Thursday, January 05, 2006

Welcome 2006

With spirit of CRISTWASLOVE*) and "Everything Happenned for a Reason" I have opened the new year 0f 2006 as part of a new chapter in my life.

tahun baru bagiku
bukan hanya berarti resolusi baru
atau keinginan untuk menjadi baru
namun aku mau menjadi manusia baru
yg selalu bersyukur dengan diberinya waktu
dan kesempatan mengisi hari2 di tahun yg baru
terima kasih Tuhanku

*) a stunning story written by a mother who has felt that her christmas was just a repetition of routine series of life, until she witnessed a miracle in her boy's school drama titled "ChristmasLove".

Monday, December 19, 2005

Something Good in Monday

Absolutely rewarding being a woman when reading this line in Monday late-afternoon,

"Like anyone else, there are days I feel beautiful and days I don't and when I don't, I do something about it"
(Cherryl Tiegs - Model)

written at femina's give away new calendar 2006.
done by me by putting my lovely pearls' necklace to brighten my black wardrobe today.

Can't wait new year 2006 with its new hopessss(s) and new blessingsssssss(s)

Monday, December 12, 2005

Siapa yang Salah?

Heboh. Benar2 heboh. Saat dia bergoyang, penonton menjadi riuh. Saat dia bernyanyi, suara pas2an pun tak lagi menjadi persoalan. Lagu apa pun tidak menjadi masalah. Lebih penting saat dia bergoyang. Menguasai panggung dengan lekuk tubuhnya yang “tak bertulang”, dengan gerakan2 yg mengundang helaan nafas beberapa orang.

Yang menyukainya segera seakan berlari mendekati panggung. Yang benar2 tidak menyukainya segera beranjak pergi. Ada juga yang tidak mengerti apakah mereka suka atau tidak suka, dan memilih untuk tetap tinggal menonton demi rasa penasaran. Ada juga yang mengaku bingung untuk bereaksi. Dibilang suka tapi yah kog tidak suka. Dibilang tidak suka tapi masih “kuat” untuk menikmati hiburan yang dipertontonkan. Memang, ada yang tidak suka tapi tetap menonton demi rasa penasaran, tapi mungkin juga ada yang suka tetap menonton dengan diam termangu atas nama ja-im (jaga image). Ada juga yang terpaksa menonton demi menunggu pengumuman doorprize memperebutkan home theatre.

Itulah kondisi yang gw liat di penampilan seorang artis dangdut yg tengah naik daun di acara tahunan Ste.Barbe Day 2005 di kantor gw. Menurut sejarahnya. acara Ste. Barbe merupakan budaya di negara2 Eropa Barat (khususnya yg masyarakatnya mayoritas katolik). Pada "Ste.Barbe Day" menurut tanggalan katolik, masyarakat pertambangan (termasuk oil & gas industry) mengucap doa syukur atas hasil tambang selama setahun dan memohon perlindungan sang Sainte Barbe (= Santa Barbara) untuk masa tambang tahun berikutnya. Seiring jaman berlalu, pergerakan budaya pun berubah. Acara Ste.Barbe sekarang ini kebanyakan menjadi ajang pesta, walau tetap ada unsur "laporan hasil tambang" selama setahun. Hiburan dan makan-makan pun menjadi bagian yg lebih penting daripada doa permohonan dan ucapan syukur.

Sama halnya dengan perayaan Ste. Barbe di kantor gw yg sarat dengan suasana hiburan, makan-makan dan door prize. Meski pada hari itu juga, "Bapak Pimpinan" mengumumkan "hasil tambang" tahun lalu dan menghimbau para karyawan untuk bekerja lebih baik di tahun mendatang. Tak ada unsur agamis sama sekali. Wajar saja, Perancis sekarang pun sudah "laique" (= non-religious dalam kegiatan lain selain kegiatan yg ditujukan untuk keagamaan).

Sang artis membuat pernyataan bahwa dia hanya menghibur. Sementara penonton pun membuat pernyataan bahwa mereka hanya menonton sebuah hiburan. Urusan itu maksiat atau bukan, tidaklah menjadi tanggung jawab mereka. Menghibur adalah bagian dari pekerjaan hari2nya, periuk nasi sang artis. Tanpa melihat mengapa dia harus melakukan hiburan seperti "itu". Lalu, siapa yang salah?

Kontroversi berjalan terus tentang pantas atau tidaknya artis “panas” menghibur masyarakat yang (sebagian) mengaku bukan kelas “buruh”. Yang gw sesali, bukanlah nasi telah menjadi bubur karena kekurang pengetahuan penyelenggara tentang kebiasaan panggung sang artis, melainkan noda hitam oleh segelintir orang.

Beberapa menudingnya telah memanaskan birahi selama dua jam meliuk2-liuk. Ia pun dituding pantas menerima perilaku kurang ajar yang terekam oleh gambar2 yang telah beredar luas. Peredaran foto di jaman sekarang ini sangatlah mudah sejalan dengan internet dan email, tapi berpikirkah orang yang mengirim bahwa perbuatannya itu merubah nasib seseorang?

Gw jadi teringat pengalaman mewawancarai dan menyaksikan langsung kehidupan WTS yang dilokalisasi di Kali Jodoh, Jakarta. Walau tidak setuju dengan cara yg ditempuhnya, tapi begitu kuatnya keterdesakan yang membuat mereka mencari jalan keluar yg mudah demi kehidupan yg lebih baik. Kehidupan yang dirasa pantas untuk dirinya, keluarganya, kebanyakan dari mereka untuk anak2nya. Siapa yg salah?

Mungkin demikian halnya dengan para artis atau pun penari latar yang saat ini marak dengan baju minim dan gerakan meliuk2kan tubuh secara sensual. Menjual suara saja menjadi tidak cukup. Ada yang menjual tubuh dan lekukannya dengan elegan dan tidak menjadi tontonan publik, namun tidak sedikit pula yg menjualnya untuk kalangan jutaan penonton televisi.

Masyarakat awam pun mempunyai beragam reaksi. Ada yg suka ada yg tidak suka. Siapa yg salah kalau pornografi dan pornoaksi begitu sulit dihapuskan?
Bukankah ini aksi dan reaksi? Ada gula ada semut.
Salahkah mereka yg menyukai tontonan itu?
Salahkan mereka yg terpaksa mempertontokan tubuhnya (yg awalnya) demi sesuap nasi?
Bisakah mereka yg mencemooh membantu mereka keluar dari lingkaran setan? Bukan dengan doa, namun dengan perbuatan nyata.
Bisakah mereka membantu dengan memutuskan rantai mafia perdagangan artis atau pun WTS?
Bertanggung jawabkah masyarakat terhadap kehidupan anak mereka?

Waktu gw sendiri berada berhadap2an dengan mereka, gw bener2 speechless. Gw gak bisa membenarkan pilihan mereka, tapi saat itu gw juga gak bisa menolong mereka. Namun, saatnya sekarang gw bisa menolong mereka. Gw memang gak bisa terjun langsung seperti beberapa teman gw, tapi moga2 kesempatan membantu di belakang layar bisa memberi mereka pengetahuan, menuju hidup yang lebih bermartabat dan "socially correct".

Gw jadi teringat lagu lama “Kupu-kupu Malam" oleh Mbak Titiek Puspa, yg dinyanyikan (kembali) oleh Ariel Peterpan,

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Ini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum, kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

Dosakah yang dia kerjakan
Sucikah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

Oh .. apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tau Tuhan penyayang umatnya
Oh .. apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tau hanyalah menyambung nyawa

7 Desember 2005, Ste.Barbe Day

Monday, November 28, 2005

Kompak


Gw baru pulang dari sports meeting. Agak2 lucu memang di kantor ada "meeting" adu laga cabang2 olahraga. Gw jadi teringat classmeeting waktu jamannya SD/SMP/SMA dulu, dimana gw selalu antusias banget. Sekarang pun antusias gw dengan sports meeting sama aja. Apalagi, acaranya diadain di Lembang yg notabene kota kenangan masa2 indah dan tentunya Bandung, kota kita.

Salut untuk panitia yg telah merancang dan bisa menuntun peserta mengikuti jadwal acara yg padat dengan cukup baik. Thanks guys.

Satu yg gw lihat berbeda dari acara berbau urusan kantor atau pun acara yg melibatkan orang2 kantor, ternyata (memang) kesamaan hobi berolahraga membuat suasana silahturahmi sangat menyenangkan. Kami sangat kompak dalam berbagai hal. Kami bertanding, bertegur sapa, bercanda ria, dengan suatu semangat sportivitas yg kami kenal melalui pengalaman berolahraga.

Sungguh, suatu pengalaman yg menyenangkan. Tentunya dengan bonus foto2 indah trekking di Jayagiri, sekaligus mengenang nostalgia trekking thn 1995.

Monday, November 21, 2005

Tell Nothing but The Truth

It is true that sometimes I lie. In special circumstances, it is most likely because I have to do it. Be it not to hurt somebody or not to hurt myself. But I am not a good liar. Every time I had to lie, I am sad and have to convince myself that the opposite will be even worse. In the other side, when I tell the truth but they don't think that I am telling the truth, I am also sad. So???

Is it so difficult being a purely honest person? When somebody asks this question, I would answer 'yes', of course I am not denying that exceptions exist. But people deal with lies everyday and thank God that we have a choice to believe it or not. We have freedom to choose telling lie or not. Wondering if people always tell the truth I think is too naive.

It applies when we critique on others. Shall we tell the truth though it hurts? Or tell lie since we can't bear to see a disappointed face? When I have a choice, after thinking the consequences, I would rather tell the truth and offer myself to help him/her to remedy the pain it might causes. Though it hurts you, but believe me, I won't let you die *something poetic like that*

For me, it is an arguable statement that we have to accept all the constructive critique about ourselves or about our choice (in anything, most common in life) or about things we've taken for granted. Some say that we should accept constructive critiques for our own good, I agreed. But, who define whether or not it is constructive. When it comes to a personal choice of an adult-minded-person, I believe s/he is the only person who can make this decision, and not anybody else.

Why I say so? When people tend to critique somebody, I assume that it should be a constructive one, forget about an intentional mental-breakdown-er who like to see others fail. But, how the people accept it, is totally depend on his/her current well-being state.

It depends also on how it is delivered. And, who is the talker. One should not be a smoker when preaching a lung cancer prone by smoking hazard (a radical example). Some critique can be in a soft-spoken sound or in a thunder or desperate scream.

I would remind myself that:

1. In several cases it might started from us. We are in position to make others think that we are always in their side almost in anything (ref. Desperate-Housewives 17-11-05) . We have yet previous experience when we have a different opinion with the person.

2. Sometimes, we don't let others know us well to make our points clear. They misjudge that we are only imposing our beliefs and expecting them to be like us. Which is not always the case.

3. and some other times, we have selective amnesia by easily forgetting that we have changed, then so does other.

Oh myself, please remember these three points... always!

* for Inul, it's all up to you on how you accept the critique, but keep smiling and look forward.
** for Yanti, go go go, fight fight fight and WIN !
*** for Elly, my choices might not yours.
**** for my sister, Hana, I am happy that you made that decision.

Wednesday, November 16, 2005

Selingkuh

Ini topik basi setelah bertahun2 gw menyaksikan seliweran perselingkuhan.

Kira2 tiga minggu yg lalu, gw makan malem bareng temen lama yg sedang berkunjung ke Balikpapan. Kami saling mengupdate kehidupan masing2. Dia gak banyak berubah, masih tetap womaniser yg gw kenal; simpatik dan easy to talk to.

Pengalamannya melanglang dunia katanya somehow membuat dia yakin kalau dia harus mencari soulmatenya. Dia bilang, suatu hubungan harus membawa manfaat dan memberikan kebahagiaan *sama dengan prinsip silahturahmi yg baik yg saling membawa berkah*. Tambahnya, kalo hubungan tidak memberi kebahagiaan, alias bikin pusing, berarti hubungan itu harus berakhir. Nah, in the spirit mencari soulmate itulah dia gonta ganti “pacar”, atau yg biasanya dia sebut “teman”, teman tapi mesra.

