami

Apa yang kini aku alami

Namun ku tahu pasti

Kasih Allahku takkan berhenti

Kan kusrahkan semua

Pergumulanku padaMu Yesus

Kar’na ku tahu pasti

Semuanya kan jadi indah pada waktunya




Entah, walau semua yg terjadi menunjukkan Engkau Tuhan tidak meninggalkan gw, bahkan menjawab doa2 gw lebih dari yg gw harapkan, namun teteeeeppp aja di saat yg gw rasakan sebagai titik terendah dalam hidup gw ini dan tiap2 gw curhat akhir2 ini sama Tuhan, gw mesti selalu, selalu menangis... pagi ini semakin gw ulang nyanyi lagu ini gw merasa semakin gw dikuatkan. Gw mau nyatakan dalam reflection kali ini, seperti dalam lagu ini, "Mungkin tak kupahami apa yang kini aku alami, namun ku tahu pasti kasih Allahku takkan berhenti"



Rabu minggu lalu, komentar seorang ibu yg gw kagumi, "itulah Artha, what make you are different, cause you are a war survivor and have been through lots of thing with such responsibilities at your age"... I bet so bu, but inside me I stubbornly keep asking "why me?", her answer: "don't even care to find out from me or other people, I myself have gone thru 25years (?) difficult time until now I don't even care for people questioning me because they have not gone thru the life that I live in. You care too much 'bout others, they don't have yet that privilege to understand, so still strong Artha".



Thanks bu, sometime, though I have a mixed feeling 'bout you, though I sometimes "afraid" of you, but indeed, in my difficult times recently, you are always there and always have time for me, though I don't know why... (see... always why). Bahkan saat gw ajak makan sate padang di emperan pun rasanya gw ngajak enteng aja, I shouldn't ask that to you (how dare I am !). I don't mind to work with you though, but by now you know it for sure that is not what I want. Thank you bu, as simple as that.



I wish that I could be as strong as you one day at your age, just like I ever said, but I keep choose to faith in Jesus. I do envy and like your strength & can accept well your "weaknesses" hehehe... As other strong women whom I envy, you have shown me inner strength that can not be manipulated and indeed is not something develop overnight. I know that revenge will never be a good exit, but as I ever promised you that starting this year, I will do a good revenge but will keep the same Artha who like to say the truth than being a hypocrite, importantly is trust no one but Him. You did not comment when I said so, by experience I read your mind that I have your green light. All I can say for now, "thank you".



Satu lagi yg gw tahu pasti, gw harus kuat buat keluarga gw, yah inilah salib yg harus gw pikul. Dalam hidup gw, inilah masa terendah yg pernah gw alami tapi harus gw akui jujur kalau apa yg terjadi tahun 2008 dan menjelang masuk 2009 ini, sebenarnya gw dah "disiapin" untuk apa yg gw alami saat ini. Gw bersyukur dan ya gw harus akui itu secara jujur kalau gw udah disiapkan Tuhan *sebenarnya* untuk melewati apa yg gw harus lewati ini. Dan gw akuin juga kalau dalam 5 hari ini, Dia membuktikannya, iya kan... ca yo, smile... no more tears please...



Terimakasih Tuhan, gw yakin gw akan bisa lewatin ini. Engkau sudah tebus lunas semua di kayu salib dulu, dan apa pun itu gw pasti mampu mengatasinya... saat ini hanyalah saatnya gw kembali menguatkan lutut gw untuk bisa "habang mansai timbo... um timbo... um timbo..."

Tuesday, April 14, 2009

Carpe Diem

*akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi...
akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita...*
(lagunya Chrisye...)

saat ini gw sedang berduka dengan kepergian ayah dari orang yg sangat gw cintai...
saat ini gw sedang berduka dengan kepergian barang2 kesayangan gw cintai...
tapi gw tidak mau berduka lebih lama, karena gw rela melepas mereka.

gw rela melepas amang pulang ke rumah, terlepas dari ketuaan yg sangat membatasinya dan inang pun terlepas dari kewajiban menjagai amang siang dan malam walau itu dilakukannya dengan tulus cinta.
gw rela melepas barang2 itu karena gw tahu, ada orang2 yg sangat gw cintai yg membutuhkan tempat tinggal yg layak *menurut gw* no matter what others may think.. they really deserved it, and I am here just as a blessing hands...

terlalu banyak untuk gw katakan saat ini, gw tidak mau melewatkan itu semua hanya mampir saja di kepala gw dan gw mau menuliskannya sebelum hari itu tiba...

easter... perayaan tentang kemenangan

tentang bapa itu... how a trust can break

tentang ibu itu... how a trust equal a shadow

banyak. terlalu banyak. terlalu sibuk pikiran ini menikmati hidup saat ini.

ternyata... betul apa yg disebut "hukum dunia", dibutuhkan pressure dan waktu yg tidak sebentar yg menempa karbon menjadi berlian, otherwise it is "just a carbon black"

Yesus pernah berkata, "Eloi, eloi, lama sabatani..." Bukan maksud walaupun gw mau sama dg Dia, tapi gw juga terakhir ini meneriakkan hal itu, keberatan-sedih-marah-hancur-kecewa semua nyampur jadi satu. Tapi gw mau belajar dari Dia yg kupercaya, "Jadilah padaku menurut kehendakMu", sampai nantinya gw tersenyum kalau meninggalkan dunia ini dan bisa berkata "Sudah selesai".