“Yah, caranya gak gitu dong. Gimana elu mau ketemu yg pas kalo baru ada masalah dikit aja langsung bubar. Hubungan kan harus dipertahankan, bukan cuman dimulai, terus seneng2, eh pas gak cocok dikit aja langsung putus.”
"Iya sih 'Tha, tapi gw gak bisa tuh”
"Bukan gak bisa sih kalo kata gw. Elu aja yg nggak mau bertahan dan kompromi. Mau nyari yg ideal, nah elunya sendiri ideal kagak?”
"Gw nyari yg ideal buat gw”, jawabnya kalem dibarengi dengan senyumnya.

“Iya lah, gw ngerti. Tapi yah elu gak bisa dong baru kenal 2-3 bulan langsung ngarepin bisa ngertiin elu 100%. Butuh proses”, jawab gw berapi2.
“Iya, iya ‘Tha. Gw buktinya bisa cocok ama elu yah 'Tha, selingkuh aja yok”
“Udah deh, jg coba2 bikin gw nyesel nih kenal elu”
“Iya, iya, maap 'Tha. Jg marah yah, jg nyesel kenal gw. Bantuin gw dong nyariin yg cocok. Pliiiissss 'Tha. Pilihan elu kan pasti baik”
“Enggak ah. Elu cari ndiri aja, salah2 nanti pilihan gw dikadalin. Gak mau gw.”

Dia bilang dia merasa telah gagal mengenal perempuan, dan dia akan keep searching dan tetep jadi playboy. Suatu ikrar yg aneh. Gak nyambung deh. Kayaknya emang dia aja yg gak bisa lihat cewek cakep. Tapi biasanya ujung2 curhatnya ke gw akan bilang kalo si A gak enak diajak ngobrol lah, si B cemburuan lah sementara si C doyan belanja. *halah*

Cowok II.
“Halo. Eh, sayang“ ... “Iya, lagi sarapan ama Artha. Kamu dimana?”... “ehhm, bentar yah, ada telpon masuk...

“Halo. Eh, kamu“ ... “Lagi sarapan ama Artha. Kamu baik2 aja kan, suaranya kayak flu yah” …”Eh say, udah dulu yah, dah ditungguin nih buat bayar”

(kembali ke penelpon pertama)
“Maaf sayang, barusan telpon dari kontraktor. Biasa lah. Gimana tadi, kamu dimana?“
Huuuuu, sebel deh. Ngedengerin gombalan temen2 gw itu jadi hal biasa. Gw dah bilang ama temen2 gw yg tipe Don Juan alias buaya darat alias playboy ini kalo gw gak bisa terima dia mainin kaum gw, tapi di waktu yg sama gw juga gak bisa ngelarang. Mereka udah gede ah bahkan banyakan yg lebih tua dari gw. Tapi, gw gak bisa kompromi kalo mereka terus beraksi sesudah menikah. Saklar labrak langsung gw langsung ‘on’.

Bagaimana kalo kita jadi korban perselingkuhan? Kata-kata ini pernah gw berikan ke temen kuliah gw yg dikadalin cowoknya dan merasa dunia akan berakhir tanpa dia. “Ya ampun, masih banyak cowok lain lagi. Mulailah berteman lagi. Jangan berhenti mencinta hanya karna seseorang berhenti mencintaimu” easier to say than to do *sigh*
Dan saat ini dia bisa berbahagia dengan suami yg mencintainya, sementara sang mantan yg akhirnya menikahi selingkuhannya malahan diselingkuhin setelah mereka menikah. Nah lho!

Enggak aja. Gw gak mau selingkuh. Sama seperti kenapa gw gak mau ngerokok atau ngobat. Not even try. Menurut gw, selingkuh itu banyakan gak enaknya daripada enggak selingkuh. Efek samping dan akhirnya pun jelek, dan lebih2 menyakitkan banyak orang lain daripada diri sendiri.

Hindari sedini mungkin. Cobalah untuk setia. Pasti bisa. Kalo gak bisa dan pernah gagal, teruslah menghindar dan mencoba untuk tetap setia.

Stop perselingkuhan, prens.

Friday, November 11, 2005

Pertaruhan yang Mulia

Di era modern ini bisa dibilang menikah, melahirkan dan menjadi seorang ibu adalah suatu pilihan. Meski tidak demikian halnya di masa-masa sebelumnya ataupun di lingkungan masyarakat tertentu. Melahirkan dan menjadi ibu adalah kodrat yg harus dipenuhi seorang wanita dewasa. Ketidakmampuan menjadi seorang ibu pun dianggap suatu cacat.

Nining, teman dari sahabat gw, telah memilih untuk melakukan pertaruhan besar untuk menjadi seorang ibu. Anak pertamanya kembali ke pangkuan Tuhan setelah hanya dua bulan ditimang dan dipangkunya. Kemarin, Nining kembali melampaui pertaruhan mulia itu dengan melahirkan anak keduanya. Namun sebelum semuanya selesai, ternyata Tuhan punya rencana lain, ia harus kembali kepadaNya. Sang anak tidak akan pernah melihat raut wajah ibu yg telah berjuang keras dan kesakitan untuk melahirkannya di dunia ini.

Monic pun demikian. Sebelum semuanya selesai, dia harus pulang tanpa sempat melahirkan Aleyska. Mereka telah bersama abadi. Gw tahu betapa Monic sangat menyayangi Patrick dan meninggalkannya secepat itu mungkin tidak pernah terbayangkan.

Tadi malam dengan bodohnya gw sampai bertanya pada Tuhan, kenapa yah teman2 gw harus mengalami hal itu. Bukankah mereka melakukan pertaruhan nyawa tersebut bukan untuk kebahagiaan mereka semata. Meski gw percaya bahwa semuanya sudah diatur dan jadi seturut kehendakNya, gw masih butuh waktu untuk bisa memahaminya.

Mama, terimakasih yah telah melewati pertaruhan itu buat gw. Terimakasih telah memilih menjadi ibu dan melahirkan gw. Gw memang belum merasakan sendiri sakitnya persalinan, tapi gw tahu, pilihan yg Mama lakukan dengan sadar itu, mempertaruhkan nyawa mama sendiri. Terima kasih Tuhan buat mama.

Buat Nining dan Monic, tiba saatnya nanti, akan gw ceritakan pada anak-anak kalian betapa sayangnya kalian pada mereka. Gw akan tunjukin foto2 saat kita masih bersama, tertawa dan memimpikan mereka. Mereka harus tahu kalau keberadaan mereka adalah wujud cinta kalian yg bisa bersama dengan mereka selamanya. Walaupun bukan mau kalian untuk meninggalkan mereka dalam waktu yang sangat singkat, tapi gw akan sampaikan bahwa menjadi ibu mereka adalah pilihan mulia kalian. Selamat jalan teman, beristirahatlah dengan tenang.

Wednesday, November 09, 2005

Just Married

"At the end of the beginning, we don't know that there will be no the end. We keep continue to regard every step as the end of the beginning. This way we know that there will be no true the end other than faith"

[Artha for Dyah dan Krishna]

Tuesday, November 08, 2005

My simple wish

I'm not a holy one. I'm a sinner. I have God's words in my small brain but I do mistakes anyway. I am alive because I know God's wills have yet finished on me. I don't know why and when it will be. It's His secret. Nobody has right but His will.

I am deeply sad. I am not judging you either; please give me no war but peace and hope. My simple wish.

- In memoriam of two girls at their seventeen were shot by incognitos in Poso 8.11.2005 -

Monday, November 07, 2005

Writeless


Pictures tell thousand words?

My words might not enough to descripe things I explored in this trip. I tried to enjoy it to the fullest as usual though it's a bit pricy to my style. Last time I visited thousand islands was with a backpacker style, apparently not this time. I convinced myself that I deserve it :-)

Thank God, especially this time for the THR and the possibility to enjoy this beauty.

Pulau Putri, 4-6 November 2005

Thursday, November 03, 2005

Selamat Idul Fitri

Maaf. Bukan kata yg susah untuk diucapkan. Namun bukan kata untuk diumbar begitu saja. Kata maaf yg indah mewakili perasaan hati yg tulus dan ikhlas merasa bersalah memohon pengampunan. Saat kita sadar telah salah melangkah, alangkah indah menerima pengampunan dan pelukan erat yg hangat. Walau jarak memisahkan satu dengan yg lain, maaf yg tulus bisa menyatukannya kembali.

Orang marah saling berteriak sedangkan orang pacaran maunya dekat-dekat. Saat hati bersih dan tak terluka, memandang pun bisa menjadi ucapan. Namun saat hati marah dan terluka, sekedar bersuara pun menjadi tak cukup.

"Walau tangan tidak kuasa berjabat, setidaknya kata masih dapat terungkap, setulus hati mengucap: Selamat Idul Fitri, maaf lahir dan bathin."

Memang itu bukan kata-kata ciptaan gw sendiri - terimakasih untuk NN yg telah menuliskannya dengan indah. Tapi dibalik tulisan itu, adalah hati gw sendiri yg tulus meminta maaf lahir dan bathin.

Monday, October 31, 2005

Mimpi dan ambisi

Gw gak kaget waktu pertama kali mendengar berita perpindahan Pak Sas dari ITB ke desa Sitoluama untuk menjadi direktur Politeknik Informatika Del. Komentar gw saat itu, "Wah, Pak Sas pasti senang bisa mewujudkan mimpinya". Walaupun terkesan kalimat itu terlalu cepat diucapkan dan Pak Sas sendiri mungkin juga belum merasa mewujudkan mimpinya, namun itulah yg pertama kali terbersit di pikiran gw.

Beliau salah seorang dosen yg terus terang gw punya mix feelings, antara kesel, sebel, kagum, salut dan juga seneng lihat senyum manisnya (jg ge-er Pak!). Pak Sas lah dosen yg pertama kali memberikan nilai hasil ujian F, waktu itu gw tahunya nilai terburuk itu E. Gw langsung kaget aja dan ngerasa begoooo banget....:-)

Celetukan beliau yg terasa pedas ternyata bisa gw lihat 'mengganggu' telinga beberapa kalangan, baik mahasiswa maupun dosen. Pendapat2nya yg antik dan terkadang nyeleneh memang sulit dicerna. Bahkan di kalangan mahasiswa ada pendapat kalau bicara dengan Pak Sas berarti lawan bicara sedang mengalami pencucian otak.

Suatu pagi sebelum ujian akhir dibagikan, beliau bertanya kepada seorang mahasiswa:
"Kamu lulus ujian?"
"Lho, ini baru mau ujian kan Pak"
"Iya saya ngerti, tapi kamu lulus gak?"
"Belum tahu Pak"
"Ya berarti kamu gak lulus"
"Kenapa gitu Pak?"
Saat mengajukan pertanyaan ini muka sang mahasiswa sudah merah dan kesal. Kelas sangat tenang, kami menunggu jawaban beliau. Dengan santainya Pak Sas menjawab,
"Justru saya bertanya karna ini ujian akhir. Kalau kamu yakin dengan apa yg kamu pelajari selama ini, harusnya kamu yakin lulus. Kamu aja gak yakin, bagaimana bisa lulus?"

Kami terhenyak dan gw menebak2 mesti soal ujiannya susah deh, abis Pak Sas senyum2 gak jelas gitu. Dan ternyata, damn betul. Saat menjawab soal itu gw sendiri jadi gak yakin bakalan lulus. Selesai ujian ternyata temen2 lainnya juga ngerasa hal yg sama. Sebelllll banget saat itu. Syukurlah gw lulus walaupun gak ngerubah sebel gw waktu itu.

Kalau gw melihatnya, beliau memiliki dimensi pandang yg berbeda dengan orang kebanyakan. Namun seperti biasanya, hal yg tidak biasa tentu tidak selalu jadi populer. Beberapa menganggapnya idealis, dan mencap tidak realistis. Kekaguman gw sama dia juga karna dia bisa bertahan menjadi seseorang yg berbeda, yg menurut gw bukan berarti (selalu) lawan arus.

Namun, saat mimpi dan ambisi yg selalu didengung2kan bisa menjadi suatu kenyataan, mungkin ini bisa menjadi secercah harapan untuk bangkit dan membuat mimpi2 baru, mengejarnya, meraihnya dan menyerahkan semuanya pada Tuhan, sang arsitek mimpi.

Bubur Kampiun

In my searching for a good Indonesian dessert, Ramadhan is a worth-mentioned month for that. Public market called “Pasar Ramadhan” in various sizes appears in many 'quartier' in Indonesia, so does in Balikpapan. But unlike Jakarta, people here have enough time to go home for fasting break. So most just come to the market to buy the food and eat them at home.

Not so different with other Ramadhan, this year I also take this opportunity to do my hunting for a good dessert. Though compared to Jakarta, I don't see many families or friends jotted together into the provided tents and break the fasting together. Oh, I miss it!

Many desserts sold in this market. The favorite now and then fasting breaker is 'kolak' (= banana and sweet potatoes in coconut milk-palm sugar soup) and 'whole coconut with ice and syrup" come along with other sweets. But the creativity does not stop there. When one type of food can't be enough, why not mix it all?!

Here it comes, BUBUR KAMPIUN (= champion porridge), name so for that is the champion among sweet porridges! It is blend of other sweet porridges that cooked separately and then mix before serve/eat. Maybe in the past, one guy happened to mix all the porridges served in the table and liked it, and since then it becomes as the tradition. *Maybe, I don't know*

This dessert is famous almost all over Sumatra with some variety, but the original some people say, comes from West Sumatra. I am not disagreed with that; the truth is I like it. Must-there items are kolak, bubur sumsum (= rice-flour cooked in coconut milk), bubur candil (either sweet potatoes or sticky-rice in coconut milk-palm sugar syrup), bubur kacang ijo (= green-bean porridge), bubur pulut hitam (= black-sticky-rice porridge) and srikaya (made of yolk, coconut milk-palm sugar syrup). The modification can include lempok (= durians sweet), ketan uli (= sticky-rice sweet) or wajik (= rice-coconut milk-palm sugar sweet) etc... *nyam nyam*

Some nutrition and dieters will say not-so-good comments about this 'bad' combination of such fat and high content carbo, but I don't think stopping it is an option for everybody. Just be on earth; why not try this not-everyday sweet. If you happen don’t know where to find these sweets, go and search quickly, or just hop into a traditional market. Don’t miss it!

For the sweet lovers, you have to try it! When American is famous of cookies and French is famous of croissant, in fact Indonesian is famous of 'jajanan pasar', name for variety of desserts that (in the old days) being sold in the market. Indonesian makes desserts almost from any fruit, and we are rich in the variety of fruit, this brings us rich in variety of this hors-d'oeuvres jajanan pasar.

Tuesday, October 25, 2005

25.10.2005

Hari ini tepat 12 tahun sudah kita bersama. Kutemui diriku tetap menyayangimu dan tetap merasakan kasih dan sayangmu. Selamat pagi dan selamat ulang tahun telah saling kita sampaikan. Kita saling mengingatkan untuk terus mendukung dan menyayangi seperti saat ini.

Salah satu lagu kita mewakili perasaan hatiku pagi ini. Sejak pertama kali kunyanyikan lagu ini di th'99, lagu ini jadi maskot pernyataan tulus terima kasih buat kasih sayang yg kau tawarkan. Buat hari2 yg kita lalui bersama, dengan tawa terbahak2, dengan senyum dikulum, juga dengan tangis berurai air mata (walau itu sangat kau benci).

Kau, satu terkasih,
kulihat di sinar matamu, tersimpan kekayaan batinmu.
Di dalam senyummu,
kudengar bahasa kalbumu
mengalun bening menggetarkan.

Kupercaya hanya dirimu paling mengerti

kegelisahan jiwaku dan arti kata kecewaku
Kuyakin hanya engkau yg paling memahami besar arti kejujuran diri.
Kasih, (sungguh) indah sanubarimu.
Kini dirimu selalu bertahta di benakku,
dan aku pun berjanji kan mengiringi bersama di setiap langkahmu.

Kau, seseorang yg kukenal tulus hati dan mau menolong siapa saja, datang mengetuk pintu hatiku 12 thn y.l menawarkan untuk melalui hari2 bersama. Kuakui tak ada sesal di hati ini walau banyak rintangan yg kita lewati. Kupanjatkan doa untuk hari2 selanjutnya. Semoga Tuhan mendengar pinta kita.

**) modified [Bahasa Kalbu]. Original lyrics sang by Titi DJ

Monday, October 24, 2005

Sate Padang dan Air Jahe Hanget

Pernah gak kepikiran makanan apa yg paling enak di kala bete?
Catatan: berhubung banyaknya arti kata bete, artinya yg gw pake saat ini *bete = kesal*, kecuali dijelaskan berbeda.

Tadinya gw pikir sih buat gw, semua makanan juga bisa jadi enak kalo gw lagi bete. Sampai akhirnya terpikir lah suatu teori tentang kejadian2 kecil yg kalo dihubung2kan ternyata menjadi suatu kebiasaan rutin (please deh! susah banget nulisnya). Misalnya, kalo kita lagi meler karna pilek mesti nyari tissue, kalo lagi kangen nyokap pasti nelpon, atau misalnya kalo kebanyakan makan sambel pasti bolak balik WC. Maksudnya, ada kejadian2 tertentu menghasilkan respon tertentu juga, yg terkadang sudah otomatis. Pokoknya gitu deh!

Nah, salah satu kejadian2 kecil itu, ternyata...., gw kalo lagi bete pengennya makan sate padang dan minum air jahe hanget. Tadinya gw pikir2 ini mah gw doyan, gak usah nunggu bete juga waktu di Bandung mah makannya sate padang mulu... *langganan gw yg di depan unpad, menuju ke kost2an gw di sukasari*
Dan, ternyata..., setelah gw runut2 bener juga deh, mesti hari biasa gw bisa aja makan apa aja, tapi kalo lagi bete, mesti deh cacing2 gemuk di perut gw minta2 sate padang.

Sebenarnya gw baru kenal (banget) dengan sate padang yah di Bandung itu. Nyokap sih pernah bilang kalo waktu kami tinggal di Roxy, gw beberapa kali juga makan sate padang (yaaahh, gw kan gak inget lagi). Waktu di Bandung, biasalah anak kost, tiap malem nyantengin makanan di tenda2 kecil depan Unpad. Di tempat itu lah pertemuan kembali gw dengan sate padang. Sate padang yg dijual di situ katanya sih gak asli, karna bahannya daging. Katanya kalo yg asli hanya jeroan aja. Lama2 makan sate padang jadi kebiasaan harian, pilihannya kan pecel lele - sate padang - ayam bakar - bakso malang - untuk minggu ini. Minggu depannya diulang dari awal pecel lele - sate padang - ayam bakar - bakso malang ... gitu aja terus cycle-nya, sesekali yah sate kambing atau tongseng di simpang... Bergizzziii, banget kan. Terbukti lulusan ITB banyak didukung oleh pedagang2 kaki lima :-))

Kalo air jahe hanget lain lagi ceritanya. Waktu gw kecil, setiap gw batuk2, Mama pasti bikinin air jahe dari jahe bakar + asam jawa + gula jawa... dan rasa pedas2 hanget nya itu yg selalu gw kangenin kalo lagi bete (= butuh tehangatan) .... Ritual ini jg ngingetin gw sih kalo lagi bete, gak boleh terlalu bete. Kata Mama, nantinya gak siap menerima hal2 yg lebih nge-betein.... (ganti kata bete = kesal, nyokap gw gak ngerti bete).

Slurrrp... slurrp. Hujan2 gini di Balikpapan, paling pas emang minum air jahe hanget. Sate padang? Oh, no! Gw gak lagi kesal, cuman lagi bete = butuh tatih tayang... hehehe...

Boy's Language

Last friday, one old friend called (finally) after 1year in sabbatical "mood". He got a divorce. He said he couldn't be longer talk in the same language with his ex. Everything started perfect. Falling in love at the first sight, then fate brought them to the 2nd meeting, bla bla bla bla bla bla. They got married, have a baby girl. But then, after sometimes, all the nightmares started. He told me stories how things started to be worst in his life.

He called to tell me that he remembered my comment about his ex. I did warn him long before that he needs to understand her 'language' without imposing only his. And he admitted that he has tried but failed. He just could not bear it anymore to understand all the 'touchy' feelings, 'compulsory cuddling', 'crystal tearbox' etc, for the rest of his life. Marriage became no longer enjoyable. Then, they decided to get divorce, though this hurt many people. I did not speak at all when he told the stories. I know how hard this for him.

Is this really something we can avoid before getting hurt?

For the last couple days, I've been going out with boys. I noticed a difference in myself. I am more relax and (suprisingly) more of being myself. Seems that we speak in the 'same' language. The language that both parties know when to speak and what topics no need to be talked, but just accept it. The language that has to be 'right on the money' and 'three strikes you're out'.

This doesn't means that I don't like going out with girls, but it's just different. I think better to balance this both.

Wednesday, October 19, 2005

Original Face**)

One colleague just came back from a trip to Paris. He told me stories and one made me stunt. It is about an Indonesian girl friend "with an original face" - I use his word - being liked over there.

Artha: "Is this original face means that she has a bit brownish skin and a pesek nose, that type of face?"
Reply: "Yes, isn't it the bule's type?"

Whuahahaha...I have to answer him, "Not always, lah"

Let's see, between Ulfa Dwijayanti, Maudy Koesnady, Feby Febiola, just name three here, they are married to an expatriate (though not anymore for Ulfa). They are each unique. They don't have the same type of face. Moreover they are not fall into category "has an original face".

For those who don't have that type of face doesn't mean that they are not an original Indonesian -- o'o', I don't have to go details here -- You are just not fall into category "to be liked by a standard bule :-))

Original = not imitative or derived
Should we not use a word original here, shouldn't we?
I am original...
I am not an imitation...
I am 100% Indonesian...
I am glad to be Indonesian...
but when somebody said that we don't have original face...
(what did I write? Something really not important)

**) Please don't feel offended...

Tuesday, October 18, 2005

Stories to update

Today is my friend's birthday.
I sent her an email with a long blank space before saying "met ultah yah, dst". She did not ask why I did so :-( but I explained her why afterwards.

... the blank space is for...
- many years I have not wished her a happy birthday
- many stories I would like her to update me and,
- many stories about me that I would like to update her

yeaaah, I feel it's necessary to update our friends about us. I feel he/she has the right to know the stories. So, next time when I tell the stories about things that has relation with the past, they will not saying "I don't know that" or "Why did you not tell me before?"

Please do forgive me when not all my stories have been told, but I know this,
when I want to escape to a place where I know I'll be heard,
where I can cry and it will be okay
where I can be myself and that will be okay too
and all I have to do is find you
-- dedicated to all my friends --

Friday, October 14, 2005

Since you are gone

I wonder where are we going after death.
I believe in God, then I should believe that there's life after death.
But, it is not something that I would like to write.

It's about my friends who left me earlier.
God loves them, I suppose they are with Him by now.
I missed you guys. I write this at one of the times when I am thingking as if you guys were still alive.

You all left memories that I won't be able to forget.

Indah rasa itu

ku tau ku tak bisa berharap
ku tau ku tak 'kan bisa sempurna
jangan pernah kau harapkan teman,
ku tak yakin bisa sampai di sana

ku pun tak pernah menaruh harap itu padamu
bukan ku ingkari kemungkinan itu ada
namun kutau,

indah rasa itu,
saat ketidak sempurnaan membuat kita mampu
menertawakan ketidak mampuan kita
melangkahkan kaki lebih pasti di jalan yg kita tahu
mungkin tiada akhir dari ketidak sempurnaan kita

masih ada waktu untuk menjadi yg lebih baik
kita bersama menjadi lebih baik
itu yang kumau

Pengamen Juga Manusia

Tadi pas makan siang, gw agak2 terganggu dengan pengamen.
Suaranya sih gak jelek2 amat, hanya sayang lagu dan suasananya sangat gak mendukung. Mungkin suasana hujan mengguyur Balikpapan dari siang tadi dan keinginan menikmati bakso dengan nyaman, membuat gw merasa terganggu.

Tapi gw sadar kalo pengamen juga manusia, gak bermaksud untuk ikutan latah lho. Jadi yah wajar2 aja lah kalo dia juga mau hidup dengan kemampuan mengamennya, tapi menurut gw mbok yah rada menghibur gitu nyanyinya. Gw minta terlalu banyak yah :-)

Suatu waktu di bus Patas AC08 jurusan Rawa Mangun-Blok M, gw 'kedapetan' pengamen yang suaranya bagus, terus lagu2 pilihannya juga asyik. Gw sangat menikmati. Di lagu terakhir, sang pengamen menawarkan lagu 'pilihan penumpang'. Penumpang ditawarkan memilih satu lagu dari tiga lagu yg bisa dipilih. Seruu kan. Penumpang pun jadi heboh. Ada yg langsung meneriakkan lagu pilihannya, ada juga yg senyum2 saja dengan tetangga kiri kanannya (sekalian JP kali yee). Untuk mengatasi kehebohan sesaat itu, dengan semangat demokrasi yg lagi hot2nya waktu itu, Jakarta 2002, kami diminta voting. Akhirnya terpilih lah satu lagu, sayangnya gw lupa saat ini :-( kalo ingat ntar gw tulis deh.

Setelah selesai menyanyikan lagu terakhir itu, diiringi permainan gitar melodi yang asli assyik, saweran pun diedarkan dan tanpa ragu2 uang 500-an logam pun gw masukkan (pediiit.... iya, harusnya 1000 lho, apalagi itung2 si pengamen dah memberikan hiburan). Ada juga yg kasih 1000-an tanpa ragu2. Ada juga sih, seperti biasa, yang senyum2 aja.

Pengalaman bertemu pengamen bersuara merdu itu menjadi biasa di masa itu. Sehubungan dg krisis ekonomi dan sulitnya mencari kerja, profesi pengamen musiman menjamur rupanya. Bahkan ada beberapa kelompok yang well-equipped, lengkap dengan tamborin, dan drum kecil.

Nah, sayangnya ada juga pengalaman gw dengan pengamen yg reseh. Kalo gw gak ngasih saweran, gw biasanya default bilang "Maaf, Mas". Lebih sering sih, yah karna gw gak merasa terhibur. Jawaban sang pengamen bervariasi, antara lain yg suka bikin spaneng misalnya:
"Mbak, minta maafnya ke Tuhan aja",
"Belum gajian yah, Mbak",
"Ooh, gajiannya yg tanggal 5 yah".

Bahkan pernah gw lagi tidur di KA Bandung-Yogya, dibangunin untuk dimintain saweran. Gw bilang maaf. Reaksi sang pengamen di luar dugaan gw. Dengan tidak sopannya, setengah berteriak, dia bilang ,"Pelit banget sih Mbak, dah capek2 dibangunin!". Aneh gak sih?
Gw kan juga sama2 manusia, yg sama2 punya hak untuk mencari uang dan memberi uang kepada siapa. Saat itu, tanpa peduli gw melotot dan bilang, "Terserah mau dibilang pelit, saya mau tidur, tolong jg ganggu. Saya juga tidak ganggu kamu nyanyi!". Untung cowok di sebelah gw saat itu kooperatif dengan ikutan melotot juga.

Ya gitulah, namanya juga usaha 'Ta.

Anyway, di Balikpapan sih gw belum pernah (yah sampai saat ini sih) ketemu pengamen yg asyik. Yah, mana tahu gw aja yg kurang bergaul di daerah2 yg pengamennya asyik kali yah. Yg jelas, gw gak suka ketemu pengamen yg mengharuskan gw membayar mereka, dengan pelototan kek, apalagi dengan ancaman. Jangan lah ada premanisme di dalam proses ini.

Kalo gw suka, pasti gw sawer :-)

Monday, October 10, 2005

7 x 7

I don't know how many times one should apologize when making someone else angry?
7x7 is enough?

I am not angry easily, that's why this is so hurt me. Should I angry more often then to make angry is easy? no way!

I remember one story about a man who write all the goodness that his brother does to him in the rock, but all the bad things in the sand.
Someone ask why he did that, and he said : "when the wave comes and sweep the beach, what he wrote in the rock will stay, but those in the sand will disappear"

Let these tears sweep all my disappointments and angers and leave the good things that you've ever made to me.

Anti perdagangan perempuan, huh?


A bit shocked by the headline above, I remembered one advertorial I heard a lot currently in national radio. I couldn't quote the ad entirely, but it tells about an on-going campain to avoid woman tracking in particular (not to mention their age - child or adult) organised by ministry of woman's empowerment.
And now, what will be the minister said?
It is the supreme court who decide to put an expensive tag on us (?) unbelievable!
Maybe in the future we will not only hear Indonesian female are being sold ilegally for a nightclub overseas, like we hear a lot nowadays, but moreover, there will be some who are being sold legally to a 'bule'.
Girls, is this how they protect us?

Friday, October 07, 2005

Indonenglish?!

This blog has never been promoted to many people. Thanks to googleism, some people do really use it to track myself! (huuu, my grands would be jealous :-)

As I can guess, they asked me to write in English! They said that they want to know my news (what so called). Dear friends, writing in English for pleasure never been a problem *huahahaa...* I will try to write in English when it can really express the true meaning of the story. If not, it will still be in Bahasa Indonesia.

However, my formal Bahasa is getting worse! I can't help it. I admit that is a pity. Since my English is getting better, my bahasa has been dropping even faster. I still remember one time when I had to ask the secretary for an example of official letter writing in Bahasa Indonesia. I felt very ashame!

There is an article in Kompas last week saying that some Indonesian use Indonenglish (mixing bahasa and english here and there) since it sounds more up-town languange, showing prestige. Last week in Jakarta, I can't help myself laughing when hearing a mother kept talking English with her son and kept getting his replies in Bahasa Indonesia.

Bilingual is not a sin. Some people able to speak five to six languanges. Scientist approve that it's good for the brain. But I feel ashame when I can't say 'selamat pagi' and replace it with 'good morning' or 'bonjour' to my fellow indonesian. I said to myself not to let it worse. I am not proud of being able to speak English if my Bahasa as a pay!

Yes, if I say , "I speak Bahasa Indonesia, English and French", it has to mean that I can speak good Bahasa, good English and good French.

Thursday, October 06, 2005

This is not the first time

Light went off.
This is not the first time.

Water run low.
This is not the first time.

Morning rain. Sun hides.
This is not the first time.

Morning blue. As does my heart.
and, again, this is not the first time!

This promise I made last night.
Things happen for a reason.
So, Lord, remind me (always) that nothing is going to happen to me that You and I can't handle together.

Wednesday, October 05, 2005

Scarf cantik

Hari ini, tidak seperti biasanya, gw ke kantor pake scarf.

Ada yg nanggepinnya 'a la mode'. Ada juga yg langsung nebak 'pasti elu lagi sakit deh 'Tha!. Yg kedua emang lebih pas, gw lagi radang tenggorokan. Dokter bilang sih agak serius.

Namun, dengan scarf itu, pakaian gw emang jadi enggak seperti biasanya, agak2 modis. Ada teman yg tadi bilang, "Sering2 dong 'Ta, pake scarf gitu. Sekalian pakai kemeja bunga2. Kamu tambah cantik deh, dan kami meeting jadinya kan lebih semangat. Apalagi pas kamu ngomong, enak diliatnya".

Lho... gubrak!
Sementara hari ini gw bete banget gara2 tiga meeting yg menyita waktu gw seharian, ternyata ada temen gw yg 'menikmati' meeting itu.

Gpp deh. Gw akan lebih sering agak modis, tentunya tanpa radang tenggorokan dong :-)

Monday, October 03, 2005

#@!1ej3493$@#

We have reset your login password on 03/10/2005 - 08:54:44
Your new password is : #@!1ej3493$@#

Yah mungkin, ini lah efek ketidak-semangatan gw kembali ke Bpn... ihik....

tadi malam, sambutannya mengecewakan.
mau mandi, air gak nyala. untung masih ada cukup di bak buat mandi.
baru segerr abis mandi, lampu mati.
gak lama kemudian nyala, horrey, eh tegangannya turun.
bisa ditebak dong, yg bisa nyala yah lampu kamar aja deh.

pagi2...
password login windows lupa.
baca2 surat2 dan memo2 dari mailbox.
login di-reset sejam kemudian.
buka lotus note, eh password nya salah ^#$&^
telp helpdesk lagi
... wuaaahhhh... gak niat banget ke Bpn atau dah lemot sih

need more courage nih to stay motivated in Bpn

go.fight.win

Saturday, October 01, 2005

Sale... Sale... Sale...

Image hosted by Photobucket.com
Mark Samuel PM -- Duma Monica YM

Gw akui kalo gw emang suka sama 'sale', seperti kebanyakan perempuan.
Namun, kali ini di jakarta, gw lebih senang becanda dan bermain dengan ponakan2 gw banding memenuhi 'laper mata' di sogo sale, metro sale, marks & spencer sale... de el el...

Friday, September 23, 2005

Sahabat kecilku, Nadya

nyam... nyam, enak euy kue ulang tahunnya Nadya.

Selamat ulang tahun Nadya sayang, semoga jadi anak yg baik, disayang Tuhan dan menyayangi sesama. Amin.

Waktu berlalu dengan cepat. Setahun yg lalu, gw nemenin Threes menunggu kelahiran Nadya. Handy (papanya Nadya) saat itu sedang training di luar kota, dan gw menjadi teman siaga *siap, antar, jaga* buat mereka.

Hari-hari penantian bersama Threes berlalu penuh ketawa ketiwi. Gw bersyukur banget, serasa ada "mama". Saat gw pulang kerja, biasanya Threes udah siapin makan malam. Dan pagi2 pas gw mandi, dia nyiapin sarapan. Sarapan favorit kita berdua saat itu: roti + nutella + cream-cheese.... nyam nyam.

Threes bilang gak begitu bisa masak, tapi berhubung tinggal hanya berdua Handy dan tanpa pembantu, dia belajar masak. Hasilnya top banget, gw dijamu dengan rendang, ikan rica-rica, ayam goreng, bahkan rawon. Di malam hari, sementara Thress nyetrika, gw main bola-bola dan kita ngobrol ngalor ngidul, kadang juga ngomentarin film2 di TV Perancis yg gw sendiri gak sepenuhnya ngerti.

Suatu malam, Threes bilang perutnya sakit. Anehnya, lho kok gw yg jadi rada panik. Kita langsung konsultasi via telpon ke Bandung. Bang bilang, "kalo mules aja tapi nggak ada bercak, istirahat aja. Tapi, begitu ada bercak, langsung ke rumah sakit yah, artinya udah mulai pembukaan".

Tadinya mau telpon dokter di Paris, tapi berhubung Threes juga percaya sama Bang, jadi kita pegang aja pesannya. Threes juga bilang, kalau RS juga gak mau terima kalau menurut mereka belum waktunya, biasanya berhubung keterbatasan kamar. Nah, daripada kita udah maksain ke RS malam2 - saat itu udah lumayan dingin walaupun belum masuk musim dingin - terus disuruh pulang juga, kita mutusin untuk lihat perkembangan sampai besok pagi.

Suatu keputusan yg cukup berani dan menegangkan.
Gw rada2 tegang dan agak susah tidur, sementara gw lihat Threes tidur degan lelapnya. Gw langung berpikir "rupanya begini resah dan deg2annya suami2 yg lagi siaga".
Syukurlah, malam itu pun berlalu dengan tenang dan tidak terjadi hal2 yg tidak diinginkan.

Besok paginya, seperti biasa kita sarapan bersama. Threes terlihat biasa2 aja, hanya gw lihat sedikit agak pucat. Gw pesen ama Threes untuk istirahat dan tidak keluar rumah dulu. Satu koper udah siap, nomor2 telpon penting udah di dekat pesawat telpon. Ada firasat gw kalau hari itu mendekati saat2 kelahiran.

Kring kringg... telpon di meja kantor gw berbunyi sekitar jam10-an. Ternyata itu berita kalau Threes sedang menuju ke RS. Teman2 yg ada di Paris saat itu membantu mengantarkan ke RS. Gw dipesenin untuk tetap aja kerja, dan nanti sore aja kalau mau ke RS. Handy sudah dikabarin dan segera balik ke Paris.

Nadya pun terlahir ke dunia. Paris, 22 September 2004.

Malam itu, bersama Nur - istrinya Bubung-, gw ke RS di tengah hembusan angin yg cukup dingin. Namun saat melihat Nadya, bayi mungil, buah cinta kasih kedua orangtuanya, ada gejolak hati serasa melihat harapan kehidupan baru. Perasaan ini membekas di hati gw dan sekarang benar2 bisa gw ingat kembali.

What a wonderful life, happy birthday Nadya!

Thursday, September 22, 2005

Seorang adik dan teman2 kakaknya

Gw terkikik2 baca milis anak2 sanur pagi ini.

Di email beberapa hari yg lalu, ada yg mosting butuh rekomendasi dokter kulit di Jakarta untuk urusan jerawat membandel. Jawabannya beragam. Ada yg merekomendasikan berdasarkan pengalaman pribadi, ada yg merekomendasikan diri sendiri bahkan bapak mertua, de el el deh *top abeess* lah search-enginenya sanur *my 2 thumbs up*

Satu diantara email itu, ada yg merekomendasikan seorang dokter, initialnya dr. E, SPKK, dokter kenalan bapak mertuanya (yg dokter juga). Rekomendasi pun dilengkapi dengan informasi feedback dari pasien2 dokter E ini yg katanya muda dan ganteng.

Ternyata, ada udang dibalik batu. Selain merekomendasikan profesi dokter E yg katanya cukup paten dalam hal jerawat, dia juga merekomendasikan dokternya himself... hihihi, cekikikan udah dimulai.

Selanjutnya bisa ditebak, dimulailah babak baru lalu lintas email menghangat dengan puja puji, how smart he is, how ganteng he is dan how good his voice is - sounds to be a nice men ... tentunya ada balasan yg bernada "hmm, kayaknya bisa gw comblangin deh" *inilah efeknya milis lintas angkatan dan lintas benua*

Diskusi jadi berlanjut ke arah... *if he is that good, why there is no woman yet) in his life*. Gw sih gak trace siapa yg mulai mempertanyakan hal ini. *dasar nih, cewek2, kalo urusan cowok dalam email, kreatiffff banget! gak yg jomblo, gak yg ibu2 muda (buat temennya kali), atau pun ibu2 yg punya anak gadis kaleee... *

dan gayung pun bersambut,
email itu dibales, "... dr E itu adik gw. Dia emang ganteng, cerdas, simpatik, de el el (yg bagus2), lulusan terbaik S1 di... dan S2 di... nah, berhubung dia kelamaan sekolah, jadi aja belum ada yg serius.... "

Gubrakkk! makin gw terkikik2.... huahahahaha...
gw bayangin kakaknya pasti udah ngakak duluan liat email2 sebelumnya tentang adiknya.

No.hp nya udah di tangan anak2 Sanur nih.
Pasti dia bakalan terima sms2 nyasar yg tiba2 butuh dokter spesialis kulit dan kelamin. Habis, dari email2 promosinya yg diteguhkan banyak orang itu sih kayaknya asik lah anaknya (lho, gw belum kenal kok ada rasa kagum yah... toeng toeng)

Gw jadi iseng juga pengen checking him out... yah, mana tahu bisa nyomblangin... butuh alasan nih, sapa yah yg bisa gw ajak konsultasi jerawat... hihihi ...

Another episode in Kepiting Tambora

Tadi malam gw makan malam bersama pejantan2 tangguh (ngakunya..., buktinya kena flu kepiting juga :-) - baca: gatel2 -

Jadi, lain pergi ng-gym, gw malah menikmati kekejaman hasil pembunuhan massal kepiting. Katanya, berhubung lagi masa terang bulan (alias purnama), banyak kepiting bertelur. Ini pelajaran baru nih buat gw.

Dan gara2 kepiting, gw juga jadi tau situs ayo jajan.com, lumayan lah buat referensi tempat2 makan baru.

And I really enjoyed our dinner last night, the conversation, all smiles, all laughing, all! Thanks guys.

Waiting for the next episode ....
kangen deh ketemu kalian lagi beberapa tahun mendatang,
saat anak2 kalian sudah pada gadis ***hihihi***
saat gw bisa liat hasil didikan kalian

Kepiting Tambora:
Jl. Jend. Sudirman Balikpapan - dari arah balikpapan center, gak jauh dari pom bensin stall kuda - kalo dari arah sepinggan, sesudah volvo baru puter balik - tlp. 0542-7020633.

Wednesday, September 21, 2005

"Thank you for trusting me"

Gw barusan dapet telp dari temen gw yg curhat ttg persoalan pribadinya.
Teman: Hallo Artha ...
Artha: Hallo, siapa nih yah ?
Teman: Ya ampun, lu dah lupa suara gw ...
Artha: Maaf, bu ...
Teman: Gini loh, 'Ta, gw mau lanjutin babak baru cerita ttg gw.
Artha: Go head, girl!

Artha dan temannya terlibat pembicaraan seru ...

Sambil ngedengerin, gw baca2 email (ini yg jadi kebiasaan gw kalo ditelp - tapi gw tetep serius ngedengerin - *hidup multitasking*) sampai dia selesai, lalu gw ikut bicara.
Teman: Thanks for listening yah 'Ta.
Artha: Anytime, you know all my numbers.

Whuaaaaaa... ada hal yg sepersekian detik menghantam gw - "thanks for listening" - walaupun dalam sepersekian detik lainnya gw bisa njawab, "Anytime, you know all my numbers", kayanya ini otomatis dan gak lewat jalur normal untuk mikir *ihik*

Terkadang, di akhir curhat kita suka bilang, "thanks for listening" ke temen curhat kita. Tapi jarang kita yg dicurhatin bilang "thank you for trusting me your story"

That's really wake me up today. That piece of story people has been telling me could be a precious piece of their life - a lifetime experience - a lifetime ever-happenned story.

So, teruntuk temans, rekans sekerja, handai tolans, adik2 sayang yang selama ini suka curhat ama gw, gw mau bilang (lagi, lagi, lagi) : "Thank you for trusting me"

Thank you for being here with me
I wanna thank you for be by my side
You know I love you
I need you to thank you
*gak tahu nyambung apa gak ama storinya, tapi keinget aja lagu 'Thank You' nya Commodore

Tuesday, September 20, 2005

33 tahun - Seksi dan percaya diri

gw tertegun liat sampul femina edisi ulang tahun yg terbit senin kemarin. gimana enggak, baru aja di'ledek' tentang seksi... padahal gw kan emang lagi rajin fitness supaya seksi :-)

penting gak sih seksi?
atau kelihatan seksi?
atau kelihatannya seksi?

ada yg bilang seksi itu kurus, ada juga yg lebih memilih semok (= seksi montok). Sophia Latjuba dan Nadya Hutagalung (batak Yan ;) selalu dicap wanita seksi. yang menarik, di debat tentang kecantikan di situs sponsornya sabun Dove, katanya seksi itu mind-definition... ah masa?
'sexy by society' atau 'sexy by definition'... repoooot deh

buat gw seksi itu,
saat gw jalan dengan percaya dirinya melalui kerumunan orang, pake baju yg pas (bukan berarti pas di badan), wajah sumringah dari 'dalam' (biasanya hanya gara2 baru terima kabar gembira atau salam sayang) ditambah dengan senyum dan wajah yg lagi mulus (kira2 semingguan setelah 'dapet' lah), lalu orang2 itu ngeliatin gw.
langsung deh, ada aura seksi yg keluar dari dalam diri gw yang menggerakkan seluruh hati dan pikiran gw dan membuat jalan gw serasa model.... hihihi....

jadi, masih penting gak pengen seksi.... *masih* (lho?!)

gak pa pa lah, masih ada 3 tahun untuk mewujudkan slogan femina itu :-))

Monday, September 19, 2005

Why I pick up golf back after all?

waktu Yanti nanya, apa sih asyiknya golf 'kan cuman mukul-mukul bola aja, Ta'
hihihi... coba tanya Tiger Woods, Yan!

nyang gw tahu kenapa gw akhirnya balik main golf lagi,
satu... itu salah satu resolusi 30 gw
dua... gw pengen belajar mengalahkan diri sendiri - ada hubungannya gak sih ... lho?!
tiga... gak boleh main tenis excessively lagi... ihik
empat... tinggal bawa stick, any driving range will do
lima... for old memories sake
and the list goes on.

selama bulan agustus gw gak ada nulis di blog deh.
di bulan sakral itu banyak peristiwa2 penting yg worth to be written in my all-times friend, my diary.
terkadang malah ada rasa kangen nulis di diary gw sambil ngeliatan teddy bears kembar gw.
ditambah lagi ada maenan baru gw, Nokia3230. enak juga buat curhat, nulis unek2, dll...berhubung memorinya yg di-upgrade sampe 128MB, thanks yah Bang.

moga2 suatu saat nanti Yanti main golf juga... walaupun cuman mukul2 bola doang :-)

Friday, July 29, 2005

Tiga minggu ini

* hip hip horrayy Bang lulus!
Rasanya mau gw teriakkan ke seluruh dunia betapa senangnya hati gw di hari Bang lulus, I love to see you get there!

* malas nulis di blog, gara2 pemakaian internet lagi dipantau? bukan.. tapi gara2 lagi rajin2nya neh nulis di diary, ntar deh beberapa dipindahin

* beli HP Nokia 3230

* ke Tanah Merah bareng anak2 UPC dan Yanti-Ilan-Eli-Alin. Enjoy banget, moto, dipoto dan diakhiri dengan makan siang yg enak di Daun Pisang, resto baru pinggir pantai di Manggar, sambelnya uenak tenannn...

* nonton drama Korea, judulnya 'Full House', asli norak banget deh kayak Meteor Garden, lumayan lah buat tontonan ringan selain AFI dan IIdol... hihihi

* jual kamera Nikon F75 gw *ihik* dengan impian bisa beli kamera digital.

* seneng lagu Kridayanti-Melly
Cinta, tegarkan hatiku
Tak mau sesuatu merenggut engkau
Naluriku berkata

Tak mau terulang lagi
Kehilangan cinta, hati bagai raga tak bernyawa

Aku junjung petuahmu
Cintai dia yang mencintaiku
Hati yang dulu berlayar
Kini t’lah menepi
Bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia

Monday, July 04, 2005

Gimana gak ge-er


when you say,

"There is something in the way you look at me,
it's as if my heart knows you're the missing piece,
(it) makes me believe there's nothing in this world (that) I can't be.
I don't know what you see, but there's something in the way you look at me."

lyrics from song title 'There's something in the way you look at me' by Christian Batistuta

Saturday, June 25, 2005

Pohon Kayu Putih itu

Kira2 tiga minggu yg lalu, ada empat orang anak SD nebeng gw. Mereka baru pulang sekolah dari SD tempat gw mengajar bhs Inggris setiap hari Sabtu. Salah seorang diantaranya turun tidak begitu jauh dari sekolah, sedangkan tiga lainnya sempat terlibat ngobrol dg gw. Mereka satu persatu bercerita tanpa gw tanya, tentang dimana mereka tinggal, tentang orangtua mereka dan tentang permainan mereka sepulang sekolah.

"mau turun dimana ?"
"di depan hotel airport, Bu, dekat pohon kayu putih"
"pohon kayu putih yg mana"
"lho, ibu gak tahu yah, nanti deh saya tunjukkin. Kalau pulang sekolah, saya senang sekali manjat pohon itu. Pemandangannya bagus Bu, bisa lihat laut"
...

Hmmmm.... agak malu juga gw, menurut anak kecil, seorang ibu guru atau orang dewasa harus tahu semua kali yah... dan sekarang, gw emang dah jadi tahu banyak. Pohon Kayu Putih

Akhirnya gw tahu bagaimana rupa pohon kayu putih dari kejauhan. Kalau saja saat itu tidak mendadak turun hujan, gw pasti sudah mendekat untuk melihat lebih jelas rupa pohon itu. Gw lihat dua pohon besar, cukup rindang dan terlihat kokoh dari jalan setapak tempat gw menurunkan mereka bertiga. Mereka berlari2 dengan riangnya setelah tak lupa mengucapkan terima kasih.

Cerita tentang pohon kayu putih itu terus lekang di hati gw, setiap kali gw melewati tempat itu, gw selalu teringat cerita tentang mereka bermain di pohon itu.

Betapa kagetnya gw tadi pagi. Kedua pohon kayu putih itu sudah tidak ada dan di sisi jalan di depan hotel itu sudah terpasang bedeng biru menandakan adanya pembangunan di daerah itu. Ada banyak anak SD yang sedang menonton dari sela2 bedeng yg terbuka. Rupanya saat itu alat2 berat sedang meratakan tanah.

Pohon2 kayu putih itu tinggal kenangan.
Gw berharap semoga saja para kapitalisme pembangunan itu tidak ikut merobohkan rumah2 mereka. Tak terbayangkan kalau mereka harus tergusur dan tak tahu harus tinggal dimana. Salah seorang di antara anak itu bercerita kalau ibunya harus bekerja banting tulang dan hanya pohon kayu putih itulah tempatnya bercerita tentang hari2nya di sekolah. Bahkan pemandangan laut pun sudah tidak bisa menemaninya lagi. Semoga masih ada pohon2 lain yang bisa menjadi teman mereka.

Semoga.

Tuesday, June 14, 2005

Apresiasi Seni Gw is Questionable

Image hosted by Photobucket.com

Festival Sinema Perancis (FSP) berlangsung selama weekend kemaren di Balikpapan. Awalnya gw gak tertarik nonton setelah membaca sinopsis film2 yang bakal tayang di Bpn, yg menurut gw warna2nya gak cerah. Namun berhubung gw pengen sekalian melatih audio-visual french gw, gw memutuskan untuk nonton aja dan mana tahu bisa merubah pendapat gw... lagian kan dapet tiket gratisan kog...*hehehe.*

Pada hari Sabtu, gw nonton bareng Yanti & Ilan dan kami ketemu temen2 lainnya di Gelora. Filmnya berjudul Casablanca Driver, termasuk genre komedi dan dikemas dalam bentuk dokumenter. Awalnya gw teringat model film 'When Harry Met Sally', yg di sela2 film ada couple yang bercerita tentang pertemuan pertama mrk. Tapi, film CB ini, asliii... gw gak bisa terlalu nikmatin. oke lah, gw ketawa beberapa kali dan akting pemainnya boleh lah, kan gak semua orang bisa bermain jadi orang bodoh yg kelihatan waras - emang bodohnya CD di film ini gak seperti Cecep misalnya di sinetron Indonesia. Ide ceritanya juga aneh, emang dasar orang Perancis ini kreatif deh bisa kepikiran ide cerita yg gak wajar.

Nah, di hari Minggunya, berhubung dah ngerencanain nonton, gw tetep nonton walaupun yang lainnya ternyata batal. Malam itu filmnya berjudul
Illumination. Kebetulan gw ketemu guru bhs perancis gw, katanya film ini bagus, mungkin secara teknis yah, tapi menurut gw filmnya 'blue' banget. Suasananya terlalu melo, ceritanya sendu banget... mana warna warni masa mudanya, apa memang se-sendu itu kah masa muda saat ini ...

Satu hal yang sangat gw nikmatin dari dua film di atas yah kerinduan gw untuk bisa dengar bahasa Perancis di luar kantor. Gw kangen banget cafe2 di St.Michel dimana gw bisa ngobrol ngalor ngidul dengan a perfect stranger, orang2 Perancis yg 'orang biasa' bukan rekan sekerja gw.

Yah, mungkin film2 yg diputar di Bpn gak terlalu menarik, tapi gw juga bertanya2 tentang apresiasi seni gw yg menurut gw sendiri patut dipertanyakan....
gw gak bisa mengapresiasi puisi - kecuali kalo dibacakan/dinyanyikan
gw gak tertarik lihat lukisan abstrak
gw gak suka sesuatu yg disebut indah tapi gak ada keteraturan
gw lebih suka photography murni dibandingkan photo olahan desain grafis
dan masih panjang listnya...

atau, sebenarnya gw sendiri yg membuat aturan2 gak perlu (?)
seni itu bebas dan gw 'harusnya' memberikan kebebasan kepada diri gw sendiri untuk mengapresiasinya tanpa membuat batas2 'yg gw suka yg begini'

gw mau belajar membebaskan diri gw dan membiarkan imajinasi seni gw berkembang bebas... tanpa aturan, mesti ada alasan seni itu disebut 'art' dan bukan 'science'.

Friday, June 10, 2005

Je suis très heureuse

J'arrive à d'excellents résultats avec mes épreuves du DELF le 2-eme degré, A5 et A6.
Je remercie Seigneur pour la grâce.
Je remercie mes profs.
Je remercie également mon ami, mes parents, mes sœurs, mes frères, mes amies... merci special pour mademoiselle Mia Aryani pour m'a achetée des livres ... et aussi je n'oublie pas remercier a tous le monde de m'avoir aidé de faire ces résultats possible.

Je sais bien qu’il faudra que je continue à apprendre le français. J'ai du talent pour cela, sans aucun doute. Mais premierement, je dois accepter ce fait.

Thursday, June 09, 2005

My Mission

I was put on this earth to lead others.
They will follow me, because they are bowled over by my forceful personality, my charisma, and my willingness to do what they're afraid to do.
I am the one who has to make things happen, because everyone else is too afraid of rocking the boat.
My mission, I should choose to accept it, is to Start Something.
Something small, or something big.
Start a club at my school.
Propose a new project to my boss.
Invent a new family tradition.
Start a small business.
Start SOMETHING.


I have same mission with my friend Yanti, thanks to her for introducing this website.
Hopefully, we will accomplish our mission.

Wake up great wariorrs inside us!

Now, how about you?
Click here to find your own inner hero

Tuesday, June 07, 2005

Management Styles - and - How could I do about it

An independent surveyor has finished their survey for my company's employees' satisfaction. Their results have presented this afternoon. The results did not make me surprise. Though only 42% of employees responded to that survey, but (I think) it reflected in general, what have been said in corridor.

Based on the survey, employees admitted that their job's objective is clear, this is the strongest point. On the other side, they said that the management style is the weakest point, along with the famous compensation. (Only) 23% of employees satisfy with their compensation, compare with the result of competitors' company of 60%!

I could see from the face of the 'no1 man in my company' that he is not happy with the result. But, as far as I could translate from his behaviours, he didn't know how to deal with it. He feels that the management has not passed a good message to the employees. He said boldly that he really didn't know how to deal with this result in near future.
I do not and could not blame him. This is not something that has built overnight; it's been developed as company culture in years and been inherited trans-generation without enough attention has been put to improve this situation. Unfortunately, neither the present management.

Then, question to myself, “How could I do about it?”

Monday, June 06, 2005

My favorite place in Balikpapan

Kalo mampir ke Balikpapan, jangan lupa ke pantai Melawai yah, one of my favorite place in this town. Pada waktu yang tepat dengan posisi matahari yang tepat, sunset di pantai ini keren lho. contohnya di bawah ini ada photo Melawai saat sunset hasil hunting bareng temen2 TPC, sayang gak bisa di-upload semua abis masih rada2 gaptek nih ng-upload. Nah, dengan kedatangan Rhea ke Balipapan, dan keinginan untuk makan yg ringan2 aja, tentu pilihannya jagung bakar di Melawai, rasa pedas manis... obrolan menjadi santai dan hangat... kenangan ttg Balikpapan pun menjadi indah...

Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

Yanti-Artha-Alina-Rhea, 4 Jun 2005

Wednesday, June 01, 2005

Feminisme all about

Dipicu pengiriman wakil Indonesia di ajang Miss Universe, bikin perbincangan seputar feminisme jadi nge-trend lagi deh.
Di bawah ini penjelasan tentang feminisme dari ibu cantik Ratih Ibrahim, alumni merangkap guru BP sanur (setelah ibu Singgih di jaman gw) sekaligus psikolog terkemuka ...ehem2... yg juga ngurusin idol2 itu lhoo di RCTI...
Penjelasan bu Ratih jadi masukan banget buat gw, jadi gw tulis aja di blog gw ini supaya besok2 gak lupa kalo ada yg nanyain ,"Ta, lo kok aneh sih, dibilang feminis tapi kok masih suka "manfaatin" laki2, dibilang gak feminis tapi kayaknya elo iya deh"

kutipan dimulai

Feminisme adalah sebuah aliran yang pada prinsipnya berjuang menentang ketidak adilan, yang pastinya menyengsarakan kaum marjinal,terpinggir, miskin, etc. dan dalam banyak kasus, terbukti yang paling banyak - inget ya, yang paling banyak - menjadi korbannya adalah perempuan dan anak-anak. jadi lelaki juga bukan tak mungkin menjadi korban. perempuan juga sangat bisa menjadi pelaku ketidakadilan, kekerasan, etc.

Feminism berasal dari kata feminin, yang punya karakteristik nurturing, melindungi, empowerment, dan sodara-sodaranya itulah. jadi, tujuannya adalah mendudukkan setiap orang sebagai manusia yang setara derajatnya. (bahasa gue masih kegedean ga?).

Dan siapakah para feminisitu? bukan melulu perempuan. lelaki juga banyak yang feminis. konteks budaya dunia yang nyaris selalu punya kecenderungan mendudukan lelaki sebagai pusat dan sumber kekuasaaan (inget ya, perempuan jugapunya sifat yang sama sih sebetulnya) disebut budaya patriakis. dan dalam banyak hal dia dianggap sebagai biang kerok terjadi segala ketidak adilan gender inilah.....

Nah, memang pada prakteknya banyak aliran feminis yang cenderung radikal sifatnya,. mengapa? karena mendudukan perempuan dan lelaki sebagai 2 kubu yang berseberangan. karena perempuan tertindas, jadi perempuan harus melawan lelaki dengan segala ekspresinya. termasuk berperilaku sebagai lelaki, menolak lelaki, tidak butuh lelaki,pokoknya semua cuma oleh untuk dan dari perempuan, etc....sampai berbagai sikap serta perilaku yang bisa betulan radikal abis.

Sebetulnya gerakan feminis radikal ini lebih cocok disebut sebagai womenism, yang jaman dulu pernah populer dengan sebutan women's liberation (women's lib).yang kalau dikaji lebih dalam kepada the reason beyond, ternyata malahan menunjukkan keinferioran perempuan terhadap lelaki.

Saya feminis, tapi bukan yang radikal. saya feminis penggembira yang tetap butuh dan demen lelaki, menghargai dan mencintai mereka, sama seperti halnya kepada perempuan, yang mudah-mudahan, bersama siapapun, lelaki perempuan, bahkan banci sekalipun, kita bisabersama-sama membangun dunia menjadi the nice place for everybody.

kutipan selesai

gw gak pernah benci laki2.... abis, butuh sih.... quaw quaw
dan gak pernah mau bersaing ama mereka, jelas2 gw gak kuat ngangkat hammer valve 3" tanpa mereka, tak mungkin lah yauw....

Sekarang gw mengerti bahwa gw juga feminis, tapi bukan yang radikal - feminis demokrat.... hihihi...

Something about Southern Girls

There must be something about those south american girls.
Four of them nominated as the top 5 of the most beautiful girls in the world, though finally, the northern girl, Canadian, who won the Miss Universe 2005. They are Peru(sian?), Venezuelan, Dominica Republican and Mexican.
Aren't there something about them?

Eventually in the top 15, seven of them come from this region, countries of above nationalities plus Puerto Rico and Trinidad n Tobago ... so,
most of beautiful girls in the world are therein!

Is it the message of this competition? ... I hope not!

Friday, May 27, 2005

MBA in a Box

Gue ngelamar kerja, tapi kualifikasi yang diminta adalah lulusan MBA.
Gue tetep nekat aja sih ngirim lamaran, bossnya ade gw bilang kalo mereka seriously lagi mau ngisi posisi itu dan maunya lulusan MBA.
Apa dengan membaca buku MBA in a box terus gw bisa dapet gelar MBA... tentu tidaaaakkk...
tapi kalo di Balikpapan mulu juga gimana mau dapet MBA.... ihik2...

Haruskah gelar menjadi patokan?
tapi, bukankah itu merupakan salah satu tolak ukur?
Lalu, bagaimana mengukur suatu experience?

hanya track-record lah yang akhirnya berbicara....

Mau jadi MBA? siapa takuttt.... hehehe...
tapi sebelumnya, gw kayaknya harus ngabisin dulu deh baca buku "MBA in a Box"nya, biar mantap kalau memang mau memilih untuk kembali ke bangku kuliah.... okeh deh

Thursday, May 26, 2005

Hikmah macetnya Jakarta

Macetnya Jakarta selalu menjadi momen yang menyebalkan buat beberapa orang.

Nah, waktu kemarin di Jakarta, gw kedapetan di-curhatin supir taxi pada saat jalanan macet. Pak supir, namanya Pak Aziz.
Mobil Pak Aziz kami stop di pertigaan dekat rumah, gw dengan adek gw. Kami meluncur segera setelah memberitahu tujuan kami, yaitu ke Imperium lalu lanjut ke Plaza Senayan.

Sepanjang perjalanan menuju Imperium, gw share ama adek gw tentang kiat2 menghadapi TOEFL, dia waktu itu mau mengikuti ujian tsb di Imperium. Gw juga cerita2 tentang betapa bosannya gw di Balikpapan dan gw mau lamar2 kerja lagi. Dia pun bercerita tentang pekerjaannya, kecemasannya tentang rencana ke USA dan banyak hal lainnya yg kami perbincangkan.
Begitu adek gw turun, Pak Aziz mengeluarkan komentar "wah senangnya Mbak kompak dengan adiknya" dan tanpa menunggu komentar dari gw, dia langsung menambahkan "saya iri lihat Mbak bisa begitu kakak beradik"

Pembicaraan kami mengalir dengan lancar, bertolak belakang dengan suasana jalan raya yg tetap saja padat, walaupun belum jam makan siang yang memang jam lumrahnya kemacetan. Namun berhubung pembicaraan kami cukup menarik, kemacetan itu menjadi tidak menyebalkan. Sedikit berbagi dengan Pak Aziz rupanya menimbulkan motivasinya untuk segera ber"damai" dengan kakak satu2nya. Yah, moga2 saat ini diantara kedua kakak beradik itu sudah bisa menyelesaikan masalahnya.

Waktu sampai Plaza Senayan ternyata kami sudah menempuh 1.5 jam perjalanan (!) dan gw harus membayar 50 ribu, uuuhh sebal juga macet!

Wednesday, May 18, 2005

Rasa sayang itu butuh latihan

Gw lagi sebel banget sama salah satu adik gw. Dia minta miles frequent flyer gw buat jalan2. Katanya "sekalian outbound company". Sungguh, sedikit pun gak ada rasa sayang gw dengan miles gw, berapa pun dia minta gw akan kasih. Adek gw ini udah mandiri kok dan gak pernah nyusahin gw secara finansial.
Hanya gw agak concern dengan cara dia menggunakan uangnya. Selalu ada aja alasannya untuk "gak jadi kredit mobil" lah, "gak jadi DP apartment" lah, de el el yang sifatnya investasi. Tapi kalo yang namanya untuk jalan2, kok cepet banget dia rela mau spend uangnya.

Gw ngingetin dia kalo kita lagi bakalan banyak pengeluaran untuk adik yang paling kecil yang bakal masuk universitas tahun ini. Gw sendiri dah mulai kebayang pengeluaran2 buat dia. Sebenarnya concern gw ini karna gw sayang ama dia dan gw gak mau dia kecewa di kemudian hari. Boleh jadi uangnya banyak saat ini, tapi kalo gak wise-spending, nanti akan ada penyesalan.

Duh, gw kok dipusingkan dengan hal ini. Gw gak mau dia sedih dengan kenyataan - toh memang begini - tapi gw juga gak mau dia gak jalan2, tapi (menurut gw) mungkin gak sekarang sementara menurut dia gak demikian.

Ah sudahlah... biarlah nanti perjalanan hidup akan mengajarkan dia. Gw sebagai kakak melakukan bagian gw untuk ngasih tahu dia, ngingetin dia, tanpa kehilangan rasa sabar dan kehilangan rasa sayang gw ke dia.
Toh, surat pernyataan tentang miles itu tetap gw fax untuk dia. Ada yang bilang kalau cara gw itu malah gak nge-didik, tapi entah kenapa saat ini nurani gw tidak melarang gw untuk membiarkan dia jalan2 saat ini.

Gw boleh kesal dan pusing hari ini, tapi gw berjanji gak akan kehilangan sabar dan tetep sayang dia, bagaimana pun, sama dengan adik2 gw yang lain. Rasa sayang itu butuh latihan... terus dan terus lagi... jangan bete dan menyerah.Buat adik2 ku semua, "Kak Papat sayang kalian semua"

Monday, May 16, 2005

French nightmare

Baca blognya loucee yang lagi ngapalin angka2 bahasa perancis, gw jadi cekikikan sendiri... she is not the only one who gets crazy 'cause of french this week.

ada yang bilang bahasa ajaib (Olin)
ada yang bilang bahasa gebleg (**)
ada yang bilang the best creature of human (of course, the French!)

Weekend kemarin, sepulang ngajar bahasa Inggris (ehem2, udah sebulan lebih lho...), gw (berusaha) untuk belajar bahasa reseh ini, tapi nggak sukses2 amat, keasyikan nonton kejuaraan bulutangkis piala Sudirman.

Bangun pagi2 di hari Minggu, di otak gw muncul semangat 45, "mau belajar ah".
Eh bete banget gak sih, begitu mulai buka buku, otak gw susah banget diajak kompromi... lambatttttt betul... (ada yg bilang kalau umur 30 tahun konsentrasi kita mulai melemah, gw setuju banget!)
Setelah sedikit memaksakan diri, gw bisa belajar selama sejam (uehek!), itupun dibarengin dengan nonton tv, bentar2 bikin teh, dan bentar2 bebenah... payah deh pokoknya.

Akhirnya gw memutuskan untuk keluar dulu buat ganti suasana. Gw menuju tempat pencucian mobil. Gw pikir sementara nunggu mobil dicuci, gw toh bisa sambil belajar. Begitu masuk ruang tunggu.... ya ampunnn, gw ketemu Felisia, lengkap dengan buku perancis dan catatan2 nya yang memenuhi satu meja, sedang belajar bahasa perancis!!

What a 'frenchy' weekend!

Friday, May 13, 2005

Famous to Famous

Di acara Metro TV tadi malam, F to F, Bpk Menteri BUMN Sugiharto menjadi bintang famous. Beliau bertutur tentang pengalaman hidupnya. Pak Menteri menjadi juru parkir di sore dan malam hari untuk membiayai sekolahnya. (SMAnya SMA 13 di Tanjung Periok, gw jadi teringat Daul, temen kuliah gw almamater SMA 13 juga). Setelah lulus, ia harus menghidupi ibu dan ketiga adiknya, sementara bekerja dan kuliah.

Perjalanan karir Pak Menteri tidak singkat. Cita2 orangtuanya melalui namanya pun sudah berhasil diraihnya. Pak Sugiharto telah menjadi (sangat) sugih dengan penghasilan rata-rata 50,000 USD per bulan selama 4 tahun menjabat sebagai CEO di PT. Medco, plus beliau termasuk dalam jajaran CEO sukses di Asia. 'Track record' yang bersih ini lah yang menarik hati SBY untuk menempatkan beliau sebagai Meneg BUMN di kabinet.
Namun dengan menerima posisi tersebut, ia bergaji 19 juta rupiah 'saja' dan melewatkan (sementara) kesempatan untuk bergaji jauh lebih besar. Ia berujar wajar bahwa hal itu demi rakyat banyak dan sesuai dengan ideologi yang dianutnya.

Pak Sugih, nama kita mempunyai elemen yg sama, yaitu harta.
Kalau nama bapak "Sugih-Harto" (= kaya harta), sedangkan nama saya "Ully-Artha" (= harta yg cantik/baik). Semoga kesamaan tersebut bisa menjadi inspirasi saya untuk bisa sesukses Bapak... Amin...

Saya pun punya mimpi yang kurang lebih sama dengan yg Bapak tuturkan semalam. Bukan untuk menjadi kaya materi (saja), tetapi mewujudkan apa yang saya cita2kan. Bukan harus melalui diri saya, melainkan juga dengan melihatnya melalui orang-orang yang kita kasihi.

Tadi malam saya sangat tergugah.

Mungkin itu hanya sebagian kecil pengenalan saya akan Bapak, tapi by somehow, you have told me what I should do and reflect. Terima kasih banyak untuk pencerahannya. Kalau ada kesempatan, saya ingin bertemu Bapak dan menyampaikan secara pribadi bahwa saya tergugah dan Bapak 'pernah' menjadi salah seorang figur yang ikut 'menentukan' cara berpikir saya.

Thanks again and good luck untuk membawa BUMN di negeri ini menjadi milik rakyat yang bisa dibanggakan. Banyak PR yang harus Bapak kerjakan, namun saya yakin, dengan ideologi yang Bapak share semalam, asal tidak lupa jabatan, Bapak mesti bisa membenahi - walaupun mungkin tidak seluruhnya - but I do beg you, "please use this 5 years at your best! "

Good luck, God bless you!

**sebelum acara F to F gw sempet nonton ganda campuran Indonesia di Piala Sudirman, top abis, walau kalah di tangan juara dunia dari Cina, salut untuk Yunita!**

Oleh2 dari Yogyakarta

Minggu lalu gue ke Yogya.

Berikut cuplikan 'cerita' selama gw di Yogya. Sayangnya gak ada foto2 saat gw makan2 di sana, padahal mungkin itu yang 'malahan' can tell much more,hahaha... since everyday in Yogya I was very much satisfied with my 'culinerary' trip.

Ratri - Phillipe setelah Ratri mbasuh kakinya Phillipe. Selamat menempuh hidup baru yah. Bon courage!
Image hosted by Photobucket.com

Becak2 masih menghiasi suasana jalan Malioboro.
Image hosted by Photobucket.com
Puing2 reruntuhan sisa musholla Sultan di Tamansari, rencana mau dipugar tahun depan.
Image hosted by Photobucket.com
Gw sempet berwisata ke pemandian Taman Sari. Tempat ini konon adalah tempat pemandian keluarga kerajaan. Sementara ratu dan/atau selir2 Sultan mandi di kolam yang disediakan untuk mereka, Sultan memantau dari "singgasana"nya di ujung kolam (kalau di-analogikan mirip "peep show" lho - ternyata bukan budaya barat saja!). Lalu Sultan memilih salah seorang diantara para selir itu yang akan mandi bersama dengannya di kolam khusus. Konon di tempat ini dibuat "laut buatan" untuk penampungan air keperluan tempat pemandian ini.

"Gerbang Tamansari" - Ratu terpilih sedang berpose :-)

Image hosted by Photobucket.com
Makan kwetiau goreng enak - Jalan2 di Malioboro pastinya - ke pasar BeringHarjo (beli gula batu buat Imran!) - ke Mirota juga - ngirim bakpia 75 ke Bandung ;-) - makan burung dara deket UKDW - ke LIP - ke Galleria cari Bodyshop! - makan es di jl.Sagan - makan empek2 Bu Kamto - makan bakso di RS Bethesda + pecel Bandeng yg sambelnya uennakk tenan...

Makasih banget to Sherly that make my trip very much enjoyable.


Yogya 5-8 May 2005



Tuesday, April 26, 2005

Being a victim of our job

Once I have read an article saying that we should not love our company, but our job. Firstly, I think this is too good to be true. When I worked for Schlumberger, I spent most likely 20 hours a day to do my job; the rest 4 hours was the sleeping time. I dedicated (most of) myself to my job. I really liked my job. I liked the challenges and the opportunity of doing things that seems unreachable, but I could finally did it successfully. At the end, it felt like an addict, but an 'enjoyable' one.

My accomplishments made me happy and drove me to strive for the next one. Though, I do believe it was not me alone, God with me and I had all the support from people who loves me. This feeling of being blessed and having repeated successes motivated me much stronger than the demotivator sides.
One day, I hit the point when the company disappointed me badly for the same ol' reason. I couldn’t bear it. I felt as being betrayed, but for them, I've been paid, so no debt - it was paid off. No obligation to make me happy or what so called.

So, I asked myself, has the amount of the money can buy my life?
The answer was no ...
and still NO.

Thursday, April 14, 2005

Ada Band Ari Lasso di Balikpapan

Hari Rabu kemarin, tepatnya tanggal 13 April 2005, Ada Band dan Ari Lasso mengguncang Balikpapan!
Hujan rintik2 pada waktu gw ninggalin kantor, sempat membuat harap2 cemas konsernya dibatalin kalau hujannya makin deras.
Syukurlah, gak lama kemudian hujannya berhenti, dan pas gw nyampe udah banyak banget warga Bpn yang siap sedia menonton konser...."walau hujan menghadang" ...

Assyiik, benar2 assyiik...
Tontonannya assyiik, temen2 nonton barengnya assyiik2, dan assyiiik juga dah lama gak nonton band manggung terbuka gini (ha??). Kita bisa nyanyi kenceng2 - gak peduli tetangga - dan kalau2 syairnya salah, cepet2 dibenerin ngikutin suara tetangga :-)
Thanks to yanti, hesti, may, lilis, novi, jenny dan 3 cowok slb yang gokil2, yang bikin malam itu jadi assyiik. Tentunya, gak lupa dengan Donny Ada Band dan Ari Lasso dong ;-)

Lagu2 yang dinyanyiin temanya, CINTA CINTA dan CINTA.
tema ini kayaknya yang paling banyak mengilhami para pencipta lagu deh, tapi malam itu kebanyakan yang dinyayiin cinta yang sedih2, yang berbeda lah, yang tak mungkin bersatu lah, yang setengah hati lah, yang putus lah...

Walaupun gitu, yang ada hanyalah orang2 yang bernyanyi kenceng2, bukan nangis kenceng2.
itulah hebatnya kebersamaan.
Enjoy Aja!

Monday, April 11, 2005

Welcome sunshine

I lift my head up at the beginning of this week. It's a rainy Monday morning and I have to try not to sob.

It was quiet a weekend! I have been thingking to write some journals about it, but have no time to start writing until this incident happened.

My college, who are"not a friend", asked me why I didn't come to the fun run the day before. I answered simply because of the rain. Then he replied me quickly with such synical sound that I doubted is exist in English,
"Quelle raison! Il y avait beacoup d' enfant"
[= what a reason! there were many children]

I was not in the mood of arguing, so I added my comments,
"It was rainning almost all morning. Though it has stopped at noon but it started rain again about 1 hr before the gathering time. And I was NOT in the mood of running in the muddy, as simple as that. If other children and their parents ran in the rain yesterday, it was simply not me and not mine."

He locked his face but continue saying some words that are really bad responses to my own response.

This scene really made me think, and for sometime it was really bothering me. I feel just as somebody intervere with the borderline that I would like nobody to enter.

Is it my problem if I don't like to run in muddy?
I was just not in the mood.
Is it a problem not to be in the mood when others expect you to be in the same mood as theirs?
Maybe it's a kind of exaggerating, but I don't like his comment of spoil and comparing me with his children. I could give 1001 answers to argue with that. And thank God it's Monday morning, just a perfect time to lost my argument spirit.

Then, I called my always-be-best friend and he simply answer,
"just don't think about it, don't even be annoyed by his comment, you have a freedom to control what you want to think and what you don't want!"

Damn, cool answer.... welcome sunshine in my heart.

Sunday, April 10, 2005

When I’m questioning God

It is 4 months to be 30 years old.
Many countries I have spent a bit of my life,
many places I have put my feet on,
those to thank God for my being at His globe.

Many happiness have filled my heart with unspoken cheers,
many sadness have shaken my heart and forced me to search a shoulder to cry on,
many loves being shared with my love ones, with whom I just acquaintance and even with a totally stranger.

My life past away along with my successes, disappointments, unshared opinions, and unconditional loves that has a constant flow in the river of “I love myself” spirit.

Since He made me, He never regrets, then why should I?
I thank God for making me, looking after me and loving me with His unconditional love and filled me with abundance love (that I waste it sometime).

I thank Mom for her never-ending love, and to you Bang.

We just had a long conversation. You’re always the light of my life, my shoulder to cry on, my spirit booster… though at times when I’m questioning God.

I do apologize for many stupid questions I asked you, for my stubborn minds, for me not being able to remember million times you showed how much you love me and only me.

Forgive me when saying words that hurt you much. I regret it every minute I have said that. It is strange how love turns to hate just in seconds. If anything I could do to turn back the time, I want you not to hear any word that I said that make you sad, none of them.

I just want you to hear my loving statement, my praise and my attention to you and only you. Sometimes I failed. My frozen-heart made a barrier and difficult to be melted. I have past the oceans not to be stupid enough to realize that you’re the best for me. And I would like you to get the return. Get the best of myself.

I do beg you, for these 11.5 years we’re together,
to remember the good times we’ve shared and still do,
when we’re laughing at each other,
when we’re smiling in distance in the middle of our friends’ crowd,
when we’re saying “I love you” with unspoken words,
when no words can even express our feelings.

Things get so easy when you’re around. No algebra formula, no rough season, no tough moment,... everything seems patience enough and my life has been a pleasure journey.

When I'm questioning God...
I do believe He sent you, an angel to this “constantly-need-to-be-renewed” girl.
And for that, I thank Him for having you.

For my question, His possible answers would be: Yes, No and Wait...
and all I know is everything has its (His) own time.

Friday, April 08, 2005

Men sana in corpore sano

gw bingung antara mau jogging atau mau aerobik
sebenernya gw suka dua2nya .... cuman, gak tahu yah kenapa akhir2 ini gw tuh lebih tertarik untuk tidak olahraga... hihihi, evil!!!

yah, berhubung gw gak bawa celana panjang, demi menjaga diskusi diantara jogger tidak berkepanjangan karna lihat bulu kaki gue...weuiii, sara nih ... jadi gw putuskan untuk aerobik saja, toh rencananya besok Minggu gw mau ikutan fun run dengan Ann Marie dan rekan2nya di Trait d'Union, kalau jadi lho...

gw aerobik dulu yah... men sana in corpore sano...

P.S ini posting pertama gw lho di blogspot, sebelumnya gw nulis di blogdrive, tapi berhubung ada dua temen gw yg ngasih tahu kalo enakan pake blogger, jadi deh gw ganti. dipermaklum dong, gw kan beginner, masih banyak denger2 tetangga... hehehe...

Thursday, April 07, 2005

Meetingssss

"berapa meeting yang diperlukan untuk membahas topik yang harus dikerjakan? misalnya saja untuk membuat suatu proyek?"

"hmm... satu kali saja cukup, yah kalau meetingnya well organised dan orang2nya mengerti dan melakukan action dari MOM yang dibuat.
ada agenda meetingnya --> lengkap dengan jam dan pembicaranya.
ada MOM meeting sebelumnya --> kalau topiknya sama dan action done dari MOM di-rekapitulasi
ada tujuan dari meeting yang akan diadakan"

"nah, gening ngerti.... nah, kenapa atuh gak di-apply!"

"yah, namanya juga meeting bareng orang perancis... he eh, perancis betulan, bukan peranakan ciamis. jadi, meeting tuh harus diulang lagi, semua ngomong, semua ngutarain pendapat sampai2 ujung2nya susah dibuat konsensi karena tiap2 orang punya pendapatnya masing2 dan cara berpikirnya rumet betul... et tahu-tahu ada yang mutusin 'oke meeting selesai', dah bubar gitu aja"

"lho... kog gitu, jadi tiap2 orang ngerti apa yg kudu dikerjain selanjutnya?"

"kayaknya enggak tuh, tunggu aja 2-3 minggu lagi, bakal ada meeting yang sama, dengan orang2 yg notabene sama plus 1-2 orang baru, dan meeting nya diulang lagi from the start, persis seperti meeting pertama dengan alasan yah ada 1-2 orang baru itu yg harus ngerti juga dong topik yg didiskusikan"

"lho... basi dong kalo gitu!"

"yah emang harus gitu!"

"jadi butuh berapa meeting kalo ada orang baru mulu?"

"entah lah...."

Tuesday, April 05, 2005

Buka mata dengan kompas - bukan iklan

Dita nulis lagi di kompas.

dia cerita tentang Ibu Astini yang dihukum tembak mati akibat pembunuhan.

dia cerita tentang Ibu A yang menceritakan pengalaman membunuhnya dan kenapa ia membunuh, dan membunuh dan membunuh lagi.dia cerita juga tentang pengalamannya sekamar dengan Ibu A tanpa rasa takut, gentar ataupun enggan, toh ternyata si Ibu tidak ada kesan pembunuh - dengan kacamata dan pandangan getir khas ibu2 dengan banyak beban - buatnya Ibu A bukan lah sosok yang harus ditakuti. - gw setuju dengan melihat photo beliau di koran.

dia cerita kalau sebelum grasi permohonan tembak matinya tidak dikabulkan oleh Ibu Megawati, ibu A sering bercerita2 dan mereka pun sering meluangkan waktu bersama2. namun setelah grasinya ditolak, ibu A menjadi lebih banyak mengaji dan kurang bersosialisasi.

dia cerita tentang penyusunan pleidoi untuk ibu A dan penolakan ibu A untuk naik banding.

dan dia juga cerita bahwa buat ibu A dipenjara dan dihukum mati adalah suatu pengorbanan (baca: PENGORBANAN) untuk anak2nya...(red - anak2nya mendapatkan bantuan hidup dan sekolah gratis dari donatur setelah ibu A masuk penjara).ada hal menarik yang berulang2 kali buat gw tersentuh dari tulisan2 Dita, apalagi kalau bukan tentang kemiskinan.

ibu A 'terpaksa' membunuh karena bosan ditagih hutang oleh orang2 yg dibunuhnya.
ibu A 'terpaksa' berhutang (lagi, dan lagi, dan lagi) apalagi kalau bukan untuk biaya hidupnya dan anak2nya
seperti yang Dita bilang, memang 'keterpaksaan' untuk membunuh ini bukan suatu pembenaran dari pembunuhan itu sendiri namun dari tulisannya dia menyodorkan satu perspektif.... (khas Dita)

ibu A membunuh karena hidup. bahkan dipenjara dan dihukum mati pun diterimanya sebagai suatu pengorbanan hidup. untuk anak2nya.hidup yang susah, yang seakan dicuekin oleh masyarakat di sekelilinyanya, yg juga susah, membuat suatu kekuatan tersembunyi yang membahayakan.

dan pemerintah tidak sanggup menolong.apa yang tertulis di pasal 33 & 34 jadi tulisan hitam di atas putih suatu undang2 yang menjadi keharusan pembentukan suatu negara yang diakui.

seperti Dita bilang, kalau saja sekolah gratis, kalau saja kesehatan itu gratis, kalau saja masyarakat miskin jadi perhatian pemerintah, mungkin kasus ibu A tidak ada.orang tidak akan membunuh untuk hidup saja selain tentunya para kriminal yang memang haus darah.

kalau saja,
bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya adalah milik negara dan digunakan sebesar2nya untuk kepentingan rakyat
SEBESAR-BESARNYA

kalau saja,
fakir miskin dan anak2 terlantar adalah milik negara
memang MILIK, sayang tuannya memperlakukannya seperti mobil bekas yang sudah tinggal besi rongsokan di halaman rumahnya

kalau saja...

Sunday, April 03, 2005

Lagi2 kehilangan

Paus meninggal dunia hari ini, 3 April 2005 - 03/04/05 (-: nomor cantik :-)

dan hujan yang turun rinti-rintik terus menerus beberapa hari ini rasanya menjadi bagian dari alam yang turut berdukacita atas kehilangan seorang sosok manusia (bukan nabi, bukan juga malaikat) yang selama hidupnya mengabdikan dirinya untuk manusia.

Gw salut sama karisma Paus Johannes Paulus II dan juga beberapa sosok2 hebat seperti beliau, Mahatma Gandhi, Mother Theresa... mereka adalah orang2 yang mengabdi dan tetap berpegang teguh dengan apa yg dipercaya dan dengan setia, SETIA... melakukan dan melakukan penyangkalan diri.

semoga dia bahagia bersama bapa di surga, selamat jalan Paus.

kata kunci: PERSERVERANCE = continue steadfastly